
“Woaaa!” Raja Kera Emas mengamuk kembali. Ia mengambil sebuah batang pohon lalu mengibaskannya ke sana ke mari. Ini adalah tanda bahwa Raja Kera Emas sedang dalam Mode Amukan.
Mode Amukan memang membuat Raja Kera Emas jauh lebih kuat dari sebelumnya. Tetapi tentu itu memiliki kekurangan yang sangat fatal. Yaitu kehilangan kendali dirinya sendiri.
“Sialan! Ayo bunuh bintang roh sialan ini!” Teriak Meng Song saat melihat salah satu rekannya tewas menjadi pasta daging.
Sraing! Sraing!
Puluhan tebasan mendarat di tubuh Raja Kera Emas yang sedang mengamuk. Walaupun begitu, serangan itu hanya meninggalkan luka dangkal.
“Dasar bocah terkutuk! Dia adalah yang terkuat karena mampu melawan Raja Kera Emas lainnya seorang diri. Tetapi dia tidak mau membantu sama sekali!” Meng Yang sangat marah ketika ia menebas Raja Kera Emas sambil melirik ke arah Lin Yan yang hanya berdiri di cabang pohon yang lumayan jauh.
Bukan hanya Meng Yang dan Meng Song yang marah kepada Lin Yan. Bahkan semua kultivator Xiantian yang berada di tempat itu juga marah. Terutama untuk Yi Zong. Ia juga telah menembus tingkat Xiantian dan semakin benci dengan Lin Yan semenjak terakhir kali bertemu dengannya di hutan.
Bahkan Ye Quan yang awalnya terlihat biasa melihat Lin Yan juga menanam kebencian karena bocah yang termasuk dalam kategori terkuat diantara mereka sama sekali tidak mau membantu.
Kali ini Lin Yan telah membuat banyak musuh yang menjadi calon murid pelantara dalam. Bukan hanya itu, pasti anggota-anggota klan besar lainnya akan mengetahui kejadian ini yang membuat musuh Lin Yan semakin banyak.
Tetapi, apakah Lin Yan takut memiliki banyak musuh? Tentu saja jawabannya tidak. Ia tidak akan gentar dengan musuh yang banyak sekalipun. Jika ia tidak bisa mengalahkan mereka semua, ia tidak akan layak menjadi yang terkuat di Daratan Utara.
Pertarungan terus terjadi. Lin Yan hanya menatap pertarungan itu dengan seksama. “Tampaknya dalam waktu beberapa menit lagi, kekuatan Raja Kera Emas akan turun dengan drastis.”
“Kalian semua sungguh bodoh melawan Raja Kera Emas yang sedang dalam Mode Amukan. Bahkan kakak tidak akan mampu mengimbanginya. Lihat.. hanya tersisa dua belas kultivator Xiantian. Bahkan hampir setengah dari kultivator Houtian yang bergabung juga tewas satu persatu.” Lin Yan berbisik kecil pada dirinya sendiri saat menatap tumpukan mayat yang ada di sekitar tempat pertarungan.
Bahkan Huan Caiyi yang masih menonton dari jauh tidak menyangka bahwa jumlah korban akan sebanyak itu. Belum lagi acara utama untuk memperebutkan piala kemenangan, semua murid tingkat Xiantian hampir tidak bisa bertahan di babak pertama.
Huan Caiyi yang melihat Raja Kera Emas semakin melemah, perlahan mendekat ke arah Lin Yan.
“Tampaknya waktunya telah tiba, Yan'er.” ucap Huan Caiyi saat tiba di sebelah Lin Yan.
“Ya. Aku akan pergi dulu. Serang sekuat mungkin jika ada kesempatan untuk membunuh Raja Kera Emas itu kakak.” balas Lin Yan dan langsung melompat turun dari atas pohon.
“Kau bisa mengandalkanku.” balas Huan Caiyi sambil tersenyum kecil.
Lin Yan tidak membalas lagi dan langsung melesat ke arah tempat pertarungan atau lebih tepatnya tempat pembantaian terjadi.
Raja Kera Emas yang awalnya sangat kuat dan cepat, tiba-tiba melemah karena kehabisan energi. Mode Amukan bukanlah pilihan yang bijak untuk digunakan. Tetapi, sebagai bintang roh, Raja Kera Emas hanya mengikuti insting untuk bertahan.
“Kesempatan!” Meng Song yang masih selamat juga memperhatikan bahwa Raja Kera Emas melemah. Ia langsung membuat kuda-kuda saat Raja Kera Emas baru selesai menyerang salah satu dari mereka.
