Dragon Monarch

Dragon Monarch
Chapter 448 - Berkultivasi



Dimensi Naga


Lin Yan dan Xiao Yuu terdiam untuk beberapa saat.


Namun, mengingat kembali tentang Dewi Naga Asyura, Lin Yan hanya merasa dirinya memiliki spesies yang sama walaupun keduanya sama-sama campuran. Ia pun menggelengkan kepalanya lalu menatap ke arah tempat tertentu yaitu tempat yang dikatakan oleh Dewi Naga Perak.


Tanpa membuang waktu, Lin Yan pun langsung terbang ke arah tersebut tanpa menunggu Xiao Yuu untuk bertanya ataupun mengatakan sesuatu.


Gu Yin yang sudah lega karena penindasan sebelumnya menghilang, langsung terbang juga ke udara mengikuti Lin Yan.


Sedangkan untuk Xiao Bai, ia menggelengkan kepalanya karena tentu tidak tertarik dengan apa yang di tinggalkan oleh Dewi Naga Perak, sebab ia sudah mendengar apa yang dikatakan oleh patung naga tersebut sebelumnya. Ia tau bahwa hanya Xiao Yuu dan Lin Yan yang dapat menggunakan apapun yang ada di dalam sana, kata-kata sosok sekaliber naga perak tersebut tidak mungkin ia bantah sama sekali.


“Lalu, apa yang harus aku lakukan saat ini?” Batin Xiao Bai saat menatap sekelilingnya. Ia menutup matanya untuk beberapa saat lalu menaikkan sudut bibirnya.


“Tampaknya tempat ini memang dapat meningkatkan kultivasi berkali-kali lipat lebih cepat dari pada diluar. Walaupun mungkin aku tidak bisa menerobos tingkat Alam Sage karena semuanya yang ada di Dimensi Naga ini hanya memiliki kekuatan tertinggi sama seperti ku, ketika aku berkultivasi dan keluar, kemungkinkan kultivasiku akan meningkat ke level yang tidak terbayangkan.” Batin Xiao Bai. Ia pun bergerak ke arah tertentu di istana untuk mulai berkultivasi sekaligus memulihkan kekuatannya.


Di sisi lain, Xiao Yuu yang ingin bertanya kepada Lin Yan pun langsung pergi juga ke dalam sana karena tentu ia ingin mengambil sesuatu yang di tinggalkan oleh Dewi Naga Perak. Ia sadar bahwa hanya dengan pergi keluar ia akan mendapatkan jawaban apa yang ia inginkan walaupun ia masih penasaran dengan jenis yang sama yang dikatakan oleh Dewi Naga Perak.


Sesampainya di ujung istana, Lin Yan melihat ruangan lainnya. Ruangan tersebut sangat terlihat sebagai ruangan berkultivasi yang membuat Lin Yan paham bahwa apapun yang ditinggalkan oleh Dewi Naga Perak akan membuat mereka akhirnya berkultivasi di dalam untuk beberapa waktu.


Di dalam ruangan tersebut, terlihat dua benda yang terlihat seperti sebuah buah berwarna gelap.


Kedua buah tersebut melayang di tengah-tengah ruangan dengan cahaya yang menyelimuti keduanya.


“Apakah itu yang dimaksud oleh Dewi Naga Perak sebelumnya?” Tanya Gu Yin penasaran.


“Ya.” Lin Yan mengangguk kecil lalu berjalan perlahan ke arah tengah ruangan tersebut diikuti oleh Gu Yin.


Tidak lama kemudian, Xiao Yuu juga masuk ke dalam dan menatap ke arah kedua buah yang melayang di tengah ruangan tersebut.


Bam!


Tiba-tiba saja, pintu yang menghubungkan ruangan tersebut dengan aula istana pun tertutup secara tiba-tiba tetapi tidak membuat ketiganya melihat ke arah belakang.


Sesampainya di depan salah satu buah, Lin Yan pun perlahan menjulurkan tangannya. Buah tersebut memiliki ukuran dua kali lebih besar dari kepalan tangannya.


“Buah ini..” Batin Lin Yan karena dapat melihat qi dalam jumlah yang sangat besar di dalamnya. Dan juga ada hal lainnya yang terkandung di dalam buah yang membuat Lin Yan sedikit terkejut.


Sedangkan untuk Xiao Yuu, ia mengambil buah yang satu lagi.


Melihat Lin Yan tampak memasang wajah serius, Gu Yin pun langsung bertanya, “Apakah ada sesuatu yang spesial tentang buah itu?”


