Dragon Monarch

Dragon Monarch
Chapter 373 - Negosiasi



Sungai Abadi


Ketika Xiao Ziya berhasil membelah qi seseorang, wajahnya sedikit menyipit karena tentu tau ada qi kuat yang menyebar ke udara lalu menghilang. Ia tentu paham bahwa pemilik qi akan mencoba untuk melacak tempat mereka berada. Tetapi, ia sama sekali tidak khawatir karena para kultivator dari dunia Abadi tidak akan bisa masuk ke dunia fana. Mereka pasti mengirim pasukan yang lemah ke tempat mereka walaupun mungkin itu berada di tingkat Alam Sage tahap kesembilan.


Di sisi lain, Lin Yan langsung menarik Buah Abadi yang ia dapatkan. Ia masih ini merasa bingung apa yang spesial dari Buah Abadi itu karena para kultivator berbondong-bondong untuk mengambilnya seperti orang tolol dan kali ini pun ia ikut karena ingin tau.


Lima kultivator yang merupakan anggota Sekte Wayang dan tiga kultivator Sekte Mayat pun langsung mendekat ke arah Lin Yan yang telah berhasil mengambil Buah Abadi.


Tidak hanya itu, ada tiga kultivator lainnya yang memiliki kultivasi tingkat Alam Raja tahap kedelapan dan satu kultivator tingkat Alam Raja tahap kesembilan yang selamat selain dari kelompok anggota Sekte Wayang dan Sekte Mayat.


Semua berhenti tidak jauh dari Lin Yan tetapi tidak mencoba langsung merebutnya. Alasannya tentu sederhana, mereka mengira Lin Yan tidak mungkin kabur, tetapi masalahnya saat ini adalah kultivator lainnya. Ketika Buah Abadi tidak lagi berada di tangan Lin Yan, mereka pasti akan secara otomatis bertarung dengan kultivator lainnya untuk memperebutkan Buah Abadi.


Dan kemungkinan lainnya, mereka tidak langsung merebut Buah Abadi karena mungkin Lin Yan akan menghancurkan Buah Abadi tersebut sebelum mereka berhasil merebutnya.


Sedangkan untuk Dai Mubai, ia awalnya terkejut bahwa Lin Yan dapat mengambil Buah Abadi. Itu tidak sama seperti informasi yang diceritakan secara umum bahwa seseorang harus melawan kehendak tertentu untuk mendapatkan Buah Abadi.


Tentu hal seperti itu tidak penting karena Xiao Ziya telah memutuskan qi seseorang yang menyelimuti Buah Abadi agar seseorang dapat dengan bebas mengambil Buah Abadi yang jatuh di Sungai Abadi.


“Bocah, serahkan Buah Abadi itu dan kami akan mengampunimu!” ucap salah satu kultivator dari Sekte Mayat saat sosok berkerudung muncul di belakangnya, sosok tersebut tidak lain adalah Mayat yang digunakan sebagai senjata.


Lin Yan yang sedang memegang Buah Abadi menatap ke arah kultivator yang terlihat seperti pria paruh baya dengan tatapan kosong penuh arti. Ia sedikit jijik menatapnya karena dengan Mata Raja, ia dapat melihat betapa busuknya aura yang mengelilingi kultivator yang mengancamnya itu.


Di sisi lain, wajah Dai Mubai sedikit muram ketika Lin Yan diancam oleh kultivator yang berasal dari Sekte Mayat. Awalnya ia ingin melawan para anggota Sekte Wayang dengan Lin Yan, namun kali ini tampaknya situasi mereka akan menjadi sulit. Tetapi ia sama sekali tidak mundur karena ia bukanlah tipe yang akan melarikan diri hanya karena ada banyak kultivator kuat dihadapannya.


“Cepat serahkan bocah! Kau harus tau konsekuensi dari menantang Sekte Wayang!” Teriak Tetua Ketiga dingin ke arah Lin Yan.


“Tunggu, kalian ingin menyerahkan Buah Abadi ini bukan? Lalu, pada siapa aku harus memberinya?” Tanya Lin Yan dengan nada sangat polos. Ia sama sekali tidak takut diancam oleh beberapa kultivator setingkat mereka yang bahkan belum mencapai tingkat Alam Kaisar.


Para kultivator tidak jauh dari hadapan Lin Yan membeku di tempat. Mereka semua saling melirik karena tentu ada banyak dari mereka, atau lebih tepatnya ada tiga kelompok. Yaitu, kelompok Sekte Wayang, Sekte Mayat dan beberapa kultivator bebas.


“Oh? Tampaknya Buah Abadi ini juga sangat rapuh..” Gumam Lin Yan saat mencoba meremasnya sedikit.


“Hentikan!” Teriak semua kultivator tersebut sedikit panik menatap apa yang dilakukan oleh Lin Yan.


