
Blar!
Petir hitam yang sangat mengerikan menerjang ke arah Shi Zho.
Patriak klan Shi bergerak dengan kecepatan tingginya untuk menyelamatkan putranya. Tetapi ia terhenti di pinggir Arena ketika petir telah menabrak Shi Zho.
Duar!
Ledakan besar terjadi. Petir hitam menyambar ke mana-mana saat benturan terjadi.
Patriak klan Shi membeku di tempat karena serangan sekuat itu sudah pasti akan membunuh Shi Zho.
Naga Hitam yang berada di langit pun kembali ke atas Lin Yan.
Semua kultivator kuat saat ini terdiam karena sangat terlihat bahwa Lin Yan sangat memaksakan untuk menghabisi Shi Zho tanpa belas kasihan sama sekali. Ini membuat mereka bertanya-tanya, apa sebenarnya dendam antara Lin Yan dan Shi Zho hingga kejadian seperti itu terjadi.
“Anak itu membunuhnya..” Gumam Master Sekte Naga Langit saat menatap ke arena yang masih di tutupi oleh debu.
“Dia kali ini sudah memancing amarah salah satu klan terkuat di Kerajaan Bintang!” ucap Tetua Pertama karena tidak tau harus berkata apa lagi melihat apa yang dilakukan oleh Lin Yan.
“Patriak klan Shi pasti tidak akan membiarkan Lin Yan pergi!” ucap Tetua Kedua setelahnya.
“Anak itu sudah gila, dia bahkan berani membunuh putra kedua Patriak klan Shi tepat di depan matanya!” ucap Master Sekte Bambu.
“Long Gu, siapkan semua pengawal, ini juga adalah kesempatan karena anak itu akan menjadi duri dalam daging!” perintah Long Bao kepada Long Gu.
“Baik!” Long Gu tentu saja mengerti apa artinya. Jika Patriak klan Shi bergerak, mereka pun akan ikut membantu. Dan sudah pasti sekte Naga Langit tidak akan ikut campur karena sedari awal merekapun ingin membuang Lin Yan.
“Siap-siap untuk bergerak!” Perintah Pemimpin kelompok Kalajengking Merah kepada dua bawahan terpercayanya karena ia juga sudah membuat spekulasi tentang apa yang akan terjadi selanjutnya.
Sementara itu, Patriak klan Gu dan Gu Shen memasang wajah muram karena melihat pergerakan semua kultivator. Tidak hanya itu, Patriak klan Meng juga ingin bergerak bersama dengan Patriak klan Yi karena memiliki dendam terhadap Lin Yan juga.
Li Hu di sisi lain tetap tenang seperti biasa setelah memeriksa situasi. Ia melirik ke arah tertentu dan di kejauhan terlihat Li Wei yang mengangguk kecil.
Ketika debu perlahan menghilang, terlihat saat ini Shi Zho dalam kondisi yang mengenaskan. Beberapa bagian tubuhnya sudah terpisah dari tubuhnya dan tidak ada nafas lagi yang tersisa.
“Anak ini benar-benar membunuhnya!” Batin Tetua Agung Sekte Seribu Pedang. Ia pun melirik ke arah Master Sekte Seribu Pedang dan mengangguk kecil tanda bahwa mereka tidak akan bisa ikut campur jika banyak Patriak kuat yang bergerak nantinya.
“Sialan! Aku akan membunuhmu!” Teriak Patriak klan Shi saat melihat putranya yang tewas dengan cara mengenaskan.
Lin Yan menatap Patriak klan Shi sangat dingin saat ini.
Zhep!
Patriak klan Shi langsung menerjang dan semua pihak pun ikut bergerak.
“Ayah! Tolong Lin Yan!” Teriak Gu Yin sambil mengguncang-guncang Gu Shen.
Melihat putrinya yang ingin menangis, Gu Shen tersenyum pahit. Ia pun langsung menghilang juga diikuti oleh Patriak klan Gu dan beberapa Tetua klan Gu.
Sementara itu, Huan Caiyi yang ingin bergerak langsung di tangkap oleh Gu Lan.
“Bibi.. lepaskan aku.. Yan'er sedang dalam bahaya!” Teriak Huan Caiyi.
Tetapi Gu Lan menggelengkan kepalanya lalu memukul tepat di Akar Spiritual Huan Caiyi untuk menyegel Kultivasinya.
“Bibi.. apa yang kau lakukan.. jika terjadi sesuatu pada Yan'er..” Huan Caiyi meneteskan air matanya dan mencoba memberontak untuk pergi ke tempat Lin Yan berada.
