
Kota Neraka
“Pertarungan dimulai!” Teriak wasit sekeras mungkin yang membuat para penonton bersorak.
Di arena, terlihat Lin Yan yang sedang memegang Tombak Pembunuh Naga sementara Chu Wen memegang pedang di tangannya.
Chu Wen tidak seperti Chu Zho yang langsung menyerang begitu saja. Ia terlihat tenang dan menilai situasi mencari waktu yang tepat untuk menyerang.
“Apa kau tidak menyerang?” Tanya Lin Yan acuh tak acuh.
Mata Chu Wen menyipit sedikit. Pandangannya kini terpaku pada bahu Lin Yan karena merasakan kekuatan samar berada di situ. Ketika ia mengedarkan energi spiritualnya, ia pun tersenyum kejam karena dapat melihat sosok yang sedang duduk di bahu Lin Yan.
“Tidak disangka bahwa selama ini kau adalah seorang Spiritualis Dunia. Aku sekarang paham dari asal Formasi yang muncul begitu saja.” Chu Wen berkata dengan nada dingin dan perkataannya dapat di dengar oleh banyak kultivator.
“Apa? Dia juga seorang Spiritualis Dunia?”
“Tampaknya misteri tentang Formasi yang muncul begitu saja ternyata berasal dari Roh!”
“Roh apa yang dimiliki olehnya?”
Para penonton pun kembali berdiskusi di bangku penonton. Banyak dari mereka yang mencoba melacak sesuatu di sekitar Lin Yan dan para kultivator kuat pun akhirnya dapat melihat keberadaan Xia Yue'er.
“Oh? Kau cukup ahli untuk seorang pria tidak tau diri!” Xia Yue'er pun melambaikan tangannya dan menghapus Formasi yang ada di sekitar tubuhnya.
Ketika sosok Xia Yue'er terlihat, para kultivator tercengang karena tidak akan menyangka bahwa akan ada Roh sekecil itu.
“Roh apa itu?”
“Bagaimana mungkin tubuh sekecil itu mengandung kekuatan spiritual yang begitu besar?”
Para kultivator pun berdiskusi kembali untuk memikirkan apa jenis Xia Yue'er yang sebenarnya.
Namun, untuk kultivator terkuat saat ini yang ada di Colosseum pun tidak mengetahui apa jenis Xia Yue'er sama sekali karena memang Roh Dunia Peri sudah sangat lama tidak membuat kontrak dengan para kultivator di dunia tersebut sehingga catatan mereka telah hilang dari sejarah.
Mungkin hanya beberapa yang masih mengetahui tentang jenis Xia Yue'er dan mereka adalah empat Klan Kuno serta Kekaisaran Han.
“Roh kecil yang sangat sombong! Baiklah akan aku tunjukkan seperti apa kekuatanku yang sebenarnya! Kalian berdua lawanlah aku!” ucap Chu Wen ketika qi yang merupakan elemen Angin pun perlahan merembes di seluruh tubuhnya.
“Lin Yan! Ayo bereskan orang sombong ini!” Xia Yue'er yang tidak menyukai sikap Chu Wen pun berteriak ke arah telinga Lin Yan.
“Biarkan aku membereskannya sendiri Yue'er.” Balas Lin Yan yang membuat Xia Yue'er sedikit cemberut tetapi tidak berkomentar sama sekali.
“Sendiri? Kau terlalu meremehkan aku bocah!” Teriak Chu Wen.
“Langkah Badai!”
Wusssh!
Chu Wen seperti sebuah hembusan angin yang sangat kencang ketika melesat ke arah Lin Yan.
Lin Yan pun tersenyum lebar bersiap-siap bentrok dengan Chu Wen.
“Tombak Petir Suci!”
“Gaya Pertama, Tubuh Petir Suci!”
Zhep!
Lin Yan pun langsung melesat juga dengan kecepatan tinggi sambil mengayunkan Tombak Pembunuh Naga ke arah Chu Wen yang sedang mengayunkan pedangnya juga.
Trang!
Bussssh!
Ketika bentrokan terjadi, Chu Wen menyipitkan matanya karena tau bahwa kekuatan tubuh Lin Yan lebih kuat darinya. Tetapi ia sama sekali tidak gentar karena kecepatannya jauh lebih tinggi dari Lin Yan.
Dengan kecepatan yang sangat tinggi, Chu Wen pun langsung memunculkan sebuah belati kecil di tangan kirinya lalu menebas ke arah leher Lin Yan.
Serangan itu dapat dilihat oleh Lin Yan dengan Mata Raja miliknya. Ia pun memutar Tombaknya sekaligus tetap mendorong tekanan pedang Chu Wen.
Tring!
Srak!
Ketika belati kecil itu diayunkan dan mengenai tombak Lin Yan, ia pun sedikit terkejut karena sedikit lehernya terkena tebasan dan mengeluarkan beberapa tetes darah.
“Tinju Gelombang Kejut..”
