Dragon Monarch

Dragon Monarch
Chapter 378 - Kematian Dua Master Bela Diri



Kelompok Lin Yan telah berpisah dengan Dai Mubai. Mereka telah sepakat untuk bertemu di kota yang terletak di dekat Sekte Wayang berada.


Saat ini terlihat Lin Yan, Xiao Ziya dan Xia Yue'er yang telah berhenti di suatu tempat untuk berkultivasi.


“Lin Yan, apakah kita akan menggunakan Ikan Qi itu lagi untuk meningkatkan kultivasi?” Tanya Xia Yue'er bersemangat. Tentu peningkatan kultivasi adalah hal yang ia inginkan sampai saat ini. Sebab, ia telah mengincar posisi 100 Roh Bela Diri.


“Ya. Aku tidak tau sampai mana tingkat kultivasi kita akan meningkat. Saat ini kita memiliki banyak persediaan Ikan Qi, dan juga ada satu Ikan Abadi.” ucap Lin Yan saat mengeluarkan semua Ikan Qi dari cincin ruang miliknya.


Menatap semua Ikan Qi itu, Xia Yue'er semakin tidak sabar sama sekali. “Ayo Lin Yan, mulai untuk mencerna semua Ikan Qi ini!” Seru Xia Yue'er bersemangat.


“Tenanglah Yue'er. Kita akan segera untuk mencerna semua Ikan Qi ini. Sebelum itu, aku ingin mempelajari sesuatu. Untuk mencerna semua sumber daya Kultivasi ini, aku yakin tidak akan mencapai waktu dua Minggu. Sebelum itu, aku akan menggunakan dua minggu untuk mempelajari teknik baru. Dan untukmu, cobalah meningkatkan kekuatan Formasi dan mencoba agar pelepasan Formasi yang kau gunakan lebih sedikit menggunakan qi dan energi spiritual,” ucap Lin Yan.


Mendengar hal itu, Xia Yue'er sedikit cemberut karena ia sangat malas berlatih. Ia lebih suka untuk meningkatkan kultivasi, bermain, makan dan bertarung. Ia merasa bahwa latihan adalah hal yang membosankan.


Lin Yan pun menggelengkan kepalanya ke arah Xia Yue'er yang sangat malas berlatih. Ia pun menatap ke Xiao Ziya lalu berkata, “Aku menyerahkan pelatihan Yue'er selama dua minggu ini padamu.”


“Apa? Dia yang akan melatihku? Tidak, aku sama sekali tidak mau!” Teriak Xia Yue'er saat menyilangkan kedua tangannya yang mungil.


“Apakah Yue'er kita ingin tetap berada di Ruang Jiwa?” Tanya Lin Yan dengan senyum hangat diwajahnya.


Mendengar ancaman dari Lin Yan, mata Xia Yue'er berkaca-kaca karena ia paling membenci apa yang disebut sebagai latihan.


Memang benar bahwa bakat Xia Yue'er diantara para Roh adalah yang tertinggi, jika saja ketika berada di Dunia Roh Peri ia berlatih dengan serius, mungkin puluhan tahun yang lalu, kekuatannya sudah jauh lebih besar dari yang ia miliki saat ini.


“Oh? Tampaknya Xia Yue'er tidak ingin bermain-main lagi nanti setelah latihan. Apa boleh buat, sebaiknya aku membawa Ziya saja untuk mengurus Sekte Wayang.” Lin Yan menghela nafas panjang.


“Baik! Baik! Aku akan latihan!” Teriak Xia Yue'er karena ia tentu sangat ingin bermain, ia pun menatap ke arah Xiao Ziya dengan tatapan tidak senang. Jika saja yang melatihnya adalah Lin Yan, ia mungkin akan mau walaupun sedikit mengeluh. Tetapi kini tampaknya tidak bisa karena seseorang yang bisa mengajarinya menggunakan Formasi agar lebih terampil tentu saja adalah Xiao Ziya yang masih memiliki keahlian Formasi puncak miliknya.


Xiao Ziya di sisi lain tidak menolak sama sekali. Tetapi ia tersenyum sedikit sinis ketika menatap ke arah Xia Yue'er karena ia tentu akan memberikan pelajaran yang baik kepada Roh Peri mungil tersebut.


Menatap senyum sinis Xiao Ziya, Xia Yue'er sedikit bergidik. “Aku tau, aku sangat tau bahwa wanita menyeramkan ini akan mencoba menindasku!” Batinnya. Ia ingin mengeluh kepada Lin Yan tetapi Lin Yan lebih dulu menghilang ke suatu tempat untuk mempelajari teknik baru.


“Lin Yan sangat jahat!” ucap Xia Yue'er dengan nada sedih.


“Baiklah Yue'er kecil, ayo kita mulai pelatihannya!” ucap Xiao Ziya saat aura kematian menyelimuti tubuhnya.


Wajah Xia Yue'er pun pucat pasi seketika. Ia ingin melarikan diri tetapi Xiao Ziya membuat Formasi lebih dulu untuk membuat segel di tempat itu agar latihan mereka tidak akan terlacak dari luar. Mungkin akan ada kultivator yang lewat sehingga ia harus membuat persiapan juga.


