Dragon Monarch

Dragon Monarch
Chapter 368 - Sekte Wayang dan Sekte Mayat



Tatapan Lin Yan tertuju pada tumpukan Ikan Qi dihadapannya. Hanya satu Ikan Qi yang tidak ada di situ yaitu, Ikan Qi Abadi yang jenisnya dijelaskan oleh Xiao Ziya.


“Lalu, apakah kita akan membagi Ikan Qi ini? Aku tau bahwa kalian berdua juga ingin menerobos tingkat kultivasi,” ucap Lin Yan saat menoleh ke arah Xia Yue'er dan Xiao Ziya bergantian.


Sebelum Xia Yue'er berbicara, Xiao Ziya lebih dulu berbicara, “Lin Yan, aku harus memberitahumu satu fakta tentang kami berdua.”


“Apa itu?” Tanya Lin Yan penasaran.


“Sebagai Roh Kontrak yang tidak dapat membuka Gerbang Roh, kami para Roh bergantung pada manusia yang mengontrak kami untuk meningkatkan kultivasi. Agar lebih mudahnya, kami tidak bisa berkultivasi sendiri. Apakah kau pernah melihat Yue'er berkultivasi bahkan di Ruang Jiwa milikmu yang dipenuhi oleh energi spiritual?” Xiao Ziya menjelaskan dan bertanya.


Lin Yan menaikkan sedikit alisnya dan menatap ke arah Xia Yue'er.


Xia Yue'er merasa bingung. Selama bersama Lin Yan, ia memang hanya berkultivasi jika Lin Yan berkultivasi juga. Jika ia sendirian di dalam Ruang Jiwa, ia sama sekali tidak berkultivasi. “Tunggu, aku akan mencobanya.”


Dalam sekejap mata, Xia Yue'er muncul di depan Ikan Qi lalu mencoba untuk menyerapnya. Qi perlahan meresap ke dalam tubuhnya tetapi itu tampak pudar kembali karena suatu hal yang tidak diketahui yang membuat wajah Xia Yue'er sedikit pucat. Ia pun menoleh ke arah Lin Yan dengan sedikit gugup karena apa yang dikatakan oleh Xiao Ziya adalah kenyataan.


“Lalu, bagaimana denganmu yang tiba-tiba mencapai tingkat Alam Raja tahap ketiga? Yang aku tau, ketika kita bertarung, kau hanya berada di tingkat Alam Langit.” Lin Yan langsung menoleh ke arah Xiao Ziya dan bertanya.


“Apakah kau lupa? Sebelum itu kita belum melakukan Kontrak sama sekali.” Balas Xiao Ziya acuh tak acuh lalu melanjutkan lagi, “Saat aku berada di ruang Jiwa milikmu, tentu saja aku dapat berkultivasi sendiri untuk meningkatkan kultivasi. Tetapi saat ini tidak bisa lagi.”


Lin Yan terdiam dalam sekejap karena tidak menyangka bahwa keduanya akan menjadi seperti itu. Yang artinya, keduanya tidak akan bisa meningkatkan kekuatan sama sekali tanpanya.


“Lalu, apakah ada solusi untuk ini?” Tanya Lin Yan karena tau bahwa Xiao Ziya pasti memiliki rencana sehingga berani membuat kontrak dengannya.


“Tentu saja, jika tidak, apa kau pikir aku mau mengambil resiko melakukan Kontrak? Namun, itu tidak untuk saat ini karena benda yang dapat membantu Roh Kontrak seperti kami berdua hanya akan ada di...”


“Alam Abadi!” ucap Xiao Ziya serius.


Mata Lin Yan menyipit mendengarnya. Yang artinya, jika pergi ke Alam Abadi, mungkin Xiao Ziya ingin melakukan sesuatu yang pasti akan menyusahkan.


Melihat mata Lin Yan yang sedikit menyipit, Xiao Ziya pun melanjutkan, “Aku tau apa yang kau pikirkan. Tetapi jangan lupa tentang Kontrak kita.”


Perkataan yang keluar dari mulut Xiao Ziya membuat Lin Yan mengangguk kecil. Ia tentu saja masih memiliki kewaspadaan terhadap Xiao Ziya walaupun Dewi Kematian itu saat ini adalah Roh Kontrak-nya.


Sementara itu, Xia Yue'er semakin sedih karena tampaknya dirinya harus bergantung pada Lin Yan saat ini agar dapat menjadi lebih kuat. Ia langsung teringat tentang kejadian di Lembah Naga bahwa ia menyerap qi dari tubuh Lin Yan secara langsung. Hal itu membuatnya sangat mempercayai apa yang dikatakan oleh Xiao Ziya.


“Tidak masalah. Jika begitu, kita akan mengumpulkan sumber daya sebanyak mungkin.” Lin Yan tau bahwa pengumpulan sumber daya akan semakin sulit.


