
Berita tentang Lin Yan dan Huan Caiyi yang telah menyelesaikan misi dalam waktu yang sangat cepat membuat semua calon murid pelantara dalam memiliki wajah sangat jelek terutama yang sudah gagal sebanyak dua kali.
Bahkan murid yang datang bersama Lin Yan tidak bisa berkata-kata karena awalnya setelah mengetahui tentang semua hal dari para senior di tempat itu, tentu mereka akan mencemooh Lin Yan dan Huan Caiyi juga. Tetapi kali ini mereka akan merasa sangat malu jika bertemu dengan Lin Yan lagi.
Tidak sampai seminggu kemudian, Lin Yan pun tiba di desa tempat pengambilan misi. Ia tidak perlu melaporkan hasil misi karena semuanya telah diurus oleh Tetua yang mengawasi misi sebelumnya.
Ketika Lin Yan memasuki desa itu, banyak pasang mata yang menatapnya dengan wajah marah, cemburu dan kagum.
Tentu sejaa sebagian berpikir bahwa sekte Naga Langit memperlakukan seseorang secara khusus kali ini setelah mereka semua mengetahui seperti apa latar belakang Lin Yan. Beberapa dari murid di tempat itu membuat spekulasi bahwa Master sekte Naga Langit sengaja memberi misi mudah kepada Lin Yan agar masuk dengan mudah ke pelantara dalam.
Sementara itu, banyak murid yang cemburu karena Lin Yan dapat menyelesaikan misi dalam sekali percobaan. Memang dari waktu ke waktu akan ada murid seperti itu yang muncul sehingga banyak murid yang akan merasa cemburu.
Dan banyak juga murid yang tampak kagum terhadap Lin Yan karena mampu menyelesaikan misi dengan kecepatan tinggi dan tanpa kegagalan sekalipun.
Lin Yan sama sekali tidak peduli dengan semua tatapan aneh padanya. Ia pun langsung mencari keberadaan Huan Caiyi karena ia yakin bahwa kakaknya itu pasti telah menyelesaikan misi juga.
“Yan'er..” Suara merdu terdengar di telinga Lin Yan dan ia langsung tau suara siapa itu. Ia pun menoleh ke arah samping dan menemukan seorang wanita dewasa panas yang berlari ke arahnya dengan senyum kebahagiaan di wajahnya.
“Aku tau kau pasti berhasil dalam waktu yang cepat juga.” Huan Caiyi berbicara saat memeluk Lin Yan dengan erat. Walaupun ia yakin Lin Yan akan berhasil, tetap saja ia merasa khawatir.
“Tampaknya kau selesai lebih dulu.” Balas Lin Yan sambil tersenyum kecil.
Banyak pasang mata yang sangat iri melihat Lin Yan dipeluk oleh gadis cantik luar biasa panas. Tentu tidak hanya itu yang membuat banyak murid pria di tempat itu sangat menyukai Huan Caiyi. Tentu saja itu sebagian besar karena Huan Caiyi merupakan salah satu murid yang pernah menyelesaikan misi dengan kecepatan yang sangat tinggi.
Huan Caiyi melepas pelukannya dan menaikkan sedikit kepalanya karena merasa sedikit bangga.
Lin Yan mengabaikan ekspresi Huan Caiyi yang sangat bangga. “Apakah kita akan langsung pergi dari tempat ini karena telah menyelesaikan misi?”
Mendengar pertanyaan Lin Yan, Huan Caiyi sedikit cemberut karena Lin Yan tidak memujinya. “Aku sebelumnya ingin dibawa pergi tetapi aku mengatakan untuk menunggu kedatangan mu agar kita pergi bersama dan para Tetua menyetujui itu karena mereka juga tau bahwa kau telah menyelesaikan misi juga.”
“Juga.. aku ingin mengatakan sesuatu.” Lanjut Huan Caiyi dengan wajah serius.
“Hm? Apa itu?” Tanya Lin Yan penasaran.
“Ayo kita pergi ke suatu tempat terlebih dahulu.” Huan Caiyi menarik Lin Yan tanpa menunggu balasannya dan Lin Yan pun hanya mengikuti ketika Huan Caiyi menariknya ke salah satu rumah sederhana yang tidak ditempati.
Ketika masuk ke dalam Huan Caiyi langsung menutup pintu lalu duduk. Ia terus memasang ekspresi serius sehingga membuat Lin Yan serius juga.
