Dragon Monarch

Dragon Monarch
Chapter 332 - Bangunan Aneh



Kota Neraka


Apa yang Lin Yan incar saat ini adalah Vena Batu Spiritual yang tertanam di bawah Kota Neraka. Saat ini ia bersama dengan Xia Yue'er berada di jalan kota itu.


Alasan mengapa Lin Yan berjalan-jalan adalah untuk melihat dengan cermat dengan Mata Raja miliknya tempat yang mengandung qi paling padat.


“Lin Yan! Apakah kau sudah menemukannya?” Tanya Xia Yue'er yang duduk di kursi VIP-nya.


“Belum! Sangat sulit mencari tempat dengan kepadatan qi tertinggi di Kota sebesar ini. Bersabarlah.” Balas Lin Yan.


Xia Yue'er pun menguap ketika Lin Yan mengadakan hal itu. Ia sedikit bosan karena sudah beberapa jam mereka berkeliling tetapi belum menemukan petunjuk apapun.


Ketika Lin Yan sedang berjalan santai di sepanjang jalan Kota Neraka, beberapa kultivator tampak memperhatikannya dari jauh dari waktu ke waktu.


“Hm?” Lin Yan menaikkan alisnya ketika seseorang perlahan mendekat ke arahnya.


“Kau adalah Lin Yan bukan? Aku dengar bahwa kau telah memenangkan Lencana Kemenangan di Colosseum! Serahkan semua yang ada di dalam cincin ruang milikmu lalu aku akan melepaskanmu.” Ancam seorang kultivator botak dengan wajah garang serta bau darah pekat ditubuhnya.


Lin Yan terhenti dan menatap ke arah kultivator botak tingkat Alam Raja tahap kedua tersebut dengan tatapan heran. Tetapi ia dapat merasakan bahwa pria botak itu memang kuat, lebih kuat dari pada Chu Zho yang pernah ia lawan di Colosseum.


“Para petarung di Kota Neraka memang tidak sederhana sama sekali.” Batin Lin Yan.


“Dasar bocah sialan! Jangan menatapku seperti itu!” Teriak kultivator botak saat mengayunkan tinjunya ke arah Lin Yan.


Lin Yan mendengus lalu mengayunkan tinjunya juga sekuat tenaga setelah dilapisi oleh qi dalam jumlah yang sangat besar.


Bam!


Ketika bentrokan terjadi, qi dalam jumlah yang besar pun meledak ke segala arah yang membuat beberapa bangunan memiliki retakan.


Krak!


Kultivator botak itupun mendengar suara renyah saat merasakan sakit luar biasa di lengan kanannya. Ia pun terpental menjauh dan langsung menabrak salah satu bangunan lalu merobohkannya.


“Oh? Tampaknya ada yang bertarung lagi.” Para kultivator yang berada di dekat tempat itupun langsung melihat siapa yang bertarung kali ini. Hal itu sudah menjadi kebiasaan di Kota Neraka karena setiap hari, kemungkinan dua sampai tiga pertarungan akan terjadi di tengah kota.


“Sial! Terbuat dari apa tubuh anak itu?” Kultivator botak yang perlahan berdiri dari reruntuhan bangunan pun memasang wajah jelek. Tetapi ia tercengang ketika menatap Lin Yan yang telah tiba dihadapannya.


“Terima ini!” ucap Lin Yan saat melesat seperti sebuah petir sambil menyerang menggunakan lututnya.


Buak!


Bom!


Bom!


Bom!


Tendangan dengan lutut Lin Yan pun terus membawa kultivator botak ke tempat yang jauh dan menembus banyak bangunan di tengah-tengah kota.


“Hei bajingan! Apa yang kau lakukan? Kenapa kau menghancurkan kediamanku?” Teriak satu kultivator ketika menatap dua sosok di kediamannya. Salah satunya sedang tergeletak di bawah sementara satu lagi berdiri.


Lin Yan yang menatap kultivator botak tampak melemah pun melirik ke arah kultivator yang berteriak ke arahnya.


“Apa kau ingin bertarung?” Tanya Lin Yan dengan alis sedikit terangkat. Qi-nya pun bocor sedikit yang membuat pemilik rumah yang ia hancurkan menutup mulut lalu mundur beberapa langkah.


Lin Yan menatap kembali ke arah kultivator botak yang perlahan berdiri dengan wajah pucat. “Ketika kau mengancamku, maka akhir hidupmu telah dekat!”


Setelah kata itu terucap, Lin Yan melesat dan muncul tepat di hadapan kultivator tersebut sambil mengayunkan tinjunya yang telah dilapisi oleh qi yang jauh lebih besar dari sebelumnya.