Sedangkan untuk Lin Yan, ia bergerak ke daerah sepi lainnya tidak jauh dari lokasi tempat Xiao Ziya dan Xia Yue'er berada. Ia sama sekali tidak khawatir tentang keselamatan Xia Yue'er karena Xiao Ziya telah membuat Kontrak dengan perjanjian.


Lin Yan tidak membuang waktu sama sekali karena dalam dua minggu, ia harus menyelesaikan teknik yang ingin ia kuasai. Sebuah gulungan teknik muncul di tangannya dan ia pun langsung membukanya.


“Bagian Kedua Tombak Petir Neraka, Petir Kehancuran!” ucap Lin Yan saat membaca deskripsi dari teknik tersebut.


Titik letak kekuatan serangan bertumpu pada ujung tombak. Memadatkan qi Petir dalam jumlah yang sangat besar, ketika benturan atau serangan mengenai sesuatu, itu akan menghasilkan ledakan besar layaknya sebuah sambaran petir. Semakin kuat tubuh, daya hancur akan semakin besar.


Ketika membaca deskripsi serangan, Lin Yan tau bahwa teknik Tombak Petir Neraka memang sangat cocok untuknya. Di tambah dengan teknik Tombak Petir Suci yang meningkatkan kecepatan, serangannya pasti akan jauh lebih brutal jika mengenai sasaran. Ini seperti kedua teknik itu memang diciptakan untuknya.


“Teknik ini memang sangat kuat.” Gumam Lin Yan saat kegembiraan dihatinya tumbuh. Ia pun tidak membuang waktu lagi dan langsung mempelajari teknik tersebut hingga mencapai kesempurnaan dalam waktu dua minggu.


**


Kota Neraka


Saat ini Kota Neraka telah hancur berantakan, tidak ada tanda-tanda kehidupan lagi di tempat itu. Para kultivator telah pergi dari kota tersebut karena adanya pertarungan besar yang terjadi.


Jauh dari Kota Neraka, terlihat Canglan yang saat ini menatap ke arah Wayang miliknya yang sedang mencengkram kepala kultivator tertentu. Daerah itu juga hancur berantakan selama pertarungan yang terjadi selama beberapa jam.


“Apakah hanya ini kekuatan dari peringkat 198 dan 199 Master Bela Diri?” Tanya Canglan dingin saat mengalihkan pandangannya ke arah samping. Di sana terlihat satu kultivator juga yang tidak lain adalah Chu Di yang sedang bersandar di sebuah pohon dengan kondisi mengenaskan.


“Uhuk.. Canglan! Kau memang kuat, tetapi Kaisar Han tidak akan pernah membiarkanmu pergi karena telah menghancurkan salah satu dari wilayah kekuasaannya!” ucap Chu Di dengan susah payah.


Mendengar ancaman dari Chu Di, Canglan hanya mendengus lalu mengendalikan Wayang miliknya.


Krak!


Kepala Chi Yang yang sedari awal tidak lagi sadarkan diri telah dihancurkan begitu saja oleh Wayang Serigala Iblis Kegelapan.


Chu Di hanya diam ketika menatap itu, ia tentu tau bahwa nasibnya akan sama dengan Chi Yang. Tetapi ia tidak mencoba untuk kabur karena dirinya bukan tipe seseorang yang takut akan kematian. Itulah yang membuatnya memasuki daftar Master Bela Diri, sekuat apapun musuh, dirinya tidak takut mati saat bertarung.


“Katakan, di mana Tuan Muda sekarang! Aku tau dengan sikapmu, kau pasti mengetahui dia dimana!” ucap Canglan.


Chu Di menaikkan sudut bibirnya lalu menjawab, “Walaupun aku memberitahumu, kau tidak akan bisa melakukan apa-apa. Dia saat ini telah diincar oleh Kekaisaran Han itu sendiri! Dia tidak akan bisa lolos! Bahkan dengan kekuatanmu, kau tidak akan bisa membawanya pergi dari tangan penguasa Kekaisaran Han.”


Canglan hanya mendengus saat mendengar apa yang dikatakan oleh Chu Di. Ia pun langsung mengendalikan Wayang Serigala Iblis Kegelapan.


Wayang milik Canglan saat ini mengeluarkan aura hitam dan aura hitam itu memasuki tubuh Chu Di.


Tidak lama kemudian, Chu Di tampak seperti kesurupan lalu perlahan berbicara sendiri seperti sedang dikendalikan. Ia pun mengatakan di mana Lin Yan berada saat ini dan setelah itu Canglan pun membunuhnya tanpa ampun.


“Pulau Es Utara.. Apakah itu tempat terkuat yang dikabarkan? Aku tidak punya pilihan lain! Aku harus mencari Tuan Muda!” ucap Canglan dan mengendalikan Wayang miliknya ke arah Pulau Es Utara berada.


Dan saat ini, peringkat ke 198 dan 199 Master Bela Diri telah jatuh di tangan Canglan yang akan membuat Benua Saint gempar.