
Sungai Abadi
“Apa itu?” Mata Lin Yan menyipit ketika menatap para kultivator yang tampak sekarat dengan sangat cepat.
Bahkan untuk Dai Mubai, ia pun memasang wajah yang sangat serius karena tidak menyangka bahwa Buah Abadi kali ini akan sangat berbahaya.
Sementara untuk para kultivator tingkat Alam Raja tahap kesembilan seperti Tetua Ketiga dan Keempat Sekte Wayang hanya menatap adegan tersebut dengan wajah datar. Bahkan kematian satu anggota Sektenya tidak membuat mereka terkejut.
Dan untuk para anggota Sekte Mayat, mereka juga tampaknya sudah mengetahui bahwa kejadian seperti itu akan terjadi.
“Sepertinya rumor tentang Buah Abadi berwana merah memang benar. Buah Abadi ini akan muncul 100 tahun sekali dan memang sekarang adalah waktunya. Dengan Buah Abadi ini, Master Sekte akan mencapai ketinggian baru.” ucap Tetua Ketiga Sekte Wayang.
“Ya. Kita harus bersiap-siap ketika semua kekuatan hidup para kultivator tersebut telah habis diserap.” Lanjut Tetua Keempat Sekte Wayang.
Sementara itu, dua anggota terkuat dari Sekte Mayat saling melirik lalu mengangguk kecil. Keduanya hanya memberi kode dan sudah tau apa yang harus dilakukan selanjutnya.
“Heeee.. tampaknya merekalah yang melempar Buah Abadi itu. Aku bertanya-tanya, apakah mereka ingin mengumpulkan ekperimen terhadap dunia ini? Apa yang mereka cari?” Batin Xiao Ziya saat matanya menyipit menatap kekuatan hidup para kultivator tampaknya dikirim ke suatu tempat melalui pusaran aneh yang hampir tidak terlihat.
Bahkan untuk Lin Yan juga menatap apa yang dilihat oleh Xiao Ziya dan menyimpulkan bahwa seseorang yang jauh di sana tampak seperti sedang mengumpulkan informasi.
“Lin Yan! Setelah para kultivator itu tewas, ambil Buah Abadi itu! Aku akan melakukan sesuatu agar kau tidak menerima efek apapun.” Xiao Ziya berbicara melalui telepati dan langsung menciptakan Formasi di kedua tangannya.
Mendengar apa yang dikatakan oleh Xiao Ziya, Lin Yan mengangguk kecil. Ia pun langsung membuat benang qi untuk mengambil buah tersebut.
Ketika teriakan perlahan mereda, anggota Sekte Wayang dan Sekte Mayat juga bersiap-siap untuk mengambil buah.
Jika dihitung kembali, kultivator yang ada di tempat itu tidak lagi mencapai angka dua puluh karena kebanyakan dari mereka tewas di tempat.
“Lin Yan! Sekarang!” Teriak Xiao Ziya saat ia mengarahkan kedua tangannya ke arah Buah Abadi.
Lin Yan pun langsung melempar benang qi ke arah Buah Abadi secara langsung.
Dung!
Satu Formasi pun menyelimuti Buah Abadi yang membuat para kultivator yang tersisa terkejut. Mereka pun langsung bereaksi karena tau bahwa seseorang mencoba untuk mengambil Buah Abadi lebih dulu.
Namun, ketika mereka semua lempar benang qi, Formasi lainnya terbentuk dan menghalangi semua benang qi ke arah Buah Abadi.
“Siapa itu?” Teriak Tetua Ketiga Sekte Wayang sangat marah.
Bahkan Dai Mubai menyipitkan matanya dan memeriksa dengan energi Spiritualnya dengan seksama. Ia hanya dapat merasakan dengan samar qi Xiao Ziya, itu pun karena Xiao Ziya saat ini menggunakan Formasi.
Tatapan semua kultivator tertuju pada tempat Lin Yan berada. Mereka semua dapat merasakan ada sosok yang bersembunyi menggunakan Formasi dan semua dari mereka yakin bahwa itu adalah Roh.
Ketika benang qi Lin Yan menyentuh Buah Abadi, Xiao Ziya langsung mengeluarkan sabitnya lalu melemparnya ke arah Buah Abadi.
Wusssh!
Srak!
Bussssh!
Ledakan aura kuat pun terpancar ke segala arah saat Xiao Ziya berhasil memotong qi yang menjadi penghubung Buah Abadi dengan seseorang di tempat yang sangat jauh.
