Dragon Monarch

Dragon Monarch
Chapter 340 - Pengelana Misterius



Kota Neraka


Pinggiran Kota Neraka


Saat ini, terlihat seseorang dengan gaya seorang pengembara sedang berjalan ke arah Kota Neraka. Ia adalah seorang pria yang menggunakan pakaian sedikit lusuh serta topi bambu kerucut yang memiliki ornamen anting-anting di empat bagian topinya.


Bom!


Ketika pengelana tersebut sedang berjalan, beberapa kultivator pun bertarung di sekitarnya.


Pengelana tersebut tidak peduli sama sekali dengan pertarungan para kultivator dan terus berjalan ke arah Kota Neraka.


Wusssh!


Salah satu kultivator yang bertarung tersebut pun melesat ke arah pengelana tersebut.


Bom!


“Hm?” Pengelana tersebut menaikkan sedikit topi bambu yang ia kenakan untuk menatap ke arah kultivator yang mendarat tepat di depannya.


“Uggh.. itu sungguh sakit.” Keluh kultivator tersebut sambil perlahan keluar dari lubang akibat benturan tubuhnya dengan permukaan tanah.


Ketika kultivator tersebut keluar, ia menatap seseorang menggunakan pakaian lusuh yang tampak menatapnya dengan heran.


Tap!


Satu kultivator yang lainnya pun mendarat dan menatap ke arah musuhnya.


Keduanya tidak terlalu peduli dengan pengelana dengan pakaian lusuh teresebut dan berniat untuk bertarung lagi. Namun keduanya terhenti ketika pengelana tersebut berbicara.


“Menyingkirlah.. aku ingin masuk ke Kota Neraka.”


“Hm? Apa katamu?” Kedua kultivator tersebut pun menatap ke arah pengelana dengan baju lusuh tersebut. Qi keduanya meledak karena seseorang yang tampak seperti seorang pengemis mencoba mengganggu keduanya untuk melanjutkan pertarungan.


Pengelana itu tidak peduli sama sekali dengan aura tersebut dan perlahan berjalan ke arah depan lagi secara perlahan.


“Dasar pengganggu!” Teriak keduanya saat melancarkan tinju mereka untuk menghabisi pengelana kumuh tersebut.


Pengelana itu hanya melirik sekilas dan tidak peduli sama sekali.


Trang! Trang!


“Apa?” Kedua kultivator tersebut pun terkejut saat ada dua senjata yang melayang di depan pengelana tersebut dan menghentikan serangan mereka dengan sangat mudah.


Salah satu dari mereka pun menatap ke arah senjata yang terbuat dari qi tersebut dengan seksama. Ia pun melebarkan matanya karena ingat tentang seseorang seperti itu.


“Kau.. kau.. kau adalah...”


Jleb!


Sebelum kultivator tersebut menyelesaikan kata-katanya, tubuhnya pun di tusuk oleh senjata yang terbuat dari qi tersebut.


Satu kultivator lainnya tercengang karena musuhnya tewas begitu saja dalam waktu kurang dari satu detik. Ia sadar bahwa dirinya telah salah untuk mencoba memprovokasi seseorang yang terlihat seperti seorang pemulung rendahan yang ternyata adalah seorang ahli yang sangat kuat.


Ketika kultivator tersebut ingin bergerak untuk kabur, senjata yang lainnya pun menusuk tepat di jantungnya.


Jleb!


Blug!


Kultivator tersebut tewas seketika. Pengembara tersebut hanya menatap dengan tatapan acuh tak acuh ke arah dua mayat dihadapannya.


“Suasana hatiku sedang buruk saat ini. Aku datang ke Kota Neraka untuk merampok Vena Batu Spiritual orang itu yang di urus oleh Klan Zuu.” Gumam pengelana tersebut.


Ketika ia hendak berjalan kembali, matanya menatap ke arah kanan sedikit dan itu adalah arah kota Neraka sebelah Utara.


“Tampaknya Kota Neraka sangat ramai hari ini. Oh? Bahkan kedua bocah itu sedang bersama. Tampaknya sesuatu yang menarik sedang terjadi. Jika kedua Klan terkuat di Kota ini telah bergerak, sudah pasti Vena Batu Spiritual milik orang itu telah ditemukan.” Gumam pengelana tersebut lalu perlahan melayang. Di bawahnya muncul sebuah senjata dan ia pun terbang menggunakan senjata tersebut ke arah lokasi pertempuran besar yang sedang terjadi di Kota Neraka.


**


Bom!


Bom!


Bom!


Ledakan beruntun terdengar ketika beberapa kultivator menyerang bersama ke arah seorang pemuda tampan yang sedang memegang tombak. Ia tidak lain adalah Lin Yan.


“Langkah Pemisah Bulan!”


Zhep!


Lin Yan pun menghilang seketika dan muncul di belakang salah satu kultivator tingkat Alam Raja tahap ketiga.


Jleb!


Tombak Lin Yan langsung bersarang di jantung kultivator tersebut dan ia pun langsung menarik kembali tombaknya. Ia menatap ke arah sekelilingnya dengan tatapan dingin.


