Dragon Monarch

Dragon Monarch
Chapter 93 - Surga Tempat Berkultivasi



Semua perkataan Lin Yan membuat Huan Caiyi sangat gugup. Ia tentu tidak mau terkontaminasi oleh qi aneh itu juga. “Lalu, apakah kita akan keluar? Akan berbahaya jika kita berlama-lama di Lembah Naga ini!”


“Tenang saja kakak. Mungkin orang lain tidak akan sanggup tinggal di tempat ini. Tetapi tidak untukku. Kemarilah, aku ingin memeriksa sesuatu dari tubuhmu. Jika benar spekulasi yang aku buat, aku mengerti dari mana sebenarnya asal dari qi ini,” ucap Lin Yan.


Huan Caiyi sedikit bingung tetapi tidak bertanya kembali. Ia pun langsung duduk saat Lin Yan menyuruhnya.


Setelah itu, Lin Yan langsung duduk di belakang Huan Caiyi dan menaruh telapak tangannya di punggung Huan Caiyi.


Lin Yan menyalurkan qi-nya untuk memeriksa dengan cermat bagian-bagian tubuh Huan Caiyi.


Dalam waktu hampir sepuluh menit, Lin Yan yang awalnya berkonsentrasi pun membuka matanya. Ia tersenyum saat memperhatikan situasi khusus di tubuh Huan Caiyi.


“Ternyata benar!” Nada Lin Yan kini sedikit bersemangat. Ia pun berdiri dan menatap sekelilingnya menggunakan Mata Raja.


“Apanya Yan'er?” Huan Caiyi yang berdiri pun semakin bingung.


Setelah beberapa saat, Lin Yan menonaktifkan Mata Raja dan menatap ke arah Huan Caiyi dengan senyum lebar seperti telah menemukan harta Karun yang sangat langka ketika melihat sekelilingnya dengan Mata Raja.


“Aku telah memeriksa tubuhmu, aku menemukan sesuatu yang sangat menarik. Ketika melihat dengan Mata Raja tentang qi yang ada di udara, itu sudah ada beberapa yang meresap ke dalam tubuhmu,” ucap Lin Yan.


Huan Caiyi panik sekali lagi karena tidak ingin terkontaminasi. “Lalu, apa yang harus kita lakukan?”


Menatap wajah Huan Caiyi yang tampak panik, Lin Yan sedikit terkejut karena sangat jarang kakaknya seperti itu.


“Tenang kakak, setelah memeriksa dengan cermat, ternyata qi yang ada di udara di tempat ini menjadi tonik untuk garis darahmu yang berasal dari Pil Darah sebelumnya.” Lin Yan tersenyum misterius saat mengatakan itu.


“Apa? Maksudmu...” Tubuh Huan Caiyi sedikit gemetaran saat mendengar itu.


“Ya, qi yang ada di udara di tempat ini berasal dari makhluk tertentu yang merupakan, spesies Naga!” Balas Lin Yan serius.


“Sekarang semuanya menjadi jelas! Para binatang roh di tempat ini semuanya memiliki sisik aneh, itu pasti tanda bahwa semua spesies di tempat ini memiliki jejak darah Naga yang membuat tubuh mereka semua berevolusi dengan cara yang aneh tetapi memiliki efek samping karena semua binatang roh di tempat ini awalnya tidak memiliki garis darah Naga!” Seru Huan Caiyi. Ia langsung mengerti mengapa Lin Yan berkata bahwa qi di tempat ini menjadi tonik yang sangat baik bagi garis darahnya yang baru.


“Tepat sekali! Tempat ini merupakan surga berkultivasi untukmu! Aku juga tidak akan mengalami masalah karena qi di dalam tubuhku melahap semua qi yang masuk juga. Tidak akan ada efek samping bagiku.” Lin Yan berkata dengan sedikit nada bangga terhadap tubuh unik miliknya.


Huan Caiyi mengangguk kecil karena ia juga sangat penasaran dengan makhluk yang membuat tempat seperti itu terpengaruh.


Keduanya pun terus bergerak di atas pohon untuk menghindari pertarungan yang tidak diperlukan. Tujuan keduanya saat ini tentu saja menuju pusat Lembah Naga untuk menguak semua misteri tentang tempat itu dan juga asal dari qi yang ada di Lembah Naga.


