
Tiga anggota kelompok Kalajengking Merah bergerak menuju Lembah Naga. Tujuan utama mereka saat ini tentu saja adalah membunuh Lin Yan dan Huan Caiyi karena perintah para Petinggi organisasi mereka. Juga, bayaran untuk membunuh keduanya telah mereka terima. Sebagai organisasi pembunuh profesional, tentu saja kelompok Kalajengking Merah akan menyelesaikan misi dengan segala cara. Apalagi ketika dua anggota mereka telah tewas yang membuat Petinggi kelompok Kalajengking Merah sangat marah. Karena itu, kelompok Kalajengking Merah akhirnya mengirim tiga kultivator tingkat Alam Roh sekaligus untuk membunuh target.
Di tempat lain, Lin Yan dan Huan Caiyi terus-menerus bergerak tanpa henti. Keduanya menghindari deteksi dari binatang roh aneh di tempat itu agar lebih cepat mencapai pusat Lembah Naga.
Semakin dalam mereka bergerak, semakin banyak binatang roh kuat yang muncul. Bahkan beberapa kali terlihat binatang roh setingkat Alam Roh sedang berkeliaran.
“Tempat ini memang sungguh berbahaya. Kemungkinan para binatang roh di tempat ini sama seperti hutan wilayah ketiga di sekte Naga Langit.” Huan Caiyi berkata dengan wajah serius saat melihat beberapa binatang roh tingkat keempat yang berkeliaran.
“Ya. Kita harus lebih berhati-hati sekarang. Lebih baik menghindari binatang roh itu karena mungkin kita tidak akan mampu untuk melawannya.” Lin Yan mengangguk setuju dengan perkataan kakaknya.
“Hm? Tampaknya hutan hanya sampai di sini. Lihat itu.” Huan Caiyi menunjuk ke arah depan.
Tap! Tap!
Keduanya terhenti di salah satu cabang pohon sambil menatap ke arah kejauhan. Tidak jauh, terlihat sebuah danau luas, di seberang danau itu, hamparan semak belukar juga terlihat. Namun ujung dari tempat itu tidak kelihatan sama sekali.
“Ayo kita memutar. Aku merasa danau itu pasti dihuni oleh binatang roh tipe air yang sangat berbahaya. Lihatlah, para binatang roh kuat pun tampak menghindari danau itu.” Lin Yan membuat spekulasi hanya dengan beberapa binatang roh tingkat Xiantian tahap kesembilan tidak mencoba mendekat.
Huan Caiyi juga mengerti dan langsung setuju. Keduanya pun mengambil jalan memutar walaupun itu akan memakan waktu yang lebih lama untuk mencapai tujuan.
Jauh dibelakang Lin Yan dan Huan Caiyi, tiga kultivator saat ini sedang berurusan dengan beberapa binatang roh tingkat Xiantian.
Bom! Bom! Tring! Tring!
Pertarungan tingkat tinggi terjadi antara tiga anggota kelompok Kalajengking Merah melawan beberapa binatang roh bermutasi.
Sraing!
Blug!
“Aku tidak menyangka bahwa pertahanan binatang roh ini sangat kuat! Juga, bentuk mereka semua sungguh aneh, tidak seperti binatang roh yang seharusnya.” Anggota kelompok Kalajengking Merah yang bernama Liubo memasang wajah serius saat ini.
“Gozu, Dongzha! Cepat selesaikan binatang roh itu. Kita telah menemukan petunjuk. Tempat ini sebelumnya telah terjadi pertarungan yang sudah pasti dilakukan oleh kedua anak itu!” Liubo sebagai pemimpin team langsung memberi perintah.
Gozu dan Dongzha pun tidak membuang waktu dan membereskan binatang roh yang mereka lawan dengan mudah. Tentu tingkat Alam Roh tidak akan kesulitan memusnahkan binatang roh tingkat Xiantian walaupun memiliki pertahanan yang sangat kuat.
Ketiganya pun menggali inti binatang roh dan mereka sedikit heran dengan bentuknya. Tetapi mereka hanya menyimpannya dan ingin membongkar apa qi aneh yang mereka rasakan dari inti binatang roh yang mereka bunuh tersebut.
Liubo, Gozu dan Dongzha pun langsung bergerak kembali dengan kecepatan penuh menuju tempat Lin Yan dan Huan Caiyi lalui.
Lin Yan dan Huan Caiyi sama sekali tidak mengetahui bahwa ada tiga kultivator berbahaya yang sedang mengincar nyawa mereka.
