Dragon Monarch

Dragon Monarch
Chapter 310 - Dua Lawan Satu



Lin Yan pun masuk ke bentuk setengah naga. Auranya tampak meningkat drastis dan menatap ke arah Rong Ku dan Roh Pelahap Jiwa dengan senyum haus pertarungan. Bukan hanya itu, saat ini ia tampak sangat ingin mencabik-cabik Rong Ku dan Roh Pelahap Jiwa.


“Kau lumayan kuat untuk kultivator setingkat dirimu! Dan bentuk itu, apa kau ras campuran? Sungguh tidak terduga bahwa aku akan menemukan binatang roh campuran di tempat seperti ini! Kau akan menjadi koleksi yang sangat bagus dengan bentuk seperti itu!” ucap Rong Ku dingin.


Sementara itu, Roh Kontrak Rong Ku mengerutkan keningnya karena merasa sedikit familiar dengan aura yang terpancar dari Lin Yan ketika menggunakan bentuk setengah naga.


“Rong Ku, hati-hati! Dalam bentuk seperti itu, kekuatan anak itu berlipat ganda dari sebelumnya!” Roh Pelahap Jiwa memperingati Rong Ku.


“Tentu aku dapat merasakannya! Walaupun begitu, itu bukan masalah sama sekali! Tingkat kultivasi Alam Langit akan selamanya tetap Alam Langit! Sekuat apa pun kemampuan bertarungnya, dia tidak akan pernah bisa mengalahkan seorang kultivator tingkat Alam Raja tahap ketiga!” Rong Ku berbicara dengan nada angkuh. Ia pun mengeluarkan jubahnya lalu menggunakannya.


Aura Rong Ku tampak di tekan saat ini karena memang bahwa Jubah tersebut bukan hanya jubah biasa.


Canglan yang menatap itu pun perlahan mundur menjaga jarak. Ia tentu akan bersiap-siap jika terjadi sesuatu yang buruk. Namun, karena Lin Yan bersikeras ingin melawan keduanya seorang diri, ia pun hanya menyingkir ke samping tetapi tetap siaga untuk mengeluarkan Wayangnya.


“Bocah, aku akan mengatakannya sekali lagi! Serahkan Roh Kontrak milikmu, atau aku akan membunuhmu tanpa belas kasihan!” Ancam Rong Ku sekali lagi.


Lin Yan tersenyum sangat jahat ketika mendengar kata-kata dari Rong Ku.


“Menyerahkan Yue'er kepadamu? Ha-ha-ha!” Lin Yan tertawa lepas ke arah langit karena merasa sangat lucu dengan kata-kata Rong Ku.


“Apa yang kau tertawakan bocah?” Tanya Rong Ku sedikit marah.


“Apakah aku perlu menjawab pertanyaan seseorang yang tidak lama lagi akan berubah menjadi mayat?” Tanya Lin Yan dengan senyum yang menampilkan semua giginya. Garis darah di dalam tubuhnya tampak sangat liar kali ini karena diancam berulang kali oleh seseorang seperti Rong Ku.


Tidak hanya itu, bahkan Rong Ku yang menjebak Xia Yue'er seperti seorang yang sedang mabuk pun berencana untuk menangkap Xia Yue'er lalu melahapnya demi kepentingan peningkatan kekuatan dan hal seperti itu membuatnya sangat muak.


“Menjadi mayat? Kaulah yang akan menjadi mayat!” Teriak Rong Ku dan melesat ke arah Lin Yan.


Roh Pelahap Jiwa pun mendengus lalu melesat ke arah Lin Yan mengabaikan perasaan familiar dari Lin Yan. “Jiwamu akan kulahap juga karena tampaknya kau sedikit istimewa!”


Menatap keduanya yang bergerak dengan kecepatan penuh ke arahnya, Lin Yan pun tidak tinggal diam.


“Tombak Petir Suci!”


“Gaya Pertama, Tubuh Petir Suci!”


Tubuh Lin Yan pun langsung di selimuti oleh qi-nya sendiri dan ia pun langsung melesat dengan kecepatan penuhnya.


Ketika Lin Yan bergerak, ia juga langsung mengayunkan tombaknya sekuat tenaga.


Rong Ku yang menatap itupun hanya mendengus lalu mengayunkan pedangnya juga sekuat tenaga.


Trang!


Benturan pun terjadi sekali lagi dan Roh Pelahap Jiwa muncul tepat di belakang Rong Ku tidak seperti sebelumnya.


Tap!


“Formasi Wabah, Bencana Penyakit!”


Ketika lingkaran Formasi tercipta di tubuh Rong Ku, sesuatu yang tidak terduga pun terjadi.


Wusssh!


Duri-duri tajam berwana hitam melesat dari seluruh permukaan tubuh Rong Ku yang membuat Lin Yan terkejut.


“Armor Naga Hitam!”


Trang! Trang! Trang!


Duri-duri tajam yang muncul di permukaan tubuh Rong Ku berkat Formasi yang diciptakan oleh Roh Pelahap Jiwa pun tidak mampu menembus pertahanan Lin Yan.


Tetapi wajah Lin Yan sedikit gelap ketika Roh Pelahap Jiwa telah tiba tepat di atasnya dan ia tau bahwa serangan sebelumnya adalah pengalihan.


“Formasi Wabah, Korosi Wabah!”


