
Cabang Kedua Sekte Wayang telah hancur sepenuhnya di tangan Lin Yan dan Xia Yue'er yang bekerja sama. Tempat tersebut kini telah rata dengan tanah, tidak ada jejak kehidupan yang tersisa sama sekali karena serangan yang dilancarkan oleh Xia Yue'er sebelumnya.
“Lin Yan! Apa kau lihat Formasi yang aku lancarkan sebelumnya?” Xia Yue'er melesat ke arah Lin Yan sambil memamerkan pencapaiannya. Ia tiba di depan wajah Lin Yan sambil memasang pose kedua tangan di pinggangnya dan kepalanya sedikit terangkat.
Lin Yan terdiam melihat sikap kekanak-kanakan Xia Yue'er. Tetapi ia tetap tersenyum dan memujinya karena ia tau bahwa Xia Yue'er sangat suka dipuji. “Ya, itu sangat luar biasa. Aku tau Yue'er adalah yang terkuat.”
Pujian Lin Yan membuat Xia Yue'er tampak semakin besar kepala. “Tentu Putri ini adalah yang terkuat!” ucapnya dengan nada bangga.
Lin Yan pun mengabaikan Xia Yue'er yang tampak membanggakan dirinya. Ia menatap ke arah Canglan yang masih melayang di langit sambil menatap ke arah tempat tertentu yaitu kawah yang ia ciptakan sebelumnya. Ia hanya membiarkan Canglan karena tampak seperti sedang bernostalgia akan sesuatu.
Tidak lama kemudian, Canglan pun menghela nafas panjang dan menghampiri Lin Yan.
“Setelah ini, Sekte Wayang pasti akan memburumu dengan segala cara.” ucap Canglan sambil menatap ke arah Lin Yan dengan tatapan sedikit rumit.
“Itu bukan masalah sama sekali. Biarkan mereka datang dan aku akan menghabisi mereka satu per satu sampai-sampai tidak ada yang tersisa.” Balas Lin Yan acuh tak acuh.
Canglan sama sekali tidak meragukan perkataan Lin Yan karena memang benar bahwa jika Lin Yan memiliki waktu yang cukup untuk tumbuh, Sekte sekuat Sekte Wayang tidak akan bisa membendung amarah seseorang seperti Lin Yan.
“Lalu, apa yang akan anda lakukan saat ini?” Tanya Canglan lagi.
“Aku akan berkeliling di Kekaisaran Han terlebih dahulu untuk mencari informasi tertentu sekaligus meningkatkan kekuatan. Lalu, bagaimana denganmu?” Tanya Lin Yan balik ke arah Canglan.
“Aku akan mencoba untuk memulihkan luka lamaku meskipun aku tidak tau apakah mungkin atau tidak.” Balas Canglan dengan gelengan kepala seolah-olah mengejek dirinya sendiri.
Lin Yan terdiam sesaat dan tampak berpikir, “Aku ingin bertanya, apakah kau mengetahui seseorang yang bernama Guan Yu?” Tanyanya.
Mata Canglan menyipit sedikit karena tampak mengingat sesuatu.
“Maksud anda, Guan Yu Sang Kaisar Tombak?” Tanya Canglan balik.
“Kaisar tombak?” Batin Lin Yan terkejut mendengar gelar tersebut. Ia memang tau bahwa Guan Yu menggunakan tombak, tetapi tidak menyangka bahwa akan mendapatkan gelar dengan tombak yang digunakan olehnya.
“Dia adalah orang..” Lin Yan pun menceritakan deskripsi tentang Guan Yu.
“Tidak salah lagi, Tuan Muda. Itu adalah Guan Yu yang asli. Dia telah menghilang selama ratusan tahun. Tetapi, dia masih tetap memasuki daftar 90 besar kultivator terkuat di Benua Saint.” ucap Canglan serius.
“90 besar?” Tanya Lin Yan terkejut karena angka itu sudah sangat tinggi mengingat tentang luasnya Benua Saint dan begitu banyaknya kultivator yang ada.
“Ya. Di Benua Saint terdapat daftar yang disebut sebagai Master Bela Diri. Di dalam daftar itu, terdapat 200 kultivator ternama yang memiliki kekuatan diluar akal sehat. Semua dari mereka memiliki kekuatan yang dapat menghancurkan Sekte sebesar Sekte Wayang sekalipun hanya dengan seorang diri saja.” ucap Canglan dengan wajah yang sangat serius.
