Dragon Monarch

Dragon Monarch
Chapter 206 - Pintu Keluar



Saat ini, Lin Yan dan Gu Yin sedang asik untuk memanen semua herbal yang ada di sana. Hampir ratusan herbal dengan kualitas yang sangat bagus mereka temukan. Walaupun sisanya herbal berharga juga, tetapi untuk seratus dari semua semua herbal tersebut bisa dikatakan sebagai harta alam sesungguhnya.


Memang benar bahwa menurut Lin Yan herbal Bunga Mutiara Kekal adalah yang terbaik. Tetapi ada juga beberapa herbal yang tidak ia kenali sama sekali dan itu berjumlah tiga buah. Meskipun tidak mengetahui jenis herbal tersebut, ia yakin bahwa usianya pun diatas 10.000 tahun juga.


Lin Yan langsung menyimpan semua herbal penting secara terpisah menggunakan kotak yang diletakkan Formasi khusus. Dan tiga herbal yang ia tidak ketahui apa itu, ia menyimpannya dengan Formasi yang berbeda agar tidak melupakannya. Jika suatu hari nanti herbal itu memang sangat berguna, tidak akan salah mengambil keputusan saat ini untuk menyimpannya dengan aman.


Tidak sampai satu jam, semua herbal di tempat itu telah di panen oleh Lin Yan dan Gu Yin.


Gu Yin mengambil beberapa herbal yang sangat cocok untuk peningkatan kultivasinya dan atribut miliknya sesuai dengan saran yang diberi oleh Lin Yan. Sementara sisanya, Gu Yin tidak meminta kembali karena tidak terlalu mengerti tentang penggunaan herbal-herbal karena ia bukanlah ahli herbal seperti Lin Yan.


“Tampaknya sudah semuanya. Tempat ini memang istimewa. Apakah mungkin kita berlatih di tempat ini dalam jangka waktu tertentu karena waktu akan berjalan lebih lambat. Itu merupakan keuntungan bagi semua kultivator.” Gu Yin pun berbicara dengan sedikit bersemangat saat ini karena tentu ia tidak ingin melewatkan kesempatan untuk berlatih di tempat yang tidak akan bisa ditemukan di manapun di dunia tersebut.


Mendengar kata-kata Gu Yin yang bersemangat, Lin Yan menggelengkan kepalanya dan menjelaskan, “Yin'er.. apa kau lupa dengan apa yang aku jelaskan sebelumnya?”


“Ruangan ini dipertahankan karena segel yang menekan Roh Dewi Kematian. Sumber dari energi segel telah hilang saat ini karena aku menyegelnya di tempat lain. Yang artinya, ketika apapun itu jika kehilangan energinya, sesuatu itu akan mati.”


“Sama halnya bagi pil, jika itu kehilangan semua sumber khasiat yang di pertahanan di dalamnya, itu akan menjadi cangkang kosong saja.”


“Tempat ini juga sama. Tempat yang kita masuki telah kehilangan sumber energi untuk mempertahankan ruangan. Oleh karena itu, mungkin dalam waktu dekat tempat ini akan hancur. Aku tidak tau sampai kapan ruangan ini akan bertahan, lebih baik kita tidak mengambil resiko walaupun sebenarnya sangat disayangkan bahwa kita tidak bisa mempergunakan fasilitas seperti ini.”


Lin Yan menjelaskan dengan nada sedikit masam karena ia tentu tau betapa bergunanya tempat yang mereka masuki. Tetapi lebih baik mencari aman karena mereka tidak tau apa yang akan terjadi jika ruangan itu hancur karena kehilangan sumber energinya.


Mendengarkan penjelasan Lin Yan, Gu Yin langsung paham seketika. Ia juga merasa bahwa sangat disayangkan bahwa mereka tidak bisa menggunakan ruangan tersebut karena tidak tau apa yang terjadi jika ruangan tersebut hancur.


“Ayo kita pergi. Aku juga merasakan bahwa qi di tempat ini serta energi spiritual menipis dengan kecepatan yang sangat tinggi. Dan pintu keluar tempat ini adalah pintu yang tidak aku ketahui apa isinya.” ucap Lin Yan dan perlahan berjalan keluar dari ruangan tersebut.


Gu Yin hanya menurut dan keduanya pun menghampiri pintu terakhir yang belum di buka.


Ketika mencapai pintu terkahir, Lin Yan dan Gu Yin saling memandang. Setelah keduanya mengangguk, Lin Yan pun membuka pintu tersebut.


