
“Serahkan poinmu atau mati!” ucap Lin Yan sambil mengerahkan ujung Tombak Raja Langit ke arah leher murid tersebut.
Wajah murid tersebut gelap karena tau bahwa ia tidak akan bisa berbuat apa-apa saat ini. Ia juga tidak bodoh karena Lin Yan memang tidak terlihat ingin membunuhnya.
Tanpa berbicara, murid tersebut langsung melempar kristal poin miliknya ke arah Lin Yan.
Lin Yan menangkapnya dengan tangan kirinya. Ia mengangguk puas karena tidak ingin pembunuhan sia-sia terjadi lagi hanya karena poin.
Zhep!
Lin Yan pun langsung melesat dan menghilang dari lokasi tersebut untuk mencari tempat mentransfer poin yang ia jarah dari murid yang ia kalahkan sebelumnya.
Murid tersebut perlahan berdiri dan menghela nafas lelah. Tidak ada gunanya lagi ia berada di hutan karena kristal untuk menghitung poin miliknya telah diambil oleh murid lainnya. Tanpa membuang waktu, ia pun mengambil benda terakhir lalu menggunakannya agar ia tidak diserang oleh musuh lagi.
Sementara itu, Lin Yan yang berhenti di sebuah pohon tinggi pun langsung menyerap poin milik murid sebelumnya.
“135 poin. Ini belum cukup untuk mencapai peringkat pertama karena murid lainnya terus-menerus meningkatkan poin mereka juga.” Batin Lin Yan dan memeriksa lokasi murid lainnya.
Setelah memeriksa, Lin Yan pun langsung menyimpan kristal poin dan bergerak ke arah target selanjutnya.
**
Semua kultivator yang menonton pun tidak bisa berkata-kata karena tampaknya rencana yang dilakukan oleh Lin Yan berhasil.
“Bocah itu! Bagaimana caranya untuk membereskannya?” Batin Long Bao karena ia adalah sosok yang sangat suka menyimpan dendam. Dan perilaku Lin Yan sebelumnya membuat Lin Yan masuk ke dalam target pembunuhannya.
Long Gu di sisi lain pun berpikir bagaimana cara untuk membereskan Lin Yan secepatnya karena ia sedikit khawatir juga dengan peningkatan kekuatan Lin Yan yang sangat tidak normal.
Sementara itu, seorang Patriak dari klan tertentu terus menatap Lin Yan dengan niat membunuh. Ia hanya diam sedari awal karena merencanakan banyak hal untuk membereskan Lin Yan juga, ia adalah Patriak dari klan yang lumayan besar, yaitu klan Yi.
Dan juga, ada satu Patriak klan besar lainnya yang juga menargetkan Lin Yan, yaitu Patriak klan Meng.
Sementara satu Patriak lainnya, hanya menatap ke arah layar lainnya. Tidak ada yang tau apa yang ia pikirkan saat ini. Tetapi terlihat senyum kejam diwajahnya saat melihat ke sosok di hutan juga melalui kristal formasi, ia adalah Patriak klan yang menjadi musuh klan Huan, Patriak klan Shi.
Lin Yan dan Huan Caiyi sama sekali tidak tau bahwa banyak klan kuat telah mengincar mereka berdua saat ini. Belum lagi kelompok Kalajengking Merah juga mengincar mereka.
Tetua Kedua tentu menyadari semua itu. Namun itu bukanlah urusannya karena ia juga tidak ingin ikut campur. Jika Lin Yan memang ingin dilindungi oleh Master sekte Naga Langit, sudah pasti ia akan mencoba melindunginya. Sekarang, posisi Lin Yan sama sekali tidak seperti itu dan Master sekte Naga Langit juga tidak terlalu suka dengan Lin Yan.
Mungkin saat ini, hanya dua kubu yang mau bekerja sama dengan Lin Yan jika terjadi sesuatu. Salah satunya mungkin adalah klan Gu walaupun itu memiliki kemungkinan tidak terlalu besar.
Dan satu lagi adalah Asosiasi Alkemis. Tentu mereka akan membantu sebisa mereka jika Lin Yan terkena masalah. Untuk Asosiasi Alkemis, mereka paham sedikit seluk beluk Lin Yan yang membuat mereka sangat menghargainya. Juga, Lin Yan saat ini adalah mitra bisnis yang lumayan penting bagi Asosiasi Alkemis.
Waktu terus berlalu, waktu kompetisi tidak akan lama lagi berakhir dan Lin Yan saat ini telah mencapai posisi pertama dengan jumlah poin 320.
