
“Lama tidak bertemu, Mu Xuanyin!” ucap Kaisar Han menatap ke arah wanita dengan paras cantik tetapi sangat dingin.
“Tidak perlu berbasa-basi! Katakan apa tujuanmu datang ke tempat ini!” ucap Mu Xuanyin dingin tanpa memberi hormat sedikitpun kepada seseorang yang menyandang gelar Kaisar dan salah satu kultivator terkuat di Benua Saint.
Kaisar Han menaikkan sudut bibirnya lalu berbicara kembali, “Seperti biasa! Temperamenmu sangatlah berapi-api. Aku hanya ingin masuk ke dalam Pulau Es Utara untuk mencari seseorang.”
“Kau tidak diizinkan masuk ke Pulau Es Utara!” Balas Mu Xuanyin dingin.
Kaisar Han tampak santai setiap saat. Ia pun menaruh kedua lengannya ke belakang lalu berbicara, “Satu Kekaisaran, Dua Sekte dan Empat Klan Kuno. Ketujuh kekuatan itu adalah yang terkuat di Benua Saint ini dan salah satunya adalah Istana Salju yang kau pimpin. Aku tidak ingin melakukan pertarungan sia-sia karena aku akan langsung pergi dari tempat ini setelah menemukan seseorang yang aku cari. Biarkan aku masuk.”
“Jika tidak?” Mata Mu Xuanyin melebar sedikit dan qi-nya pun bocor. Udara di tempat tersebut tampak membeku dengan sangat cepat.
Wajah Kaisar Han sedikit gelap karena Mu Xuanyin tidak memberinya wajah sama sekali sebagai seorang Kaisar. Ia tentu paham bahwa Mu Xuanyin bukanlah seseorang yang bisa dianggap enteng karena dia juga berani menantang Klan Kuno seorang diri beberapa puluh tahun yang lalu.
“Tampaknya aku akan menerobos secara paksa.” Kaisar Han pun mengeluarkan pedangnya sambil melanjutkan, “Sedari dulu, aku selalu ingin mencoba melawanmu, peringkat ke-enam Master Bela Diri, Mu Xuanyin!”
“Jika kau ingin mati di tengah laut ini, maka aku akan mewujudkannya, Master Bela Diri peringkat ke-lima, Kaisar Han!” Balas Mu Xuanyin saat mengeluarkan pedang berwana biru laut.
Zhep!
Keduanya pun langsung bergerak dan langsung mengayunkan pedang masing-masing ke arah musuh.
Duar!
Bentrokan dahsyat antara dua kultivator terkuat di Benua Saint pun terjadi hanya karena masalah sepele. Tetapi, hal seperti itu tentu akan terjadi karena setiap penguasa tidak akan mengijinkan penguasa lainnya memasuki wilayahnya walaupun itu hanya untuk beberapa saat.
**
Ketika Lin Yan sedang bergerak ke arah tertentu tempat pulau di samping Pulau Es Utara, ia memasang wajah serius dan menatap ke arah belakang.
“Qi ini..” Gumam Lin Yan saat menatap qi samar yang memasuki Formasi.
“Ada apa Lin Yan?” Tanya Xia Yue'er penasaran.
“Ada dua kultivator yang sangat kuat sedang bertempur di luar Formasi.” Balas Lin Yan serius.
“Kultivator kuat? Sekuat apa mereka?” Tanya Xia Yue'er penasaran.
“Jauh lebih kuat dari kedua pria sialan yang mencoba membunuh kita sebelumnya!” Balas Lin Yan. Darahnya sedikit mendidih karena tidak akan menyangka bahwa dapat merasakan aura sekuat itu bertarung di jarak yang tidak terlalu jauh darinya. Jika saja tidak ada Formasi di tempat itu, mungkin dampak pertarungan akan membuat semua daerah rusak parah.
“Sekuat itu?” Tanya Xia Yue'er terkejut. Ia pun sedikit bersemangat karena ingin melihat seperti apa Pertarungan kultivator puncak di dunia manusia.
“Ayo kita pergi. Kita tetap tidak akan bisa mengikuti pertarungan seperti itu. Lagi pula, untuk menonton pun kita tidak bisa karena adanya Formasi yang menghalangi kita untuk keluar.” ucap Lin Yan dan langsung bergerak yang membuat Xia Yue'er sedikit kecewa.
Tidak sampai beberapa menit kemudian, Lin Yan pun mendarat di pulau tersebut yang dikatakan oleh Mu Rou sebelumnya.
Ketika Lin Yan mendarat, beberapa kultivator tampak muncul di dekatnya yang membuatnya paham bahwa apa yang dikatakan oleh Mu Rou memang benar bahwa wilayah Istana Salju memang dijaga sangat ketat.
“Apa yang membawamu ke tempat ini pemuda? Kau bukanlah penduduk pulau ini. Katakan apa tujuanmu.” Salah satu dari mereka pun berbicara.
