Dragon Monarch

Dragon Monarch
Chapter 467 - Pertarungan Akhir (2)



Dimensi Naga


Lin Yan yang berdiri di atas tebing menatap ke arah semua pertempuran antara naga yang sedang terjadi. Jika ia ingin menyelesaikan permasalahan tentang Xia Yuuxuan, ia harus mengalahkan naga-naga lainnya karena mereka pasti akan menghalanginya. Juga, satu lagi naga lainnya yang diwaspadai oleh Lin Yan adalah Xi Shu.


Wusssh!


Tanpa membuang waktu sama sekali, Lin Yan pun langsung terbang ke arah tempat para naga berada.


Ketika Lin Yan mendekat, naga-naga lainnya tentu langsung waspada. Seseorang yang memiliki qi Raja selevel milik Lin Yan adalah seseorang yang harus sangat diperhitungkan karena mungkin dia sekuat Xia Yuuxuan ataupun Xi Shu. Itulah yang dipikirkan oleh para naga.


Salah satu dari Raja Naga Elemen yang menatap kedatangan Lin Yan pun langsung bergerak. Ia adalah Raja Naga Elemen Angin yang menguasai daerah di sekitar Bukit Naga Kembar.


Saat Lin Yan terbang dan menatap seekor Naga yang tampak familiar, Lin Yan pun langsung mencengkram erat Tombak Pembunuh Naga di tangannya.


“Demi-Human! Kaulah yang membantai banyak anggota Klan Naga Angin sebelumnya bukan? Karena kau telah tiba di tempat ini, maka aku akan menghabisimu!” Teriak Raja Naga Angin saat melesat dengan kecepatan yang sangat tinggi ke arah Lin Yan, sesampainya di depan Lin Yan, ia pun langsung mengayunkan cakarnya sekuat tenaga.


Lin Yan juga mengayunkan Tombak Pembunuh Naga yang ada di tangan kanannya sekuat tenaga ke arah cakar tersebut karena tau bahwa musuh tidak dapat diremehkan sama sekali.


Trang!


Bussssh!


Ketika Bentrokan terjadi, percikan qi menyebar ke segala arah. Apa yang membuat Raja Naga Angin terkejut adalah bahwa ia kalah dalam hal kekuatan tubuh dari Lin Yan.


Namun Raja Naga Angin tentu tidak akan menyerah begitu saja. Karena efek dari Buah Mitos Suci yang membuatnya agresif, ia tidak akan pernah mau menyerah saat bertarung yang artinya ini adalah pertarungan sampai mati.


“Raungan Naga Angin!”


Raja Naga Angin pun langsung membuka mulutnya lebar-lebar lalu menembakkan qi dalam jumlah yang besar ke arah Lin Yan.


“Jiwa Pelahap Raja Naga!”


Sosok naga hitam pun muncul di atas Lin Yan sambil mengayunkan tombak di tangannya yang di ujungnya terlihat bola petir kecil berwarna hitam.


Blar!


Kedua serangan bertemu satu sama lainnya. Di saat itu juga, Ledakan besar terjadi yang membuat Raja Naga Angin terhempas menjauh dalam sekejap.


Lin Yan di sisi lain tetap bertahan ketika gelombang kejut ledakan menghantamnya. Ia menggunakan teknik yang sama untuk melindungi tubuhnya sekaligus melahap kekuatan ledakan dengan teknik Jiwa Pelahap Raja Naga.


“Karena kau memandangku, maka ini adalah akhir dari hidupmu!” ucap Lin Yan saat membuat kuda-kuda menyerang menggunakan Tombak Pembunuh Naga ke arah Raja Naga Angin.


Di ujung Tombak Pembunuh Naga, terlihat petir yang berkumpul dengan sangat cepat lalu memadat membentuk sebuah bola. Itu adalah kekuatan Kehancuran yang digabungkan oleh Lin Yan dengan qi Petir Hitam miliknya.


Zrrrrt! Zrrrrt! Zrrrrt!


Lin Yan pun langsung mengarahkan Tombak Pembunuh Naga ke arah Raja Naga Angin yang mencoba menyetabilkan dirinya di udara.


“Teknik Tombak Petir Neraka!”


“Gaya kedua, Petir Kehancuran!”


“Langkah Pemisah Bulan!”


Wusssh!


Dengan kecepatan yang sangat tinggi, Lin Yan pun melesat dan muncul tepat di atas Raja Naga Angin sambil mengayunkan Tombak Pembunuh Naga sekuat tenaga.