Ketika Roh Pelahap Jiwa mengayunkan tinjunya, lingkaran Formasi juga menyelimuti lengan kanannya yang memiliki bulu-bulu hitam yang sangat tebal.


“Formasi Cahaya, Perisai Cahaya!”


Trang!


Bussssh!


Dua jenis qi pun menyebar ke segala arah saat benturan terjadi. Roh Pelahap Jiwa pun melebarkan matanya ketika menatap Lin Yan yang menggunakan Formasi yang biasanya digunakan oleh para Roh Peri.


Tetapi ceritanya akan berbeda jika seorang Spiritualis Dunia pernah melakukan Fusi dengan Roh Kontrak mereka. Itu membuat seorang Spiritualis Dunia membaca semua ingatan para Roh dan bisa mempelajari teknik Formasi milik para Roh dengan mudah.


Rong Ku juga terkejut melihat Formasi yang biasanya digunakan oleh para Roh digunakan oleh Lin Yan.


“Teknik Jubah Ular, Racun Ular Hijau!”


Ketika Rong Ku menyalurkan qi-nya ke jubahnya, gas berwana hijau pun menutupi tempat tersebut dan menelan Lin Yan sepenuhnya.


“Dasar bodoh!” Rong Ku mendengus karena terlihat Lin Yan seperti menganggap teknik miliknya adalah teknik murahan. Setiap anggota organisasi Jubah Ular, mereka semua akan memiliki banyak kemampuan unik yang ada di jubah mereka, itulah alasan mengapa organisasi mereka memiliki nama yang sama dengan jubah yang mereka kenakan.


Namun Rong Ku terkejut saat naga hitam tiba-tiba muncul dihadapannya sambil mengayunkan sebuah tombak.


“Sial!” Rong Ku pun langsung mengangkat pedangnya untuk menahan tombak tersebut.


Trang!


“Sungguh berat!” Batin Rong Ku dengan wajah yang sangat dingin. Ia tidak menyangka bahwa qi yang dipadatkan akan mampu melakukan tekanan sepeti itu.


“Teknik Jubah Ular, Kecepatan Ular!”


Wusssh!


Rong Ku pun langsung bergerak melewati naga hitam dengan mudah dan muncul di depan Lin Yan yang masih ditutupi oleh kabut beracun berwarna hijau.


Dengan kecepatan yang sangat tinggi, Rong Ku langsung mengayunkan pedangnya yang telah diselimuti oleh qi berwana perak.


Lin Yan juga tidak hanya diam dan mengayunkan Tombaknya yang kini diselimuti oleh qi Petir Hitam.


Trang! Tring! Tring!


Pertarungan dua lawan satu pun terus berlangsung. Tetapi sangat terlihat bahwa Lin Yan sedang ditekan setiap saat.


Karena tekanan yang hampir tidak mampu di tahan oleh Lin Yan, Rong Ku pun yang sedang bentrok langsung menggunakan teknik dari jubah miliknya.


“Teknik Jubah Ular, Tangan Ular!”


Wusssh!


Dari balik jubah Rong Ku, ular-ular yang sangat banyak pun melesat ke arah Lin Yan lalu menutupinya.


Mata Lin Yan terlihat semakin dingin ketika menatap ke arah Rong Ku yang bekerja sama dengan Rohnya dan terus menekannya.


“Kena kau!” ucap Rong Ku saat melihat Lin Yan ditutupi oleh ular-ular hingga tidak terlihat.


“Lakukan!” Perintah Rong Ku.


Roh Pelahap Jiwa pun muncul tepat di atas Lin Yan. Ia pun langsung mengarahkan lengannya ke arah Lin Yan.


“Formasi Wabah, Penyakit Kepunahan!”


Lingkaran Formasi tercipta dalam sekejap. Dari lingkaran Formasi tersebut, aura berwarna abu-abu pun muncul lalu mencoba melelehkan Lin Yan bersama dengan ular-ular tersebut.


Rong Ku dan Roh Kontrak-nya pun tersenyum kejam karena tau bahwa ketika gas tersebut menyentuh kulit makhluk hidup, maka tubuh mereka akan rusak dengan kecepatan yang sangat tinggi seperti sebuah penyakit paling mematikan yang menggerogoti sel-sel tubuh makhluk hidup.


Tetapi Rong Ku dan Roh Pelahap Jiwa pun tertegun di tempat ketika merasakan kekuatan luar biasa mengerikan terpancar.


“Kalian berdua sungguh membuatku muak!”


Duar!


Ledakan besar terjadi dan menghancurkan ular-ular yang membungkus Lin Yan. Tidak hanya itu, bahkan teknik Formasi yang dilancarkan oleh Roh Pelahap Jiwa pun tampak langsung disingkirkan begitu saja.


Badai qi pun terjadi dalam sekejap dan pusatnya adalah Lin Yan. Petir hitam tampak menyambar di mana-mana dan awan pun mulai gelap.


“Apa ini?” Rong Ku memasang wajah serius ketika merasakan aura dahsyat tiba-tiba muncul.


Di tempat yang tidak terlalu jauh, Canglan yang menatap itupun menaikkan sudut bibirnya.


“Aku tidak tau bagaimana cara Tuan Muda melakukan hal seperti dengan sangat mudah. Tetapi tampaknya ketika dia marah, kekuatannya akan meningkat terus-menerus tanpa henti.”


“Dan Tuan Muda pun akhirnya memasuki panggung, Alam Raja!”