Gu Yuena hanya diam tetapi ia juga gugup saat menatap banyak kultivator kuat telah mencapai arena.
Zhep!
“Hentikan sampai di sini Patriak klan Shi!” Li Wei yang sedari awal sembunyi di balik bayang-bayang pun muncul di depan Lin Yan.
Patriak klan Shi langsung berhenti dan menatap Li Wei dengan niat membunuh yang begitu besar.
Wajah Li Wei jelek mendengar suara itu.
Zhep!
Pemimpin Kelompok Kalajengking Merah pun tiba di dekat Patriak klan Shi bersama dengan dua bawahan kepercayaannya.
Zhep!
Anggota keluarga Kerajaan juga tiba dan tampak mereka berada di team yang sama dengan Kelompok Kalajengking Merah dan Patriak klan Shi.
Sementara itu, Master sekte, Tetua Pertama, Kedua dan Ketiga telah mendekat juga.
“Apa kau ingin menghalangi kami?” Patriak klan Yi yang baru saja muncul pun bertanya kepada para penguasa dari Sekte Naga Langit.
“Kau harus tau bahwa semua klan akan menjadi musuhmu, termasuk keluarga Kerajaan, Master Sekte Naga Langit!” ucap Master Sekte Gerbang Surgawi karena ia juga tidak ingin Lin Yan hidup karena kejadian sebelumnya.
Master Sekte Naga Langit terdiam sejenak dan tau bahwa konsekuensi yang mereka terima akan semakin berat jika ikut campur. Bahkan Tetua Ketiga yang selalu netral pun tau bahwa barisan itu tidak mungkin dilawan seorang diri oleh Sekte Naga Langit.
“Kenapa kalian berusaha untuk menyingkirkan seorang anak?” Patriak klan Gu yang muncul di sebelah Li Wei bersama dengan Gu Shen pun langsung bertanya.
“Menjauhlah atau klan mu mungkin akan terlibat!” Patriak klan Meng juga muncul.
Lin Yan menatap mereka semua dengan tatapan dingin. Ia tetap diam dari waktu ke waktu karena mengingat siapa saja yang ingin mencoba membunuhnya.
“Anak ini adalah aib dan teknik miliknya sangat jahat, apa kau tidak merasakannya? Jangan halangi kami, Li Wei, Patriak klan Gu!” ucap Long Bao dingin.
“Bagaimana jika kami ingin ikut campur?”
Zhep!
Li Hu tiba di depan mereka semua seorang diri. Ia sama sekali tidak gentar dengan semua kelompok itu walaupun konsekuensi yang akan ia terima akan sangat berat juga. Tetapi, masih ada satu Kerajaan yang akan bersedia membantunya, yaitu Kerajaan Bulan.
Menatap individu yang paling berbahaya muncul, wajah mereka semua semakin muram. Tetapi semua yang ingin membunuh Lin Yan sama sekali tidak menyerah.
“Minggir Li Hu! Apakah demi satu anak ini kau rela menjadi musuh semua pihak kuat?” Ancam Long Bao.
Lin Yan tau bahwa banyak orang yang akan menderita karenanya. Ia berterimakasih karena masih ada beberapa kelompok yang mencoba membelanya walaupun sudah memiliki banyak musuh.
“Terima kasih atas bantuannya, Patriak klan Gu, Tuan Li Wei dan Tuan Li Hu, aku akan membereskan masalahku seorang diri!” ucap Lin Yan karena tidak ingin klan Gu dalam bahaya.
Tap!
Lin Yan naik ke atas Naga Hitam ciptaannya dan membisikkan sesuatu kepada beberapa individu yang mencoba membelanya.
“Kau..” Gu Shen terkejut dengan kata-kata Lin Yan.
“Sampaikan maafku kepadanya..”
Zhep!
Lin Yan pun langsung melesat ke arah tertentu agar mereka tidak terlibat dalam hal itu.
“Jangan biarkan dia kabur!”
Zhep!
Semua pihak yang ingin membunuh Lin Yan pun langsung mengejar Lin Yan.
Di kejauhan, Gu Yin menatap itu dengan mata berkaca-kaca.
Busshhh!
Gu Yin pun langsung menghilang tanpa di sadari oleh siapapun bahkan ibunya sendiri karena ia memiliki teknik yang baru saja ia kuasai, dan itu adalah teknik puncak klan Gu, Butiran Salju.