
Penampilan Xia Yue'er yang tidak menggunakan Formasi untuk menyembunyikan dirinya membuat Canglan sedikit terkejut.
Canglan tentu tau bahwa Xia Yue'er adalah Roh tetapi ia tidak pernah melihat Roh seperti Xia Yue'er yang tampak sangat kecil namun memancarkan aura yang sangat mendominasi seolah-olah dia adalah seorang Ratu.
Xia Yue'er yang baru saja selesai menguap pun menatap ke arah Canglan yang menatapnya dengan seksama.
“Lin Yan, apakah aku harus membereskan orang ini?” Tanya Xia Yue'er saat mengarahkan lengannya yang mungil ke arah Canglan.
Wajah Canglan pucat seketika saat menatap lingkaran Formasi yang ada di telapak tangan Xia Yue'er. Ia merasakan bahwa dirinya sangat dekat dengan kematian saat ini. Instingnya memang tidak salah dalam menilai Xia Yue'er.
“Hentikan Yue'er, dia bukanlah musuh.” ucap Lin Yan tidak bisa berkata-kata terhadap sikap Roh mungil tersebut.
“Oh..” Xia Yue'er menurunkan lengannya lalu perlahan terbang dan duduk di bahu Lin Yan seperti biasa karena memang tempat itu adalah kursi VIP untuknya.
Canglan menyeka keringat dingin di dahinya karena Xia Yue'er berhenti untuk menyerangnya. Ia saat ini masih bertanya-tanya Roh tipe apa sebenarnya Xia Yue'er itu sehingga dengan tubuh kecil seperti itu mampu menampung kekuatan yang sangat besar.
“Bisakah kau mengatakan di mana letak Cabang Kedua Sekte Wayang?” Tanya Lin Yan menatap Canglan yang tampak menghela nafas panjang.
Mendengar pertanyaan Lin Yan, Canglan sama sekali tidak ragu untuk mengatakannya karena tau sifat Lin Yan tidak seperti para kultivator pada umumnya.
“Lokasi Cabang Kedua Sekte Wayang sangat sulit ditemukan. Tetapi aku akan mengantarmu ke sana.” Canglan pun menawarkan bantuan.
Lin Yan menatap Canglan dengan seksama. Ia langsung menggunakan Mata Raja miliknya ke tubuh Canglan. Ketika ia memperhatikan Canglan dengan seksama, ia menyipitkan matanya sedikit.
“Kau.. kau adalah anggota Sekte Wayang.” ucap Lin Yan datar.
Jantung Canglan berdetak sangat cepat mendengar perkataan Lin Yan. Tetapi ia tidak mencoba kabur sama sekali.
“Tidak, perkiraan anda meleset Tuan Muda. Aku mantan anggota Cabang Pertama Sekte Wayang. Aku telah lama keluar dari Sekte itu karena aku tidak menyukai cara mereka membuat boneka Wayang.” Canglan pun menggelengkan kepalanya sambil menjelaskan identitasnya.
Lin Yan tidak ragu sama sekali dengan perkataan Canglan. Ia tentu sangat tau bagaimana jika seseorang berbohong atau tidak menggunakan Mata Raja miliknya. Alasan mengapa ia mengetahui Canglan adalah mantan anggota Sekte Wayang, itu dikarenakan adanya aura menjijikkan yang belum hilang sepenuhnya dari tubuh Canglan dan itu sama dengan aura milik anggota Cabang Kedua Sekte Wayang yang ia habisi sebelumnya.
“Jadi, apakah mereka datang untuk memburumu karena meninggalkan Sekte Wayang?” Tanya Lin Yan lagi.
Melihat sikap Lin Yan yang hanya terus bertanya tanpa mencoba untuk menekannya, ia tau bahwa Lin Yan memang percaya dengan kata-katanya. Sedari awal pun, ia merasa bahwa dirinya pasti akan binasa jika mencoba untuk berbohong.
“Tidak. Anggota Sekte Wayang Cabang Kedua tidak ada yang mengenalku sama sekali. Hanya anggota Cabang Pertama Sekte Wayang yang mengenalku karena aku sudah sangat lama keluar dari Sekte tersebut.” Canglan menjelaskan.
Lin Yan mengangguk kecil dan tatapan matanya tertuju pada Akar Spiritual milik Canglan serta Meridian-nya. Ia menyipit sedikit dan menggelengkan kepalanya tiba-tiba.
“Kultivasimu telah dilumpuhkan oleh seseorang. Itu pasti dikarenakan kau meninggalkan Sekte Wayang.” ucap Lin Yan.
Canglan yanua diam karena tampaknya Lin Yan sangat serba tau. Itulah yang membuatnya merasa Lin Yan bukan hanya karakter sederhana bermarga Lin.
