
Dimensi Naga
Waktu terus berlalu, karena para anggota Klan Naga Angin kebanyakan hanya memiliki tingkat kultivasi Alam Kaisar tahap keempat dan kelima, Lin Yan dan Gu Yin tidak merasa kesulitan untuk menghabisi mereka.
Bom! Bom! Bom!
Ledakan beruntun terjadi di suatu tempat, di saat itu pula, gunung gunung es kecil berwana hitam meledak disertai oleh angin yang membentuk tornado.
“Khaaaaa...”
Seekor Naga Angin setinggi lima belas meter pun terlihat meraung. Ia mengumpulkan qi dalam jumlah yang sangat besar lalu menembakkannya ke arah tertentu.
“Raungan Naga Angin...!”
Blar!
Ledakan angin pun terlihat dan itu menghempaskan hutan yang ada di hadapan Naga Angin tersebut.
Tidak jauh dari lokasi Naga Angin tersebut, Lin Yan saat ini terlihat tersenyum lebar ketika menatap serangan dahsyat yang berasal dari Naga Angin yang menerjang ke arahnya.
Jleb!
Lin Yan menancapkan Tombak Pembunuh Naga di permukaan tanah lalu memegangnya dengan tangan kanannya serta mengaliri qi-nya dalam jumlah yang sangat besar.
Bussssh!
Serangan tersebut pun menghantam Lin Yan tetapi serangan yang dilancarkan oleh Naga Angin itupun membelah ke dua arah yang berbeda karena tidak mampu menembus kekuatan Lin Yan.
“Tombak itu...” Naga Angin yang menatap ke arah Tombak Pembunuh Naga pun memasang wajah yang sangat garang. Ia mencium aroma darah jutaan naga dari Tombak Pembunuh Naga yang membuatnya ketakutan.
Wusssh!
Ketika serangan telah selesai, Lin Yan yang tidak mengalami cidera sama sekali mencabut Tombak Pembunuh Naga. Ia pun menatap ke arah belakang dan hutan dalam radius puluhan km pun tersapu oleh serangan yang dilancarkan oleh Naga Angin yang memiliki tingkat kultivasi Alam Kaisar tahap keenam.
“Para Naga memang sangat kuat! Tetapi...” Ketika Lin Yan menghentikan kata-katanya, rambut hitam panjang miliknya menari-nari ke udara.
Bussssh!
Lin Yan pun langsung melesat dengan kecepatan yang sangat tinggi ke arah Naga Angin tersebut. Dalam sekejap mata, ia pun tiba dan langsung mengayunkan Tombak Pembunuh Naga dengan cara menusuk.
“Tombak Petir Neraka!”
“Gaya Pertama, Tusukan Neraka Keputusasaan!”
Mata Naga Angin itupun melebar. Ia langsung mengayunkan cakarnya sekuat tenaga disertai ruangan yang ia keluarkan.
Jleb!
Wusssh!
Lin Yan menerobos cakar naga tersebut dan terus mengebor ke dalam tubuhnya.
Jrezzh!
Lin Yan pun keluar dari tubuh Naga Angin yang ia tikam hingga tewas. Senyum di wajahnya tidak bisa ia sembunyikan karena merasa sangat menyenangkan ketika menghancurkan para Naga.
Blug!
Naga Angin itupun terjatuh ketika lubang besar terlihat di tubuhnya. Ia tewas dalam sekejap mata karena memang sedari awal, ia tidak akan memiliki kesempatan untuk melawan seseorang seperti Lin Yan.
“Lin Yan, ini adalah yang kedua puluh. Naga kali ini jauh lebih kuat dari pada yang lainnya.” ucap Gu Yin saat menghampiri Lin Yan.
“Ya. Pasti masih banyak Naga Angin yang lebih kuat lagi. Karena beberapa dari mereka sebelumnya mengatakan bahwa Raja Naga Angin tidak akan membiarkan kita lolos.” ucap Lin Yan serius. Ia juga sedikit waspada tentang Naga yang disebut sebagai Raja Naga Angin tersebut.
Sebelum Gu Yin berbicara lagi, Lin Yan memasang ekspresi serius. Ia menatap ke arah tertentu dengan tatapan dingin karena merasakan kekuatan luar biasa yang mendekat ke arahnya dan Gu Yin.
“Ada dua Naga dengan kekuatan tingkat Alam Kaisar Tahap ketujuh!” ucap Lin Yan serius.
