
Klan Gu
Gu Ping menuntun Lin Yan dan Gu Yin ke pusat klan Gu berada.
“Aku tidak menyangka bahwa bahwa kultivasimu telah mencapai tingkat Alam Bumi tahap keenam hanya dalam satu tahun. Kau pasti sudah berusaha sangat keras selama ini Yin'er..” Gu Ping yang menuntun Lin Yan dan Gu Yin pun tidak bisa tidak terkejut. Itu adalah peningkatan kekuatan dalam jumlah yang sangat besar.
“Ini hanya keberuntungan paman. Bagaimana dengan Gu Yuena?” Tanya Gu Yin penasaran sekuat apa sepupunya itu saat ini.
“Nona Na'er saat ini sudah mencapai tingkat Alam Bumi tahap keempat,” jawab Gu Ping.
Gu Yin langsung membusungkan dadanya dengan bangga karena ia sudah melampaui sepupunya itu. Ia tidak sabar lagi untuk memamerkannya ketika bertemu.
Di sisi lain, Lin Yan hanya melirik ke arah Gu Yin yang tampak berubah lagi, tidak seperti pribadinya yang dingin seperti sebelumnya.
“Bagaimana dengan Huan Caiyi?” Tanya Lin Yan.
“Huan Caiyi saat ini memiliki tingkat kultivasi tingkat Alam Bumi tahap keenam sama seperti Yin'er. Kita sudah sampai, aku hanya akan mengantar kalian sampai di sini saja.” Gu Ping menjawab sekaligus menambahkan hal lainnya ketika mencapai sebuah gerbang besar.
Tempat yang mereka lalui sebelumnya adalah rumah-rumah kecil tempat beristirahat tamu-tamu yang datang ke klan Gu.
Dan gerbang besar di depan mereka cukup aneh.
“Hm? Formasi Ganda? Aku tidak menyangka bahwa sesuatu seperti ini akan ada di klan Gu.” Lin Yan sedikit terkejut melihatnya.
“Kau memang hebat mampu melihatnya. Benar, apa yang terlihat dari luar hanyalah kamuflase belaka agar tidak ada yang mampu melihat apa saja di klan Gu dari udara. Kalian berdua hanya perlu berjalan lurus dan kalian akan menemukan bangunan besar di ujung jalan. Itu adalah tempat Patriak berada,” ucap Gu Ping saat membuat gerakan tertentu dan Gerbang tersebut pun terbuka.
Jreg!
Saat gerbang terbuka, pemandangan yang mereka lihat dari luar pun tidak sama. Lin Yan sudah memprediksi hal tersebut, tetapi Gu Yin di sisi lain terkejut, ia langsung mengingat tentang ruangan aneh yang ia masuki bersama Lin Yan sebelumnya.
Sejauh mata memandang, bangunan-bangunan yang sangat unik terlihat karena terbuat dari Es.
“Aku tidak menyangka bahwa klan Gu akan dibuat seperti ini. Dari mana asal energi Formasi untuk membuat tempat ini tetap dingin?” Tanya Lin Yan karena tidak mampu menemukannya dengan Mata Raja sekalipun. Ia menduga bahwa sedari awal pun, Formasi yang ada di bukit tersebut sudah ada semenjak zaman dulu.
“Kami tidak tau asalnya. Tetapi satu yang pasti, Formula dari Formasi ini ada di tangan Raja Kerajaan Bulan sejak dahulu kala. Ini adalah hadiah dari mereka karena kepindahan klan Gu dan klan Li ke Kerajaan Bulan.” Gu Ping menjelaskan.
Lin Yan dan Gu Yin sedikit terkejut karena tampaknya sangat menghargai klan Gu dan klan Li. Sebab, tiga bukit yang bernama Bukit Segitiga tampaknya adalah sesuatu yang sangat berharga.
“Masuklah.” ucap Gu Ping.
Lin Yan dan Gu Yin pun mengangguk. Keduanya pun langsung melewati gerbang tersebut. Ketika masuk ke dalam, banyak pasang mata yang menatap ke arah keduanya dengan seksama.
Tetapi, karena gerbang Formasi telah dibuka, mereka sama sekali tidak menghalangi jalan karena Pemimpin Penjaga Gu Ping mengijinkan mereka lewat.
Ketika Lin Yan dan Gu Yin terus berjalan, beberapa kultivator terus memperhatikan mereka di sepanjang jalan.
Para kultivator yang menatap mereka semua rata-rata memiliki tingkat kultivasi Alam Bumi.
Dari itupun, Lin Yan tau bahwa mayoritas anggota klan Gu mencapai tingkat Alam Alam Bumi.
