Dragon Monarch

Dragon Monarch
Chapter 161 - Babak Final



Pertandingan pertama adalah kompetisi antara murid tingkat Alam Roh. Tujuh peserta telah berkumpul di pinggir Arena untuk menunggu giliran untuk bertarung di Arena.


“Ke mana bocah itu?” Batin Shi Zho, ia tentu mendapatkan perintah dari ayahnya untuk menghancurkan Lin Yan seperti ia menghancurkan Huan Caiyi. Ia merasa sangat disayangkan bahwa Huan Caiyi masih sempat menggunakan benda formasi untuk menyerah.


Para murid lainnya pun bingung karena Lin Yan murid terlemah belum tiba di Arena.


“Perhatian semua!”


Suara seseorang terdengar di arah langit. Seorang pria tua perlahan turun dari langit, ia tidak lain adalah Tetua Agung sekte Seribu Pedang, ia mengusulkan diri sebagai wasit untuk kompetisi kali ini entah mengapa.


“Pertama-tama, aku ucapkan selamat datang kepada semua tamu yang datang jauh-jauh ke sekte Seribu Pedang untuk menyaksikan kompetisi yang diadakan lima tahun sekali.” Setelah itu, Tetua Agung sekte Seribu Pedang pun mengatakan kata-kata sambutan lainnya kepada semua Master sekte, Para Patriak dan pemimpin organisasi besar lainnya.


“Tidak perlu membuang waktu, kompetisi pertama akan segera dilaksanakan untuk murid tingkat Alam Roh antar sekte.”


“Peserta nomor pertama, Shi Zho dari sekte Naga Langit melawan peserta nomor dua, Jian Li, murid sekte Seribu Pedang. Kedua peserta dipersilahkan untuk masuk ke Arena!” Teriak Tetua Agung sekte Naga Langit tidak terlalu kuat.


Shi Zho dan Jian Li pun naik ke Arena. Keduanya memasang wajah serius karena tau lawan masing-masing sangat kuat, terutama untuk Jian Li, ia sangat waspada terhadap anggota klan Shi yang dianggap sangat kuat dalam penggunaan elemen Cahaya.


Keduanya kini saling berhadapan menunggu Tetua Agung sekte Seribu Pedang untuk mengumumkan dimulainya pertandingan.


“Apakah kalian berdua bersiap?”


“Ya.” jawab keduanya.


“Sebelum pertandingan dimulai, aku akan mengatakan beberapa peraturan, jika kalian tidak menyatakan menyerah jika tidak lagi mampu, aku selaku wasit tidak akan menghentikan pertarungan. Ini adalah hal yang harus kalian ketahui sebagai seorang kultivator bahwa dunia ini kejam.”


“Namun, jika seorang murid menyerang murid yang telah menyerah, akulah yang akan menghentikan pertarungan dan murid yang menyerang murid yang telah menyerah akan didiskualifikasi! Apakah kalian mengerti?” Tanya Tetua Agung sekte Seribu Pedang sambil menatap ke arah Shi Zho dan Jian Li bergantian.


“Ya.” keduanya mengangguk.


Para penonton terkejut dengan peraturan kali ini. Yang artinya, peraturan kompetisi kali ini lebih berat dari pada yang sebelumnya. Pada kompetisi sebelumnya, wasit akan menghentikan pertarungan jika seorang murid tidak sanggup lagi untuk bertanding.


Semua penonton membuat spekulasi bahwa para Patriak dan Master sekte telah berdiskusi tentang peraturan ini agar murid lebih menghargai nyawa dari pada popularitas. Ini juga agar melatih para murid agar tau kapan untuk terus maju dan kapan harus mundur.


Karena kedua murid telah mengerti, Tetua Agung sekte Seribu Pedang pun tidak membuang waktu lagi. Ia perlahan melayang ke arah langit dan berbicara, “Pertandingan pertama, dimulai!”


Saat kata-kata itu jatuh, Jian Li langsung mencabut pedang yang ada di pinggangnya karena para murid sekte Seribu Pedang lebih terbiasa membawa pedangnya tidak seperti kultivator lain yang menyimpan senjata di dalam cincin ruang.


Shi Zho pun mengeluarkan dua pedang ganda miliknya dan memasang senyum lebar. Tubuhnya diselimuti oleh cahaya putih sedikit kemerahan karena elemen Cahaya yang digunakan olehnya bersifat panas.


Zhep!


Keduanya pun langsung melesat ke arah lawan masing-masing dengan kecepatan yang sangat tinggi sambil mengayunkan pedang mereka masing-masing.


Tring!


Benturan pertama pun langsung terjadi.


Para penonton sedikit bersemangat melihat pertarungan itu karena sangat ingin melihat keahlian murid sekte Seribu Pedang yang diakui sebagai kultivator jalan pedang terbaik di Daratan Utara yang bahkan selalu menghasilkan murid yang menjadi kultivator pengguna pedang terkuat di Daratan Utara.