RaJa Naga Angin yang terlalu meremehkan Lin Yan pun terkejut ketika Lin Yan tiba di atasnya. Ia pun langsung menembakkan qi kembali dari ranjangnya untuk menjatuhkan Lin Yan di jarak yang sangat dekat.


“Ruangan Naga!”


Duar!


Ketika Tombak Pembunuh Naga membentur teknik milik Raja Naga Angin, itu langsung meledak dalam sekejap. Tombak Lin Yan sama sekali tidak terhenti setelah menghancurkan teknik tersebut.


“Sial!”


Raja Naga Angin yang menatap itu hanya bisa mengutuk Lin Yan dalam hatinya.


Blar!


Saat Tombak Pembunuh Naga membentur kepala Raja Naga Angin, itu langsung meledakkannya dalam sekejap menjadi berkeping-keping. Ini adalah keunikan dari teknik yang digunakan oleh Lin Yan yaitu ketika membentur sesuatu, Lin Yan dapat mengendalikan qi yang dipadatkan lalu meledakkannya.


Walaupun ledakan tampak tidak besar, daya hancur dari serangan itu sangatlah mengerikan.


Tap!


Lin Yan menangkap bola kristal yang merupakan inti dari Raja Naga Angin yang dihancurkan olehnya. Ia pun langsung menyimpannya lalu melesat ke arah lainnya.


Beberapa naga yang menatap Lin Yan datang ke arah mereka pun langsung berhenti bertarung. Menyadari bagaimana kuatnya Lin Yan, mereka semua pun langsung menyerang Lin bersama-sama.


“Bilah Cakar Angin!”


“Bola Api Naga!”


“Raungan Naga Air!”


Banyak serangan yang datang ke arah Lin Yan yang sedang bergerak ke arah para naga. Setiap kali Festival Raja Naga berlangsung, sudah pasti para naga yang paling kuat lah yang pertama disingkirkan. Inilah mengapa mereka bekerja sama untuk menjatuhkan Lin Yan.


Menatap semua serangan yang datang padanya, Lin Yan hanya terus bergerak, ia juga masuk ke bentuk setengah naga lalu mengarahkan Tombak Pembunuh Naga ke arah depan sambil terus terbang.


“Teknik Tombak Petir Neraka!”


“Gaya Pertama, Tusukan Neraka Keputusasaan!”


Wusssh!


Blar! Blar! Blar!


Lin Yan menghancurkan semua teknik teknik tersebut saat ia terus bergerak ke arah lurus tempat para naga berada. Tidak ada serangan yang dilancarkan kearahnya bertahan saat ia menikamnya dengan Tombak Pembunuh Naga.


Zhung!


Jleb!


Salah satu naga pun memiliki lubang besar di tubuhnya saat Lin Yan menusuknya lalu keluar dari punggung naga tersebut. Di tahan kiri Lin Yan terlihat Inti Naga tersebut yang ia cabut secara paksa.


Setelah itu, Lin Yan pun langsung menghilang dan muncul tepat di depan naga lainnya sambil mengayunkan Tombak Pembunuh Naga sekuat tenaga.


Jleb! Jleb! Jleb!


Lin Yan yang bergerak di sana sini pun membantai naga satu per satu tanpa belas kasihan sama sekali.


Para naga yang menatap itu tentu sangat tau bahwa Lin Yan yang memegang Tombak Pembunuh Naga sudah bisa dianggap sebagai Pembunuh Naga yang sesungguhnya.


Sejak dahulu, hanya Raja Naga yang memiliki kemampuan seperti itu. Tidak hanya untuk qi Raja di level puncak, teknik yang digunakan Lin Yan juga dapat membuat kekuatan para naga menurun di hadapannya, yaitu teknik Supremasi : Dewa Binatang Buas.


Para kultivator yang menatap dari kejauhan pun menelan ludah mereka ketika melihat Lin Yan membantai para naga dengan kecepatan yang sangat tinggi. Bahkan para Raja Naga Elemen akan kesulitan melakukan hal seperti itu.


Hanya untuk Xia Yuuxuan dan Xi Shu lah yang bisa melakukan hal itu di Dimensi Naga sehingga keduanya terus bertahan dari Festival Raja Naga yang telah diselenggarakan beberapa kali.


Xia Yuuxuan dan Xi Shu sudah berhenti bentrok karena di ganggu oleh Raja Naga lainnya. Mereka juga menatap ke arah Lin Yan dengan tatapan semakin serius meskipun mereka yakin bahwa kekuatan Lin Yan masih di bawah mereka berdua.