Dragon Monarch

Dragon Monarch
Chapter 251 - Kematian Patriak dan Tetua Agung Klan Shi



Klan Shi


“Formasi Cahaya, Pilar Segel!”


Xia Yue'er langsung membuat Formasi di sekitar Patriak Klan Shi.


Di sekitar Patriak Klan Shi, pilar-pilar cahaya pun muncul lalu mengelilinginya membentuk lingkaran.


“Apa ini?” Patriak Klan Shi sangat terkejut karena saat ini qi-nya tampak melemah ketika dikelilingi oleh pilar-pilar cahaya tersebut. Ia langsung paham bahwa seseorang yang menggunakan teknik tersebut membuat qi Cahaya miliknya menjadi tidak stabil.


Huan Caiyi yang menatap itupun tidak mau ketinggalan. Tangan kanannya di selimuti oleh qi Bayangan yang sangat kuat lalu ia mengarahkannya ke arah Patriak Klan Shi dari kejauhan.


“Ledakan Bayangan!”


Krak!


Ketika Huan Caiyi mengepalkan tangan kanannya, suara renyah pun terdengar.


Tiga bayangan yang semula hampir hancur di tangan Patriak Klan Shi karena kehabisan qi pun muncul dalam sekejap di dalam Formasi yang diciptakan oleh Xia Yue'er.


Patriak Klan Shi yang awalnya ingin keluar dari Formasi pun terkejut kembali. Belum sempat ia melakukan sesuatu, ledakan besar terjadi dari tiga Bayangan yang dikendalikan oleh Huan Caiyi dari kejauhan.


Duar! Duar! Duar!


Kabut hitam pun menutupi Formasi yang masih dipertahankan oleh Xia Yue'er semampunya. Ia merasakan penolakan yang sangat kuat dari Patriak Klan Shi. Itu hanya dari qi-nya saja seolah-olah ingin menghancurkan Formasi yang ia ciptakan dengan perbedaan kultivasi.


“Bagus!” Lin Yan pun yang berada di tempat jauh tau bahwa kesempatan untuknya telah tiba. Ia pun langsung melempar Tombak Pembunuh Naga ke arah langit.


Zhep!


Dalam sekejap, Tombak Pembunuh Naga tiba di jarak lebih dari tiga puluh meter di atas Patriak Klan Shi.


Lin Yan mengarahkan telapak tangannya ke arah tombaknya. Terlihat di telapak tangannya saat ini petir menyengat setiap saat.


Zrrrt! Zrrrt!


Disekitar Tombak Pembunuh Naga, petir pun mulai menyambar. Awan tampak menjadi gelap dalam sekejap karena qi yang berasal dari Lin Yan.


Blar! Blar!


Petir pun menyambar terus-menerus ke tombak yang membuat Tombak Pembunuh Naga diselimuti oleh Petir Hitam yang sangat tebal dan liar.


“Matilah!” ucap Lin Yan sambil mengayunkan lengannya ke arah bawah dan di saat itulah Tombak Pembunuh Naga dengan posisi bilah ke arah bawah melesat dengan kecepatan yang tampak lebih tinggi dari Sambaran petir.


“Petir Hitam Surgawi!”


Blar!


Ledakan petir terdengar ketika Tombak Pembunuh Naga menerjang ke arah Patriak Klan Shi.


Sementara itu, Patriak Klan Shi yang baru saja selesai menahan serangan mendadak Huan Caiyi pun menatap ke arah sumber suara yang tampak menyakitkan telinga.


“Sial!” Batin Patriak Klan Shi yang secara naluriah mengangkat kedua pedangnya untuk menahan petir hitam yang menyambar walaupun itu sebenarnya adalah Tombak Pembunuh Naga yang diselimuti oleh qi serta Petir Hitam dari alam itu sendiri.


Duar!


Tombak Pembunuh Naga pun menabrak kedua pedang Patriak Klan Shi. Cahaya dan Petir pun menyambar ke segala arah ketika bentrokan terjadi.


Zhung!


Tombak Pembunuh Naga yang hampir tidak lagi diselimuti oleh Petir Hitam pun melesat terus ke arah bawah karena telah menembus pertahanan terakhir Patriak Klan Shi.


Bom!


Ledakan besar terjadi dan kawah pun tercipta ketika Tombak Pembunuh Naga menghantam permukaan tanah.


