Dragon Monarch

Dragon Monarch
Chapter 189 - Sosok Misterius



Gunung Safir


Harimau yang semula mencoba untuk menyerang para kultivator pun langsung menghilang dari puncak Gunung Safir. Para kultivator terdiam melihat hal tersebut tetapi sebagain dari mereka sudah tau kejadian seperti itu akan terjadi karena dahulu ada juga kejadian yang sama.


“Tampaknya kita terlalu khawatir tentang Harimau Emas Kuno itu,” ucap Gu Yin.


Lin Yan terkekeh kecil dan melompat ke bawah. Ia pun perlahan berjalan ke arah Danau Safir sambil menikmati pemandangan, tentu ia tau bahwa sesuatu yang akan diperebutkan oleh kultivator tidak akan muncul dalam waktu beberapa jam.


Melihat Lin Yan turun, tentu Gu Yin akan mengikutinya.


Keduanya pun melewati kelompok murid Sekte Bambu.


Lin Yan melirik sekilas kedua rekan Yue-Yue yang memiliki tingkat kultivasi Alam Bumi tahap kesembilan.


Kelompok Yue-Yue sama sekali tidak peduli dengan Lin Yan dan Gu Yin karena tingkat kultivasi keduanya lebih rendah dari dua diantara mereka.


“Aku bertanya-tanya, apa sebenarnya tujuan menciptakan Situs ini?” Tanya Gu Yin heran.


Lin Yan yang tidak mengetahuinya, tidak menjawab sama sekali. Ia hanya terus berjalan ke arah Danau Safir.


Beberapa kultivator pun melihat kedatangan Lin Yan dan Gu Yin. Tentu mereka semua langsung mengukur seberapa kuat dua individu yang menggunakan jubah untuk menyembunyikan identitas mereka. Namun ketika memeriksa tingkat kultivasi Lin Yan dan Gu Yin, semua dari mereka langsung mengabaikannya karena bukan seseorang yang harus diwaspadai.


Sekitar sepuluh meter di belakang Lin Yan, kelompok Sekte Bambu juga ikut mendekat. Semua dari kultivator menatap mereka dengan serius, bahkan Yue-Yue yang menjadi terlemah pun diwaspadai oleh semua kultivator.


“Bukankah itu Yue-Yue, jenius terbaik Sekte Bambu? Aku tidak menyangka bahwa kultivasinya meningkat sangat cepat ke tingkat Alam Bumi tahap keenam.”


“Ya, Sekte Bambu kini sedang membentuk Aliansi penuh dengan klan Long, walaupun aku tidak tau apakah rencana Aliansi itu berhasil.”


Diskusi diantara para kultivator pun pecah dan menatap sesekali kepada Yue-Yue kemudian ke arah Long Hua yang saat ini sedang menatap ke arah danau bersama dengan dua anggota klan Long lainnya, Long Cu dan Long Ci.


Ketiga dari mereka berasal dari Sekte Naga Langit tetapi kali ini, kelompok Long Hua mewakili klan Long.


Sementara itu, ada dua murid dari Sekte Naga Langit, keduanya memiliki tingkat kultivasi Alam Bumi tahap kesembilan juga, bisa dipastikan, keduanya adalah murid Inti terkuat selain dari Long Hua dan Li Han yang saat ini sudah keluar dari Sekte Naga Langit.


Lin Yan menatap mereka semua dan tatapannya terhenti di murid Sekte Seribu Pedang, ia mengerut sedikit saat melihat seorang wanita yang pernah mengikuti kompetisi bersamanya, dia adalah wanita yang meraih peringkat pertama di babak pertama.


Yang membuat Lin Yan sedikit heran, kultivasi wanita tersebut saat ini sama dengannya, tingkat Alam Bumi tahap ketujuh. Dan dua anggota Sekte Seribu Pedang lainnya memiliki tingkat kultivasi Alam Bumi tahap kesembilan.


Lin Yan juga telah memperhatikan murid Sekte Gerbang Surgawi, tetapi ia tidak terlalu peduli karena merasa bahwa merekalah yang terlemah, sama halnya bagi anggota klan Yi.


Juga, Lin Yan menatap ke arah anggota klan Shi, ia melihat seorang pemuda yang memiliki kemiripan dengan Shi Zho yang ia bantai, serta wajah pemuda tersebut mengingatkannya kepada Patriak klan Shi.


