Dragon Monarch

Dragon Monarch
Chapter 81 - Elemen Bawaan



“Apa yang kau butuhkan?” Lin Yan yang berhenti berjalan, bertanya dengan nada dan wajah polos.


“Kami akan memberimu kompensasi.” Long Gu hanya bisa menyerah karena mungkin rekan bisnis seperti Lin Yan akan menghilang dalam sekejap jika Kerajaan Bintang membuat kesalahan kecil.


Dan tentu saja Long Gu tau bahwa Asosiasi Alkemis akan menerima rekan bisnis seperti Lin Yan dengan senang hati karena semua benda yang ditawarkan oleh Lin Yan adalah sesuatu yang sangat sulit untuk ditemukan.


Semua kultivator di sana tidak bisa tidak terkejut karena sosok Long Gu yang memiliki identitas penting di Kerajaan Bintang menyerah didepan seorang anak. Tetapi, memikirkan kembali bahwa Lin Yan memiliki token VIP Paviliun Long, semuanya menjadi lebih masuk akal.


“Oh? Kompensasi seperti apa yang bisa diberikan oleh kalian?” Tanya Lin Yan penasaran.


Long Gu terdiam sejenak. Setelah berpikir, ia pun akhirnya membuka suara kembali. “Datanglah ke pusat bisnis kota Dagang, aku akan menunggumu di situ untuk membahas kompensasi yang kau inginkan, apakah kau setuju?”


Undangan Long Gu membuat Lin Yan sedikit terkejut. Tentu saja ia akan memberi wajah di saat seperti ini. “Baiklah. Kami akan datang besok, tetapi sebelum itu, lebih baik kau mematahkan tangannya, jika tidak, kami akan membunuhnya. Aku tidak akan membiarkan seseorang menghina anggota keluargaku pergi begitu saja.”


Long Gu tidak berbicara, ia langsung mengibaskan lengannya dan sebuah pedang muncul lalu menebas sebelah lengan Zhu Bo.


“Arrrrggghhh!” Zhu Bo berteriak histeris karena tiba-tiba merasakan sakit yang luar biasa. Ia tidak menyangka bahwa Long Gu akan langsung setuju dengan permintaan Lin Yan.


Tentu Long Gu setuju bukan karena permintaan Lin Yan, tetapi itu untuk menyelamatkan nyawa Zhu Bo karena Long Gu tau bahwa Lin Yan tidak berkedip sedikitpun saat membunuh tuan muda klan Yi.


Lin Yan mengangguk puas melihat ketegasan Long Gu walaupun ia sebenarnya tau bahwa Long Gu mencoba menyelematkan nyawa Zhu Bo.


“Silahkan nikmati hidangan di restoran Bintang tanpa biaya apapun. Aku menunggumu di pusat bisnis kota Dagang.”


Setelah mengatakan itu, Long Gu membawa Zhu Bo pergi lalu setelah memerintahkan pelayan agar membereskan mayat dan memberi pelayanan istimewa kepada Lin Yan dan Huan Caiyi.


Tidak ada lagi yang mencoba untuk mengusik Lin Yan dan Huan Caiyi karena kejadian tersebut. Tentu mereka sadar bahwa seseorang yang sangat dihargai oleh anggota keluarga Kerajaan bukanlah seseorang yang sederhana walaupun masih terlihat sangat muda.


Lalu Lin Yan dan Huan Caiyi pun menikmati hidangan yang mereka pesan dalam porsi yang sangat banyak. Tentu saja bukan karena itu gratis, tetapi karena nafsu makan mereka berdua yang telah tumbuh ke tingkat yang mengkhawatirkan.


Setelah Lin Yan dan Huan Caiyi selesai menikmati hidangan, mereka keluar dari restoran Bintang dan memasuki sebuah penginapan di dalam kota untuk beristirahat karena hari sudah malam.


Saat berada di dalam ruangan yang terlihat cukup mewah, Lin Yan duduk di sebuah bantalan nyaman. Ia mengeluarkan sebuah benda yang merupakan alat untuk memeriksa unsur bawaan seseorang di dalam Akar Spiritual.


“Apakah kamu ingin melihat kedekatan unsur milikmu, Yan'er?” Huan Caiyi yang sedang bersantai, bertanya saat melihat Lin Yan mengeluarkan benda yang tampak seperti lempengan emas yang memiliki lubang bulan di tengahnya.


