
Cabang Kedua Sekte Wayang
Krak! Krak! Krak!
Formasi yang melindungi Cabang Kedua Sekte Wayang pun mengalami retakan yang semakin banyak.
Prang!
Ketika penghalang hancur, Tombak Pembunuh Naga pun langsung melesat ke arah bawah dengan kecepatan yang sangat tinggi dan diselimuti oleh qi Petir Hitam yang sangat kuat.
Yongzha yang menatap itupun langsung mengendalikan Wayang miliknya.
Zhep!
Wayang tersebut muncul di tempat Tombak Pembunuh Naga melesat. Ia mengayunkan pedang besar hitam yang ada di tangannya sekuat tenaga.
Trang!
Brrrttt! Zrrrt! Zrrrt!
Qi yang sangat kuat pun meledak ke segala arah ketika pedang besar menghantam Tombak Pembunuh Naga.
Crang!
Wayang tersebut pun tampak mengayunkan pedangnya ketika Tombak Pembunuh Naga melesat ke arah yang berbeda.
Duar!
Ledakan besar disertai oleh petir hitam yang menggelegar ke segala arah terjadi ketika Tombak Pembunuh Naga menghantam tepat di pinggiran Cabang Kedua Sekte Wayang.
Lin Yan yang menatap itupun menyipitkan sedikit matanya karena memang benar bahwa Wayang tersebut memiliki tingkat kultivasi Alam Raja tahap ketiga dengan kekuatan Alam Raja tahap kedua.
“Lin Yan, dia adalah Pemimpin Cabang Kedua Sekte Wayang, Yongzha!” ucap Canglan saat menatap ke arah Yongzha dengan tatapan dingin.
“Oh? Diakah pemimpinnya?” Gumam Lin Yan saat menatap Yongzha yang kini menatap ke arahnya.
Zhep!
Yongzha muncul tidak jauh dari hadapan Lin Yan dengan Wayang miliknya berada di belakangnya.
“Siapa kau?” Tanya Yongzha dingin dan menatap ke arah Canglan. Ia pun melebarkan matanya tiba-tiba karena sudah melihat gambar Canglan.
“Mantan Tetua Pertama Sekte Wayang! Akhirnya kau muncul juga. Baru-baru ini kami mendapatkan perintah untuk memburumu! Aku tidak tau apa yang diinginkan oleh Sekte Wayang dari kultivator cacat sepertimu sehingga kami harus membawamu dalam keadaan hidup!”
Canglan menatap dingin ke arah Yongzha. Alasan ia merasa marah saat ini, itu dikarenakan oleh Wayang yang digunakan oleh Yongzha. Wayang tersebut merupakan salah satu bawahannya ketika kekuatannya masih berada di puncaknya.
Tring!
Suara dentingan terdengar di tangan Lin Yan ketika ia menarik Tombak Pembunuh Naga ke tangannya.
Wajah Yongzha menjadi serius seketika saat menatap hal tersebut. Ia tentu tau bahwa Tombak Pembunuh Naga adalah sebuah tombak yang sangat kuat. Tetapi, ia tidak mengetahui bahwa akan ada tombak yang tampak mengikuti perkataan seseorang.
“Kau adalah pemimpin Cabang Kedua Sekte Wayang bukan? Aku ingin menyelesaikan akun dengan kalian semua karena mencoba untuk menantangku!” ucap Lin Yan saat qi Petir Hitam menyelimuti seluruh tubuhnya.
“Menantangmu? Kami sama sekali tidak pernah melihatmu!” ucap Yongzha marah.
“Ya, kalian memang tidak pernah melihatku. Tetapi beberapa anggota Sekte Wayang Cabang Kedua mencoba mengancamku dan ingin menjadikanku sebuah boneka! Apakah kau pikir aku akan membiarkan kalian pergi?” Balas Lin Yan dengan seringai lebar diwajahnya. Ia pun langsung melesat ke depan Yongzha dengan kecepatan yang sangat tinggi.
“Langkah Pemisahan Bulan!”
Melihat kecepatan Lin Yan, Yongzha pun menjadi serius seketika. Ia pun mengeluarkan pedangnya lalu mengendalikan Wayang sekaligus untuk menyerang Lin Yan.
Tring!
Lin Yan pun bentrok seketika dengan Wayang milik Yongzha.
Di sisi lain, Yongzha yang menatap itupun mengalihkan pandangannya ke arah Canglan. Ia tentu berencana untuk menangkap Canglan karena hadiah yang akan ia terima dari Sekte Wayang sangatlah besar.
“Kau membuat kesalahan dengan datang ke tempat ini, Canglan!” ucap Yongzha dan langsung bergerak ke arah Canglan.
