
Bussssh!
Energi berwana hitam kemerahan pun menerjang keluar serta mencoba membuka pintu lebih lebar.
“Ini..” Lin Yan sangat pucat merasakan aura tersebut. Ini pertama kalinya ia merasakan kematian tampak menyelimutinya.
Di sisi lain, Gu Yin saat ini memunculkan butiran-butiran keringat di dahinya. Ia juga sangat pucat dan tubuhnya gemetaran tak terkendali.
Xia Yue'er langsung terjatuh ke bawah karena tidak mampu menanggung aura yang sangat mencekam tersebut. Air matanya menetes seketika. Ia menangis dengan tidak bersuara sama sekali karena ini adalah murni rasa takut terbesar yang pernah ia alami seumur hidupnya.
Busshhh!
Aura yang lebih besar pun langsung keluar dari pintu tersebut dan membuka pintu sepenuhnya.
Lin Yan, Gu Yin dan Xia Yue'er pun langsung dihempaskan menjauh karena tidak mampu menahan lonjakan energi spiritual yang mendekati qi Kematian.
Blug! Blug! Blug!
Lin Yan, Gu Yin dan Xia Yue'er terjatuh setelah dihempaskan.
Xia Yue'er terlihat tidak bergerak sama sekali dan hanya menangis karena merasakan ketakutan tiada berujung.
Sementara Gu Yin mencoba untuk berdiri dengan tubuh gemetaran tetapi tidak bisa sama sekali, ia terjatuh kembali ke permukaan tanah karena tidak mampu menanggung aura tersebut.
Hanya Lin Yan yang saat ini berkeringat sedikit perlahan berdiri. Walaupun wajahnya sedikit pucat, dirinya merasa tidak mau tunduk pada sesuatu yang menghasilkan aura tersebut.
“Setelah sekian lama..”
Suara wanita yang sangat merdu terdengar. Suara itu tampak sangat menghanyutkan yang bisa membawa seseorang ke jurang kematian terdalam.
Dari pintu yang masih mengeluarkan energi spiritual berwarna merah kehitaman, terlihat satu sosok wanita menggunakan pakaian seperti rok dengan tubuh yang sangat seksi berwana hitam tanpa lengan. Roknya tersebut memiliki panjang diatas lututnya, ja memakai sepatu yang sedikit unik yang membuatnya sedikit lebih tinggi.
Wanita tersebut membawa sebuah sabit hitam di tangan kirinya. Sabit tersebut berwana hitam dengan tongkat yang panjang. Bilah sabit paling atas merupakan yang paling besar dan di bawah bilah utama ada bilah kecil yang berjarak sekitar 20cm.
Lin Yan menatap dari bawah lalu ke atas dan melihat wajah sosok tersebut yang awalnya ditutupi oleh kabut. Ia menatap wanita yang sangat cantik dengan bola mata merah, pupil hitam dengan sedikit iris iris biru. Hidung yang tampak sangat sesuai dengan wajahnya, telinga sedikit runcing, bibir seksi namun terlihat sedikit menyeramkan karena berwarna hitam.
Wanita tersebut memiliki rambut pendek mencapai bahu dan sebagian rambutnya menutupi mata kirinya.
“Mata Raja!”
Lin Yan langsung mengaktifkan Mata Raja untuk memeriksa sosok wanita itu dengan cermat. Tetapi ia tidak dapat mengukurnya sama sekali.
Wanita yang baru saja keluar dari pintu pun menatap ke arah Lin Yan dengan senyum diwajahnya.
“Aku tidak menyangka bahwa manusialah yang membuka pintu. Ini aneh sekali, aku selalu memeriksa keluar dari waktu ke waktu, bahkan di zaman dulu, makhluk kuat pun tidak mampu membuka pintu walaupun sudah menembus Formasi secara paksa. Tampaknya ini akan sangat menyenangkan jika membunuhmu,” ucap wanita tersebut sambil menjilat bibirnya yang seksi.
Wajah Lin Yan gelap mendengarnya. Menyenangkan untuk membunuhku?
Brak!
Lin Yan mengayunkan lengannya ke samping dan Tombak Pembunuh Naga muncul dalam sekejap. Tombak itupun langsung memercikkan petir hitam setiap saat.
Wanita tersebut menatap Tombak Pembunuh Naga di tangan Lin Yan dengan terkejut.
