
Xiao Ya dan Xu Ling mengantar Lin Yan dan Gu Yin ke pinggiran Hutan Naga. Kawasan hutan itu terletak di pinggiran Kerajaan Bintang dan tidak jauh dengan lokasi perbatasan ke Kerajaan Bulan.
Di sekitar perbatasan, terdapat beberapa klan besar yang menjadi perisai utama untuk menghalangi serangan dari Kerajaan Bulan, dan ada juga beberapa Sekte besar yang terletak tidak jauh dari tempat itu, contohnya adalah Sekte Seribu Pedang dan Sekte Gerbang Surgawi.
Sementara letak Sekte Naga Langit lumayan jauh tepat di dekat lokasi klan Long berada yang menjadi Keluarga Kerajaan saat ini.
“Kami hanya mengantar kalian berdua sampai di sini. Berhati-hatilah karena saat ini perang antara dua Kerajaan besar sedang memanas. Walaupun kau memiliki banyak perubahan selama satu tahun, mungkin akan ada beberapa kultivator tingkat atas yang mengenalimu. Jadi, jangan gegabah. Dan untukmu, Yin'er, kenakan ini agar menghindar masalah yang tidak diperlukan.” Xiao Ya memperingati Lin Yan dan memberikan sebuah cadar kepada Gu Yin.
“Baik senior, kami akan berhati-hati.” Lin Yan tentu saja setuju karena tidak ingin kejadian yang sama terulang kembali.
Xiao Ya mengangguk kecil dan melihat ke arah Gu Yin yang ia latih dengan sangat keras selama berada di Hutan Naga. Ia juga tidak akan menyangka bahwa ia akan melatih seorang wanita manusia, ia awalnya enggan, tetapi karena itu permintaan dari Lei Wang, ia sama sekali tidak bisa menolaknya.
Juga, alasan mengapa Lei Wang memintanya untuk melatih Gu Yin juga karena atribut yang mereka gunakan sama.
“Jangan sebabkan masalah yang tidak berguna dengan penampilanmu yang akan menarik banyak pria. Karena evolusi Akar Spiritual milikmu, tubuhmu saat ini seperti magnet untuk para pria.” Xiao Ya memperingati sekali lagi.
Gu Yin merasa malu mendengarnya. Ia pun langsung memakai cadar yang memiliki warna yang sama dengan pakaiannya. Pakaian itu juga dipilih oleh Xiao Ya agar tidak terlalu menunjukkan lekuk tubuhnya yang indah.
“Baik, senior..” ucap Gu Yin setelah memakai cadarnya.
“Pakailah ini.” Kali ini Xu Ling memberi topi bambu untuk keduanya agar wajah mereka tidak terlalu diperhatikan.
“Apakah perlu menggunakan ini?” Gumam Lin Yan saat menerima topi bambu kerucut yang sering digunakan pengelana.
“Jangan membantah!” Xu Ling pun langsung ingin menendang Lin Yan karena sering melakukan hal itu.
Namun kali ini Lin Yan langsung menghindar karena sudah terbiasa. Awalnya ia setiap hari akan ditendang sebanyak puluhan kali yang membuatnya tersenyum pahit. Namun, lama kelamaan, reaksinya semakin tinggi terhadap serangan mendadak. Itu juga merupakan latihan untuk bisa menghindari serangan tak terduga dari musuh.
“Huh.. sepertinya aku tidak perlu mengkhawatirkanmu lagi.” Xu Ling berbicara dengan nada sedikit kasar seperti biasa.
“Hentikan Xu Ling..” ucap Xiao Ya dan melanjutkan sambil menatap Lin Yan dan Gu Yin, “Kami akan pergi, suatu hari nanti, kita akan bertemu kembali ketika waktunya tiba. Kami akan berkultivasi untuk meningkatkan kekuatan kami sebesar mungkin.”
“Baik senior, jaga diri kalian baik-baik.” ucap Lin Yan.
Xiao Ya dan Xu Ling pun mengangguk lalu langsung terbang ke udara lalu menghilang dari hadapan Lin Yan dan Gu Yin.
Setelah Xiao Ya dan Xu Ling hilang dari pandangan mereka, Gu Yin pun berbicara, “Lalu, ke mana tujuan kita saat ini?”
“Seperti rencana awal kita, melakukan perjalanan di Kerajaan Bintang, meningkatkan kekuatan dan menghapus beberapa klan.” Balas Lin Yan dan memakai topi bambu yang diberi oleh Xu Ling.