Dung!
Tetapi Yongzha tiba-tiba terhenti ketika lingkaran Formasi pun tercipta tepat di depannya.
“Sial!” Yongzha sangat terkejut karena sebuah lingkaran Formasi muncul begitu saja tepat dihadapannya dengan kecepatan yang sangat tinggi.
Trang!
Bussssh!
Yongzha terpental meskipun sudah menahan pedang cahaya tersebut. Itu dikarenakan ledakan qi yang muncul tiba-tiba dari pedang cahaya yang ia hancurkan.
“Kami adalah lawanmu!” ucap Lin Yan melirik ke arah Yongzha. Ia pun langsung mengayunkan tinjunya sekuat tenaga ke arah Wayang yang ada dihadapannya.
Zhep!
Tiba-tiba saja, qi berwarna hitam menyelimuti tubuh Wayang tersebut membentuk sebuah pengalang tipis.
Tetapi Lin Yan tidak peduli sama sekali dan terus mengayunkan tinjunya sekuat tenaga.
Bam!
Krak! Prang!
Bom!
Wayang tersebut pun terpental dan langsung melesat ke arah bawah lalu membentur permukaan tanah.
Zhep!
Yongzha pun muncul di atas Lin Yan karena sedari awal sudah memperhitungkan hal tersebut dan mencoba mengambil waktu untuk menyerang seorang diri.
“Apa kau pikir hanya dirimu yang bisa melakukan hal seperti itu?” Tanya Lin Yan dengan senyum kejam ketika qi dalam jumlah yang sangat besar keluar dari tubuhnya lalu membentuk sosok naga hitam yang memiliki tinggi sepuluh meter.
“Jiwa Pelahap Raja Naga!”
Tring!
Tombak yang ada di tangan naga hitam pun langsung berbenturan dengan pedang Yongzha seketika.
“Apa?” Yongzha sangat terkejut melihat naga hitam yang sangat kuat tiba tiba muncul dan menghadang serangannya.
Zhep!
Di samping Lin Yan, Wayang milik Yongzha juga muncul kembali sambil mengayunkan pedang besar di tangannya sekuat tenaga ke arah Lin Yan.
Lin Yan tersenyum kecil saat merasakan Wayang yang telah muncul dan mencoba menyerangnya.
Dengan kecepatan reaksi yang sangat tinggi, Lin Yan langsung berbalik dan mengayunkan Tombaknya sekuat tenaga.
Tring! Tring! Tring!
Benturan demi benturan pun terjadi di langit. Pertarungan tersebut disaksikan oleh sangat banyak murid Cabang Kedua Sekte Wayang.
Pertarungan antara pengendali Naga dan pengendali Wayang pun terjadi di atas langit. Pertempuran itu terlihat sangat intens karena keduanya saling menekan satu sama lainnya.
Tidak jauh dari pertempuran itu, Canglan terus menonton karena ia memang tidak memiliki kualifikasi untuk ikut campur. Jika kekuatannya masih berada di puncaknya, ia pasti akan langsung membantu Lin Yan juga.
“Hm? Apa yang dilakukan olehnya?” Canglan pun memasang ekspresi serius ketika menatap Xia Yue'er yang melayang tinggi di atas langit dan menatap ke arah bawah dengan senyum kecil. Ia pun mengerahkan qi yang lumayan banyak di kedua telapak tangannya lalu langsung menyatukannya.
“Formasi Cahaya, Telapak Tangan Cahaya Buddha!”
Zhung!
Buddha cahaya raksasa pun muncul di atas langit dan langsung mengayunkan telapak tangannya ke arah bawah tepat di lokasi Cabang Kedua Sekte Wayang.
“A-apa? Kekuatan teknik Formasi ini..” Canglan melebarkan matanya karena tidak hanya kecepatan Xia Yue'er membuat Formasi. Tetapi, kekuatan Formasinya juga sangat kuat.
Di atas langit, Yongzha yang sedang bertarung melawan naga hitam pun memasang wajah yang sangat jelek ketika melihat Buddha raksasa yang mengayunkan telapak tangannya ke arah bawah.
Para Tetua dari Cabang Kedua Sekte Wayang pun langsung bergerak dan mencoba menahan telapak tangan raksasa tersebut.
Duar!
Ledakan gelombang kejut qi Cahaya pun terjadi dalam sekejap ketika telapak tangan Buddha raksasa menghantam Cabang Kedua Sekte Wayang.
Xia Yue'er yang menatap itu pun tersenyum lebar karena merasa puas dengan teknik Formasi yang ia lancarkan semakin kuat dari terakhir kali ia menggunakannya.