“Sial!” Kultivator botak itupun menyilangkan kedua lengannya untuk menahan pukulan Lin Yan.


“Tinju Penghancur, Gelombang Ledakan Qi!”


Bam!


Banyak rumah-rumah yang hancur berantakan akibat teknik pukulan dari Lin Yan.


Sementara itu, kultivator botak yang mencoba menahan tinju Lin Yan pun melotot sedikit.


“Uhuk..” Kultivator botak tersebut memuntahkan seteguk darah lalu terjatuh ke belakang.


Blug!


“Hm? Tampaknya dia belum tewas.” ucap Xia Yue'er menatap ke arah pria botak yang memiliki daya tahan lumayan tangguh.


“Yue’er.. ambil cincin ruang miliknya.” ucap Lin Yan saat menatap ke arah sekelilingnya dengan Mata Raja.


Xia Yue'er hanya menurut dan mengambil cincin ruang pria botak yang dikalahkan oleh Lin Yan.


“Ini cincin.. hm? Ada apa Lin Yan?” Tanya Xia Yue'er saat melihat Lin Yan yang tampak melihat sekelilingnya dengan seksama.


“Qi di tempat ini jauh lebih padat dari pada tempat sebelumnya. Kita telah sangat dekat.” Balas Lin Yan saat mengambil cincin ruang lalu melemparnya ke dalam cincin ruang miliknya.


“Benarkah?” Tanya Xia Yue'er bersemangat. Ia pun duduk kembali di bahu Lin Yan dan menunggu Lin Yan bergerak membawanya ke tempat sumber daya Kultivasi melimpah.


“Sebelah sini.” Gumam Lin Yan dan langsung melesat pergi menjauh ke arah tertentu.


Sementara itu, kultivator pemilik bangunan yang hancur itupun memasang wajah gelap. Ia menatap ke arah kultivator botak yang tidak sadarkan diri dengan wajah dingin.


“Ini pasti karena ulahmu! Aku tau bahwa kau sering menantang para kultivator lainnya!” ucap kultivator tersebut dan langsung mengerang pria botak yang tidak sadarkan diri.


Bom!


Lin Yan yang sedang bergerak mendengar ledakan tersebut tetapi tidak peduli sama sekali. Ia terus melacak arah tempat kepadatan qi tertinggi.


Tidak sampai lima menit kemudian, Lin Yan pun terhenti di salah satu bangunan besar lainnya di Kota Neraka.


“Tempat apa ini?” Tanya Xia Yue'er menatap ke arah bangunan lebar berwarna hitam pekat.


Lin Yan juga penasaran karena bentuk bangunan tersebut berbeda dengan bangunan lainnya di Kota Neraka. Ia menatap ke arah sekelilingnya dan merasa heran bahwa para kultivator sangat jarang mendekati bangunan tersebut.


Ketika Lin Yan memasuki gerbang yang terbuka lebar, ia dapat merasakan bahwa tempat tersebut dipenuhi oleh bau darah yang luar biasa menyengat.


“Lin Yan! Bau darah ini masih segar. Pasti sangat banyak manusia yang terbunuh di tempat ini!” ucap Xia Yue'er saat mencoba menutup hidungnya yang sensitif dengan bau darah.


“Gunakan Formasi pada hidungmu.” ucap Lin Yan.


“Oh.. kenapa aku tidak memikirkannya?” Xia Yue'er menepuk jidatnya karena tidak memikirkan hal sederhana seperti itu. Ia pun langsung membuat Formasi agar penciumannya terhalang.


Lin Yan terdiam melihat Roh Peri mungil tersebut. Namun, wajahnya tiba-tiba serius karena merasakan beberapa kultivator berada di dekat pintu masuk bangunan aneh tersebut.


“Yue’er.. gunakan Formasi terkuatmu untuk membuat kita tidak terlihat.” Bisik Lin Yan.


Xia Yue'er pun tidak membuang waktu dan menciptakan Formasi.


Ketika Lin Yan dan Xia Yue'er menghilang, keduanya pun bergerak ke arah tertentu agar tidak terlacak.


Pintu bangunan itupun terbuka lalu beberapa kultivator keluar dengan senyum puas diwajahnya.


“Tidak lama lagi rencana akan dimulai!”


“Ya. Kali ini Klan Zuu yang terbuang akan bangkit kembali. Penjara ini memang kedok yang bagus untuk menutupi semuanya.”


Diskusi para kultivator itupun di dengar oleh Lin Yan dan Xia Yue'er. Keduanya pun saling memandang dan berpikir apa sebenarnya yang disembunyikan di tempat yang dibuat sebagai penjara tersebut. Dan yang lebih aneh, kenapa ada penjara di kota seperti Kota Neraka.