Dragon Monarch

Dragon Monarch
Chapter 85 - Mempermainkan Musuh



Kedua anggota kelompok Kalajengking Merah bergerak ke arah Lin Yan dan Huan Caiyi untuk menyelesaikan misi secepat mungkin.


Lin Yan dan Huan Caiyi langsung melompat mundur ke dua arah yang berbeda untuk memisahkan musuh.


“Kalian tidak akan bisa kabur!” Teriak salah satu anggota kelompok Kalajengking Merah. Ia pun langsung melesat ke arah Lin Yan dan rekannya bergerak ke arah Huan Caiyi.


Lin Yan yang sudah menjaga jarak, hanya tersenyum kecil dan mengeluarkan Tombak Raja Langit.


“Mati!” Teriak anggota kelompok Kalajengking Merah tersebut saat tiba di hadapan Lin Yan sambil mengayunkan pedangnya sekuat tenaga.


Tring!


Lin Yan pun langsung mengangkat tombaknya dan menahan tebasan yang sangat cepat itu.


“Oh? Lumayan.. tampaknya kau memiliki kemampuan bocah! Tetapi, tingkat kultivasi kita sangat jauh berbeda. Kau tidak akan pernah bisa mengalahkan ku!” Anggota kelompok Kalajengking Merah menyeringai saat mengeluarkan sebuah belati dari cincin ruangnya.


Zhep!


Dengan kecepatan yang sangat tinggi, anggota kelompok Kalajengking Merah yang melawan Lin Yan langsung melewati Lin Yan sambil menebas menggunakan belati kecil.


Srak!


Lin Yan yang mencoba menghindar pun terkena sedikit sayatan di lehernya. Ia tau bahwa akan sulit baginya untuk melawan kultivator setingkat itu.


Lin Yan pun kemudian memutar tubuhnya sambil mengayunkan tombak miliknya.


“Cih!” Anggota kelompok Kalajengking Merah berdecak tetapi ia tersenyum kejam karena suatu hal.


Tring!


Benturan terjadi sekali lagi saat tombak Lin Yan di tahan dengan mudah oleh musuh.


“Hm? Racun?” Batin Lin Yan saat merasakan bekas sayatan di lehernya sedikit kesemutan. Tetapi ia tetap tenang karena tentu tidak akan takut dengan racun seperti itu.


“Riwayatmu sudah tamat!” Anggota kelompok Kalajengking Merah yang melawan Lin Yan menyeringai karena tentu karena tebasan sebelumnya, ia berhasil mengenai Lin Yan dan belati miliknya memang beracun.


Itu adalah ciri khusus anggota kelompok Kalajengking Merah. Setiap dari mereka menggunakan racun untuk mengalahkan musuh. Dengan dosis kecil saja, target mereka akan mengalami penurunan kekuatan saat racun memasuki tubuh. Itulah sebabnya kelompok mereka memiliki keberhasilan yang sangat besar dalam membunuh target.


“Tamat?” Lin Yan sengaja mengerutkan keningnya seolah-olah tidak mengerti sama sekali.


“Kau akan mengerti ketika waktunya tiba!” Anggota Kelompok Kalajengking Merah membalas dengan dingin dan mulai menarik pedang dan menebas kembali ke arah Lin Yan.


Tring! Tring!


Pertarungan terus terjadi antara Lin Yan dan anggota kelompok Kalajengking Merah. Pertarungan itu sangat sengit karena Lin Yan tentu akan mengerahkan semua kekuatannya untuk melawan kultivator yang lebih kuat darinya.


Anggota kelompok Kalajengking Merah sedikit terkejut bahwa Lin Yan mampu mengimbanginya. Tetapi ia tidak khawatir sama sekali karena merasa tidak akan lama lagi, racun akan bereaksi sepenuhnya.


Setelah beberapa menit bertarung, gerakan Lin Yan tampak semakin melambat yang membuat anggota kelompok Kalajengking Merah merasa sudah berada di atas angin.


Tetapi Lin Yan senagaja menurunkan kecepatannya karena sudah tau apa efek dari racun yang digunakan oleh musuh. Walaupun begitu, setiap kali serangan mengarah padanya, ia akan menghalaunya agar tidak terluka tetapi ketika menyerang, ia terlihat sangat lambat. Situasi itu tidak diperhatikan oleh anggota kelompok Kalajengking Merah yang melawan Lin Yan.


Sementara itu, pertarungan antara Huan Caiyi dan anggota kelompok Kalajengking Merah lainnya sangat sengit. Bisa dipastikan bahwa Huan Caiyi memiliki keunggulan yang sangat besar.


“Bagaimana? Apakah kau merasa sedikit kesemutan? Apakah kau merasakan berat saat mencoba bergerak? Apakah qi dalam tubuhmu tidak berfungsi dengan semestinya?” Anggota kelompok Kalajengking Merah bertanya beberapa pertanyaan kepada Lin Yan dengan nada percaya diri.


