Dragon Monarch

Dragon Monarch
Chapter 116 - Rencana Perburuan



Batu Meteorit Hitam yang di letakkan oleh Lin Yan diatas meja tentu saja membuat Li Wei sangatlah terkejut walaupun dipermukaan ia terlihat sangat tenang. Sebagai seorang pebisnis yang sangat cakap, ia pasti akan bertanya lebih dulu apakah Lin Yan mengetahui tentang batu tersebut atau tidak.


Li Wei adalah salah satu elit yang berasal dari klan Li dan merupakan adik dari Patriak klan Li saat ini yang menjabat sebagai pemimpin utama cabang Asosiasi Alkemis di Daratan Utara. Alasan mengapa ia bertugas di cabang tersebut tentu karena Li Han dan Li Hao yang menjadi murid sekte Naga Langit. Patriak klan Li tidak akan membiarkan putranya di bawah kepemimpinan Master sekte Naga Langit karena ia paham bahwa sekte tersebut tidaklah terlalu baik walaupun sangat kuat.


“Apa kau tau benda apa ini?” Tanya Li Wei.


“Tentu, ini adalah Batu Meteorit Hitam yang biasanya digunakan untuk menempa senjata tingkat tinggi. Juga, itu tidak terbatas pada pembuatan senjata karena bisa digunakan sebagai bahan utama untuk membuat sebuah kuali Alkemis. Dan Asosiasi Alkemis pastilah sangat menghargai benda penting seperti ini karena Batu Meteorit Hitam sangatlah langka dan sangat sulit ditemukan. Kemungkinan, ini adalah satu-satunya Batu Meteorit Hitam yang berada di Daratan Utara,” ujar Lin Yan dengan senyum kecil.


“Anak ini sangat mengetahuinya.” Batin Li Wei dan menghela nafas dalam hati karena ia ingat rumor tentang Lin Yan adalah anak yang sangat licik dan sangat pandai berbisnis.


“Kau benar, Batu Meteorit Hitam sangatlah langka karena termasuk dalam kategori benda terkeras yang pernah ada. Sepertinya memang benar bahwa kau dari klan Lin karena orang-orang di Daratan Utara tidak akan bisa mengambil benda seperti ini dan tidak akan mengetahui namanya. Dikatakan bahwa beberapa klan kuat di luar sana pernah menambang benda ini saat terjatuh dari langit yang membuatnya beredar. Untuk potongan sebesar ini, Batu Meteorit Hitam akan dihargai sangatlah tinggi, jika kau berasal dari kalangan biasa, aku tidak akan percaya bahwa kau tidak mencurinya. Tetapi, untuk klan seukuran klan Lin, ini bukanlah hal yang sulit bagi mereka untuk memilikinya.” Li Wei menjelaskan secara singkat.


“Apa kau tau dimana klan Lin?” Tanya Lin.


“Tidak, informasi tentang itu sangatlah rahasia. Aku hanya memiliki informasi tertentu bahwa klan kuno sangatlah tersembunyi. Untuk mencari di mana letak klan mereka pun sangatlah sulit. Dan juga, walaupun kau tau di mana letak kasarnya, banyak rumor mengatakan bahwa kau tetap tidak akan bisa mencapai ke lokasi klan kuno jika mereka tidak membawamu masuk,” ujar Li Wei.


Mendengar apa yang Li Wei katakan, Lin Yan sama sekali tidak terkejut karena sudah pasti tempat itu sangatlah tersembunyi karena keempat klan kuno berada di lokasi tertentu yang memiliki potensi menjadi ancaman paling berbahaya yang pernah ada, contohnya Lembah Naga.


Lin Yan sudah membuat spekulasi bahwa tidak pernah ada satu orangpun yang berhasil masuk ke Lembah Naga ketika klan Zhu masih berada di sana. Jika tidak, keberadaan klan kuno Zhu sudah pasti diketahui oleh dua Kerajaan besar di Daratan Utara.


“Baik, katakan apa tawaran kalian untuk mengambil Batu Meteorit Hitam.” Lin Yan langsung mengubah topik karena Li Wei juga tidak mengetahui keberadaan klan Lin.


Li Wei mengangguk dan menatap Li Han.


Li Han pun menceritakan kondisi Lin Yan untuk pertukaran yang membuat Li Wei sedikit terkejut.


Setelah berpikir sejenak, Li Wei pun mengeluarkan sebuah buku tipis yang berisikan tentang informasi yang dibutuhkan oleh Lin Yan. Ia pun mengeluarkan sebuah cincin ruang dan menaruh keduanya diatas meja.


