
Perang antara Iblis dan Manusia telah selesai dengan kemenangan manusia. Setelah itu, Raja Kerajaan Bintang dan Leluhur Tua mereka bersama dengan Master Sekte Naga Langit mencoba untuk menghabisi Lin Yan dan berakhir dengan kematian ketiganya.
Saat ini, Klan Long mengalami kemerosotan yang tidak pernah terjadi sebelumnya. Mereka semua menjadi tahanan karena di tanam dengan segel. Tidak terkecuali untuk orang biasa. Ketika mereka berasal dari Klan Long, semuanya akan ditanam segel.
Tidak sampai dua hari kemudian, Lin Yan tiba di Klan Gu. Dalam waktu tersebut, tubuhnya telah pulih sepenuhnya karena ia hanya kehabisan qi tetapi tidak mengalami luka apapun.
“Kita telah tiba. Yan'er, setelah ini, apa yang akan kau lakukan?” Tanya Huan Caiyi.
“Aku belum memutuskan. Namun, sama seperti sebelumnya, jika tidak ada kendala, aku akan pergi ke Benua Saint bersama dengan senior Xiao Ya dengan yang lainnya. Apakah kau akan ikut?” Tanya Lin Yan menatap ke arah Huan Caiyi meskipun ia telah mengetahui jawaban dari kakaknya itu.
“Tentu saja aku akan ikut. Lalu, ke mana senior Xiao Ya dan yang lainnya pergi sebelumnya?” Tanya Huan Caiyi karena beberapa saat yang lalu, Xiao Ya dan kelompoknya tiba-tiba pergi setelah mengatakan sesuatu kepada Lin Yan.
“Mereka kembali ke Hutan Naga untuk beberapa saat. Ketika waktunya tiba, aku hanya perlu memberi sinyal kepada mereka dengan alat yang diberikan oleh senior Xiao Ya.” Balas Lin Yan sambil terus berjalan di jalan menuju pusat Klan Gu berada.
“Lalu, bagaimana cara menuju Benua Saint?” Tanya Huan Caiyi penasaran.
“Ada beberapa cara untuk mencapai Benua Saint. Pertama adalah, dengan terbang ke sana. Mungkin hanya kultivator tingkat Alam Raja tahap kelima ke atas yang mampu bertahan untuk mencapai lokasi tersebut karena jaraknya yang sangat jauh. Klan Li memiliki petunjuk tentang arah yang tepat menuju Benua Saint.”
“Yang kedua, Patriak Klan Li belum mengatakan caranya. Tetapi aku yakin bahwa itu adalah cara yang sulit.”
“Dan yang terakhir..” Lin Yan menghentikan kata-katanya saat memikirkan tentang apa yang dikatakan oleh seseorang yang berasal dari Benua Saint, yaitu Guan Yu.
“Terakhir?” Tanya Huan Caiyi penasaran karena Lin Yan tiba-tiba menghentikan kata-katanya.
Sebelum Lin Yan menjawab, suara merdu seseorang pun terdengar dikejauhan.
“Suami..!”
Lin Yan dan Huan Caiyi terdiam ketika mendengar suara wanita yang sangat mereka kenal.
Tatapan Lin Yan dan Huan Caiyi tertuju pada sumber suara dan menemukan sosok wanita cantik yang sedang melesat dengan kecepatan tinggi ke arah mereka.
Tentu sosok wanita tersebut adalah Gu Yin. Ketika ia mencapai di hadapan Lin Yan dan Huan Caiyi, ia pun langsung melompat sambil merentangkan kedua tangannya.
Lin Yan menghela nafas panjang dan langsung menangkap wanita yang kini telah resmi menjadi istrinya. Ia bertanya-tanya kenapa Gu Yin tampak sering menunjukkan sifat kekanak-kanakan jika bersamanya.
“Aku sangat merindukanmu.” ucap Gu Yin dan membenamkan wajahnya di dada Lin Yan ketika suaminya itu memeluknya.
“Bagaimana kabarmu?” Tanya Lin Yan sambil mengelus rambut hitam panjang Gu Yin.
Gu Yin melepaskan pelukannya dan membalas kata-kata Lin Yan dengan nada tidak puas, “Tentu saja tidak baik-baik saja! Kenapa kau pergi tanpa pamit padaku?”