“Dia pasti putra pertama Patriak klan Shi, aku akan menghapus garis darahmu di tempat ini Patriak klan Shi, kau akan menyesal karena telah mencoba memprovokasiku!” Batin Lin Yan dan tersenyum sedikit kejam.


Dan terakhir, Lin Yan menatap ke arah kelompok yang menurutnya paling berbahaya, anggota Kelompok Kalajengking Merah. Menurut Lin Yan, kelompok itu sama berbahayanya dengan kelompok Long Hua dan kelompok Sekte Seribu Pedang.


Ketika mendekat, Long Hua menoleh ke arah belakang. Ia menaikkan sedikit alisnya dan perlahan berjalan ke arah Lin Yan.


Para kultivator pun melihat ke arah Long Hua dan tertarik dengan apa yang akan dia lakukan.


Ketika sudah dekat, Long Hua melewati Lin Yan dan Gu Yin, ia tiba dihadapan kelompok Sekte Bambu.


“Aku tidak menyangka bahwa kau akan datang ke tempat ini. Apakah Gurumu tidak tau jika tempat ini sangat berbahaya?” Tanya Long Hua kepada Yue-Yue.


Alis Lin Yan sedikit naik saat mendengarnya. Ia hanya mengabaikan mereka dan duduk di pinggir Danau Safir.


“Ini bukan urusanmu!” ucap Yue-Yue dingin.


Kerutan muncul di dahi Long Hua. “Jaga sikapmu karena tidak lama lagi kau akan menjadi bagian dari klan Long!” Ia pun langsung berbalik pergi kembali ke tempat Long Cu dan Long Ci.


Yue-Yue sangat marah mendengarnya. Ia hanya bisa mengepalkan tangannya dengan kuat karena tidak bisa membalas kata-kata Long Hua.


Kedua rekan Yue-Yue hanya diam karena tentu mereka tau apa yang terjadi.


“Ternyata rumor itu benar, klan Long telah membuat kesepakatan dengan Master Sekte Bambu, Raja saat ini mengambil jenius terbaik Sekte Bambu untuk dijadikan istri dari putra mahkota, Long Hua.”


“Cih! Mereka selalu saja mengambil para jenius terbaik.”


Saat diskusi diantara anggota kelompok Kalajengking Merah terdengar, Long Hua langsung melihatnya dengan dingin.


Ketiga anggota kelompok Kalajengking Merah hanya tersenyum sinis saat Long Hua menatap mereka, tentu mereka tidak akan takut sama sekali dengan yang namanya keluarga Kerajaan.


Lin Yan di sisi lain sedikit terkejut bahwa Yue-Yue yang ia akui sebagai jenius puncak akan menjadi bagian dari klan Long. Ia tidak peduli sama sekali, jika waktunya tiba, ia tidak akan ragu memusnahkan Keluarga Kerajaan bersama dengan Yue-Yue.


Jika Sekte Bambu ikut campur, ia tidak akan segan-segan menghabisi mereka juga.


Semua para kultivator di tempat itu pun menunggu hal yang dinanti-nanti. Beberapa jam kemudian, beberapa kelompok lainnya juga mencapai puncak Gunung Safir.


Setelah tiga jam kedatangan Lin Yan dan Gu Yin, jumlah kultivator di tempat tersebut mendekati angka seratus. Semua dari mereka adalah saingan utama untuk memperebutkan benda yang akan muncul.


Informasi itu telah tersebar luas, benda-benda aneh akan bermunculan di atas Danau Safir, ketika itu terjadi, para kultivator akan mengambil resiko memperebutkan benda di atas Danau Safir.


Para kultivator Alam Bumi tentu memiliki kemampuan berjalan di atas air, tetapi ketika perebutan terjadi, sudah pasti ada pertarungan yang membuat beberapa kultivator masuk ke dalam danau, dan itu adalah kematian bagi mereka yang masuk.


Di tengah danau, di pohon besar tersebut, saat ini ada satu sosok yang sedang duduk di sebuah cabang pohon.


“Periode kali ini telah tiba, dan jumlah kultivator yang mencapai puncak juga lebih banyak dari sepuluh tahun yang lalu. Sepertinya tidak perlu menunda-nunda lagi, aku akan memulai permainannya.”


Satu sosok yang duduk di dahan pohon tersebut pun tersenyum menatap semua kultivator yang berada di pinggir Danau Safir.


Siapa dia? Dan apa tujuannya?