Setelah berjalan selama hampir sepuluh menit, Lin Yan dan Gu Yin tiba di sebuah bangunan yang sangat besar dengan bentuk yang sangat berbeda dengan semua bangunan lainnya.
“Hm, sepertinya aku pernah melihatnya di suatu tempat.” Salah satu kultivator yang keluar pun menatap Gu Yin dengan seksama. Ia tentu sangat terpesona dengan kecantikan Gu Yin.
“Ya, kau benar Gu Bo, di mana aku pernah melihatnya?” kultivator lainnya yang seorang pemuda bernama Gu Lang juga menatap Gu Yin dengan mata sedikit memancarkan nafsu.
Gu Lang pun langsung menghampiri Lin Yan dan Gu Yin. Ia tentu tidak akan melewatkan kesempatan untuk berkenalan dengan wanita cantik yang tidak dikenal.
“Nona, bisakah aku tau nama dan tujuan anda ke kediaman Patriak? Aku adalah Gu Lang, jika nona membutuhkan sesuatu, aku akan membantu anda..” Gu Lang pun berbicara dan memperkenalkan dirinya dengan sopan kepada Gu Yin serta mengabaikan Lin Yan.
“Enyahlah Gu Lang, kau sedari dulu membuatku merasa kesal setiap kali aku bertemu denganmu!” Gu Yin mendengus dan menarik Lin Yan ke dalam bangunan tersebut.
Gu Lang tercengang karena wanita yang ia suka pada pandangan pertama mengenalnya dan merasa kesal setiap kali bertemu dengannya.
Bahkan Gu Bo pun terkejut dan melihat ke belakang tempat Gu Yin pergi sambil menarik Lin Yan.
“Suara itu.. bukankah dia Gu Yin?” Tanya Gu Bo tercengang.
Gu Lang juga tercengang karena tentu ia sangat mengenal Gu Yin. Ia tidak menyangka bahwa wanita yang sering ia ganggu sedari dulu menjadi gadis yang sangat cantik. Ia pun langsung menoleh ke belakang dan memasang wajah gelap ketika melihat Gu Yin yang menggandeng tangan Lin Yan.
“Siapa pria itu?” Tanya Gu Lang sedikit geram. Ia sudah membuat pernyataan di dalam pikirannya bahwa Gu Yin harus menjadi miliknya.
“Lupakan Gu Lang, kau harus paham bahwa Gu Yin sangat tidak menyukaimu semenjak kau sering mengganggunya sewaktu dia kecil.” Gu Bo menggelengkan kepalanya lalu pergi meninggalkan Gu Lang karena urusannya di kediaman Patriak telah selesai.
“Cih! Tidak semudah itu. Sebagai putra dari Tetua terkuat selain Tetua Gu Shen, aku akan menyuruh ayahku mengajukan proposal pernikahan karena klan Gu tidak mungkin membiarkan anggota klan mereka menikah dengan orang luar!” ucap Gu Lang marah dan langsung berbalik ke kediamannya untuk menjumpai ayahnya.
Sementara itu, Gu Yin terus menarik Lin Yan dan mencapai pintu masuk utama bangunan tersebut yang terbuka sepanjang waktu karena hari masih siang.
Gu Yin merasakan beberapa aura yang ia kenali dan ia pun semakin buru-buru masuk ke dalam. “Paman! Bibi! Aku kembali!”
Di dalam ruangan yang pertama kali ditemukan yang merupakan sebuah tempat pertemuan yang memiliki dekorasi terlihat sedikit berbeda dari ruangan pertemuan di manapun, terlihat beberapa sosok yang sedang berbicara.
Di dalam ruangan yang lumayan mewah tersebut, terlihat tiga sosok, dua pria dan satu wanita yang sedang berbicara. Ketika mendengar suara Gu Yin, ketiganya pun menoleh. Awalnya ketiganya juga merasakan keberadaan Lin Yan dan Gu Yin dan hanya mengira mereka adalah tamu. Tetapi suara tersebut membuat mereka mematung sejenak.
“Yin'er!” Seru seorang wanita paruh baya cantik yang tidak lain adalah Gu Lan, ibu dari Gu Yuena. Ia pun langsung menghilang dan muncul di depan Gu Yin dan memeluknya dengan erat.
Sementara dua pria di tempat itu terdiam saat mengetahui bahwa seseorang yang datang adalah wanita yang mereka sangat kenal walaupun Gu Yin terlihat sangat berbeda kali ini. Kedua pria paruh baya tersebut tidak lain adalah Patriak dan Tetua Agung klan Gu.