
Wajah Lin Yan saat ini sangat serius ketika menatap ke arah Qiuzi dan Ziu yang sedang melihatnya dengan wajah dingin. Ia pun menyentuh lehernya dan ada bercak darah. Jika saja ia tidak menahan tebasan keduanya, mungkin saja kepalanya saat ini sudah terlepas dari lehernya. Jika ia telah mengolah kitab Seni Surgawi : Tubuh Dewa Naga ke level yang baru, ia yakin serangan seperti itu tidak akan bisa menggoresnya.
“Reaksi anak ini sangat luar biasa! Aku tidak menyangka bahwa dia masih bisa menahan serangan kita berdua sekaligus!” Ucap Qiuzi dengan wajah gelap.
“Ya. Aku tidak menyangka bahwa penyusup adalah anak yang menjadi target kita! Di mana Zhonga? Apa yang dilakukan oleh orang itu sehingga tidak memeriksa daerah sekitar?” Ziu sangat tidak puas dengan kinerja Zhonga yang terlihat selalu santai.
Qiuzi terdiam mendengar apa yang rekannya katakan. Ia langsung menganalisis sesuatu hanya dengan menatap wajah Lin Yan yang tampak tidak ketakutan melihat mereka berdua.
“Mungkinkah?” Mata Qiuzi melebar sedikit dan wajahnya semakin muram.
“Zhonga pasti tewas di tangan anak ini!” Ucap Qiuzi dan terus menatap Lin Yan dengan waspada. Walaupun ia lebih kuat daripada Zhonga, tetap saja ia tidak akan bisa mengalahkan Zhonga dalam waktu yang sangat singkat.
“Apa? Itu tidak mungkin! Kultivasi Zhonga sama seperti kita, Alam Roh tahap ketiga! Tidak mungkin dikalahkan oleh anak dengan kultivasi dua tahap dari kita secepat itu! Zhonga juga tidak selemah kelihatannya walaupun tidak memiliki semangat apa-apa dalam melakukan sesuatu!” Bantah Ziu tidak percaya dengan apa yang Qiuzi katakan.
“Jika apa yang aku katakan tidak benar, kenapa anak ini terlihat sangat santai dihadapan dua kultivator yang memiliki kultivasi diatasnya?” Balas Qiuzi dingin.
Ziu membatu di tempat dan menatap Lin Yan yang tampak santai dipermukaan walaupun saat ini Lin Yan sangat serius karena ada dua musuh yang akan membuatnya sedikit kerepotan.
“Aku tidak menyangka bahwa kau yang akan menjadi penyusup! Tampaknya kau telah membantai semua anggota kelompok Kalajengking Merah di tempat ini! Tetapi, kau tidak akan bisa melakukan apa-apa lagi!” Ucap Qiuzi dengan seringai kejam di wajahnya saat menatap ke arah leher Lin Yan yang tersayat sedikit.
Bahkan Ziu pun sudah melihat itu sedari semula karena setiap luka yang dibuat oleh senjata mereka akan membuat pengaruh yang sangat besar dalam pertarungan karena senjata mereka mengandung racun. Apalagi untuk individu seperti Qiuzi dan Ziu yang merupakan ahli racun dari kelompok Kalajengking Merah meskipun bukan peringkat atas seperti salah satu petinggi.
Namun, tetap saja racun yang digunakan oleh seseorang seperti Qiuzi dan Ziu pasti lebih kuat dari kebanyakan anggota kelompok Kalajengking Merah lainnya.
“Benarkah?” Tanya Lin Yan datar sambil membuat kuda-kuda menyerang menggunakan tombaknya.
Zrrrt! Zrrrt!
Petir hitam perlahan menyelimuti Tombak Raja Langit. Qi yang terpancar pun sangatlah kuat yang membuat Qiuzi dan Ziu semakin waspada. Sebab, sangat jarang ada kultivator yang memiliki atribut petir hitam seperti milik Lin Yan. Bahkan untuk keduanya pun hanya pernah melihat atribut petir biru dan kuning saja.
“Tampaknya kau tidak sesederhana kelihatannya!” Qiuzi pun membuat kuda-kuda untuk bertarung juga. Pedang ditangannya kini diselimuti oleh uap hitam tanda ia adalah pengguna qi racun yang lumayan unik.
Ziu juga membuat kuda-kuda bertarung dan qi-nya juga terpancar keluar. Kali ini, qi yang terlihat berwarna hijau zamrud tanda bahwa itu adalah tipe racun juga.
