Dragon Monarch

Dragon Monarch
Chapter 471 - Raja Para Naga (End)



Dimensi Naga


Xi Shu adalah masalah yang harus di basmi. Itulah yang ada di dalam pikiran Lin Yan saat ini. Ia tentu tidak akan membiarkan adiknya dan istrinya dalam masalah jika ia keluar dari Dimensi Naga tanpa membereskan Xi Shu.


Duar!


Ledakan api yang sangat dahsyat terjadi. Di saat itu juga, satu sosok perkasa dalam bentuk naga muncul. Bentuknya sedikit mirip dengan Naga Hitam Kehancuran walaupun hanya memiliki sepasang sayap, tidak seperti Lin Yan yang memiliki enam sayap.


“Khaaaa...” Raungan naga pun terdengar yang membuat semua tempat langsung terbakar dalam sekejap.


“Kau akan mati di sini sekarang juga! Dan setelah itu, aku akan memburu semua yang berhubungan denganmu!” Teriak Xi Shu dalam bentuk naga. Ia pun langsung mengumpulkan kekuatan yang sangat besar dalam rahangnya lalu menembakkannya ke arah Lin Yan.


“Bola Api Neraka Penghancur Dunia!”


Blar!


Serangan yang tampak bisa menutupi semua tempat pun melesat ke arah Lin Yan dengan kecepatan yang sangat tinggi.


Menatap itu, Lin Yan tau bahwa jika ia berteleportasi, ia akan terkena gelombang ledakan. Sebab, ketika ia berteleportasi, itu tidak sepenuhnya langsung memindahkan tubuhnya. Inilah kelemahan tekniknya yang baru saja terbangun karena belum sempurna.


Karena tau bahwa ia akan kesulitan untuk mengincar, ia pun langsung mengarahkan tangan kirinya lalu meledakkan qi, qi tersebut bukan qi Petir Hitam yang biasa ia gunakan tetapi qi berwarna ungu.


“Ruang Teleportasi!”


Dung!


Di depan Lin Yan, pengalang tertentu pun muncul berwarna ungu dan serangan dari Xi Shu pun langsung menabraknya.


Duar!


Ledakan dahsyat terjadi di tempat yang tidak terlalu jauh karena Lin Yan mencoba memindahkan semua ruang yang ada di sana.


“Uhuk..” Lin Yan batuk seteguk darah dan merasa semua bagian tubuhnya termasuk Akar Spiritual miliknya seperti dicabik-cabik.


“Apa?” Xi Shu yang menggunakan kekuatan penuhnya dalam satu serangan pun terkejut ketika melihat tekniknya dipindahkan begitu saja ke tempat lain.


“Kau ingin memburu semua yang berhubungan denganku? Aku akan membunuhmu!” Teriak Lin Yan sekuat tenaga saat tubuhnya membesar dengan kecepatan yang sangat tinggi. Ia pun masuk ke bentuk Naga Hitam Kehancuran.


Wusssh!


Lin Yan mengepakkan sayapnya dan terbang ke arah Xi Shu. Ia pun langsung tiba dalam sekejap lalu mengayunkan cakarnya yang telah diselimuti oleh petir hitam bercampur petir merah karena ia melapisi serangannya menggunakan qi Raja.


“Jangan sombong sialan!” Xi Shu berteriak keras dan mengayunkan cakarnya yang telah diselimuti oleh api bercampur petir hitam juga.


Blar!


Jrezzh! Jrezzh!


Ketika kedua cakar bertemu, gelombang dari serangan menyebar ke segala arah dan membuat banyak tempat tercabik-cabik.


Bom! Bom! Bom!


Pertarungan antara keduanya pun pecah. Bentrokan dahsyat tersebut disaksikan oleh semua naga yang ada di sana. Para Raja Naga Elemen juga menjaga jarak dari pertempuran. Mereka semua tau bahwa level pertarungan tersebut tidak dapat mereka campuri sama sekali.


Duar!


Xi Shu terpental saat sebuah teknik yang sangat kuat mengenai tubuhnya. Namun, di saat ia terpental, ia pun melancarkan salah satu serangan terkuatnya juga.


“Cakar Naga Iblis!”


Sraing!