Pedang Meng Song sedikit bergetar karena dilapisi oleh qi yang sangat tebal. Ia pun tidak membuang waktu dan langsung melesat dengan kecepatan penuhnya ketika melihat celah untuk menyerang.
Sraing!
Srak!
Tebasan Meng Song mengenai tepat di leher Raja Kera Emas dan membuatnya menyemprotkan darah yang lumayan banyak.
Tetapi, Meng Yang di sisi lain langsung memasang wajah pucat. “Saudaraku! Awas!” teriak Meng Yang.
Meng Song yang mendengar teriakan Meng Yang, membeku di tempat. Ia melihat ke arah belakang saat tangan Raja Kera Emas mengarah kepadanya.
Pak!
Meng Song terkena tamparan telah oleh Raja Kera Emas dan langsung terpental sangat jauh. Jika saja Raja Kera Emas belum melemah, ia pasti akan berubah menjadi pasta daging. Tapi tetap saja saat ini keadaan Meng Song yang terpental tidak bagus sama sekali. Hampir semua tulang-tulangnya remuk dan beberapa organnya bergeser. Dengan luka seperti itu, sudah dipastikan bahwa Meng Song akan butuh waktu paling tidak tiga bulan untuk pulih.
Jleb!
Tombak Lin Yan menusuk tepat di perut Raja Kera Emas yang luangkan rapuh karena sudah terluka sebelumnya.
Meng Yang menatap ke arah sumber suara saat mengalihkan pandangannya dari saudaranya yang tampak tak bernafas di kejauhan. Amarahnya semakin memuncak saat mendengar kata-kata Lin Yan barusan.
“Anak ini sangat suka membuat musuh untuk dirinya sendiri!” sisa murid tingkat Xiantian berkata dalam hati.
“Serang sekarang!” Ye Quan yang melihat Raja Kera Emas kesakitan pun berteriak sambil melompat ke arah Raja Kera Emas sambil mengayunkan pedangnya.
Yang lainnya juga mengikuti tetapi tidak untuk Meng Yang karena ia langsung bergerak ke arah tempat Meng Song berada.
Sraing! Sraing!
Luka-luka Raja Kera Emas semakin banyak saat menerima tebasan beberapa murid tingkat Xiantian.
“Aaaaaaaa!” Raja Kera Emas meraung ke arah langit sambil mengibaskan lengan kanannya dan kirinya secara membabi-buta.
Buak! Buak!
Beberapa dari mereka terkena pukulan walaupun tidak separah Meng Song sebelumnya.
Sementara Lin Yan yang masih dalam keadaan bugar hanya menghindarinya sambil terus mengayunkan tombaknya di tepat di luka-luka Raja Kera Emas.
Lalu Yi Zong yang melihat Raja Kera Emas semakin melemah, mengambil kesempatan. Ia melompat ke udara sambil mengayunkan pedangnya dengan gaya menusuk saat ia tiba di depan wajah Raja Kera Emas.
Jleb!
Pedang Yi Zong bersarang di satu mata Raja Kera Emas yang membuatnya berteriak kesakitan.
Raja Kera Emas secara naluriah menangkap Yi Zong lalu melemparnya ke tanah sekuat tenaga.
Bom!
“Uhuk..” Yi Zong memuntahkan sesuap darah karena merasakan organ-organ dalamnya bergeser.
“Sungguh pemikiran yang cerdas. Setiap makhluk hidup memiliki kelemahan yang sangat fatal walaupun tubuh mereka kuat, yaitu matanya.” Lin Yan menyeringai lalu melempar tombaknya ke arah Raja Kera Emas.
Jleb!
Tombak Lin Yan bersarang di sebelah mata Raja Kera Emas lagi. Ia tentu tidak mau di lempar oleh Raja Kera Emas seperti Yi Zong karena itu pasti menyakitkan. Walaupun sudah melemah, Lin Yan tau bahwa reaksi Raja Kera Emas sangatlah tinggi. Itu adalah insting untuk bertahan hidup.
“Aaaaaaaa!” Raja Kera Emas meraung saat mencoba mencabut tombak yang bersarang di matanya.
“Giliranmu kakak.” gumam Lin Yan dengan senyum kecil.
“Akhirnya giiliranku tiba?” suara merdu seorang wanita terdengar yang membuat semua murid membeku karena juga merasakan qi yang luar biasa terpancar.
“Gaya Pedang Huan, Tebasan Penyembelih..”
Huan Caiyi muncul tepat di depan Raja Kera Emas sambil mengayunkan pedang yang telah dilapisi oleh qi, ia menggunakan seluruh kekuatannya untuk membunuh Raja Kera Emas dengan sekali tebasan.
Sraing!