Melihat kedua qi musuh yang terpancar, Lin Yan hanya menaikkan sudut bibirnya. Ia sekarang mengerti mengapa Zhonga, Qiuzi dan Ziu dianggap sebagai komandan. Hal itu berkaitan dengan qi dan keahlian ketiganya dalam racun. Itu adalah hal yang sangat dihargai oleh kelompok Kalajengking Merah.
Drrrrtttt!
Karena pancaran qi dari ketiganya, gua itu sedikit bergetar.
Zhep!
Ketiganya langsung melesat ke arah musuh masing-masing dengan kecepatan penuh.
Qiuzi lebih dulu muncul di depan Lin Yan sambil mengayunkan pedangnya sekuat tenaga.
Lin Yan juga tidak mau ketinggalan dan mengayunkan tombaknya juga sekuat tenaga.
Tring!
Bilah tombak Lin Yan dan bilah pedang Qiuzi pun berbenturan seketika. Qi berwarna hitam menyebar ke segala arah dan membuat dinding gua memiliki sedikit retakan.
“Mati!” Ziu yang mengambil kesempatan, muncul di samping Lin Yan sambil mengayunkan pedangnya yang telah diselimuti oleh qi berwana hijau.
Dengan Mata Raja, Lin Yan telah menemukan lintasan serangan Ziu, itu tepat mengarah ke lehernya.
Zhep!
Lin Yan langsung menunduk sedikit dan tebasan tersebut mengarah kepada Qiuzi yang berada di depan Lin Yan.
Qiuzi buru-buru melompat mundur sebisanya.
Srak!
Baju Qiuzi sobek seketika dan terlihat sedikit bekas luka di dadanya.
Sementara itu, Lin Yan yang menunduk sebelumnya pun langsung berputar sedikit dan menggunakan kakinya untuk menendang ke arah Ziu.
Buak!
Ziu yang masih terkejut, kehilangan keseimbangannya. Ia mencoba untuk tetap berdiri dengan cara menusukkan pedangnya ke arah tanah.
Lin Yan yang sedang berputar menendang kaki Ziu juga mengayunkan tombaknya dari arah langit ke arah bawah.
Bilah tombak langsung menerjang ke arah Ziu dengan kecepatan yang sangat tinggi.
Ziu dengan susah payah menarik tubuhnya ke arah pedang yang ia pegang dengan tangan kanan untuk menopang tubuhnya.
Bom!
Ledakan terjadi saat tombak Lin Yan membentur permukaan tanah. Ia tidak terkejut bahwa Ziu mampu menahan serangannya.
“Mati bocah sialan!” Teriak Qiuzi dari belakang Lin Yan di jarak hampir lima meter.
“Bilah Racun Kematian..”
Sraing!
Bilah qi racun yang tampak tidak beraturan pun menerjang ke arah Lin Yan dengan kecepatan yang sangat tinggi.
Lin Yan menyeringai karena tau bahwa sulit baginya untuk menghindar serangan Qiuzi. Tetapi ia tidak khawatir sama sekali karena sudah saatnya untuk mencoba sebuah teknik.
Qi petir hitam perlahan merembes dari tubuh Lin Yan. Dalam waktu yang sangat singkat, qi petir hitam memadat dan membentuk sosok kabur tepat diatas Lin Yan.
Sosok setinggi tiga meter yang memiliki mata yang membuat siapa saja merinding terlihat dengan jelas. Tubuh sosok itu terlihat sangat perkasa.
“Roarrr...”
Raungan membuat ruang bawah tanah bergetar terdengar di tempat itu.
“Jiwa Pelahap Raja Naga..”
Bilah qi racun yang awalnya menerjang ke arah Lin Yan pun langsung menabrak sosok yang membuka mulutnya.
Grab!
Sosok yang merupakan sosok Naga Hitam perkasa tersebut langsung menelan bilah qi racun milik Qiuzi.
Deg! Deg!
Qiuzi dan Ziu yang menatap sosok itu pun gemetaran sedikit karena Naga yang tampak melayang-layang disekitar Lin Yan terlihat sangat nyata walaupun itu terbentuk melalui qi petir milik Lin Yan.
Qiuzi dan Ziu langsung mendekat bersamaan karena tau bahwa jika melawan Lin Yan satu per satu, konsekuensinya akan sangat berat.
Lin Yan di sisi lain, menatap keduanya dengan senyum diwajahnya.
“Inikah bentuk dari jiwa naga yang tercipta melalui qi perubahan dari kitab Seni Surgawi : Tubuh Dewa Naga?” Batin Lin Yan saat melirik ke arah atas dan menatap dengan kagum sosok perkasa yang kini bisa ia kendalikan sesuka hatinya.