
Kabar tentang kompetensi antara sekte besar tentu saja membuat Lin Yan sangatlah tertarik.
“Kapan kompetisi akan diadakan?” Tanya Lin Yan.
“Dalam waktu dua bulan lebih. Kompetisi ini diadakan 5 tahun sekali di Kerajaan Bintang. Aku akan menjelaskan beberapa poin penting. Kompetisi dibagi menjadi dua kategori yaitu, kompetisi antara murid tingkat Alam Roh dan tingkat Alam Bumi. Dan untuk menjadi peserta, setiap murid yang ingin berpartisipasi akan di seleksi 2 minggu sebelum kompetisi diselenggarakan,” ucap Huan Caiyi.
“Yang artinya kita hanya memiliki waktu untuk meningkatkan kultivasi selama dua bulan ini.” Lin Yan mengangguk kecil karena merasa waktu itu sebenarnya tidak akan cukup untuk meningkatkan kekuatannya dalam margin yang besar.
“Apakah kau ingin ikut kompetisi ini, Yan'er?” Tanya Huan Caiyi.
“Tentu saja. Aku ingin melihat seperti apa jenius dari sekte lainnya. Di Kerajaan Bintang, ada tiga sekte kuat, sekte Naga Langit, sekte Gerbang Surgawi dan sekte Seribu Pedang. Juga, banyak sekte-sekte lainnya yang kuat juga. Ini adalah kesempatan untuk melihat mereka semua secara langsung dan berhadapan dengan mereka yang disebut sebagai jenius,” ucap Lin Yan dengan senyum kecil di wajahnya.
“Jika kau ikut, maka aku juga akan ikut. Untuk lolos seleksi kita pasti bisa masuk menjadi peserta. Namun untuk menang..” Kata-kata Huan Caiyi terhenti karena ia yakin bahwa untuk menang pasti akan sulit karena para murid yang menjadi peserta pasti memiliki tingkat kultivasi rata-rata tingkat Alam Roh tahap ketujuh sampai tahap kesembilan.
“Tidak masalah sama sekali. Kita hanya perlu mencapai tingkat Alam Roh tahap kelima paling tidak dalam dua bulan ini,” ucap Lin Yan.
“Apakah kau memiliki sarana untuk mencapainya?” Tanya Huan Caiyi.
“Ya. Untukku memang mungkin karena aku memiliki sesuatu yang tidak dimiliki oleh orang lain. Dan untukmu, kita akan mencari sumber daya yang sesuai di Asosiasi Alkemis,” ucap Lin Yan.
Huan Caiyi hanya mengangguk kecil karena tau bahwa Lin Yan bukanlah seseorang yang mengatakan sesuatu dengan sembarangan.
“Baiklah, aku akan mulai berkultivasi dalam waktu seminggu ini.” Lin Yan pun langsung berpamitan kepada Huan Caiyi dan kembali ke ruangannya untuk meningkatkan kultivasinya.
Ketika mencapai ruangannya, Lin Yan langsung membuat formasi untuk melindungi ruangan itu agar tidak terjadi hal yang sama seperti terakhir kali ketika ia menembus kultivasinya.
Lin Yan duduk bersila dan mulai memikirkan beberapa hal dibenaknya. Untuk mengungguli kultivator yang lebih tinggi, ia harus menguasai teknik-teknik kelas tinggi. Ia sudah mempunyai semua itu dari kakek dan neneknya dan hanya perlu memolesnya agar sempurna.
Hal pertama yang Lin Yan lakukan adalah memilih beberapa teknik kuat untuk menjadi kartu truf ketika dalam terdesak nantinya. Sudah ada beberapa teknik yang terlintas di benak Lin Yan saat ini.
“Aku sudah menguasai teknik Tinju Gelombang kejut, Tinju Kehancuran : Ledakan Qi, Teknik Cakar Pemotong Bumi dan Jiwa Pelahap Raja Naga yang menjadi kartu truf terakhir jika aku tidak mampu lagi melawan. Semua teknik itu merupakan teknik kelas atas yang mampu menjatuhkan kultivator hanya dalam sekali serangan. Ada beberapa teknik yang memiliki kelas yang sama, tetapi, aku ingin teknik menggunakan tombak yang kuat.” Batin Lin Yan. Ia pun mengambil keputusan setelah meningkatkan kultivasinya, ia akan pergi ke Asosiasi Alkemis terlebih dahulu untuk mencari teknik dan sumber daya.
Setelah itu, Lin Yan akan berlatih memahami semua teknik yang dibutuhkan untuk ikut dalam kompetisi.
Tanpa membuang waktu, Lin Yan mengeluarkan 27.000 batu spiritual dari cincin ruang miliknya. Tidak hanya itu, ia juga mengeluarkan semua inti binatang roh yang berasal dari Lembah Naga sebelumnya.