“Ada apa?” Tanya Lin Yan.
Mata Lin Yan sedikit menyipit karena sudah membuat spekulasi bahwa Huan Caiyi juga mengalami hal yang sama.
“Ya.” Lin Yan mengangguk kecil.
“Ternyata benar. Aku juga di sergap oleh anggota klan Meng ketika pergi ke tempat misi dan ketika kembali, aku di sergap oleh anggota klan Shi. Kau harus mengerti bahwa detail misi tidak akan diketahui oleh siapapun kecuali..”
Saat kata-kata Huan Caiyi terhenti, Lin Yan langsung melanjutkan. “Kecuali jika para Tetua menjual informasi kita.”
Keduanya terdiam dan memasang wajah sedikit gelap karena insiden seperti itu. Karena kejadian itu, Lin Yan dan Huan Caiyi pun semakin tidak mempercayai sekte Naga Langit.
“Apakah kita tetap harus berada di sekte ini, Yan'er?” Tanya Huan Caiyi karena ia sebenarnya tidak ingin lagi berada di sebuah sekte yang bahkan menjual muridnya sendiri.
Lin Yan terdiam sejenak lalu menaikkan sudut bibirnya. “Kita akan tetap berada di sekte Naga Langit. Dan tujuan kita saat ini adalah mengacaukan mereka karena mencoba untuk mempermainkan dan menjual kita.”
Melihat senyum licik Lin Yan, Huan Caiyi tersenyum lebar. Ia tentu awalnya ingin pergi karena memikirkan keselamatan Lin Yan walaupun sebenarnya ia berpikir bahwa ia ingin membuat sekte Naga Langit membayar dengan harga yang mahal. Tetapi ketika Lin Yan mengatakan seperti itu, tentu saja Huan Caiyi akan melakukannya dan membuat sekte Naga Langit menyesal suatu hari nanti.
“Jika begitu, sudah diputuskan bahwa kita akan membuat mereka membayarnya suatu hari nanti.” Huan Caiyi tersenyum kecil.
Lin Yan mengangguk lalu berkata, “Kita akan beristirahat hari ini. Aku sedikit lelah, jika ada Tetua yang datang, katakan padanya bahwa kita akan berangkat esok hari.”
Huan Caiyi tentu saja setuju dan membuatkan Lin Yan istirahat selama seharian penuh.
Seperti yang dikatakan oleh Lin Yan, salah satu Tetua di tempat itu datang dan mengatakan sesuatu yang akhirnya pergi kembali karena Lin Yan ingin beristirahat selama sehari setelah menyelesaikan misi.
Keesokan harinya, Lin Yan dan Huan Caiyi berada di gerbang desa bersama dengan salah satu Tetua dan dia adalah Tetua Chi yang sebelumnya mengantar murid bersama Lin Yan juga.
Tetua Chi tidak bisa berkata-kata karena kedua murid yang baru tiba akan lulus dan juga selamat setelah informasi tentang mereka dibocorkan. Melihat reaksi Lin Yan dan Huan Caiyi, ia merasa lega karena tidak ada kebocoran informasi tentang mereka yang memberikan detail misi kepada beberapa klan.
“Baiklah, aku akan mengantar kalian ke tempat murid pelantara dalam berada. Dan juga, ini adalah token murid pelantara dalam untuk kalian berdua. Walaupun kau adalah murid percobaan sebelumnya, setelah menyelesaikan misi, kau juga akan resmi masuk ke dalam sekte dan tidak menjadi murid percobaan lagi.” Ucap Tetua Chi saat menyerahkan token dan menatap ke arah Huan Caiyi.
“Juga, poin merit yang awalnya menjadi milikmu telah dimasukkan ke dalam token baru ini agar bisa kau gunakan saat mencapai pelantara dalam.” Lanjut Tetua Chi.
Lin Yan dan Huan Caiyi hanya mengangguk setelah menerima token.
Tetua Chi tidak keberatan sama sekali dengan sikap keduanya. Ia pun berbalik dan berkata, “Ayo, kita akan segera berangkat menuju pelantara dalam.”
Dan Tetua Chi pun langsung menuntun Lin Yan dan Huan Caiyi yang sudah resmi menjadi murid pelantara dalam disaksikan oleh banyak murid yang berada di desa itu.