Dragon Monarch

Dragon Monarch
Chapter 415 - Lelang (6)



Asosiasi Alkemis


Para kultivator yang berada di tempat pelelangan pun tidak menyangka bahwa Kaisar Han akan menawar juga kali ini.


“Ruang VIP Diamond Nomor Satu.. bukankah itu tempat Kaisar Han berada? Tidak disangka bahwa dia juga akan tertarik dengan pecahan pedang yang sedang di lelang!”


“Ya, tampaknya kali ini Klan Li akan melawan monster besar secara langsung!”


Diskusi para kultivator pun terdengar di tempat tersebut.


Tawaran dari Kaisar Han membuat wajah Lin Yan sedikit dingin. Ia menatap ke arah Ruang VIP Diamond Nomor Satu dengan wajah gelap.


Sedangkan untuk Patriak Klan Li, ia hanya menyipitkan matanya. Ia masih tenang walaupun lawannya dalam menawar barang kali ini adalah Kaisar Han itu sendiri. Sudah pasti Klan Yao akan membantunya jika terjadi sesuatu, ini adalah tempat pelelangan, harga tawaran tertinggi adalah pemenangnya.


“11.000.000 batu spiritual kelas atas!” Patriak Klan Li tidak ragu untuk menawar lagi.


Kaisar Han yang ada di Ruang VIP Diamond Nomor Satu pun menyipitkan matanya karena sebenarnya ia tidak ingin membeli barang tersebut. Ia hanya hendak memberikan kerugian besar kepada Klan Li. Jika rencananya gagal, bisa dipastikan Kekaisaran Han akan mengalami ketiganya yang sangat besar.


“Kaisar... Apakah anda yakin ingin melakukan ini? Menurutku, pecahan pedang itu tidak diketahui oleh Klan Li apa kegunaannya. Jika anda menawar lagi, mungkin Patriak Klan Li akan berarti dan tidak mau membuang batu spiritual untuk benda yang tidak diketahui asalnya.” ujar seorang Duke tertinggi di sebelah Kaisar Han.


“Ya, aku paham. Tetapi, aku merasa bahwa tawaran berikutnya akan membuat Patriak Klan Li menawar sekali lagi.” Kaisar Han menyeringai lalu langsung menawar sekali lagi.


“15.000.000 batu spiritual kelas atas!” Teriak Kaisar Han yang membuat semua kultivator yang ada di sana terkejut karena harga sudah mencapai ketinggian seperti itu.


“15.000.000 batu spiritual kelas atas! Apakah masih ada yang menawar?” Teriak Yao Ran yang terkejut juga karena harga pecahan pedang telah mencapai ketinggian seperti itu bahkan lebih tinggi dari Pil Tiga Wujud yang memiliki kegunaan bagi para kultivator tingkat Alam Sage.


“Bukankah Ruangan VIP Diamond Nomor Satu adalah tempat Kaisar Han berada? Dia sungguh menjengkelkan!” Gu Yin pun memasang wajah yang sangat jengkel saat ini.


“Dia pasti sengaja menaikkan penawaran. Bukankah begitu kakek? Dia tampaknya ingin mencari masalah denganmu.” Li Hao membuat spekulasi.


Patriak Klan Li hanya diam untuk beberapa saat lalu menganalisis semuanya kenapa Kaisar Han tampaknya sangat ingin berurusan dengannya. Ia pun melirik ke arah Lin Yan lalu memikirkan kemungkinan lainnya yaitu tentang permusuhan antara Kekaisaran Han dengan Lin Ming.


“Jika kau ingin bermain, maka aku akan memberikan permainan yang menarik Kaisar Han.” Patriak Klan Li sama sekali tidak takut dengan Kekaisaran Han karena Kaisar Han juga akan berpikir dua kali jika mencoba menyulut perang dengan Klan Li yang pasti akan melibatkan Klan Yao.


Lin Yan yang awalnya ingin berkata tidak perlu membeli pecahan pedang pun terkejut dengan kata-kata yang baru saja keluar dari mulut Patriak Klan Li.


“Apakah masih ada yang...-” Sebelum Yao Ran menyelesaikan kata-katanya, ia terkejut ketika tawaran luar biasa besar terdengar.


“30.000.000 batu spiritual kelas atas!” Teriak Patriak Klan Li.


Bahkan untuk Kaisar Han yang memasang wajah jahat sedari tadi pun membeku di tempat. Ia tentu tau apa maksud dari Patriak Klan Li, tawar jika kau memiliki nyali.


Lin Yan, Li Hao, Gu Yin dan bahkan Xia Yue'er saat ini terkejut dengan penawaran yang dilakukan oleh Patriak Klan Li.


Sementara untuk kelima Tetua, mereka hanya tampak sangat santai karena mereka selalu percaya dengan semua keputusan Patriak Klan Li.


“30.000.000 batu spiritual kelas atas! Apakah masih ada yang menawar?” Yao Ran juga menatap ke arah Ruang VIP Diamond Nomor Satu dengan tatapan provokasi karena tentu ia akan mendukung Klan Li yang telah memiliki kerja sama dengan Klan Yao selama puluh ribuan tahun lamanya.