“Hm? Kenapa aku harus berhenti? Akulah yang mendapatkan Buah Abadi ini. Jadi itu terserah padaku apakah aku harus menyimpannya, membuangnya, memberikannya kepada orang lain atau bahkan menghancurkannya.” Lin Yan mengatakan itu dengan senyum yang sangat hangat.


Dai Mubai di sisi lain tidak bisa berkata-kata saat menatap senyum hangat di wajah Lin Yan.


“Baiklah, ayo kita lakukan perdagangan!” Tetua Ketiga Sekte Wayang pun berbicara dan menawarkan barter.


Sebelum Tetua Ketiga berbicara, anggota Sekte Mayat pun berbicara. “Kami Sekte Mayat akan menukarnya dengan banyak Ikan Qi dengan kapasitas qi total senilai 1.000.0000 batu spiritual kelas atas.”


Wajah Tetua Ketiga Sekte Wayang gelap mendengarnya lalu langsung menambahkan harga, “Kami akan membayarnya dengan Ikan Qi dengan kapasitas qi senilai 1.500.000 batu spiritual kelas atas!”


“Tampaknya mereka sangat menghargai Buah Abadi ini.” Batin Lin Yan.


Dai Mubai perlahan melayang ke samping Lin Yan lalu berbisik, “Lin Yan, aku dengar bahwa Buah Abadi yang di dapatkan oleh seseorang pernah di lelang dengan harga 3.500.000 batu spiritual kelas atas!”


Semua kultivator yang menjadi musuh saat ini memasang wajah gelap dan menatap ke arah Dai Mubai dengan tatapan membunuh karena mencampur bisinis mereka dengan Lin Yan. Mereka semua telah memutuskan bahwa setelah Buah Abadi di dapatkan, mereka akan membunuh Dai Mubai.


“Oh?” Mata Lin Yan cerah mendengar apa yang dikatakan oleh Dai Mubai.


“Aku dengar, Buah Abadi kali ini berbeda dengan yang biasanya. Jika harga Buah Abadi biasa 3.500.000 batu spiritual kelas atas, maka aku akan menjual Buah Abadi ini dengan harga 7.000.000 batu spiritual kelas atas.” Lin Yan menawar dengan senyum kebahagiaan.


Wajah Dai Mubai berkedut keras karena tidak menyangka bahwa Lin Yan sangat serakah.


Xiao Ziya yang bersiap-siap bertarung pun hanya terkikik kecil dengan kata-kata Lin Yan. Tetapi ia yakin bahwa Lin Yan tidak akan mau menjual Buah Abadi tersebut.


“Nak, harga yang kau tawarkan terlalu tinggi! Kau bahkan tidak tau apa fungsi dari Buah Abadi itu!” ucap Tetua Ketiga Sekte Wayang dingin.


“Ya, lagi pula kau tidak mungkin bisa lolos dari kami jika tidak menjual Buah Abadi itu. Jangan terlalu memaksakan keberuntunganmu, bocah!” ucap Anggota Sekte Mayat dengan dingin saat qi-nya perlahan bocor.


“Aku tidak memaksakan keberuntunganku. Aku hanya ingin berdagang. Lagi pula, karena aku tidak mengetahui apa kegunaan dari Buah Abadi ini, maka lebih baik menghancurkannya jika tidak ada yang mau membelinya. Aku telah menggunakan cukup banyak qi sebelumnya ketika mengambil Buah Abadi ini. Setidaknya usahaku akan dihargai.” Lin Yan berkata dengan nada lelah.


Xia Yue'er yang berada di kursi VIP-nya sepanjang waktu pun terkikik sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya yang mungil ketika mendengar kata-kata Lin Yan.


“Sungguh berwajah tebal.” Batin Xiao Ziya.


Dai Mubai juga tidak tau harus bereaksi seperti apa mendengar apa yang dikatakan Lin Yan.


Sementara untuk kultivator lainnya yang mendengar apa yang dikatakan oleh Lin Yan memasang wajah sangat gelap seperti pantat wajan yang telah dibakar selama bertahun-tahun.


“Oh? Bagaimana jika seperti ini, kalian semua ada dua belas orang. Kalian akan membayar dengan Ikan Qi masing-masing dengan kapasitas qi senilai 1.000.000 dan aku akan melempar Buah Abadi ini ke udara agar kalian memperebutkannya. Kalian harus paham bukan, jika aku menyerahkan Buah Abadi ini ke salah satu dari kalian dan kalian membayar dengan harga setidaknya 4.000.000 batu spiritual kelas atas, kultivator lainnya pasti akan memperebutkannya juga. Bagaimana? Ini adalah proposal yang bagus.” ucap Lin Yan dengan senyum cerah.


Dan saat inilah Lin Yan menggunakan keahliannya untuk berdagang dengan para kultivator yang sangat terobsesi dengan Buah Abadi yang belum ia ketahui apa fungsinya.