Lin Yan pun mengayunkan lengan kirinya yang telah diselimuti oleh qi Petir Hitam.
Melihat itu, Chu Wen hanya menyeringai dan membuat teknik lainnya.
“Gaya Badai, Pusaran Badai!”
Blar!
Tinju Lin Yan pun langsung menghantam tepat ke arah Chu Wen terapi itu tidak mengenainya dan malah berbenturan dengan tornado kecil yang menyelimuti seluruh tubuh Chu Wen.
Bussssh!
Lin Yan pun terpental karena ledakan tersebut. Ketika ia mendarat, ia merasakan Chu Wen telah tiba di belakangnya.
“Matilah!” Teriak Chu Wen ketika mengayunkan pedangnya ke arah leher Lin Yan.
Ketika itu terjadi, Chu Wen merasakan penindasan yang sangat besar sehingga gerakannya tampak seperti melambat.
“Langkah Pemisah Bulan!”
Srak!
Pedang Chu Wen pun menebas leher Lin Yan tetapi ia memasang wajah gelap ketika Lin Yan tampak seperti bayangan kabur.
“Tombak Petir Neraka!”
“Gaya Pertama, Tusukan Neraka Keputusasaan!”
Zhep!
Lin Yan yang muncul di jarak sepuluh meter dari Chu Wen pun melesat dengan kecepatan yang lebih tinggi sekaligus menyerang menggunakan tombaknya dengan gaya menusuk.
Chu Wen berdecak lalu memutar tubuhnya sambil mengayunkan pedangnya dari atas ke arah bawah.
“Pedang Badai!”
Sraing!
Blar!
Bilah pedang Chu Wen pun langsung mengenai mata tombak Lin Yan yang membuat ledakan besar terjadi ketika dua kekuatan besar saling beradu.
Keduanya pun terpental menjauh karena gelombang kejut dari benturan sebelumnya.
Lin Yan yang sedang melesat ke arah belakang pun melempar tombaknya ke arah Chu Wen.
Wusssh!
“Hmp! Apa kau pikir serangan seperti itu akan mampu mengenaiku?” Dengus Chu Wen dan menginjak permukaan arena lalu membuat gaya tolakan sedikit ke arah samping.
Zhep!
Tombak Pembunuh Naga pun melewati leher Chu Wen.
Lin Yan yang menatap itu mengarahkan tangannya ke arah Tombak Pembunuh Naga.
“Tombak Terbang!”
Tombak Pembunuh Naga pun yang melewati Chu Wen melesat ke arah langit dan langsung memutar kembali ke arah bawah tepat ke arah Chu Wen.
“Petir Surgawi!”
Zhung!
“Apa?” Chu Wen terkejut ketika melihat tombak layaknya sebuah petir menyambar tepat ke arahnya.
Jleb!
Chu Wen menusuk pedangnya ke arah arena lalu mengaliri qi-nya ke gagang pedang.
“Badai Tornado!”
Bussssh!
Pusaran angin pun meledak ke arah langit dan langsung menghantam tepat ke arah tombak Lin Yan yang melesat layaknya petir.
Blar!
Angin kencang serta petir hitam menyebar ke segala arah ketika benturan terjadi.
Lin Yan yang menatap itupun mengendalikan Tombak Pembunuh Naga.
Trang!
Ketika Lin Yan menangkap Tombak Pembunuh Naga suara dentingan terdengar seketika.
Chu Wen yang membubarkan tekniknya memasang wajah serius karena Tombak Pembunuh Naga milik Lin Yan tampak seperti hidup. Namun, ketika melihat ke arah Lin Yan lagi, matanya melebar.
Bahkan para penonton pun terkejut ketika melihat ke arah Lin Yan.
“Mode Setengah Naga!”
Drrrrtttt! Drrrrtttt!
Tekanan dari tubuh Lin Yan pun meningkat drastis ketika memasuki mode tersebut. Petir hitam tampak terus-menerus memercik dari tubuhnya.
“Kau..” Chu Wen terkejut melihat penampilan Lin Yan.
Bahkan untuk anggota cabang Klan Yao juga melebarkan mata mereka karena mereka tentu tau Klan yang diisi oleh kumpulan orang-orang seperti Lin Yan.
“Demi-Human!”
Lin Yan mendengar semua diskusi dari para penonton tidak peduli sama sekali. Ia tau bahwa jika dirinya tidak memasuki bentuk setengah naga, pasti akan sulit menjatuhkan Chu Wen.
“Berhati-hatilah! Kali ini tidak akan sama seperti sebelumnya!” Gumam Lin Yan saat mengepakkan sayapnya dan melesat dengan kecepatan hampir tiga kali lipat dari sebelumnya.
Melihat kecepatan Lin Yan, Chu Wen pun tau bahwa Lin Yan memang bukan sembarangan kultivator. Dan kali ini, ia ragu apakah dirinya bisa mengalahkan Lin Yan atau tidak.