“Banyak?” Wajah Gu Yin cemberut ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Lin Yan karena suaminya itu saat ini telah mencapai tingkat Alam Langit tahap kedelapan.
Di samping, Huan Caiyi terdiam melihat interaksi antara suami-istri tersebut. Ia pun menggelengkan kepalanya dan perlahan berjalan ke arah pusat Klan Gu.
“Hm? Bukankah itu sebelumnya adalah kakak Huan Caiyi?” Tanya Gu Yin setelah sadar siapa wanita yang sudah berjalan jauh dari tempat itu.
“Kau baru menyadarinya?” Tanya Lin Yan sedikit heran karena masih bingung apa sebenarnya isi kepala Istrinya itu sehingga tidak bisa memperhatikan seseorang disekitarnya.
“Apa maksudmu baru menyadarinya? Kakak memiliki sesuatu yang membuat kehadirannya terasa sangat tipis. Dia seolah-olah tidak ada di tempat ini sebelumnya.” Balas Gu Yin dengan kerutan di dahinya.
Lin Yan terdiam dan memang benar bahwa Huan Caiyi akan sangat sulit terlihat jika tidak diperhatikan dengan seksama. Itu dikarenakan qi milik Huan Caiyi yang sudah berubah sepenuhnya. Huan Caiyi seolah-olah selalu ditutupi oleh kabut aneh serta dirinya seperti menyatu dengan daerah sekitarnya.
“Ayo kita pergi. Aku ingin membahas sesuatu dengan paman, ayah dan ibu.” ucap Lin Yan dan perlahan berjalan ke arah pusat Klan Gu.
Gu Yin sedikit penasaran dan hanya mengikuti. Ia sudah menebak-nebak apa yang ingin di bahas oleh Lin Yan nantinya.
Setelah mencapai kediaman Patriak, semua yang ingin di temui oleh Lin Yan belum berada di tempat itu karena mereka semua masih sibuk dengan urusan kehancuran Klan Long dan Kerajaan Bintang.
Karena Lin Yan menunggu kedatangan mereka semua, akhirnya ia pun menghabiskan waktunya untuk berisitirahat beberapa hari.
Beberapa hari kemudian, Lin Yan pun di panggil ke lokasi Asosiasi Alkemis berada.
Ketika mencapai bangunan utama Asosiasi Alkemis, seorang pengawal pun menuntun Lin Yan menuju sebuah ruangan diskusi milik Asosiasi Alkemis.
Lin Yan yang bersama dengan Huan Caiyi dan Gu Yin pun langsung memasuki ruangan. Ketika mencapai dalam ruangan, ia terkejut bahwa semua pemimpin kekuatan besar hadir di tempat tersebut.
Tatapan semua individu pun beralih ke arah pintu ruangan. Mereka tentu tidak meremehkan pendatang baru karena Lin Yan adalah pemuda yang dianggap sebagai pahlawan perang.
“Duduklah.” Di Shan yang merupakan Leluhur Tua Klan Di yang berasal dari Kerajaan Bulan pun berbicara.
Lin Yan mengangguk kecil dan menatap ke arah tiga bangku kosong yang memang disediakan untuk ketiganya.
Alasan kenapa ada tiga, tentu semua yang ada di sana tidak akan melupakan tentang Lin Yan yang memiliki seorang istri. Dan kursi lainnya disediakan untuk Huan Caiyi yang memiliki peran penting ketika perang berlangsung.
Para pemimpin kekuatan besar tidak keberatan dengan kekuatan Huan Caiyi yang terasa sangat jahat sebelumnya karena memang digunakan bukan untuk tujuan jahat. Lagi pula, identitas Huan Caiyi sebagai kakak Lin Yan membuat siapa saja tidak ingin membuka suara tentang masalah kekuatan Huan Caiyi karena urusannya akan berakhir dengan melawan Lin Yan.
Ketika Lin Yan, Huan Caiyi dan Gu Yin duduk di bangku yang disediakan untuk ketiganya, Di Shan dan Li Hu yang merupakan pemimpin diskusi akhirnya membuka suara untuk memulai pertemuan.
“Baik, pertama-tama, kita akan membahas tentang mendirikan Kerajaan baru tepat di perbatasan Dua Kerajaan Besar yang akan dinamai sebagai, Kerajaan Matahari!”