Waktu terus berlalu, tidak terasa, sudah hampir dua minggu Lin Yan dan Huan Caiyi memasuki Lembah Naga. Keduanya telah mengintari danau aneh yang memiliki air berwarna hitam pudar. Siapapun pasti akan merasa enggan untuk mendekat.
Tetapi, saat ini, pertarungan intens sedang terjadi di danau tersebut.
Bom!
Ledakan besar terjadi saat seekor Hiu mengetikan menghempaskan ekornya. Ukuran binatang roh hiu itu pun sungguh keterlaluan. Bisa dipastikan bahwa kekuatan binatang roh Hiu itu mencapai tingkat Alam Roh tahap kedua.
Tidak jauh di hadapan binatang roh hiu itu, Liubo, Gozu dan Dongzha sedang memegang pedang masing-masing. Ketiganya memiliki wajah sedikit jelek karena harus berurusan dengan binatang roh yang sangat sulit untuk dibunuh.
Di kaki ketiganya, terlihat bahwa ada qi yang menyelimuti telapak kaki yang membuat mereka bertiga bisa berjalan di atas air. Itu adalah salah satu kemampuan para kultivator Alam Roh.
“Binatang roh ini sungguh kuat! Kekuatannya selevel denganmu, Liubo!” Gozu berkata dengan nada dingin saat menatap ke arah binatang roh Hiu yang kembali menyelam ke dalam danau.
“Itulah sebabnya dari awal lebih baik kita mengambil jalan memutar!” Dongzha berbicara.
“Tidak ada gunanya menyesalinya. Ayo kita bereskan binatang roh itu. Jika kita mengambil jalan memutar, kita akan dalam bahaya. Lihatlah beberapa binatang roh yang tampak mengawasi kita karena terjadi pertarungan. Tetapi para binatang roh itu tidak berani masuk ke danau karena suatu alasan.” Liubo membalas kata-kata kedua rekannya.
Gozu dan Dongzha tidak berdebat lagi karena lebih baik untuk membereskan musuh saat ini dan mengejar Lin Yan dan Huan Caiyi.
Ketiganya sadar bahwa target mereka belum mati di tempat itu karena jika sudah tewas, mereka akan menemukan jejak pertempuran. Dengan kata lain, dua target mereka telah melewati danau walaupun mungkin mengambil jalan memutar.
Binatang roh Hiu muncul kembali yang membuat ketiganya waspada.
“Bunuh!” Teriak Liubo dan langsung melesat dengan kecepatan tinggi bersama dengan Gozu dan Dongzha.
**
Lin Yan dan Huan Caiyi sama sekali tidak mengetahui bahwa terjadi pertarungan besar jauh dibelakang mereka. Saat ini keduanya sedang melewati padang semak belukar yang sangat aneh.
Beberapa kali Lin Yan dan Huan Caiyi akan melawan binatang roh kuat yang sangat pandai bersembunyi.
Tetapi Lin Yan terus mendeteksi binatang roh kuat tingkat Alam Roh sehingga keduanya bisa menghindari pertempuran yang tidak mungkin dimenangkan.
“Yan'er, semak belukar ini jauh lebih berbahaya dari pada hutan sebelumnya. Kita harus bergegas,” ucap Huan Caiyi serius.
Lin Yan mengangguk setuju dengan perkataan Huan Caiyi.
Keduanya pun tidak membuang waktu dan terus bergerak tanpa henti sama sekali dan juga terus menghindari binatang roh kuat. Dengan Mata Raja skill unik Lin Yan, tidak akan sulit untuk mendeteksi binatang roh yang sangat kuat di kejauhan.
Waktu terus berlalu dan tanpa sadar, Lin Yan dan Huan Caiyi telah berada di dalam Lembah Naga selama tiga minggu.
“Akhirnya kita keluar dari tempat ini.” Huan Caiyi berkata dengan nada gembira saat ini.
Tetapi Lin Yan tidak sama sekali saat menatap ke arah kejauhan.
“Sepertinya tempat selanjutnya lebih berbahaya lagi, kakak...” Gumam Lin Yan.
Huan Caiyi yang tersadar dari kebahagiaannya pun menatap ke arah tempat yang sangat jauh.
“Yan'er... Katakan jika kita tidak akan masuk ke tempat itu,” ucap Huan Caiyi saat mengalihkan pandangannya ke arah adiknya.
“Maaf jika membuatmu kecewa kakak, tujuan kita sepertinya ada di tempat itu.” Balas Lin Yan terkekeh.
Wajah Huan Caiyi sedikit pucat dan menatap kembali ke arah depan.
Jauh di depan keduanya, terlihat sebuah jurang yang dihapit oleh dua tebing. Hanya dengan melihat sekilas pun, jurang itu sudah pasti sangatlah dalam.