“Kau.. kau menggunakan racun?” Mata Lin Yan melebar seketika karena akan bermain dengan musuh saat ini.


Buak!


Lin Yan masih mampu menahan tendangan itu dan mundur menjauh menjaga jarak sambil memasang wajah muram yang sebenarnya hanya tipuan belaka.


“Kakak! Hati-hati! Mereka menggunakan racun!” Teriak Lin Yan sengaja agar anggota kelompok Kalajengking Merah tidak curiga.


Huan Caiyi yang berada di kejauhan tampak sedikit terkejut dan memasang wajah serius.


Tetapi, Huan Caiyi sudah mengetahui dari awal bahwa anggota kelompok Kalajengking Merah menggunakan racun. Informasi itu sangat rahasia sebenarnya. Tetapi ia mengetahui hal itu ketika masih kecil dari ayahnya. Sebagai calon pemimpin klan Huan berikutnya, ia telah di didik dengan cermat semenjak kecil.


Dan sebelumnya, Huan Caiyi telah mengatakan bahwa kelompok Kalajengking Merah menggunakan racun untuk membunuh target secara diam-diam sewaktu melompat mundur pertama kali.


Karena itu, keduanya pun bermain melawan musuh saat ini.


Lin Yan tampak sedikit gemetaran saat ini dan menatap musuh dengan tatapan yang sangat dingin.


“Tampaknya racun sudah bekerja sepenuhnya. Jika begitu, waktunya bagimu untuk mati, bocah!” Teriak anggota kelompok Kalajengking Merah ke arah Lin Yan sambil melesat dengan kecepatan penuh dan mengayunkan pedangnya.


Lin Yan tampak seperti buru-buru menghindar.


Sraing!


Tebasan itu melewati Lin Yan dan membuat anggota kelompok Kalajengking Merah sedikit terkejut. “Oh? Kau masih bisa menghindar? Sungguh hebat!”


Buak!


Kali ini, tendangan anggota kelompok Kalajengking Merah mengenai punggung Lin Yan tetapi Lin Yan sengaja terkena pukulan.


Lin Yan terpental beberapa meter lalu perlahan berlutut. Ia membuat seolah-olah dirinya sudah kehabisan kekuatan saat ini karena efek racun.


“Ha-ha-ha! Tampaknya hanya sampai di sini saja perjuanganmu. Racun yang masuk ke dalam tubuhmu adalah racun kelas atas yang akan melumpuhkan tubuh target dalam waktu beberapa menit. Semua fungsi tubuh akan terputus beberapa saat karena racun ini merupakan khusus untuk memutuskan perasaan saraf yang ada dalam tubuh.”


“Kau akan kehilangan kendali tubuhmu selama hampir setengah jam. Lalu, apa kau tau apa yang akan aku lakukan selama setengah jam itu?” Anggota kelompok Kalajengking Merah menyeringai sambil perlahan berjalan ke arah Lin Yan karena merasa kemenangan telah ada di tangannya.


“Kau! Dasar sampah! Menggunakan cara licik untuk bertarung!” Lin Yan berkata dengan nada dingin dan hinaan dalam nadanya.


“Tidak ada yang namanya pertarungan adil di dunia kultivator, bocah! Anak naif sepertimu harusnya berada di bawah ketiak ibumu saja dan tidak memasuki dunia kultivator.” Anggota kelompok Kalajengking Merah membalas dengan ejekan saat tiba di hadapan Lin Yan sambil menatap ke arah bawah dengan tatapan predator yang telah melumpuhkan mangsanya.


“Kau seharusnya tidak memprovokasi seseorang yang tidak bisa kau lawan!” Lanjut anggota kelompok Kalajengking Merah dingin.


Di sisi lain, Huan Caiyi sudah melihat apa yang terjadi. Ia hanya menggelengkan kepalanya karena tau bahwa Lin Yan kebal terhadap racun. Ia juga tidak mau kalah karena tau bahwa ketika musuh mendekat ke Lin Yan, itu adalah akhir dari hidupnya.


Lin Yan yang berlutut, menatap anggota kelompok Kalajengking Merah dingin. “Siapa yang mengirim mu? Apakah Zhu Bo?”


“Oh? Kau bahkan sudah tau? Ha-ha-ha! Tetapi tidak akan ada yang tau bahwa semua hal ini terjadi!”


Lin Yan yang sudah mengkonfirmasi tentang Zhu Bo pun menaikkan sudut bibirnya. “Jika begitu, waktunya bagimu untuk mati!”


Anggota kelompok Kalajengking Merah tertegun sejenak. Sebelum ia membalas, sebuah cengkraman kuat memegang kepalanya.


Bom!


Lin Yan yang bergerak dengan kecepatan tinggi, menghantam kepala anggota kelompok Kalajengking Merah ke arah tanah.


“Sudah aku katakan bahwa waktunya bagimu mati!”