“Ya kakak. Dengan ini aku akan mengetahui sumber daya atau manual seperti apa yang harus ku pergunakan untuk kultivasiku.” Lin Yan mengangguk kecil.


Lin Yan berkonsentrasi lalu menyalurkan qi yang berasal langsung dari Akar Spiritualnya.


Lempengan emas itu bergetar sedikit lalu di tengah-tengahnya yang merupakan sebuah lubang, terlihat percikan listrik berwana hitam.


Zrrrt! Zrrrt!


Percikan listrik itu membentuk sebuah bola hitam pekat lebih besar dari sebuah kacang dengan sengatan listrik setiap saat.


Lin Yan menatap unsur bawaan miliknya dengan tatapan heran. Bahkan Huan Caiyi juga merasa heran dengan elemen bawaan mulik Lin Yan.


“Elemen Petir? Tetapi, kenapa itu berwana hitam?” Huan Caiyi yang merasa heran, tidak bisa tidak bertanya.


“Petir Hitam? Apakah ada elemen bawaan seperti itu?” Lin Yan juga heran. Sebab, dari semua buku yang telah ia baca, elemen petir itu berwarna biru keputihan, kadang kala, beberapa kultivator memiliki elemen petir berwarna merah atau kuning, tetapi itu ketika seorang kultivator telah mengolah manual khusus yang membuatnya berubah. Tetapi elemen bawaan mereka tetap petir berwarna biru keputihan.


“Yan'er.. lihat itu. Yang aku tau, ketika memeriksa elemen petir bawaan, sesuatu seperti bola itu tidak akan muncul.” Huan Caiyi menunjuk ke arah bola seukuran lebih besar sedikit dari biji kacang yang berwana hitam.


“Ya. Biasanya elemen bawaan petir hanya akan memercikkan listrik setiap saat tanpa membentuk sesuatu karena unsur itu tidak memiliki bentuk tetap.” Lin Yan setuju dengan perkataan Huan Caiyi. Sebuah elemen membayangkan karateristiknya saat diperiksa. Seperti unsur Api misalnya, ketika mengetes elemen bawaan, itu akan terlihat seperti api pada biasanya.


Tetapi kali ini unsur bawaan Lin Yan terlihat sangat aneh dan tidak pernah terlihat sebelumnya.


“Apakah ini tanda bahwa kau suatu hari nanti bisa menggunakan elemen petir untuk membuat sebuah bola untuk menyerang? Atau mungkin bisa menyenangkannya untuk memiliki bentuk lain?” Tanya Huan Caiyi ketika memikirkan tentang bentuk elemen milik Lin Yan.


Lin Yan juga memikirkan hal itu apakah itu mungkin atau tidak. Karena, setiap pengguna elemen tertentu akan mampu menggunakan hal seperti itu. Tetapi itu juga harus di dasari oleh teknik atau manual. Seperti elemen Api, ketika seorang kultivator sudah leluasa menggunakan elemennya, itu akan bisa menciptakan bola api.


Tetapi untuk bola petir? Itu tampak seperti hal yang mustahil karena sifat elemen petir biasanya tidak bisa dipadatkan seperti api yang membentuk bola.


“Tidak masalah. Suatu hari nanti aku akan tau apa maksud dari bentuk ini.” Lin Yan tidak lagi mempermasalahkannya. Ia berhenti menyalurkan qi miliknya agar lempengan emas itu berhenti berkerja.


Lin Yan menatap ke arah Huan Caiyi sejenak dan Huan Caiyi langsung berbicara karena tau apa maksud dari tatapan adik kecilnya itu. “Aku sudah pasti memiliki elemen bawaan Bayangan karena semua anggota klan Huan seperti itu tanpa terkecuali.”


Lin Yan terkekeh mendengarnya. Ia pun menyimpan alat itu lalu mengeluarkan 500 batu spiritual.


“Untuk malam ini, kita akan berkultivasi. Kita berdua hampir menerobos tahap selanjutnya, menggunakan batu spiritual ini, semuanya akan terpenuhi,” ucap Lin Yan dan memberi 250 batu spiritual kepada Huan Caiyi.


Huan Caiyi hanya mengangguk setuju. Mereka berdua pun mulai berkultivasi dan yakin dalam waktu satu malam, keduanya akan menembus tahap selanjutnya tingkat Xiantian.