**


Sementara itu, di klan Zhu saat ini, tamu tak diundang telah datang. Tiga kultivator tingkat Alam Roh sedang berbicara dengan Patriak klan Zhu saat ini.


“Apakah kau yakin bahwa pria dan wanita muda itu adalah yang kami cari?” Tanya seorang pria paruh baya yang memiliki tato kalajengking di lehernya.


Patriak klan Zhu tentu mengenal dengan jelas identitas para tamu tak diundang tersebut. Ia juga sedikit terkejut bahwa Lin Yan dan Huan Caiyi saat ini menjadi target kelompok pembunuh bayaran yang sangat terkenal di Kerajaan Bintang.


“Ya. Keduanya adalah murid sekte Naga Langit yang sedang mengambil misi yang telah kami terbitkan. Keduanya saat ini sedang masuk ke Lembah Naga dan sudah empat hari semenjak mereka masuk ke sana.” Patriak klan Zhu mengangguk kecil. Ia tentu saja tidak peduli tentang membocorkan informasi agar ketiga kultivator tingkat Alam Roh itu juga masuk ke dalam sana untuk menjadi tumbal.


“Hm? Apa kau mencoba untuk menjebak kami untuk masuk ke Lembah Naga? Apa tujuanmu memberikan informasi tentang murid sekte yang memiliki kerjasama dengan klan Zhu?” Tanya salah satu dari mereka dengan wajah dingin. Walaupun kultivasi ketiganya hanyalah Alam Roh, mereka tidak takut memprovokasi klan besar seperti klan Zhu karena pemimpin kelompok Kalajengking Merah lebih kuat dari pada Patriak klan Zhu.


“Tujuanku? Tentu saja untuk membantu kalian. Aku tidak ingin pemimpin kalian mencoba menyerang klan Zhu. Alasannya sangat sederhana, jika kalian membunuh kedua anak itu di dalam sana, apakah sekte Naga Langit akan mengetahuinya? Juga soal misi yang mereka jalankan? Dengan tingkat kekuatan kedua anak itu, tidak mungkin mereka akan berhasil dan sekte Naga Langit akan mengerti bahwa keduanya akan tewas di dalam sana karena terlalu besar kepala mengambil misi berbahaya seperti itu.” Patriak klan Zhu berkata dengan nada santai. Tentu ia sangat waspada dengan pemimpin kelompok Kalajengking Merah yang dikabarkan sangatlah kuat.


Ketiga anggota kelompok Kalajengking Merah menurunkan permusuhan karena merasa perkataan Patriak memang benar. Tidak ada fungsinya bagi seorang Patriak berharap kepada dua anak lemah untuk menyelesaikan misi.


“Kuharap kau tidak membocorkan informasi tentang kelompok Kalajengking Merah yang memburu kedua murid sekte Naga Langit itu. Kami tentu tidak mau bentrok dengan raksasa seperti itu.” Salah satu dari mereka memperingati kembali dan langsung berbalik diikuti oleh kedua rekannya.


Patriak klan Zhu tidak menjawab. Walaupun ia hanya diam, ketiga anggota kelompok Kalajengking Merah tau bahwa Patriak klan Zhu tidak akan mencoba mencari mati dengan melakukan hal itu.


Tentu saja klan besar seperti klan Zhu tidak mau memprovokasi dua musuh kuat. Salah satu dari kekuatan besar itu bisa memusnahkan klan Zhu, apa lagi keduanya. Patriak klan Zhu tidak mau memikirkan hal itu. Meski klan Zhu kuat, mereka saat ini hanya dikategorikan sebagai klan tingkat menengah.


Dan kelompok Kalajengking Merah, jika diukur dengan kekuatan, mereka akan sebanding dengan salah satu klan tingkat atas walaupun bukan dalam kategori terkuat.


Melihat kepergian ketiganya, Patriak klan Zhu tersenyum jahat.


“Kalian bertiga akan menjadi tumbal juga. Kuharap kalian bertiga mencapai pusat Lembah Naga karena aku yakin bahwa semua asal fenomena aneh itu berasal dari klan Zhu utama yang tercatat di dalam sejarah klan Zhu!” Batin Patriak klan Zhu dengan senyum diwajahnya. Ia menduga bahwa semakin banyak tumbal, akan semakin cepat semua rahasia Lembah Naga terbongkar.