Dragon Monarch

Dragon Monarch
Chapter 155 - Jebakan



Waktu babak pertama kompetisi tidak lama lagi akan selesai. Lin Yan saat ini sedang bergerak ke arah seseorang tertentu karena ia tidak akan membiarkan orang itu untuk hidup.


“Sudah dekat.” Batin Lin Yan saat melihat posisi musuh melalui kristal poin.


Duar!


Ledakan besar terjadi dikejauhan. Di tempat ledakan itu terjadi, terlihat seorang pemuda yang baru saja selesai melancarkan serangan kuat kepada binatang roh tingkat Alam Roh tahap kesembilan.


“Ini lumayan sulit.” Gumamnya dan langsung menyerap inti binatang roh tersebut menggunakan kristal poin.


“419. Sial, jika terus begini, aku tidak akan mampu mengejar Jian Li, Gui Shan, apalagi Gui Zhang!” Keluh pemuda tersebut karena ia tidak pernah bertemu dengan murid lainnya untuk merebut poin mereka.


“Hm?” Pemuda itu sedikit menaikkan alisnya saat merasakan ada yang mendekat.


“Ini adalah keberuntungan!” Pemuda tersebut tersenyum lebar dan menunggu siapa yang akan datang.


Ketika satu sosok perlahan terlihat, ia melebarkan matanya dan senyum kejam terpampang jelas diwajahnya.


Tap!


Lin Yan mendarat tidak jauh dari posisi pemuda tersebut.


“Oh? Aku tidak menyangka bahwa kita akan bertemu, bagaimana? Apakah kita harus bekerjasama untuk menjatuhkan murid lainnya, senior?” Tanya Lin Yan dengan senyum diwajahnya ke arah pemuda yang merupakan anggota klan Meng, Meng Cui.


Meng Cui tertegun mendengar proposal Lin Yan. Ia merasa heran bahwa Lin Yan mengajaknya bekerja sama.


Apakah anak ini tidak punya banyak poin? Apakah dia ketakutan saat melawan kultivator lainnya yang lebih kuat?


Meng Cui semakin jijik menatap Lin Yan karena merasa bahwa Lin Yan terlalu tidak tau diri dengan memintanya bekerjasama setelah membunuh dua anggota klan-nya.


“Bekerja sama denganmu? Ha-ha-ha! Apakah kau idiot? Anak lemah sepetimu tidak memiliki kualifikasi untuk bekerja sama denganku! Serahkan poin mu atau aku akan membunuhmu!” Ancam Meng Cui.


“Kena kau!” Batin Lin Yan dan membuat ekspresi terkejut diwajahnya.


Satu hal yang tidak diketahui oleh murid lainnya saat ini adalah, semua yang mereka lakukan dan semua yang mereka katakan diketahui oleh para penonton dan Lin Yan sengaja melakukan itu agar memiliki alasan untuk menghabisi Meng Cui.


Dan apa yang dilakukan oleh Lin Yan dengan sengaja membuat satu klan besar dalam masalah.


**


Di tempat penonton, semua kultivator kuat terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Meng Cui karena posisi kristal formasi yang merekam segala sesuatu yang Lin Yan lihat tentu menunjukkan wajah penuh Meng Cui.


“Ada apa ini? Kenapa murid itu mencoba menindas juniornya sendiri?”


“Sungguh menjijikkan! Apakah semua murid sekte Naga Langit seperti itu?”


“Sungguh kata-kata yang sangat tidak enak di dengar. Aku tidak menyangka bahwa seorang senior akan mencoba melakukan hal keji seperti itu!”


“Cih! Apakah seperti ini cara sekte Naga Langit mendidik murid mereka?”


Diskusi para kultivator yang menonton adegan itu pun pecah di mana-mana. Semua dari mereka melirik ke arah Tetua Kedua dan Ketiga karena merasa jijik bahwa dalam kompetisi seperti ini pun, seorang senior akan mengancam juniornya sendiri yang meminta pertolongan.