Gu Yin mengangguk kecil. Ia pun memakai topi bambu.
“Pertama-tama, ayo kita mendatangi kota Dagang, aku pernah ke tempat itu sebelumnya walaupun itu tidak terletak di dekat perbatasan, namun tidak terlalu jauh dari perbatasan.” ucap Lin Yan dan perlahan berjalan.
“Apa yang akan kita lakukan di kota itu?” Tanya Gu Yin penasaran.
“Membeli beberapa barang karna tempat itu merupakan tempat berakhirnya semua benda dari seluruh Kerajaan Bintang sebelum di kirim ke kota yang terletak di Kerajaan.” jawab Lin Yan.
Keduanya pun langsung bergerak ke arah kota Dagang, tempat yang pernah Lin Yan singgahi ketika bersama dengan kakaknya, Huan Caiyi.
Beberapa hari kemudian, Lin Yan dan Gu Yin pun tiba di depan gerbang kota Dagang. Setelah membuat biaya masuk, keduanya pun masuk dan mencari tempat untuk makan karena sudah lama sekali mereka berdua tidak makan hidangan yang dibuat oleh manusia.
Selama pelatihan di Hutan Naga, keduanya hanya memakan buah-buahan sesekali karena para kultivator setingkat mereka tidak terlalu membutuhkan makan dalam waktu dua Minggu.
“Yin'er, ayo kita ke sebuah restoran terlebih dahulu karena sudah sangat lama aku tidak mencicipi hidangan mewah.” Lin Yan menyarankan.
“Um.” Gu Yin mengangguk kecil.
Keduanya pun menemukan sebuah restoran yang lumayan mewah dan masuk ke dalam.
“Ada yang bisa kami bantu tuan?” Tanya seorang pelayan pria dengan senyum diwajahnya.
“Kami ingin tempat yang nyaman untuk makan. Apakah lantai dua ada tempat seperti itu?” Tanya Lin Yan.
“Ya tuan, anda datang ke tempat yang tepat. Restoran kami menyediakan tempat makan sekaligus bisa menikmati pemandangan, tetapi itu berada di lantai empat. Namun, biaya makan di lantai itu..” Sebelum pelayan selesai menjelaskan, Lin Yan pun memotongnya.
“Kami akan membayar, bawa kami ke lantai empat.”
“Baik tuan, silahkan lewat sini.” Pelayan itupun memimpin Lin Yan dan Gu Yin menuju lantai empat.
Ketika mencapai lantai tiga, beberapa pelanggan melirik ke arah Lin Yan dan Gu Yin sejenak tetapi langsung melihat ke arah lain.
Tentu hal seperti itu akan terjadi karena sebagian besar dari mereka tau bahwa Lin Yan dan Gu Yin adalah kultivator kuat yang tidak boleh di provokasi.
Sesampainya di lantai empat, hanya ada beberapa meja yang diisi oleh pelanggan. Kebanyakan meja di tempat itu kosong.
Lin Yan melihat ke arah pinggir ruangan dan menemukan sebuah meja yang menghadap ke jendela kaca dan menampilkan pemandangan yang lumayan bagus.
“Kami akan duduk di sana.” Lin Yan pun berjalan ke arah meja tersebut diikuti oleh Gu Yin.
“Tapi tuan, meja itu telah..”
“Kami akan membayar dengan harga yang sama.” Potong Lin Yan sekali lagi. Ia merasa heran bahwa sebuah meja telah dipesan padahal ada beberapa meja yang sama walaupun pemandangan yang mereka lihat sedikit berbeda di setiap meja.
Pelayan tersebut tersenyum pahit lalu menuliskan pesanan Lin Yan dan Gu Yin setelah keduanya duduk.
Beberapa pelanggan melirik ke arah Lin Yan dan Gu Yin karena merasa keduanya mencari masalah saat ini.
Ketika hidangan sudah datang, Lin Yan dan Gu Yin pun menikmati hidangan mewah itu. Tetapi, waktu santai mereka terganggu oleh suara seseorang yang dikenal oleh Lin Yan.
“Hei, aku sudah memesan meja ini sebelumnya. Tidak bijak untuk memulai perkelahian hanya karena sebuah meja.”
Lin Yan yang mendengar itupun tersenyum sedikit karena tentu sangat mengenal suara yang sudah satu tahun tidak ia dengar.