“Tingkat Alam Kaisar tahap ketujuh?” Gu Yin terkejut mendengarnya karena ia pasti akan tidak mampu melawan dengan cara biasa karena ia masihlah kultivator tingkat Alam Kaisar tahap ketiga. Jika ia menggunakan kekuatan khusus dalam tubuhnya yang baru saja terbangun ketika menyelesaikan ujian di Kuil Dewi Salju, ia mungkin akan bisa melawan salah satu dari mereka dalam waktu tertentu.
“Apa yang akan kita lakukan? Apakah kita akan melawan mereka?” Tanya Gu Yin menatap Lin Yan karena semua keputusan ada pada Lin Yan.
Lin Yan terdiam untuk beberapa saat lalu menaikkan sudut bibirnya, “Ya, aku ingin mencoba sesuatu yang membuatku kehilangan banyak qi sebelumnya. Aku ingin melihat apakah aku mampu mengalahkan keduanya!”
“Maksudmu bentuk Naga Sejati?” Tanya Gu Yin.
“Ya.”
“Apakah itu tidak apa-apa?”
“Biarkan aku mencobanya, Yin'er. Jika tidak, aku tidak akan pernah bisa tumbuh lebih kuat!” ucap Lin Yan serius.
“Baik kalau begitu. Berhati-hatilah.” Setelah itu, Gu Yin pun menjaga jarak karena ia tau bahwa Lin Yan pasti ingin melawan keduanya seorang diri.
Lin Yan tersenyum melihat Gu Yin yang sangat pengertian padanya setiap waktu. Tatapannya kini tertuju pada dua sosok yang mulai terlihat.
Zhep!
Keduanya muncul di permukaan tanah di jarak hampir sepuluh meter dari Lin Yan. Wajah keduanya kini sangat gelap karena melihat beberapa anggota Klan Naga Angin yang kuat telah jatuh dengan cara mengenaskan.
Dan juga, ketika menatap ke arah Tombak yang ada di tangan Lin Yan, mereka sedikit bergetar karena dapat mencium aroma darah jutaan naga yang tampaknya telah melekat di tombak tersebut.
“Manusia.. kau sungguh berani membunuh banyak anggota Klan Naga Angin!” ucap salah satu pria paruh baya botak dengan nada dingin.
“Apakah kalian berdua ingin mengikuti jejak mereka?” Tanya Lin Yan dengan senyum kejam saat memperlihatkan sedikit taring giginya.
“Ingin mengikuti jejak mereka? Ha-ha-ha, aku tidak menyangka bahwa para manusia akan menjadi lebih arogan dari sebelumnya.” ucap pria paruh baya dengan janggut yang sangat panjang.
“Arogan?” Lin Yan menaikkan sudut bibirnya ketika mendengar apa yang dikatakan oleh kedua Naga tersebut.
“Namun, karena kau telah membunuh banyak anggota Klan Naga Angin, maka tidak ada ampun bagimu!” Kedua Naga Angin itupun membesar dalam sejenak. Tinggi keduanya mencapai hampir dua puluh meter.
Saat keduanya memasuki wujud sejati mereka, aura yang sangat ganas pun terpancar ke segala arah. Di sekitar mereka, angin kencang berhembus tiba-tiba dan membentuk beberapa tornado kecil.
Menatap hal itu, Lin Yan semakin bersemangat. Ini adalah naluri dari garis darah miliknya ketika melihat seekor naga yang memiliki kekuatan lebih tinggi darinya.
“Karena kalian berdua ingin mengikuti jejak naga-naga rendahan itu, maka aku akan mengabulkan permintaan kalian!” ucap Lin Yan dingin. Ia pun menyimpan Tombak Pembunuh Naga, di saat itu juga, aura yang teramat ganas meledak yang membuat kedua Naga Angin yang baru saja muncul dalam bentuk naga langsung melompat mundur.
Drrrrtttt!
Guncangan yang begitu keras terjadi di tempat tersebut, langit menjadi gelap dan di saat itu juga, petir hitam menyambar nyambar.
Tubuh Lin Yan perlahan membesar lalu memasuki bentuk Naga Hitam Kehancuran.
Ketika menatap bentuk Lin Yan, kedua Naga Angin tersebut pun mengerti bahwa musuh yang mereka hadapi saat ini bukanlah manusia, tetapi Naga yang menyatakan dirinya sebagai Raja Naga beberapa hari yang lalu.