Wajah Kaisar Han gelap ketika menatap tatapan provokasi dari Yao Ran yang sangat jelas diarahkan kepadanya.


“Klan Yao dan Klan Li sialan!” Batin Kaisar Han dan tentu ia tidak akan mau menawar kembali. Jika ia menarik, ia merasa bahwa Patriak Klan Li akan berhenti menawar. Ia tentu tidak ingin kehilangan 30.000.000 batu spiritual hanya untuk sebuah pecahan pedang tidak berguna.


Karena Kaisar Han hanya diam saja, Yao Ran pun langsung berbicara kembali, “30.000.000 batu spiritual kelas atas satu kali...!”


“30.000.000 batu spiritual kelas atas tiga kali!”


“Selamat untuk Ruangan VIP Diamond Nomor Delapan telah membeli pecahan pedang.” ucap Yao Ran dengan senyum walaupun ia menyadari satu fakta penting bahwa harga yang mereka terima akan hanya seperempat dari tawaran yang dilakukan oleh Patriak Klan Li karena ini adalah kerja sama mereka juga dengan mengambil alih Asosiasi Alkemis selama Lelang berlangsung.


Patriak Klan Li hanya menaikkan sudut bibirnya lalu menatap ke arah Lin Yan sambil mengangkat tangannya karena Lin Yan terlihat seperti ingin mengatakan sesuatu, “Tenanglah, ini hanyalah jumlah kecil. Tidak perlu dipusingkan. Ha-ha-ha!” Patriak Klan Li ingin memamerkan kepada cucunya bahwa menjadi Patriak Klan Li sepeti dapat membeli apa saja.


Wajah Lin Yan berkedut ketika mendengar perkataan dari Patriak Klan Li. “Aku akan menggantinya suatu hari nanti.” ucapnya serius.


“Tidak perlu melakukan itu. Mungkin aku akan memberikan ini sebagai balas budi kepada kakekmu ketika kami masih muda.” Patriak Klan Li melambaikan tangannya sekali lagi.


“Pak tua, kau ternyata sangat dermawan.” Xia Yue'er mengangguk puas melihat sikap Patriak Klan Li.


Kata-kata Xia Yue'er membuat Patriak Klan Li semakin senang karena teman-teman Li Hao saat ini memujinya dan meningkatkan kepercayaan dirinya dalam membuat Li Hao menjadi Patriak Klan Li generasi selanjutnya walaupun ia akan kecewa nantinya.


Setelah itu, seorang pelayan datang dan Patriak Klan Li membayar sesuai dengan harga potongan yang telah mereka sepakati sebelumnya. Setelah itu, ia pun memberikan cincin ruang kepada Lin Yan yang berisi pecahan pedang.


Ketika Lin Yan menerimanya, ia langsung mengeluarkan pecahan pedang tersebut. Wajahnya tampak sangat rumit ketika melihat pedang tersebut.


Walaupun Lin Yan tidak tau mengapa, instingnya berkata bahwa dengan memegang pedang itu, suatu hari nanti ia akan menemukan sesuatu yang ia cari.


**


Di tempat yang sangat jauh di luar angkasa, terlihat sebuah dunia yang sangat gersang. Bisa dipastikan bahwa tidak ada makhluk hidup yang bisa tinggal di tempat tersebut. Tetapi nyatanya, ada satu sosok yang sedang bermeditasi tepat di sebuah pohon raksasa, pohon tersebut adalah satu-satunya benda hidup selain sosok tersebut di dunia itu.


Deg!


Sosok tersebut pun membuka matanya dan menatap ke arah tertentu. Tatapannya terlihat dapat menembus ke tempat yang sangat jauh sekalipun.


“Dia telah mendapatkan Pedang Ratu. Dengan begini, misi berikutnya telah selesai.” Sosok tersebut pun perlahan berdiri dan menatap ke arah pohon raksasa yang ada di hadapannya.


Ada banyak tulisan-tulisan tertentu yang di catat dahulu kala dan tulisan tersebut tidak akan pernah bilang sama sekali.


“Ratu, tugas yang anda berikan telah aku selesaikan. Biarkan aku menyusul anda ke tempat itu.” Sosok itupun mengarahkan tangannya ke pohon raksasa tersebut dan pohon itupun ditutupi oleh api hitam.


Namun, pohon tersebut tampak tidak terbakar sama sekali.


“Tuan Muda, ketika anda datang ke tempat ini, maka anda akan tau ke mana tujuan anda selanjutnya. Aku ingin berada di sisi anda tetapi Ratu memberi perintah kepadaku untuk keluar dari Alam Semesta Purba menuju tempat yang lebih tinggi. Ini adalah hadiah terakhirku untukmu!”


Setelah mengatakan itu, sosok tersebut yang merupakan seorang wanita cantik pun menyentuh permukaan tanah.


Tap!


“Nirvana : Seni Terlarang Kelahiran Kembali!”


Bussssh!


Pilar api muncul dalam sekejap dan langsung memadat lalu membentuk sesuatu seukuran biji kacang dan melesat ke tempat yang sangat jauh.


Melihat benih kecil yang mengeluarkan aura api hitam, wanita itupun tersenyum lembut, “Taklukkanlah semesta ini, kami menunggu ada di sana, Tuan Muda!”