Tetapi apa yang mereka lihat membuat mereka tercengang karena isi pintu tersebut hanya ada sesuatu yang gelap.


“Apakah benar ini jalan keluarnya?” Tanya Gu Yin tidak terlalu yakin.


“Aku tidak tau. Isi dari pintu ini sangat aneh. Aku sama sekali tidak merasakan apapun ketika melacaknya.” Lin Yan juga heran saat menatap isi pintu yang hanya ada kegelapan.


“Apakah mungkin pintu ini akan membawa kita ke perbatasan dua Kerajaan? Jika itu bisa maka akan lebih baik. Aku sudah menduga bahwa banyak kultivator yang akan menunggu kita keluar dari Situs Gunung Safir karena kejadian sebelumnya,” ucap Gu Yin.


Bola mata Lin Yan berputar karena merasa bahwa Gu Yin mengharapakan bahwa pintu itu seperti pintu yang dapat membawa siapapun ke manapun. Bisa dikatakan, jika itu nyata, maka ini adalah pintu ke mana saja.


Ketika mereka masuk, pintu tersebut tertutup perlahan dan Lin Yan serta Gu Yin yang masuk tidak terlihat sama sekali seolah-oleh mereka tidak pernah melangkah sama sekali ke dalam pintu.


Ckrek!


Pintu pun tertutup sepenuhnya. Tidak lama kemudian, guncangan hebat terjadi di dalam ruangan tersebut.


Pintu yang menyegel Roh Dewi Kematian sebelumnya pun langsung retak sedikit demi sedikit. Sama halnya untuk pintu yang menyimpan beberapa herbal di dalamnya.


Krak! Krak! Prang!


Kedua pintu tersebut hancur seketika. Tidak lama kemudian, ruang tersebut pun memiliki retakan di mana-mana seperti jaring laba-laba.


Prang!


Ruang tersebut hancur seketika dan berubah menjadi putih sepenuhnya. Tempat itu kini hanya menyisakan satu pintu saja yang di masuki oleh Lin Yan dan Gu Yin.


Tidak lama kemudian, pintu yang tersisa perlahan berubah sedikit demi sedikit dan memunculkan ukiran-ukiran yang membuat siapa saja akan terkejut terutama untuk Lin Yan dan Huan Caiyi yang pernah memasuki Lembah Naga.


Pintu tersebut kini berubah menjadi sembilan warna yang berbeda, dan ada beberapa kisah tertentu yang diceritakan di setiap pinggirannya.


Dan di tengah-tengah, ada ukiran yang besar, itu adalah ukuran seekor Naga Hitam dengan enam sayap yang tampak sedang meraung. Bagian bawahnya, terlihat semua makhluk sedang bersujud ke arahnya. Siapapun yang melihat ukuran tersebut sangat tau bahwa Naga Hitam tersebut adalah seorang penguasa yang menjadi pemimpin semua makhluk hidup.


Gua tempat Formasi itu berada juga langsung ditutupi oleh Formasi yang baru agar tidak ada yang bisa masuk ke dalam sana.


Di suatu tempat di Perbatasan Kerajaan Bintang dan Kerajaan Bulan.


Sebuah pintu perlahan muncul di tempat yang lumayan sepi, tempat itu dekat dengan sebuah kota kecil yang tampak sangat kumuh karena sering terjadi perang di sekitar mereka.


Pintu tersebut perlahan terbuka dan dua sosok pun keluar dari pintu.


“Hm? Di mana ini?” Tanya sosok wanita yang merupakan Gu Yin sambil melirik ke sana ke mari.


Satu sosok lainnya adalah pria yang tidak lain adalah Lin Yan. Ia tidak menjawab dan menoleh ke belakang. Ia menaikkan sedikit alisnya karena pintu tersebut perlahan-lahan pudar ke udara tipis.


Ketika Lin Yan menatap pintu tersebut lenyap, ia pun langsung melihat sekelilingnya juga.


“Aku tidak tau di mana kita saat ini. Tetapi yang pasti, kita keluar di tempat yang sangat jauh dari Situs Gunung Safir karena bahkan Gunung setinggi itu tidak kelihatan sama sekali.” Lin Yan tidak tau harus bagaimana bereaksi karena pintu sederhana sebelumnya mampu membawa mereka ke tempat yang sangat jauh walaupun ia tidak tau bahwa pintu yang ia gunakan sebelumnya sama sekali tidak sesederhana kelihatannya.