Wajah Tetua Kedua sangat jelek saat ini dan mengutuk Meng Cui dalam hati karena tau bahwa setelah kompetisi ini, murid yang mencoba bergabung dengan sekte Naga Langit akan sangat berkurang. Reputasi sekte Naga Langit pasti akan tercemar karena bukan hanya satu dua orang saja yang mendengar apa yang dikatakan oleh Meng Cui, tetapi ribuan kultivator mendengarnya dengan jelas.


Bahkan untuk Tetua Ketiga pun yang tampak selalu santai merubah ekspresi wajahnya.


Sementara itu, Patriak klan Meng berkeringat dingin karena tau bahwa apa yang dilakukan oleh Meng Cui membuat retakan yang sangat besar antara kerjasama sekte Naga Langit dengan klan Meng.


“Aku tidak menyangka bahwa anggota klan Meng akan memiliki sifat seperti itu!” Patriak klan Gu memasang wajah muram karena sebelumnya, klan Gu dan klan Meng sangat dekat, juga ia telah berencana untuk menjodohkan Gu Yuena dengan salah satu anggota klan Meng yang memiliki potensi tinggi. Tetapi kini ia pasti mengurungkan niatnya untuk melakukan itu karena nama klan Meng kini telah tercemar. Ia juga tidak akan mau membiarkan putrinya itu menikah dengan klan yang memiliki generasi muda seperti Meng Cui.


“Saudaraku, setelah ini putuskan semua kontak dengan klan Meng. Sekte Naga Langit juga akan membuat perhitungan kepada mereka. Lebih baik mencari aman karena klan Meng akan memiliki musuh besar saat ini karena perilaku salah satu anggota klan mereka,” ucap Gu Shen.


“Ya.” Patriak klan Gu langsung setuju.


“Aku tau bahwa para anggota klan Meng itu tidak ada yang baik sama sekali. Gu Yin! Apa kau ingat tentang Meng Yang dan Meng Song?” Tanya Gu Yuena.


“Tentu saja aku ingat, kedua pria Meng busuk itu sama sekali tidak memiliki niat baik disekitar kita!” Gu Yin menambah minyak ke dalam api karena suaranya lumayan keras.


Wajah Patriak klan Meng semakin gelap saat ini dan auranya sedikit bocor karena sangat ingin membunuh Meng Cui walaupun dia adalah putra salah satu Tetua.


Long Bao dan Long Gu melirik ke arah Patriak klan Meng karena tentu saja mereka tidak senang juga. Apa yang dikatakan oleh Meng Cui sudah kelewatan batas dan membuat reputasi sekutu mereka hilang. Setelah ini, mungkin kekuatan sekte Naga Langit akan turun.


Di sisi lain, Patriak klan Li menyeringai karena tentu tau bahwa Lin Yan sengaja melakukan itu. Ia sudah mengumpulkan semua informasi tentang Lin Yan. Ia mengetahui bahwa Lin Yan memiliki banyak konflik dengan anggota klan Meng.


Patriak klan Li juga sudah tau bahwa banyak orang kuat jatuh di mulut beracun Lin Yan. Dan kali ini, klan Meng dan sekte Naga Langit terkena imbasnya.


**


“Membunuhku? Apa kau sedang bercanda senior Meng?” Tanya Lin Yan dengan nada gugup sambil perlahan mundur dan melanjutkan, “Kita adalah sesama murid.”


“Jangan bicara sampah bocah! Waktunya bagimu mati!” Teriak Meng Cui dan melesat dengan kecepatan penuhnya ke arah Lin Yan.


Tring!


Benturan terjadi seketika saat Lin Yan menahan pedang Meng Cui dengan tombaknya.


“Kau memiliki sedikit kemampuan! Namun aku akan mematahkan tangan dan kakimu saat ini!”


Tangan Meng Cui terjulur ke depan dan merebut alat formasi para murid untuk menyerah.


Tentu saja Lin Yan melakukan hal itu dengan senagaja agar Meng Cui semakin jatuh terlalu dalam.


Buak!


Meng Cui menendang Lin Yan menjauh sambil memegang benda formasi untuk menyerah.


Dan Lin Yan senagaja tidak menghindari tendangan itu agar rencananya berjalan dengan sempurna tanpa cacat sama sekali.