“Lalu, bagaimana cara agar kita berbagi qi dari Ikan Qi ini?” Tanya Lin Yan penasaran.


“Kau hanya perlu berkultivasi seperti biasa. Qi yang masuk ke dalam tubuhmu akan dibagi menjadi tiga bagian secara instan.” Balas Xiao Ziya.


Lin Yan pun mengangguk kecil dan langsung mulai melakukan hal yang sering ia lakukan untuk melahap sumber daya dalam sekali serap.


“Jiwa Pelahap Raja Naga!”


Qi Lin Yan perlahan membentuk sosok naga hitam walaupun itu tidak terlalu besar. Naga hitam itupun langsung membuka mulutnya lebar-lebar dan menarik semua Ikan Qi ke dalam mulutnya.


Xia Yue'er yang menatap itu langsung duduk bersila di kursi VIP-nya dan menutup mata karena ia sudah familiar dengan apa yang dilakukan oleh Lin Yan.


Sementara itu, Xiao Ziya juga langsung menutup matanya untuk mulai menyerap qi dari Lin Yan.


Ketiganya pun mulai berkultivasi dan mungkin butuh waktu hampir seminggu untuk menghabiskan semua qi yang terdapat dalam Ikan Qi yang dilahap oleh naga hitam.


**


Sementara itu, para kultivator terus berdatangan ke Sungai Abadi untuk menunggu sesuatu yang disebut sebagai Buah Abadi muncul.


Banyak dari mereka yang telah mencapai tingkat kultivasi Alam Raja tahap ketujuh dan Kedelapan. Bahkan beberapa dari mereka memiliki tingkat kultivasi Alam Raja tahap kesembilan.


Di aliran tertentu Sungai Abadi yang merupakan aliran qi terbesar, terkuat ratusan kultivator telah berkumpul.


“Tidak lama lagi Buah Abadi akan muncul! Aku ingin tau apakah kali ini seseorang akan berhasil mendapatkannya?” Salah satu kultivator yang dianggap lemah karena hanya memiliki tingkat kultivasi Alam Raja tahap kedua pun bertanya antusias. Ia sedikit menjaga jarak dari kerumunan karena sadar akan kekuatannya tidak akan mampu bersaing dengan para kultivator kuat.


“Tidak tau.. tetapi seperti bahwa kultivator yang berasal dari wilayah selatan juga datang ke tempat ini untuk mencoba peruntungan mereka karena legenda tentang Buah Abadi!” kultivator lainnya pun menyambung.


Diskusi para kultivator yang tidak memiliki kualifikasi bersaing pun pecah dan mendiskusikan banyak hal.


“Hei lihat! Bukankah itu..” Salah satu kultivator berseru tetapi langsung menghentikan kata-katanya saat sekelompok kultivator yang ia tunjuk menatap ke arahnya.


Para kultivator pun tidak lagi bersuara karena melihat kelompok yang baru saja tiba. Mereka tidak lain adalah anggota Sekte Wayang.


“Tetua Ketiga dan Keempat Sekte Wayang!” Batin para kultivator saat menatap dua sosok Tetua Sekte Wayang dengan tingkat kultivasi Alam Raja tahap kesembilan memimpin lima murid Sekte Wayang paling berbakat dengan tingkat kultivasi Alam Raja tahap keenam.


Tujuh anggota Sekte Wayang telah tiba di tempat tersebut. Mereka tentu tidak akan melewatkan kesempatan untuk mencoba peruntungan mereka untuk mengambil Buah Abadi dan menyelidiki tentang buah itu sepenuhnya. Sebab, banyak rumor tentang Buah Abadi. Tetapi pernah ada kejadian bahwa seseorang berhasil mengkonsumsi Buah Abadi dan menjadi kultivator ternama dalam sekejap.


Tidak lama kemudian, rombongan lainnya pun telah tiba yang membuat para anggota Sekte Wayang memasang wajah sedikit gelap.


“Ternyata rumor tentang mereka datang memang benar! Aku tidak menyangka bahwa Sekte Mayat akan datang juga! Mereka adalah sekelompok Iblis sebenarnya!” ucap salah satu kultivator dengan bergetar.


Jleb!


Tiba-tiba saja kultivator yang sebelumnya berbicara melihat ke arah bawah karena merasakan dingin di dada kirinya. Sebuah tangan telah menembus jantungnya yang membuat para kultivator di tempat itu menjaga jarak dalam sekejap.


Mata semua kultivator di sana pun tertuju pada belakang pria yang di tusuk. Terlihat sebuah tubuh yang berwarna putih pucat tanda itu adalah sebuah mayat.


Banyak kultivator di tempat itu yang menelan ludah dalam sekejap karena ternyata rumor tentang sebuah Sekte yang disebut sebagai Sekte Mayat memang menggunakan Mayat sebagai senjata.