
Asosiasi Alkemis
Kultivator yang berasal dari Sekte Pedang Maut pun berkeringat deras ketika melihat Token yang ada di pinggang Li Hao. Sebelumnya, karena Token itu terlihat menyamping, ia tidak melihatnya dengan jelas sehingga dirinya berani mengancam Li Hao. Saat ini, ia merasa telah menggali lubang kuburannya.
“Apakah kau mencoba untuk mengancam Tuan Muda Klan Li?” Tanya Tetua Klan Li yang mengawasi Li Hao dari kejauhan sepanjang waktu. Tentu di tempat seperti itu masalah akan selalu datang sebelum Lelang dimulai.
“Ti-tidak.. maaf, kami tidak bermaksud. Kalian ingin herbal ini bukan? Ha-ha-ha, herbal ini sungguh tidak berguna bagi kami, silahkan membelinya.” Kultivator itu pun berkata dengan tawa canggung. Ia pun langsung kabur dengan ekor diantara kedua kakinya bersama dengan kedua rekannya.
“Dasar pecundang.” Xia Yue'er yang masih berada di dalam pakaian Lin Yan pun mendengus. “Lin Yan, cepat ambil herbal itu!”
Karena Xia Yue'er sangat bersemangat, Li Hao pun langsung membayar herbal dengan harga yang telah ia tawar. Sedangkan untuk Tetua yang mengawasi Li Hao dari kejauhan pun pergi kembali.
Banyak kultivator yang menatap adegan itu dalam diam. Tentu banyak dari mereka yang tau bagaimana kuatnya Klan Li, terutama pada kekuatan kekayaan mereka.
Setelah membeli herbal Jamur Perak Surgawi, Li Hao pun memberikannya kepada Lin Yan setelah herbal di taruh di dalam cincin ruang.
“Apakah ini tidak masalah?” Tanya Lin Yan saat menerima cincin ruang.
“Ini bukanlah masalah besar. Ayo kita habiskan batu spiritual pria tua itu.” Li Hao sedikit bersemangat saat mengatakan hal itu.
Sementara untuk Tetua Klan Li yang berada di bayang-bayang pun wajahnya berkedut keras saat mendengar apa yang dikatakan oleh Li Hao.
Lin Yan hampir saja tersedak ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Li Hao. Sedangkan untuk Xia Yue'er, ia mengangguk puas karena Li Hao bukanlah seseorang yang pelit, ia memberi sedikit hormat kepada Li Hao.
“Yue’er.. aku akan memberikan herbal ini nanti kepadamu. Kita akan mencari benda-benda lainnya yang mungkin berguna.” ucap Lin Yan.
“Um..” Xia Yue'er hanya mengangguk kecil dengan senyum diwajahnya karena apa yang ia paling inginkan telah ia dapatkan.
Setelah itu, Lin Yan dan Li Hao pun berjalan-jalan kembali berkeliling tempat tersebut untuk mencari sesuatu yang berharga.
Beberapa kali, banyak benda yang lumayan berharga terlihat tetapi kultivator lainnya telah menyelesaikan negosiasi.
Ketika mereka naik ke lantai selanjutnya, benda-benda yang dijual di sana adalah senjata dan buku keterampilan. Karena itu, Lin Yan pun langsung berkeliling kembali untuk mencari teknik menggunakan Tombak, namun sangat disayangkan bahwa hampir tidak ada yang menarik minat Lin Yan sama sekali.
Li Hao juga seperti itu karena benda-benda yang ditawarkan sudah ada sangat banyak di Klan Li sehingga ia tidak membeli apapun.
Karena itu, Lin Yan dan Li Hao pun kembali ke tempat kediaman Klan Li menunggu Lelang dimulai.
**
Setelah kepergian Lin Yan, beberapa sosok yang ia kenal juga muncul di tempat itu, dia tidak lain adalah seorang wanita yang merupakan istri Lin Yan, Gu Yin.
“Sangat banyak benda-benda bagus di sini. Hm? Tunggu dulu, aku mencium aroma suami. Tetapi..” Gu Yin mengerutkan keningnya saat menatap ke arah luar kembali. “Dia sudah pergi dari sini,” ucapnya sedih.
Gu Yuena yang berada di sebelah Gu Yin tidak mengerti bagaimana bisa sepupunya itu mencium aroma Lin Yan di tengah-tengah aroma ribuan kultivator. Saat ini ia setuju bahwa Gu Yin memang memiliki penciuman anjing.
Karena desakan dari Gu Yuena, Gu Yin pun akhirnya menyerah untuk saat ini mencari keberadaan Lin Yan dan berkeliling di tempat tersebut. Dari perkataan Gurunya, ia pasti akan dapat bertemu dengan Lin Yan di acara Lelang nanti.
**
“Lin Yan! Cepat keluarkan herbal sebelumnya!” Seru Xia Yue'er sangat bersemangat.
“Yue’er.. kali ini kau tidak bisa memakannya seperti cemilan. Terakhir kali kau memakan sumber daya berharga tanpa hasil sama sekali yaitu Rumput Peri.” ujar Lin Yan dengan wajah lelah.
Xia Yue'er pun langsung cemberut. Ia langsung memasang mata anak anjing untuk memohon kepada Lin Yan.