Dari tatapan Lin Yan ke arah seluruh Akar Spiritual dan Meridian Canglan, ia sadar bahwa dahulu Canglan sangatlah kuat karena Akar Spiritual milik Canglan telah berevolusi kembali tidak seperti Akar Spiritual kultivator tingkat Alam Langit ataupun tingkat Alam Raja. Yang artinya, dahulu Canglan telah melampaui tingkat kultivasi Alam Raja. Itulah sebabnya Canglan tampaknya mengetahui tentang Klan Kuno Lin yang tersembunyi.
Itulah sebabnya Canglan sangat pandai dalam menilai seseorang karena memang benar bahwa dia dahulu adalah salah satu kultivator kuat juga yang telah meninggalkan Sekte Wayang karena tidak menyukai cara mereka dalam membuat boneka Wayang.
“Baiklah, antar aku ke Cabang Kedua Sekte Wayang. Awalnya aku tidak ingin berurusan dengan mereka, tetapi tampaknya mereka pasti akan mengejarku, lebih baik aku melemahkan mereka selagi bisa.” ucap Lin Yan dengan senyum kecil diwajahnya.
“Apakah mungkin..” Batin Canglan tetapi menepis pemikiran konyolnya.
“Baik, aku akan pamit dahulu kepada orang desa karena aku sudah sangat lama tinggal di tempat ini.” Canglan pun langsung menghilang dari pandangan Lin Yan untuk berbicara dengan orang-orang di desa tersebut.
Lin Yan tetap menunggu sejenak. Tidak lama kemudian, Canglan pun tiba dihadapannya karena telah selesai berpamitan.
Canglan mengerti bahwa desa kecil tersebut pasti tidak dalam bahaya lagi karena merasa bahwa Lin Yan akan memusnahkan Cabang Kedua Sekte Wayang.
“Tuan Muda, ayo ikuti aku. Aku akan memimpin jalan.” ucap Canglan dan perlahan melayang ke arah langit. Ia pun langsung melesat ke arah tertentu dengan kecepatan tertingginya.
Lin Yan pun langsung melesat mengikuti Canglan. Ia tentu tidak akan ketinggalan dengan kecepatan seperti itu karena kecepatannya sebanding dengan para kultivator tingkat Alam Raja.
**
Cabang Kedua Sekte Wayang
Saat ini, banyak terlihat kultivator di Cabang Kedua Sekte Wayang.
Sekte Wayang adalah salah satu kekuatan besar yang ada di Kekaisaran Han. Sekte tersebut memiliki tiga Cabang yang dikendalikan oleh Sekte Utama.
Bahkan untuk Cabang Kedua pun, sangat banyak kultivator tingkat Alam Langit tanda bahwa Sekte tersebut memang sangat kuat. Cabang Pertama, Kedua dan Ketiga hanya memiliki selisih kekuatan yang tidak terlalu lebar. Tetapi, jika dibandingkan dengan Sekte Utama, kekuatan mereka tentu sangat jauh berbeda.
“Pemimpin! Pemimpin!”
Suara teriakan terburu-buru terdengar di bangunan utama Cabang Kedua Sekte Wayang.
Pemimpin adalah sebutan untuk seseorang yang memiliki kekuasan tertinggi di Cabang Sekte Wayang.
“Ada apa? Apakah ada sesuatu?” Satu kultivator pun langsung menghampiri kultivator yang berteriak sebelumnya.
“Di mana pemimpin? Aku memiliki informasi penting yang harus aku laporkan!” ucap kultivator tersebut buru-buru.
Kultivator satunya yang merupakan seorang Tetua di Sekte Wayang Cabang Kedua pun merasa sedikit heran. Ketika ia ingin berbicara lagi, ada suara bermartabat yang terdengar tidak jauh di belakangnya.
“Ada apa kau berteriak-teriak? Aku sedang dalam proses menyempurnakan Wayang milikku!”
Deg! Deg!
Jantung kedua kultivator tersebut berdetak sangat cepat ketika mendengar suara yang dilapisi oleh qi tersebut. Keduanya pun menatap ke arah sumber suara dan menemukan seorang pria paruh baya yang diselimuti oleh qi berwana merah pekat.
“Pemimpin.. aku memiliki informasi penting.” ucap kultivator tersebut sambil berlutut di depan sosok yang disebut sebagai pemimpin Cabang Kedua Sekte Wayang.
“Hm? Informasi apa itu?” Tanya pemimpin Cabang Kedua Sekte Wayang yang bernama Yongzha.
“Ini tentang seseorang yang ingin diburu oleh Sekte Utama, dia telah muncul! Mantan Tetua Pertama Sekte Utama yang di kirim untuk memimpin Cabang Pertama lalu dia mengkhianati Sekte dan bertempur habis-habisan dengan Master Sekte! Sang pengendali Wayang Bencana, Canglan!” ucap kultivator tersebut dengan nada yang sangat serius dan membuat pemimpin Cabang Kedua Sekte Wayang terkejut luar biasa.