“Oh? Kau bahkan memiliki peninggalannya? Apa karena tubuhmu diisi oleh energi tombak itu yang membuatmu mudah membuka segel seperti sedang membuka pintu?” Wanita itu sedikit terkekeh lalu mengangkat sabitnya dan mengarahkannya ke Lin Yan.
“Karena itu, kau menjadi lebih layak untuk dibunuh, terimalah kematianmu!”
Zhep!
Dengan instingnya, Lin Yan pun langsung mengangkat tombak ke arah atas.
Tring!
Zrrrt! Zrrrt!
Percikan qi yang luar biasa pun menyebar ke segala arah.
Saat menahan tebasan menggunakan sabit oleh wanita tersebut, Lin Yan terus di dorong menjauh. Kakinya terlihat terus-menerus mencoba bertahan tetapi tidak bisa sama sekali.
Wanita tersebut tersenyum karena Lin Yan mampu menahan tebasannya.
“Meledaklah..” Gumam wanita tersebut.
Blar!
Ledakan besar terjadi dan langsung menghempaskan Lin Yan ke tempat yang sangat jauh.
Ledakan tersebut berasal dari qi milik wanita tersebut yang digunakan untuk melapisi sabitnya.
Bom!
Lin Yan menabrak penghalang aneh yang merupakan dinding ruangan tersebut.
Blug!
“Sangat sakit!” Batin Lin Yan saat terjatuh. Ia pun perlahan berdiri dan menatap wanita yang merupakan musuh dengan tatapan dingin.
“Tubuh yang luar biasa kuat. Walaupun kekuatanku saat ini hanya bisa digunakan 0,01% setelah dikuras oleh segel, seharusnya kau tidak akan mampu bertahan. Itu membuatmu semakin layak untuk dibunuh oleh Dewi ini,” ucap wanita tersebut dengan senyum manis diwajahnya.
Mata Lin Yan melebar seketika saat mendengar bahwa itu hanya berjumlah 0,01 kekuatan saja. Sekuat apa wanita itu? Ia pun langsung mengingat tentang ukiran di pintu dan langsung sadar bahwa wanita dihadapannya adalah wanita yang kalah melawan sosok buram dan kemudian ditarik ke dalam sebuah pintu emas secara paksa.
Namun, Kata-kata wanita tersebut membuat Lin Yan tersenyum. Dan itu terlihat sangat ganas.
“Semakin layak untuk dibunuh? Sungguh kata-kata yang luar biasa..”
Saat kata-kata Lin Yan jatuh, qi Petir Hitam menyambar-nyambar dari tubuhnya.
Enam sayap hitam perlahan tumbuh di punggungnya dan kedua lengannya dari siku sampai ke telapak tangan berubah mencari lengan Naga dengan lima cakar.
Tidak hanya itu, dari diatas lutut Lin Yan sampai ke ujung kakinya, Armor hitam seperti perlengkapan perang pun muncul.
Lin Yan menutup matanya lalu membukanya perlahan.
Busshhh!
Petir hitam menyambar ke segala arah saat Lin Yan mengerahkan semua kekuatan yang ia miliki. Matanya pun kini telah berubah menjadi Mata Naga seperti saat ia mengamuk setahun yang lalu.
“Ayo kita lihat siapa yang lebih layak dibunuh saat ini!” ucap Lin Yan saat membuat kuda-kuda menyerang. Senyum diwajahnya muncul karena darahnya sangat mendidih dan menunjukkan bahwa dirinya adalah seseorang yang memiliki kelas lebih tinggi.
Wanita tersebut tertegun melihat perubahan Lin Yan. Matanya melebar dan tubuhnya bergetar sedikit. Tidak lama kemudian, aura yang merupakan campuran dari qi dan energi spiritual pun meledak ke segala arah.
“Ternyata seperti itu. Sekarang aku paham kenapa kau bisa membuka segel dengan mudah! Ini merupakan kesempatan kedua bagiku untuk memusnahkanmu!” Wanita tersebut memasang wajah sangat ganas saat ini karena niat membunuhnya melejit selangit. Ketika niat membunuhnya tidak terbendung lagi, itu membentuk sosok mengerikan di udara yang terlihat akan mencabut nyawa siapa saja yang dilihatnya.
Sementara di atas Lin Yan, auranya membentuk sosok Naga Hitam perkasa yang tampak menemukan musuh kuat baru.
“Aku Roh Dewi Kematian yang merupakan puncak dari segala Roh akan memusnahkanmu hari ini tanpa tersisa untuk membalas kekalahan ku di masa lalu!”