“Ya. Buah ini mengandung qi yang sangatlah padat. Dan juga, ada energi jenis lainnya yang pasti menjadi alasan mengapa Dewi Naga Perak sebelumnya mengatakan bahwa hanya pemilik garis darah Naga Hitam Kehancuran yang bisa menggunakannya.” Balas Lin Yan sambil melirik ke arah Xiao Yuu.


“Apa yang kau lihat?” Tanya Xiao Yuu saat Lin Yan meliriknya.


Sedangkan untuk Gu Yin, ia menatap Xiao Yuu dengan tatapan ganas. Ia sangat ingin menghajar wanita naga tersebut tetapi ia tetap menahannya karena mungkin dia memiliki hubungan dengan suaminya.


Lin Yan tidak membuang waktu lagi dan langsung melahap buah tersebut sama seperti ketika ia mencerna sesuatu saat meningkatkan kultivasinya.


Qi berwarna hitam yang memercikkan sedikit petir pun langsung menyelimuti buah yang ada di tangan Lin Yan.


Ketika Lin Yan mencoba mengonsumsinya, ia pun melebarkan sedikit matanya. Ia pun langsung duduk bersila untuk berkultivasi.


Sedangkan untuk Xiao Yuu, ia juga melakukan hal yang sama. Ia juga bisa menggunakan qi yang sama dengan Lin Yan sehingga membuat Gu Yin sedikit terkejut.


“Dia memang memiliki kekuatan yang sama dengan Lin Yan. Tetapi, dia tidak hanya memiliki itu saja. Jika dia dalam kekuatan penuhnya, aku sama sekali tidak memiliki kesempatan melawannya. Walaupun mungkin Kultivasi kami sama, aku pasti akan kesulitan untuk mengalahkannya.” Batin Gu Yin.


Tatapan Gu Yin pun tertuju pada Lin Yan karena merasa bahwa Lin Yan juga pasti memiliki hal yang sama walaupun saat ini belum terlihat sama sekali.


Tidak lama kemudian, buah yang dicerna oleh Lin Yan dan Gu Yin pun mengeluarkan banyak qi biasa yang membuat tempat tersebut ditutupi oleh qi yang begitu padat.


“Kenapa ada kebocoran qi?” Batin Gu Yin penasaran. Ia pun mencoba menyerap qi dalam jumlah yang sangat kecil tetapi ia dapat merasakan bahwa qi tersebut tidak seperti yang dikatakan oleh Dewi Naga Perak.


“Apakah karena qi tersebut telah keluar dari buah tersebut?” Batin Gu Yin. Namun karena ia bisa menyerap qi tersebut, ia pun duduk di sekitar Lin Yan dan menyerap qi yang sangat padat yang keluar dari buah tersebut.


**


Waktu terus berlalu, di luar terlihat Xiao Bai yang masih berkultivasi. Tidak lama kemudian, ia pun membuka matanya dan menatap ke arah tempat Lin Yan, Gu Yin dan Xiao Yuu pergi sebelumnya.


“Mereka belum juga terlihat. Sudah hampir seminggu.” Gumam Xiao Bai dan perlahan berdiri. Ia pun menggelengkan kepalanya karena merasa percuma berkultivasi lebih jauh di tempat tersebut karena qi yang ada di dalam istana menipis dengan kecepatan yang lumayan tinggi. Oleh karena itu, ia pun langsung pergi keluar dari istana tersebut untuk mengelilingi Dimensi Naga.


**


Sedangkan diluar, pertarungan antara naga dan kultivator semakin memanas.


Banyak dari naga setiap Klan telah jatuh karena bentrokan yang terjadi dengan manusia.


Bahkan untuk para kultivator yang masuk ke dalam telah berkurang hampir setengahnya dalam waktu hampir dua minggu.


Namun, di sisi lain, banyak juga sumber daya yang telah di dapat oleh para kultivator. Banyak dari mereka yang menembus tingkat kultivasi dari tingkat Alam Kaisar tahap ketujuh mencapai tahap ke delapan dalam waktu yang sangat singkat.


Namun, para kultivator berpikir beberapa hal, yaitu apa yang ada di pusat Dimensi Naga tersebut. Oleh karena itu, mereka semua pun mencoba untuk mencari pusat dari Dimensi Naga.


Bahkan untuk beberapa kultivator yang dikenal oleh Lin Yan juga pergi ke pusat Dimensi Naga seperti Li Hao dan Gu Yuena.


Dan tempat tersebut akan menjadi Medan perang sebenarnya bagi para manusia dan naga, dan bahkan untuk para Raja Naga.