Ketika ledakan bentrokan qi perlahan mereda, terlihat Patriak Klan Shi yang masih di dalam Formasi yang diciptakan oleh Xia Yue'er.


Tetapi tatapan Patriak Klan Shi saat ini terlihat sangat kosong. Tubuhnya hampir hangus seluruhnya dan juga hampir setengah tubuhnya lenyap bersama dengan pedangnya karena tidak mampu menahan teknik yang dilancarkan oleh Lin Yan.


Jika saja qi-nya tidak ditekan oleh Xia Yue'er, mungkin ceritanya akan sedikit berbeda. Tetapi kini Patriak Klan Shi salah memilih lawan dan akhirnya kehilangan nyawanya.


“Kalian para boca-..” Sebelum Patriak Klan Shi menyelesaikan kata-katanya, tubuhnya pun terjatuh ke bawah karena daya hidupnya telah hilang setelah hampir setengah tubuhnya dirobek oleh teknik milik Lin Yan.


Para Tetua serta Tetua Agung Klan Shi yang menatap kejatuhan Patriak Klan Shi pun menegang di tempat. Mereka tau bahwa dengan hilangnya satu ahli terkuat, Klan Shi pasti akan jatuh seperti Klan Meng.


“Sialan!” Tetua Agung Klan Shi berteriak marah dan ingin menerjang ke arah Lin Yan yang menjadi pelaku utama dalam membunuh Patriak Klan Shi.


Tetapi, ketika Tetua Agung Klan Shi ingin bergerak, kilatan biru pun melewatinya dalam sekejap.


Sraing!


Saat ini terlihat Xiao Ya yang seperti baru saja melancarkan serangan. Ia pun menyarungkan pedang miliknya ke sarung pedang yang ada di tangan kirinya.


Ctak!


Ketika pedang masuk ke sarungnya sepenuhnya, terlihat leher Tetua Agung Klan Shi miring sedikit lalu kepalanya pun terjatuh ke bawah tanpa adanya darah sama sekali. Tubuh Tetua Agung Klan Shi pun ikut terjatuh ke arah bawah karena dia dibunuh hanya dengan satu tebasan tunggal yang dilancarkan oleh Xiao Ya.


“Jika saja kau tidak kehilangan ketenangan, mungkin kau akan mampu menahan tebasanku.” Gumam Xiao Ya dan menatap ke arah tubuh dan kepala Tetua Agung Klan Shi yang terjatuh ke arah bawah tanpa emosi sedikitpun.


Lin Yan yang menatap itu pun menelan sedikit ludahnya karena ia masih ingat selalu dihajar habis-habisan bersama dengan Gu Yin ketika dalam pelatihan. Mereka berdua tidak pernah sekalipun mampu menggores Xiao Ya walaupun telah bekerja sama.


“Serangannya mematikan seperti biasa.” Batin Lin Yan dan mengarahkan tangannya ke arah tertentu.


Dung!


Tombak Pembunuh Naga pun merespon panggilan Lin Yan dan langsung melesat ke arah Lin Yan.


Lin Yan yang menangkap tombaknya pun tersenyum kecil lalu melihat ke arah Klan Shi dari atas langit.


“Jangan biarkan satupun lolos!” Perintah Lin Yan dan para binatang roh pun semakin liar dalam membantai anggota Klan Shi.


“Huh.. pak tua sebelumnya lumayan tangguh. Aku hampir saja kehilangan pengendalian terhadap Formasi yang aku lancarkan.” Xia Yue'er yang muncul dan duduk di bahu Lin Yan pun mengeluh sedikit.


Lin Yan melirik ke arah Xia Yue'er dan tidak tau harus menjawab apa karena setiap saat tampaknya Roh Peri mungil itu hanya bisa mengeluh. Ia pun mengabaikannya dan menatap ke arah Huan Caiyi yang tidak lagi menggunakan jubah.


“Yan’er..” Gumam Huan Caiyi.


Lin Yan tersenyum dan perlahan melayang ke arah Huan Caiyi. Ketika tiba dihadapannya, ia pun langsung memeluknya.


“Selamat datang.” Lin Yan berbisik kecil.


Mata Huan Caiyi berkaca-kaca dan memeluk Lin Yan dengan erat juga. Ia sangat senang bahwa sikap Lin Yan tidak berubah sama sekali terhadapnya walaupun saat ini dirinya sudah bernampil seperti wanita jahat dengan qi yang sangat menjijikkan.