Melihat semua sumber daya dihadapannya, Lin Yan tidak tau sampai mana tingkat kultivasinya akan meningkat. Ia tidak ragu untuk menggunakan semua sumber daya itu karena ia bisa menyesuaikan diri dengan tingkat kultivasinya nanti karena ia masih memiliki waktu dua bulan untuk beradaptasi.
“Aku hampir menembus tingkat Alam Roh tahap kedua dalam sebulan belakangan ini. Hanya dengan sedikit sumber daya, aku pasti akan mencapainya. Ayo kita lihat sampai di mana peningkatan kultivasiku nantinya.” Lin Yan pun langsung memulai untuk mencerna semua sumber daya yang ada dihadapannya.
Sosok naga hitam perlahan muncul di atas Lin Yan. Ini adalah cara khusus baginya untuk lebih cepat melahap sumber daya apapun tanpa efek samping sama sekali. Sebenarnya, tubuhnya sebelumnya pun sudah memiliki kemampuan seperti itu. Namun, dibutuhkan waktu yang lama untuk mencernanya secara manual. Dengan teknik yang ia keluarkan, waktu yang dibutuhkan untuk mencerna semua sumber daya pasti jauh lebih singkat.
Lin Yan mengendalikan naga hitam yang sudah muncul menggunakan qi miliknya. Naga hitam itu membuka rahangnya lebar-lebar dan gaya hisapan terbentuk seketika.
Proses ini membutuhkan konsentrasi ganda. Walaupun tubuhnya secara otomatis nantinya mencerna semua sumber daya, akan lebih efektif jika ia melakukannya sendiri agar banyak dari sumber daya yang tidak terbuang percuma.
Zhep! Zhep!
Batu spiritual dan inti binatang roh yang ada dihadapan Lin Yan masuk satu persatu ke dalam rahang naga hitam.
Dengan kecepatan itu, Lin Yan sudah membuat prediksi bahwa ia akan melahap semua sumber daya tersebut dalam waktu kurang dari 5 hari.
Lin Yan pun memulai Kultivasi pintu tertutup selama beberapa hari ke depan. Dengan formasi yang ia letakkan di dalam ruangan itu, siapapun tidak akan bisa masuk tanpa kunci formula agar ia tidak terganggu ketika meningkatkan kekuatannya.
**
Hutan wilayah kedua sekte Naga Langit
Sudah 4 hari lamanya Lin Yan memulai berkultivasi pintu tertutup.
Saat ini, terlihat di gerbang hutan wilayah pertama dua sosok wanita yang terlihat kelelahan perlahan berjalan melewati gerbang.
“Aku tidak menyangka bahwa misi kelas A sangatlah sulit untuk di selesaikan. Ini masih misi dalam hutan wilayah kedua sekte Naga Langit dan bukan misi yang berada di luar sekte.” Satu wanita berkata dengan nada lelah. Ia tidak lain adalah Gu Yuena yang sedang menjalankan misi kelas A bersama dengan sepupunya, Gu Yin.
Gu Yin yang berada di sebelah Gu Yuena juga terlihat sangat kelelahan. Wajahnya sedikit pucat saat ini karena terlalu memaksakan diri.
“Tetapi semuanya sepadan. Aku telah mencapai tingkat Xiantian tahap ketujuh. Menggunakan cara itu, aku akan mencapai..” Sebelum Gu Yin melanjutkan kata-katanya, ada sesuatu yang tampak menahannya. Ia sama sekali tidak tau apa itu karena Lin Yan tidak pernah menjelaskan tentang pesona tertentu yang ditanam di dalam dirinya.
“Kau tidak akan bisa membicarakan itu walaupun tidak ada siapa-siapa di sini, Gu Yin. Apa kau lupa bahwa Lin Yan bau itu membuat formasi aneh di tubuh kita agar tidak bisa membicarakannya?” Gu Yuena berkata dengan nada sedikit tidak puas ketika mengingat Lin Yan.
“Lin Yan tidak bau..” Dengus Gu Yin kesal ke arah Gu Yuena.
Wajah Gu Yuena sedikit gelap mendengarnya. Ia pun hanya bisa menghela nafas karena tau bahwa tidak seharusnya ia membahas Lin Yan karena sepupunya itu akan berbicara tanpa henti tentang Lin Yan selanjutnya.
“Ayo kita pergi ke Aula Misi. Setelah ini, aku akan melewati kultivasimu!” Gu Yin mendengus dan langsung mempercepat langkahnya.
Gu Yuena tidak bisa berkata-kata dan hanya bisa mengikuti dari belakang. Ia tentu paham bahwa sepupunya itu telah berkerja keras sehingga mencapai tingkat kultivasi yang setara dengannya. Ia berpikir bahwa bukan hal buruk bagi sepupunya jatuh hati kepada Lin Yan karena itu membuatnya lebih giat berkultivasi.