
Di suatu tempat di wilayah Kerajaan Han, terlihat dua sosok yang bergerak ke arah tertentu, keduanya tidak lain adalah Lin Yan yang di pandu oleh Canglan menuju Cabang Pertama Sekte Wayang.
“Apakah tempat Cabang Pertama dengan Sekte utama Sekte Wayang dekat?” Tanya Lin Yan karena tidak ingin nantinya para kultivator kuat dari Sekte Utama akan datang membantu.
“Tidak. Cabang ketigalah yang sangat dekat dengan Sekte utama karena di sana adalah lokasi tempat pembuatan boneka berada. Walaupun kekuatan para kultivator yang merupakan murid Sekte Wayang Cabang Ketiga tidak terlalu kuat, mereka memiliki peran paling penting karena mereka semua adalah ahli yang membuat Wayang.” ujar Canglan.
Mendengar apa yang dikatakan oleh Canglan, Lin Yan pun menaikkan sudut bibirnya.
“Apakah kultivator yang berasal dari Sekte Wayang Utama sangat kuat?” Tanya Xia Yue'er penasaran.
“Tentu mereka sangat kuat! Untuk kultivator tingkat Alam Raja, jumlahnya pun mencapai ribuan. Untuk para Tetua, mereka semua sangat kuat, untuk tingkat kultivasi kalian saat ini, aku sarankan untuk menghindari mereka lebih dulu.” Canglan memperingati.
Xia Yue'er tidak puas dengan peringatan Canglan karena ia menyiratkan bahwa Canglan meremehkan kekuatannya.
Sementara Lin Yan, meksipun ia memiliki harga diri yang tinggi, tetap saja ia selalu menerima masukan dari orang lain jika itu memang sangat penting.
“Ya. Apakah lokasi Cabang Pertama Sekte Wayang masih jauh?” Tanya Lin Yan ketika menatap daerah yang mereka lewati semakin jauh dari pemukiman.
Canglan melirik sekilas ke arah sekelilingnya lalu menjawab, “Tidak lama lagi kita akan tiba!”
Lin Yan mengangguk dan mengaktifkan Mata Raja. Ia menatap kejauhan dan menemukan tempat yang merupakan Sekte Wayang Cabang Pertama.
“Hm? Berhenti!” Lin Yan pun langsung berbicara dan berhenti di udara sambil menatap ke arah kejauhan.
“Ada apa?” Tanya Canglan yang berhenti juga di udara.
“Di sana ada kultivator kuat yang sedang berjaga-jaga. Dia tampak seperti sedang menunggu sesuatu atau mungkin menunggu kedatangan kita.” ucap Lin Yan.
Wajah Canglan berkerut. Ia pun menyipitkan matanya dan berkata, “Tampaknya Sekte Wayang Utama telah mengetahui bahwa Cabang kedua telah hancur saat ini.”
“Apakah kau dapat melihat seperti apa kultivator yang sedang berjaga-jaga di tempat itu?” Tanya Canglan ke arah Lin Yan. Jika Lin Yan dapat mengetahuinya, ia langsung tau bahwa Lin Yan memiliki kemampuan pelacakan yang sangat hebat.
Dengan Mata Raja, Lin Yan memperhatikan dengan seksama seorang kultivator yang sedang melayang di udara tidak jauh dari lokasi Cabang Pertama Sekte Wayang.
“Dia adalah seorang pria tua bungkuk memakai pakaian serba putih. Dan kekuatannya..” Wajah Lin Yan pun serius seketika saat memperhatikan dengan seksama kekuatan pria tua bungkuk tersebut.
Meksipun pelacakan tingkat kekuatan biasanya digunakan menggiatkan energi spiritual, untuk Lin Yan semuanya berbeda karena dengan Mata Raja miliknya, ia dapat melacak kekuatan seseorang di tingkat tertentu tetapi tidak mampu melacak satu tingkat penuh dari tingkat kultivasinya.
“Apa? Bagaimana dia bisa ada di sini?” Teriak Canglan dengan wajah sedikit gelap. Ia tentu mengenali siapa pria tua bungkuk tersebut karena awalnya, pria tua bungkuk tersebut memiliki status yang sama dengannya dahulu.
“Apa kau mengenalnya?” Tanya Lin Yan serius.
“Ya. Dia adalah Tetua Kedelapan, kami memiliki status yang sama ketika berada di Sekte Wayang meskipun aku adalah Tetua Pertama yang memimpin semua Tetua Kedua sampai dengan Tetua Keduabelas. Dia bernama Hong Li yang memiliki tingkat kultivasi Alam Raja tahap kesembilan!” Canglan menjelaskan siapa Hong Li.
“Jika dia sekuat itu, apakah kita harus mundur? Tampaknya ini seperti dia sedari awal sudah berada di Cabang Pertama Sekte Wayang dan mendapatkan perintah untuk mengurus jika ada penyusup yang datang.” ucap Lin Yan.