“Pria jelek?” Batin Canglan dengan wajah berkedut keras. Meskipun ia tampak seperti pria paruh baya, ia tetap cukup tampan diantara para pria yang memiliki usia yang tampak sama dengannya.
Lin Yan hendak tersedak mendengar sebutan yang dibuat oleh Xia Yue'er terhadap Canglan.
Walaupun wajahnya saat ini bergerak-gerak tidak karuan, Canglan tetap menjawab, “Untuk para Roh, mereka tidak masuk ke daftar 200 Master Bela Diri. Tetapi, para Roh memasuki tipe 100 Master Roh Bela Diri.”
Mata Xia Yue'er berbinar karena tentu pernah mendengar tentang rumor seperti itu di Dunia Roh Peri. “He-he-he.. Lin Yan, ayo kita rebut posisi teratas diantara 200 Master Bela Diri dan 100 Master Roh Bela Diri.” ucapnya dengan nada senang.
Lin Yan dan Canglan menatap ke arah Xia Yue'er dengan tatapan kosong penuh arti karena tentu merasa cita-cita Xia Yue'er saat ini pasti masih jauh untuk mencapainya. Sebab, untuk memasuki kedua daftar tersebut, para kultivator dan Roh harus mencapai tingkat kultivasi yang sangat tinggi atau lebih tepatnya puncak kultivasi di Benua Saint.
“Apa-apaan tatapanmu itu? Apa kau tidak percaya bahwa Putri ini akan mencapai level seperti itu?” Tanya Xia Yue'er marah ke arah Canglan.
“Kenapa kau marah padaku?” Batin Canglan tidak bisa membalas kata-kata Xia Yue'er.
Di sisi lain, Lin Yan langsung tersenyum kecil karena ia ingin menantang semua 200 Master Bela diri tersebut.
“Canglan, apakah kau tau peringkat ke beberapa seseorang yang bernama Lin Ming?” Tanya Lin Yan tiba-tiba.
Deg! Deg!
Jantung Canglan berdetak sangat cepat ketika mendengar nama Lin Ming.
“Tuan Muda, Senior Lin Ming yang merupakan leluhur tua Klan Lin berada di jajaran yang sangat berbeda! Sebelum dia pensiun dari dunia kultivator, senior Lin Ming memegang peringkat Ketiga di jajaran 200 Master Bela Diri. Sedangkan istrinya Lin Xi memegang peringkat ke Sembilan di dalam daftar!” ucap Canglan serius.
Kata-kata Canglan membuat jantung Lin Yan berdetak sangat cepat. Matanya tampak berbinar saat ini karena tidak menyangka bahwa kakeknya akan masuk ke dalam Tiga Besar dari 200 Master Bela Diri dan neneknya memasuki peringkat ke Sembilan di Benua Saint. Dari hal itupun, ia langsung tau bahwa sepuluh besar dari 200 Master Bela Diri di Benua Saint di pegang oleh para leluhur tua empat Klan Kuno.
“Tuan Muda, aku ingin bertanya, kenapa anda tampaknya tidak mengetahui daftar mereka, anda pasti berasal dari Klan Lin. Sudah pasti anggota Klan Lin mengetahui tentang semua hal itu.” Canglan menatap Lin Yan dengan tatapan aneh.
Lin Yan terdiam saat mendengar kata-kata Canglan. Tidak mungkin ia mengatakan tentang dirinya kepada seseorang meskipun Canglan mungkin tidak memiliki niat jahat padanya.
Tetapi, wajah Lin Yan berkedut keras ketika mendengar suara seseorang yang membuatnya tidak bisa berkata-kata.
“Lin Yan tumbuh di Daratan Utara. Dia tidak dibesarkan di Klan Lin. Tetapi, alasan dia bertanya, itu dikarenakan Lin Ming dan Lin Xi adalah kakek dan nenek Lin Yan!” ucap Xia Yue'er dengan bangga.
Canglan yang mendengar itu pun mematung di tempat. Ia tentu sangat terkejut bahwa Lin Yan adalah cucu dari Lin Ming dan Lin Xi yang melegenda dari Klan Lin. Saat ini, ia sudah tau dari mana tempramen Lin Yan yang mengingatkannya pada seseorang, dan itu mengingatkannya terhadap Lin Ming ketika masih di masa jayanya.