Para murid lainnya tidak bisa melihat poin Lin Yan karena Lin Yan telah memodifikasi formasi di kristal poin. Ini juga membuat murid lainnya tidak mencoba untuk bekerja sama untuk memburu Lin Yan.
“Ya, tetapi kakak saat ini tampaknya sedang kesulitan.” Gu Yin menyambung sambil menatap ke arah kristal formasi lainnya.
Saat ini terlihat Huan Caiyi yang kabur dari beberapa kultivator yang berasal dari sekte lain. Juga, jumlah poin Huan Caiyi juga tidak masuk ke dalam sepuluh besar karena merasa sedikit kesulitan untuk melawan musuh-musuh yang memiliki tingkat kultivasi jauh diatasnya.
“Tidak perlu khawatir tentang itu. Dia adalah anggota klan Huan yang tersisa dengan kemampuan Bayangan yang sangat kuat. Aku juga baru kali melihat gadis semuda itu menguasai teknik klan Huan sampai sedemikian rupa. Dia akan mudah untuk kabur dari musuh yang lebih kuat darinya apalagi jika malam telah tiba.” Patriak klan Gu membuka suara untuk menenangkan keponakannya itu.
Gu Yin tenang seketika mendengar perkataan pamannya walaupun masih sedikit khawatir dengan apa yang akan terjadi pada Huan Caiyi.
**
Di dalam hutan, saat ini Lin Yan sedang melakukan aksi kucing dan tikus berulang kali dengan dua murid yang berasal dari sekte yang bernama sekte Bambu.
Kedua murid itu menggunakan senjata bambu yang terlihat sangat unik dan sangat sulit untuk dipotong.
“Dasar bocah pendek sialan! Mau sampai kapan kau mengganggu kami terus?” Teriak satu murid wanita sambil mengarahkan bambu ramping ke arah Lin Yan.
“Jika kau ingin bertarung, ayo lakukan. Jangan hanya kabur dan ketika kami ingin pergi kau mengganggu kami lagi!” Teriak satu lagi murid pria yang sedang memegang bambu juga di tangan kanannya.
“Sudah ku katakan sebelumnya. Jika kalian ingin pergi, serahkan token poin kalian. Jika tidak, aku akan melakukan hal ini sampai kompetisi selesai.” Balas Lin Yan acuh tak acuh. Ia saat ini sedang berdiri di sebuah cabang pohon dengan Tombak Raja Langit di bahunya.
Keduanya sangat marah mendengarnya. Kecepatan mereka sama sekali tidak mampu menandingi Lin Yan. Namun, karena mereka bekerja sama, Lin Yan juga kesulitan melawan mereka yang berakhir menjadi permainan kucing dan tikus.
Kedua murid sekte Bambu hampir kelelahan mental selama satu jam belakangan karena Lin Yan terus memprovokasi mereka.
“Tidak ada cara lain selain menggunakan kombinasi itu!” Ucap murid wanita.
“Apa kau yakin? Kita akan kelelahan ketika menggunakan teknik gabungan itu!” Balas murid pria.
“Itu lebih baik. Salah satu dari kita pasti akan bisa menjadi peserta jika mendapatkan poin anak itu dan dengan gabungan poin kita berdua.” Lanjut murid wanita.
Rekan wanita itu pun langsung memasang wajah serius dan mengangguk setuju walaupun mereka belum memeriksa sebanyak apa poin Lin Yan sebenarnya. Walaupun mereka memeriksa, tentu keduanya tidak akan pernah menemukan jumlah poin Lin Yan.
Namun, karena keahlian Lin Yan, mereka berpikir bahwa poin Lin Yan pasti lebih tinggi dari poin personal mereka.
“Bocah, sudah saatnya bagimu jatuh!” Keduanya pun berbicara serempak dan membuat gerakan dengan cara kedua bahu mereka merapat. Salah satu dari mereka memegang bambu dengan tangan kiri dan satu lagi memegang bambu dengan tangan kanan untuk menggunakan teknik kombinasi.
“Ho? Kalian belum menggunakan gerakan ini sebelumnya,” ucap Lin Yan dengan senyum dan melanjutkan ketika raut wajahnya berubah sedikit, “Kebetulan bahwa aku juga merasa ini terlalu lama membuang waktu dan kali ini aku akan lebih serius dari sebelumnya!”
Lin Yan pun mengangkat tombaknya ke arah langit.
“Tombak Petir Suci..”
“Gaya Pertama, Tubuh Petir Suci..”