“Ya, anda benar Tuan Muda. Ini sama seperti ketika aku di kirim ke Cabang Pertama Sekte Wayang. Mungkin ini terkait dengan kebun herbal yang menyimpan beberapa benda penting di dalamnya atau mungkin sesuatu yang lain.” Canglan mengangguk setuju dengan spekulasi Lin Yan dan menambahkan.
“Jika dia sekuat itu, ayo kita mundur dan mencari waktu yang tepat untuk menyerang.” Xia Yue'er yang berada di bahu Lin Yan pun berbicara.
“Tidak! Aku akan mengurusnya!” Canglan pun memasang wajah dingin tiba-tiba karena ia mengambil keputusan untuk melawan seseorang sekuat Tetua Kedelapan.
“Hm? Tingkat kultivasimu saat ini bahkan lebih rendah dariku. Apakah kau yakin?” Tanya Lin Yan melirik ke arah Canglan.
“Ya Tuan Muda. Meskipun kekuatanku telah jatuh ke tingkat yang sangat menyedihkan, tetap saja aku memiliki sesuatu yang akan selalu membantuku dalam pertarungan. Aku berjanji tidak pernah menggunakannya lagi karena insiden kehancuran semua anggota ku karena ulah ku sendiri! Ketika kekuatanku telah turun drastis, aku telah kehilangan harapan untuk membalas dendam.”
“Tetapi anda datang dan menawarkan bantuan untuk memulihkan kultivasiku seperti sedia kala. Aku tidak akan tinggal diam karena mungkin ini adalah kesempatan terakhir juga bagiku untuk maju. Aku merasa bahwa jika kita mundur, herbal yang ingin kita ambil pasti akan di panen oleh mereka nantinya.” Canglan yang mengambil keputusan pun berbicara.
Lin Yan mengangguk kecil dan membalas, “Jika itu yang kau inginkan, aku tidak akan menahanmu.”
Canglan mengangguk kecil juga. “Ambil kesempatan untuk maju ketika aku menahannya. Satu hal lagi, berhati-hatilah terhadap Pemimpin Cabang Pertama Sekte Wayang.”
Ketika Canglan memperingati Lin Yan, ia pun langsung melesat dengan kecepatan penuhnya tanpa menunggu jawaban Lin Yan.
“Lin Yan, apakah kau akan membiarkan dia bertarung sendirian dengan kondisi sepeti itu melawan kultivator yang kuat?” Tanya Xia Yue'er menatap ke arah Lin Yan.
Pertanyaan Xia Yue'er membuat Lin Yan terdiam untuk beberapa saat. Tetapi ia pun tersenyum kecil dan membalas, “Dia adalah mantan kultivator tingkat Alam Kaisar paling tidak! Meskipun dia telah melemah saat ini, dia tetaplah pengendali Wayang yang sangat kuat. Jika hanya karena hal itu dia mundur, dia tidak layak untuk diperjuangkan, Yue'er.”
Jawaban Lin Yan membuat Xia Yue'er sedikit terkejut dan tau apa tujuan Lin Yan saat ini. Yaitu, membawa Canglan sebagai rekan pertama di Benua Saint.
Tidak jauh dari Cabang Pertama Sekte Wayang, pria tua bungkuk yang sedang berjaga-jaga seperti menunggu sesuatu pun menyipitkan matanya ketika melihat sosok yang mendekat ke arahnya.
Ketika sosok tersebut yang tidak lain adalah Canglan, pria tua yang bernama Hong Li pun melebarkan matanya dan senyum kejam muncul di wajahnya.
“Lama tidak bertemu, Hong Li!” Canglan yang tiba di hadapan Canglan pun berbicara seperti sedang menyapa rekan lama.
“Aku tidak menyangka bahwa kaulah yang datang ke tempat ini. Apakah hancurnya Cabang Kedua berkaitan denganmu? Dan juga, karena kau telah tiba di tempat ini, maka kau akan ikut denganku ke Sekte, jika kau menolak, aku akan mematahkan lengan dan kakimu!” Ancam Hong Li dengan senyum kejam di wajahnya.
“Mematahkan lengan dan kakiku? Tunjukkan jika kau mampu!” Balas Canglan. Aura berwana ungu yang merupakan bentuk qi dari Wayang yang ia ciptakan pun tampak menyebar ke segala arah saat satu sosok besar muncul tepat di bawahnya.
Menatap sosok tersebut yang merupakan sebuah Wayang, wajah Hong Li pun langsung serius. Tentu ia sangat mengenal Wayang tersebut karena Wayang itulah Canglan diburu oleh Sekte mereka.
Wayang terkuat yang pernah ada dan disebut sebagai, Wayang Bencana.