“Aku ingin tinggal di tempat ini dalam waktu tertentu.” jawab Lin Yan saat menatap enam kultivator yang mengelilinginya dengan seksama. Ia tentu sangat tau bahwa ke-enamnya sangatlah kuat, jauh melampaui tingkat kultivasi miliknya.
“Untuk tinggal di tempat ini, kau harus melewati pemeriksaan terlebih dahulu. Dan jika ada informasi tentang mu yang janggal, jangan salahkan kami jika melakukan sesuatu yang buruk padamu karena seperti inilah peraturan di wilayah Istana Salju.” ucap salah satu dari mereka dengan nada dingin.
Setelah itu, para kultivator itu pun menuntun Lin Yan setelah melihat Lin Yan setuju dengan ketentuan yang mereka buat.
Ruang Jiwa Lin Yan
“Lin Yan! Apa yang kau lakukan? Kenapa kau mengurungku di sini?” Teriak Xia Yue'er. Ia pun terus terbang ke sana ke mari sambil mengomel tanpa henti.
Di Segel yang dibuat untuk mengurung Roh Dewi Kematian, terlihat sosok wanita yang menatap ke arah Xia Yue'er dengan gelengan kepala.
“Hei, tidak bisakah kau diam?” Tanya Roh Dewi Kematian tidak senang karena sudah bosan mendengar ocehan Xia Yue'er.
Xia Yue'er terdiam lalu menatap ke arah segel. Ia pun menghilang dan muncul di depan pintu segel lalu menyentuh pintu tersebut dengan telapak tangannya.
Zhep!
Pintu tersebut tampak menghilang bersama dengan ruangan tempat Roh Dewi Kematian disegel.
Roh Dewi Kematian yang menatap itu hanya diam karena tau bahwa Xia Yue'er hanya membuat tempatnya di segel menjadi tembus pandang. Ia sadar bahwa Xia Yue'er juga memiliki kunci membuka segelnya karena Roh mungil itu bersama dengan Lin Yan adalah yang menyegelnya.
“Hei wanita menyeramkan! Apakah ada masalah jika aku berisik?” Tanya Xia Yue'er dengan kedua tangan di pinggangnya.
Roh Dewi Kematian tidak bisa berkata-kata karena sifat Xia Yue'er yang sangat berlawanan dengan Dewi Kehidupan zaman kuno yang terlihat sangat anggun, bermartabat dan yang pasti tidak berisik.
Helaan nafas panjang terdengar saat Roh Dewi Kematian melambaikan tangannya sedikit lalu sebuah kursi tercipta. Ia pun duduk perlahan lalu menatap Xia Yue'er dengan seksama dan setelah itu ia pun berbicara, “Tidak bisakah kau bertindak seperti Roh Dewi Kehidupan sedikit saja?”
“Roh Dewi Kehidupan?” Xia Yue'er memiringkan kepalanya dengan polos. Ia tampak seperti pernah mendengarnya di suatu tempat tetapi tidak ingat kapan itu.
Roh Dewi Kematian tersenyum kecil lalu berbicara beberapa hal lagi karena saat ini ia sedang merasa bosan dan mencoba untuk menggoda Roh Peri mungil tersebut.
Dan sesuai dugaan, Xia Yue'er pun mengamuk di sana sini serta mengutuk Roh Dewi Kematian setiap saat.
**
Diluar, Lin Yan telah selesai melakukan pemeriksaan dan ia pun diberikan token untuk tinggal di pulau tersebut setelah melakukan pemeriksaan yang melelahkan.
Lin Yan harus menjual beberapa herbal karena tidak memiliki batu spiritual lagi. Dan hasil penjualan tersebut ia gunakan untuk menyewa kediaman sederhana.
Sewaktu berada di kediaman sederhana yang ia sewa, Lin Yan hanya bisa diam ketika mencoba mendengar apa yang terjadi di dalam Ruang Jiwa miliknya.
Xia Yue'er terdengar mengomel sepanjang waktu yang membuatnya tidak bisa berkata-kata. Ia pun duduk bersila lalu masuk ke dalam Ruang Jiwa miliknya.
Ketika telah tiba, Xia Yue'er pun langsung melesat ke arah Lin Yan lalu memeluknya tepat di wajahnya.
“Lin Yan! Kenapa kau mengurungku di sini? Roh Jahat itu sungguh jahat.” Xia Yue'er pun mengadu pada Lin Yan sambil menunjuk ke arah Roh Dewi Kematian.
Lin Yan semakin terdiam dan tidak bisa berkata-kata dengan sikap Xia Yue'er yang selalu berubah-ubah. Ia pun mengambil Xia Yue'er dari wajahnya lalu menatap ke arah Roh Dewi Kematian.
“Ini bukan seperti dirimu. Apa yang kau inginkan?” Tanya Lin Yan menatap ke arah Roh Dewi Kematian yang sedang duduk di sebuah kursi nyaman yang tercipta melalui energi Spiritualnya.
Roh Dewi Kematian yang menatap ke arah Lin Yan menaikkan sudut bibirnya, “Apa kau mau membuat kesepakatan?”