**
Di tempat tertentu yang sangat jauh, terlihat seorang pria paruh baya yang sedang bersama dengan beberapa lainnya di belakangnya. Pria paruh baya tersebut saat ini sedang dikelilingi oleh qi tertentu dan mengarahkan lengannya ke depan, jauh di depannya terlihat aliran qi yang mirip dengan Sungai Abadi.
Di hadapan pria paruh baya tersebut, terlihat sebuah tungku yang berisi cairan merah.
Bussssh!
Tiba-tiba saja qi yang menyelimuti pria paruh baya tersebut hancur yang membuat pria paruh baya tersebut membuka matanya dan memasang wajah heran.
“Apa yang terjadi senior?” Tanya salah satu dari mereka.
“Seseorang berhasil memutuskan qi yang aku hubungkan di aliran sungai Abadi di tempat ini ke dunia fana itu.” Balas pria paruh baya tersebut dengan sedikit heran karena ada seseorang dari dunia fana yang mampu memotong qi kultivator sepertinya.
“Mustahil! Kita telah menyelidiki dunia itu setiap tahunnya dengan membaca ingatan para kultivator dengan cara melempar buah-buahan yang tidak berguna. Walaupun kali ini kita melempar buah yang bagus, tetapi selama ribuan tahun, kita belum menemukan ada seseorang yang mencapai level seperti itu!” Salah satu dari mereka membantah.
“Apa kau meragukan apa yang aku rasakan?” Pria paruh baya tersebut melirik ke arah kultivator yang berbicara sebelumnya dengan mata menyipit.
Kultivator tersebut pun bergidik sedikit lalu diam karena tidak lagi berani untuk berbicara.
“Tampaknya dunia itu memang telah sedikit berkembang. Para kultivator lainnya juga mencoba mencari keberadaan dunia tersebut dengan cara yang sama yaitu melempar Buah Abadi dari aliran qi Sungai Abadi. Tetapi kitalah yang menemukannya, namun kita sama sekali tidak bisa masuk. Aku telah lelah melakukan hal ini setiap tahunnya tetapi belum ada hasil. Dan kali ini, seseorang berhasil memotong benang qi milikku.” ucap pria paruh baya tersebut.
“Apakah setahun kemudian kita akan melempar buah yang sama? Jika sekarang tidak mungkin, penghubung antara semua aliran qi Sungai Abadi telah terputus.” ucap kultivator lainnya.
“Tidak dibutuhkan! Apa kau berpikir aku sebodoh para kultivator lainnya yang tidak menggunakan rencana apapun? Aku telah meninggalkan kekuatanku sedikit di dunia tersebut ketika seseorang berhasil memutuskan benang qi. Hal itu membuat qi milikku menyebar ke udara. Jika tidak, itu akan tetap di bawa oleh aliran qi Sungai Abadi.”
“Dengan kata lain, kita telah menemukan lokasi, dunia tempat warisan Kaisar Manusia disimpan!” ucap pria paruh baya tersebut dengan senyum lebar.
“Apakah itu benar?” Beberapa kultivator lainnya terkejut mendengarnya. Tentu mereka akan bersemangat mendengar hal tersebut.
“Ya. Walaupun butuh waktu untuk melacak sisa qi yang aku tanamkan, kita pasti akan menemukannya! Cepat persiapkan segala sesuatunya! Dan jangan sampai berita ini bocor! Persiapkan para kultivator puncak Alam Sage tahap kesembilan untuk memasuki dunia Fana!” perintah pria paruh baya tersebut.
Beberapa kultivator pun langsung menghilang dari tempat itu untuk mempersiapkan segala sesuatunya.
Ketika semua kultivator yang ada di sana pergi, pria paruh baya tersebut menatap kembali ke arah kuali yang ada di hadapannya yang berisi darah para manusia.
Tidak lama kemudian, matanya menyipit ketika melihat beberapa ingatan dari kultivator yang tewas karena qi-nya.
“Oh? Roh Kontrak yang luar biasa! Aku tidak tau Roh apa kau, tetapi kau tidak akan bisa bersembunyi walaupun kau menggunakan Formasi. Tampaknya kaulah yang memutuskan benang qi milikku.” ucap pria paruh baya tersebut saat menatap sosok wanita yang tampak seperti bayang-bayang karena diselimuti oleh oleh Formasi, dia tidak lain adalah Xiao Ziya.