Saat cakar diayunkan, satu bilah qi berwana ungu pun melesat ke arah tempat Lin Yan.


Menatap serangan yang dapat membelahnya menjadi dua bagian dalam sekejap, Lin Yan pun langsung menyusut ke bentuk setengah naga.


Jrezh!


Dimensi Naga seolah-olah dirobek oleh sesuatu. Ruang diluar dimensi Naga pun terlihat dari serangan tersebut. Karena Dimensi Naga hampir hancur, Xi Shu mampu melakukan hal seperti itu.


Teleportasi!


Lin Yan yang telah masuk ke bentuk Demi-Human pun menghilang dalam sekejap lalu muncul tepat di bawah Xi Shu yang masih dalam bentuk naga.


“Tombak Penghancur Ruang!”


Wusssh!


Blar!


Ketika Lin Yan mengayunkan tombaknya, ruang juga tampak robek dalam sekejap. Ia bisa melakukan hal seperti itu karena kekuatan garis darahnya yang sudah bangkit walaupun belum sepenuhnya.


“Khaaaa..”


Xi Shu yang terkena serangan pun langsung terpental. Luka yang sangat parah terlihat di dadanya.


Zhep!


Setelah menyetabilkan tubuhnya, Xi Shu masuk ke bentuk setengah naga. Sangat terlihat bahwa dadanya saat ini berwarna merah karena dilumuri oleh darahnya.


“Ternyata kau sudah bisa menggunakan kekuatan dari Permaisuri Surgawi! Kau memang benar-benar putranya!” ucap Xi Shu. Ia pun langsung mengeluarkan kapak yang sangat besar lalu menyelimutinya dengan api hitam dan juga aura berwana abu-abu.


“Tetapi karena kau bukanlah pengguna konsep, kau pasti akan kalah!” ucap Xi Shu saat ia menghilang dan muncul tepat di depan Lin Yan.


“Tebasan Pembelah Alam!”


Menatap serangan yang sangat kuat datang padanya, Lin Yan juga langsung mengayunkan Tombak Pembunuh Naga sekuat tenaga.


“Tombak Penghancur Ruang!”


Blar!


Keduanya saling bentrok. Di saat itu juga, keduanya pun langsung terhempas.


Lin Yan dapat merasakan bahwa tubuhnya diserang oleh kekuatan yang mirip dengan yang ada di Danau Yin-Yang. Namun, karena ia telah mengembangkan kekebalan, kekuatan Konsep Xi Shu tidak akan bisa melukainya dengan parah.


Zhep!


Di sisi lain, Lin Yan yang telah menyetabilkan tubuhnya pun memuntahkan darah yang lebih banyak lagi. Tubuhnya sedikit gemetaran karena tau bahwa tubuhnya tidak bisa bertahan lebih lama lagi. Ia merasa bahwa ada sesuatu yang salah pada tubuhnya saat ini tetapi ia tidak memiliki waktu untuk memeriksanya. Ia harus fokus pada Xi Shu.


“Tampaknya aku harus menghabisinya dengan segala yang aku miliki!” Batin Xi Shu saat menyimpan kapaknya.


Wusssh!


Xi Shu pun muncul kembali di depan Lin Yan lalu menyerang dengan tangan kosong. Lin Yan juga tidak tinggal diam dan menyerang juga.


Trang! Trang!


Keduanya terus bentrok dan terus berpindah tempat.


Wusssh!


Lin Yan terlihat melesat dan mencoba menusuk dengan tombaknya dari arah atas ke bawah.


Duar!


Serangan Lin Yan berhasil dihindari oleh Xi Shu dan gunung raksasa tempat mereka bertarung hancur setengahnya.


Zhep! Zhep!


Keduanya pun menjaga jarak kembali dan saling menatap satu sama lainnya. Keduanya sangat kelelahan saat ini walaupun hanya bertarung sekitar lebih dari sepuluh menit. Luka yang sangat banyak terlihat di tubuh keduanya, terutama untuk Lin Yan yang memiliki luka yang lebih banyak.


Dung!


Tangga kanan Xi Shu yang ia bentuk seperti sebuah pedang pun diselimuti oleh kekuatannya yang paling besar yang bisa ia kerahkan untuk menghabisi Lin Yan dalam satu serangan.