“Tidak.” Lin Yan tidak memberikan herbal kepada Xia Yue'er walaupun dia memohon.
Mata Xia Yue'er pun langsung berkaca-kaca. Ia hendak ingin menangis karena Lin Yan tidak memberinya herbal Jamur Perak Surgawi.
“Baik.. baik, herbal ini mampu meningkatkan qi di dalam tubuh dalam jumlah yang sangat besar, kau hanya boleh memakan setengahnya, namun Setengah lagi kita gunakan untuk berkultivasi. Kultivator biasa tidak akan bisa mengkonsumsi herbal ini secara langsung karena qi yang sangat mengamuk dan jumlah qi yang luar biasa besar. Mereka tidak tau bahwa herbal ini berharga sepuluh kali lipat dari harga yang digunakan oleh Li Hao untuk membelinya.” ujar Lin Yan.
“Benarkah? Berikan sekarang!” Xia Yue'er berseru gembira dan tidak peduli dengan kultivasi karena ia sangat ingin mencicipi herbal tersebut.
Dengan wajah lelah, Lin Yan pun mengeluarkan herbal Jamur Perak Surgawi karena tau bahwa Xia Yue'er saat ini hanya peduli dengan pemikiran saat memakan herbal itu seperti sebuah cemilan. Ia langsung memotong setengah bagian dan memberikannya kepada Xia Yue'er.
Dengan kecepatan yang sangat tinggi, Xia Yue'er pun menyambar herbal yang merupakan bagian yang mengandung paling sedikit qi walaupun itu sangat besar sampai-sampai bisa membuat kultivator tingkat Alam Kaisar tahap kelima bisa meledak. Tetapi Xia Yue'er hanya memakannya dengan rakus, ia merasa sangat senang saat memakan herbal itu seperti sebuah cemilan yang membuat hati Lin Yan sedikit sakit.
Tanpa membuang waktu, Lin Yan pun duduk bersila dan langsung menggunakan teknik Jiwa Pelahap Raja Naga untuk mencerna herbal sisanya karena qi akan memudar setelah ia membelah herbal.
Saat melakukan itu, Xiao Ziya yang berada di dalam Ruang Jiwa pun langsung keluar dan memasang wajah cerah. Ia menatap Xia Yue'er yang sedang asik mengunyah herbal dengan tatapan lelah juga karena sumber daya berharga dimakan tanpa hasil sama sekali oleh Xia Yue'er.
Itulah fungsi tubuh unik untuk Roh Dewi Kehidupan, mereka mencerna herbal tingkat tinggi untuk menyeimbangkan energi spiritual, qi dan esensi mereka. Disetiap melakukan hal itu, bisa dipastikan bahwa fondasi tubuhnya menjadi stabil.
Bahkan untuk Xiao Ziya juga memiliki fungsi tubuh seperti itu tetapi herbal yang ia konsumsi haruslah herbal yang berlawanan dengan semua yang bisa dikonsumsi oleh Xia Yue'er.
Lalu setelah itupun, Lin Yan dan Xiao Ziya jatuh ke dalam Kultivasi. Setelah Xia Yue'er puas memakan herbal, dia pun tidak mau ketinggalan dan langsung berkultivasi untuk meningkatkan kultivasinya.
**
Waktu terus berlalu, dan tanpa sadar, waktu Lelang pun telah tiba. Setengah jam sebelum acara dimulai, Patriak Klan Li menuntun lima Tetua, Lin Yan dan Li Hao menuju sebuah bangunan yang sangat besar, tempat itu dapat menampung puluh ribuan kultivator.
“Sangat banyak kultivator kuat di sini.” Lin Yan yang menggunakan Mata Raja pun menatap semua kultivator yang masuk ke dalam.
Beberapa dari mereka melirik ke arah Lin Yan dengan mata menyipit karena merasakan bahwa mereka dilacak begitu saja hanya dengan sekali tetap. Semua yang merasakan tatapan Lin Yan langsung tau bahwa Lin Yan memiliki penglihatan yang luar biasa.
Sedangkan untuk Patriak Klan Li, ia melirik ke arah Lin Yan dengan seksama. Ia dapat merasakan bahwa ada aliran qi kecil di mata Lin Yan dan ia sudah membuat spekulasi bahwa dengan menggunakan itu, Lin Yan dapat melihat banyak hal dan melacak seseorang dengan sangat mudah. Bisa dikatakan, kemampuan seperti itu sangatlah luar biasa.
“Setelah dia mencapai tingkat kultivasi Alam Kaisar tahap pertama seperti Li Hao, qi di dalam tubuhnya sangatlah besar.” Batin Patriak Klan Li karena ia langsung dapat melacak kultivasi Lin Yan walaupun Lin Yan menyembunyikannya dengan sangat baik.
Benar, beberapa jam yang lalu Lin Yan, Xiao Ziya dan Xia Yue'er telah berhasil menembus tingkat Alam Kaisar tahap pertama menggunakan herbal Jamur Perak Surgawi. Jika para kultivator lainnya mengetahui bahwa Lin Yan memiliki cara mencerna herbal seperti itu tanpa ada efek samping, maka bisa dipastikan bahwa Lin Yan akan menjadi incaran berbagai pihak kuat.