Saat ini, terlihat di udara bahwa ada ratusan kultivator tingkat Alam Raja tahap pertama sampai tahap ketujuh yang sedang melayang bersiap-siap untuk menyerangnya.


“Apa kalian semua ingin mati?” Tanya Lin Yan dingin. Tubuhnya pun memercikkan petir yang sangat liar saat ia perlahan berubah ke bentuk setengah naga.


“Walaupun kau kuat, jadi apa? Kau hanya seorang diri saja!”


“Serang!”


Semua kultivator pun langsung menyerang ke arah Lin Yan dengan kecepatan penuh mereka.


“Jiwa Pelahap Raja Naga!”


Zhep!


Naga hitam berukuran lebih dari sepuluh meter pun muncul. Lin Yan yang berada di atasnya pun langsung melesat ke arah acak sambil mengayunkan tombaknya dari kejauhan.


“Tombak Petir Suci!”


“Gaya Kedua, Ledakan Tombak Petir!”


Blar!


Ketika Lin Yan mengayunkan tombaknya, petir berwana hitam pun meledak ke arah tertentu.


Bom!


Ledakan besar terjadi di udara ketika beberapa kultivator mencoba untuk menahan serangan tersebut menggunakan teknik pertahanan gabungan.


“Arrrrggghh!”


Beberapa dari mereka pun berteriak sangat keras karena teknik Lin Yan tetap menghancurkan teknik pertahanan gabungan mereka.


Zhep!


Naga hitam yang dikendarai oleh Lin Yan pun muncul tepat di atas beberapa kultivator dan langsung mengayunkan tombak yang ada di tangannya.


“Ledakan Petir Hitam!”


Blar!


Ketika ayunan tombak naga hitam tersebut terjadi, itu terlihat seperti sebuah Sambaran petir.


Zhep!


Lin Yan pun muncul tepat di depan salah satu kultivator dan langsung mengayunkan tombaknya sekuat tenaga.


“Sial!” Kultivator tersebut pun tau bahwa riwayatnya akan tamat jika menahan serangan Lin Yan yang bisa dikatakan sangatlah kuat.


Trang!


Bussssh!


Lin Yan menyipitkan matanya ketika melihat seseorang menahan serangannya.


Di hadapan Lin Yan saat ini ada satu kultivator tingkat Alam Raja tahap ketujuh.


“Kau memang kuat! Tetapi kau akan mati di sini!” Teriak kultivator tersebut dingin dan mencoba untuk menyerang. Tetapi, ia terkejut ketika sebuah Formasi muncul di depan wajahnya yang membuatnya berkeringat dingin.


Zhung!


Dari lingkaran Formasi tercipta dan pedang cahaya pun melesat ke arah wajah kultivator tersebut.


Zhep!


Srak!


Ketika kultivator tersebut mencoba untuk menghindar, tetap saja ia masih terkena tebasan pedang tersebut.


“Bajingan!” Kultivator tersebut menyentuh telinganya yang saat ini robek. Ia pun menatap ke arah bahu Lin Yan dan menemukan satu Roh mungil yang sedang berdiri dan menatapnya dengan sangat dingin.


Lin Yan yang ingin menyerang pun memasang wajah semakin gelap karena ia diserang kembali dari segala arah.


“Jumlah mereka terlalu banyak!” Batin Lin Yan dan melirik ke arah tertentu bahwa para kultivator tingkat Alam Raja tahap kedelapan ke atas belum bergerak sama sekali.


Bom! Bom!


Pertarungan terus berlanjut dan menghancurkan sangat banyak bangunan.


Kejadian itu disaksikan oleh sangat banyak kultivator. Mereka semua menatap Lin Yan dengan kagum karena telah bertahan lebih dari sepuluh menit melawan ratusan kultivator tingkat tinggi yang mengepungnya.


Sementara itu, tidak jauh dari tempat pertarungan, dua sosok sedang menonton hal tersebut. Keduanya tidak lain adalah Chi Yang dan Chu Di.


“Anak itu memang sangat kuat! Apakah kita harus membunuhnya secara pribadi, atau apakah harus mengirim para Tetua?” Tanya Chu Di menatap ke arah Chi Yang.


“Apakah kau tidak merasa malu jika bergerak secara pribadi? Tidak hanya ada kita di Kota Neraka ini!” Balas Chi Yang jengkel.


Garis-garis hitam muncul di dahi Chu Di karena sikap Chi Yang. Tetapi ia hanya diam dan terus memperhatikan pertarungan yang sedang terjadi.


Zhep!


Tidak jauh dari tempat pertarungan tersebut, sosok pengelana yang menggunakan senjatanya untuk terbang pun tiba tanpa disadari oleh siapapun termasuk Chu Di dan Chi Yang.


“Hm? Dua Klan terkuat di Kota Neraka tampaknya sedang mengeroyok satu pemuda yang baru saja tumbuh?” Pengelana tersebut pun menaikkan sudut bibirnya sedikit terutama ketika menatap Lin Yan yang sedang berusaha keras melawan semua anggota Klan Chi dan Klan Chu.