Lin Yan juga melakukan hal yang sama dan menyelimutinya dengan semua kekuatannya yang tersisa.


“Matilah!”


“Bola awal Kehancuran!”


“Bola Api Neraka Kehancuran!”


Blar! Keduanya pun menembakkan serangan dari mulut masing-masing.


Duar!


Ledakan besar terjadi saat kedua serangan bertemu. Di saat itu juga, keduanya pun langsung melesat ke arah musuh masing-masing.


“Pisau Iblis Abadi!”


“Tombak Kehancuran Pemecah Ruang!”


Jleb! Jleb!


Kedua serangan pun langsung menembus dada musuh masing-masing.


“Uhuk..” Xi Shu batuk darah ketika dadanya di tembus walaupun tidak mengenai jantungnya.


Sementara Lin Yan, jantungnya terkena sedikit dan mengalami pendarahan. Bisa dipastikan bahwa kematian akan mencoba membawanya setiap waktu.


“Luka ini tidakkah masalah! Setelah kau mati, aku akan keluar dari sini dan mencari ibumu untuk menghabisinya juga! Dia pasti akan menderita bahwa dia tau bahwa putra kesayangannya tewas di tanganku!” ucap Xi Shu dengan nada jahat.


Mendengar apa yang dikatakan oleh Xi Shu, Lin Yan tersenyum sedikit karena itulah yang ingin ia dengar bahwa sebenarnya ibunya masih hidup sampai saat ini.


“Aku tidak tau kekuatan apa yang aku miliki. Tetapi kau pasti tau dengan jelas bukan? Apakah kau tidak ingat kekuatan seperti apa yang aku miliki sebenarnya?” Tanya Lin Yan dengan seringai kejam diwajahnya.


Mata Xi Shu melebar ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Lin Yan. Sebelum ia menjawab Lin Yan pun mencengkram erat tombaknya.


“Kehancuran Ruang!”


Blar!


Tubuh Xi Shu meledak dalam sekejap. Sebenarnya Lin Yan melakukan teleportasi di beberapa bagian tubuh Xi Shu yang menyebabkannya meledak.


“Kaulah yang akan mati karena mencoba memburu keluargaku!” ucap Lin Yan dingin.


“Aaaaaa!” Lin Yan berteriak keras sambil menggunakan kekuatannya yang dilapisi oleh qi Raja.


Supremasi : Dewa Binatang Buas!


Dung!


Aura tersebut menyelimuti hampir seluruh dimensi Naga. Dan di saat itu juga, semua naga yang menyaksikan itu pun langsung berlutut ke arah Lin Yan yang berada di gunung yang telah hancur setengah.


Jleb!


Lin Yan menancapkan Tombak Pembunuh Naga lalu perlahan berlutut sambil memegang tombaknya serta dadanya dengan tangan kirinya karena darah yang sangat banyak terus mengalir tanpa henti.


“Kakek, Nenek, Yin'er, Kakak Caiyi, Yue'er, Ziya, Qinzhu, Xiao Yuu dan Yuuxuan... Tampaknya... Kita tidak.. akan bisa... Bertemu... Kembali...” Gumam Lin Yan saat tatapannya perlahan menjadi kabur. Detak jantungnya pun melambat. Ia pun menutup matanya dengan senyum penuh penyesalan karena tidak bisa bertemu dengan mereka semua lagi.


“Khaaaaaa...!”


Sementara itu, para naga yang berlutut pun langsung meraung keras keras langit karena di saat Raja Naga terlahir, di saat itu juga mereka kehilangan Raja mereka. Ini adalah raungan penuh kesedihan.


Blar! Blar! Blar!


Dimensi Naga pun retak di sana sini. Semua tempat di permukaan tanah terlihat terbelah dan langit-langit tampak memiliki banyak retakan seperti jaring laba-laba.


Duar!


Dimensi Naga meledak dalam sekejap dan membawa Lin Yan bersamanya.


Melihat ini, para naga yang meraung sedih juga kembali memberikan penghormatan terakhir mereka, seiring Dimensi Naga yang perlahan-lahan menutup kembali.


«TAMAT»