Tring! Tring! Tring!


Keduanya terus bentrok dengan intens, terlihat bahwa Jian Li hanya melapisi pedangnya dengan qi biasa tanpa elemen sama sekali dan Shi Zho melapisi tubuhnya serta pedangnya dengan qi Cahaya.


Bisa dikatakan, jika pertarungan seperti itu terjadi, pengguna qi yang merubah qi-nya menjadi elemen akan lebih unggul. Tetapi saat ini sangat terlihat bahwa keduanya setara karena keahlian berpedang Jian Li sangatlah hebat.


Huan Caiyi yang menonton pertandingan itupun menatap Shi Zho sangat dingin. Ia sangat marah saat ini karena kalah ditangan Shi Zho dengan sangat mengenaskan. Ia hanya bertekad saat ini untuk menjadi lebih kuat agar bisa mengalahkan semua anggota klan Shi.


“Di mana Lin Yan? Kenapa dia tidak terlihat juga sampai saat ini?” Gu Yuena bertanya dengan nada sedikit marah karena tampaknya pertandingan akan segera berakhir.


Sraing!


Jrezh!


Tiba-tiba serangan sangat kuat membuat jurang selebar setengah meter dan panjang lebih dari sepuluh meter.


Para penonton sangat terkejut dengan kemampuan Shi Zho.


Terlihat saat ini Jian Li merasa kelelahan karena kekuatan qi Cahaya Shi Zho mampu menekan keahlian pedangnya.


Raut wajah Jian Li berubah seketika dan langsung menggunakan teknik berpedang terkuatnya.


“Terima ini!” Teriak Jian Li dan langsung melesat ke arah depan menggunakan kecepatan penuhnya.


Shi Zho juga langsung waspada dan langsung menggunakan salah satu teknik terkuatnya juga.


Sraing!


Keduanya saling melewati musuh masing-masing.


Jrezh!


Teknik berpedang milik Jian Li pun terlihat dibelokkan dan memiliki efek kuat yang membuat tanah terlihat tersayat sayat.


Crash!


Terlihat di perut Jian Li saat ini luka tebasan yang lumayan dalam. Sementara Shi Zho juga ikut tertebas di dadanya walaupun tidak sedalam luka yang diterima oleh Jian Li.


“Aku menyerah..” Jian Li pun menyerah dan berlutut sambil memegang perutnya yang mengeluarkan banyak darah.


“Woaaaaa..!”


Para penonton bersorak atas pertandingan tersebut karena memang itu sangat menarik walaupun para penonton sedikit kecewa bahwa keahlian pedang Jian Li masih kalah melawan kemampuan Shi Zho yang dapat mempertajam pedangnya menggunakan qi Cahaya, itu juga karena kecepatan Shi Zho meningkat karena qi Cahaya miliknya yang membuatnya lebih unggul.


“Pemenangnya Shi Zho, dari sekte Naga Langit!” Teriak Tetua Agung sekte Seribu Pedang.


Master sekte, Tetua Pertama, Kedua dan Ketiga tersenyum melihat hal itu. Sementara Patriak klan Shi merasa bangga dengan putranya.


“Pertandingan berikutnya adalah peserta nomor tiga, Gui Lang dari sekte Gerbang Surgawi melawan peserta nomor empat, Lin Yan dari sekte Naga Langit!” Teriak Tetua Agung sekte Seribu Pedang karena kedua peserta sebelumnya telah keluar dari Arena.


Zhep!


Gui Lang langsung muncul di tengah Arena, tetapi para penonton bingung karena satu peserta lainnya tidak muncul-muncul.


“Sekali lagi, peserta nomor empat, Lin Yan dipersilahkan untuk masuk ke Arena!”


Suasana hening dalam waktu yang lama karena Lin Yan tidak kunjung datang.


Master sekte Naga Langit sangat marah karena Lin Yan tidak muncul-muncul juga. Sementara Tetua Kedua dan Ketiga membuat spekulasi bahwa Lin Yan belum selesai dari pengasingan.


“Sekali lagi, dalam waktu satu menit, jika peserta tidak masuk ke dalam Arena, peserta akan didiskualifikasi!” Teriak Tetua Agung sekte Seribu Pedang.


Waktu terus berlalu dan Lin Yan tidak kunjung datang dan membuat Gu Yuena, Gu Yin dan Huan Caiyi semakin gugup karena jika Lin Yan tidak muncul, dia akan didiskualifikasi.


“Karena peserta tidak datang juga, maka aku nyatakan pemenangnya-..” Sebelum Tetua Agung sekte Seribu Pedang menyelesaikan kata-katanya, suara seseorang terdengar di pinggir Arena.


“Maafkan atas keterlambatanku.”