“Ini adalah informasi yang kau inginkan, dan cincin ruang ini berisi 10.000 batu spiritual.” Li Wei memberikan penawaran yang bahkan membuat Li Han dan Li Hao terkejut.


Lin Yan merenung untuk beberapa saat dan mencoba untuk mengukur harga dari Batu Meteorit Hitam. Ia bisa memastikan bahwa harga dari benda itu pasti mencapai setidaknya 30.000 batu spiritual. Membandingkan dengan informasi tentang Kelompok Kalajengking Merah, itu hampir tidak sesuai menurutnya.


“15.000 batu spiritual. Harga untuk informasi yang kau berikan tampaknya terlalu mahal.” Lin Yan langsung menawar kembali.


Tentu Li Wei sudah mengharapkan hal itu sedari awal, perkiraannya, Lin Yan akan meminta 15.000 batu spiritual. Itu adalah harga yang paling tinggi juga yang bisa diterima oleh Asosiasi Alkemis karena juga tau harga jual Batu Meteorit Hitam. Untuk informasi tentang kelompok berbahaya, tentu harganya juga mahal.


Li Wei hanya menggelengkan kepalanya dan mengeluarkan satu cincin ruang lagi lalu memindahkan isinya ke dalam cincin ruang sebelumnya.


“Kesepakatan,” ucap Li Wei dan menyerahkan cincin ruang kepada Lin Yan.


Lin Yan mengangguk kecil dan menerima cincin ruang tersebut.


Lin Yan merenung beberapa saat. Ia memang membutuhkan sumber daya untuk meningkatkan kultivasinya. Namun, karena belum lama ini ia baru saja menembus kultivasinya, ia pun tidak memaksakan karena masih membutuhkan waktu agar terbiasa dengan kekuatannya saat ini.


“Tidak ada. Mungkin beberapa bulan lagi aku akan mengunjungi Asosiasi Alkemis.” Lin Yan membalas sambil perlahan berdiri.


Li Wei hanya mengangguk kecil dan tidak bertanya lagi.


Lalu, Li Han pun mengantar Lin Yan keluar dari Asosiasi Alkemis.


“Setelah ini, apa yang akan kau lakukan?” Tanya Li Han.


“Aku akan mengambil misi diluar sekte Naga Langit.” Jawab Lin Yan.


“Apakah kau tidak tertarik untuk mengambil misi di hutan wilayah kedua dan ketiga?” Tanya Li Han lagi.


Lin Yan merenung beberapa saat tetapi merasa itu tidak perlu sama sekali. Ada beberapa hal yang ingin ia lakukan di luar sekte saat ini sehingga ia harus mengambil misi.


“Tidak, aku juga memiliki urusan di luar sekte sehingga aku sengaja mengambil misi diluar.” Balas Lin Yan.


Li Han tidak bertanya lagi dan langsung pergi dari hadapan Lin Yan.


Lin Yan yang menatap kepergian Li Han, langsung pergi juga ke Aula Misi untuk mengambil misi dalam beberapa bulan. Sebenarnya ia tidak akan menyelesaikan misi, hanya saja, ia ingin berpergian terlebih dahulu untuk memastikan suatu hal, dan itu terkait dengan kelompok Kalajengking Merah.


Setelah mengambil misi di Aula Misi, Lin Yan pun pamit kepada Huan Caiyi, tetapi tidak kepada Gu Yuena dan Gu Yin karena merasa bahwa sesuatu yang merepotkan akan terjadi.


Setelah berpamitan, Lin Yan langsung pergi keluar dari sekte Naga Langit dan bergerak dengan kecepatan penuhnya.


Setelah bergerak selama beberapa jam, Lin Yan langsung berhenti di sebuah gua yang tampak biasa saja, lagi pula hari sudah mulai gelap.


Di dalam gua, Lin Yan pun mengeluarkan informasi tentang kelompok Kalajengking Merah serta peta Kerajaan Bintang.


Lin Yan membaca informasi itu dengan cermat. Ia paham bahwa untuk memusnahkan kelompok Kalajengking Merah, dibutuhkan kekuatan yang jauh lebih kuat dari pada dirinya saat ini.


“Walaupun mereka kuat, jadi apa? Aku akan memusnahkan semua anggota mereka dari yang terlemah lebih dulu. Mereka akan membayar semua yang telah mereka lakukan!” Lin Yan menaikkan sudut bibirnya dan melihat ke arah peta.


Setelah melihat peta, Lin Yan pun langsung menyimpan semua benda lalu perlahan berkultivasi kembali di dalam gua. Keesokan harinya, ia pun selesai berkultivasi dan keluar dari gua.


“Sudah saatnya memburu para Kalajengking Merah!”