
“Apa itu?” Qiuzi yang menatap ke arah sosok yang berputar-putar di atas Lin Yan pun tidak bisa tidak bertanya. Ia merasakan perasaan luar biasa mengerikan ketika sosok itu meliriknya sekilas.
“Jika kau bertanya padaku, pada siapa aku bertanya?” Tanya Ziu balik dengan wajah muram tanpa mengalihkan pandangannya dari sosok naga hitam yang ada di atas Lin Yan.
Keduanya memiliki wajah muram saat ini karena tau hanya dengan merasakan aura yang terpancar saja sudah membuat mereka sedikit takut.
Di sisi lain, Lin Yan masih kagum dengan teknik yang ia gunakan. Walaupun namanya Jiwa Pelahap Raja Naga, itu bukanlah jiwa nyata. Itu lebih tepat dikatakan wujud naga itu sendiri yang terbentuk melalui qi miliknya.
Juga, teknik tersebut nyatanya tidak terbatas pada pelahapan saja walaupun kemampuan untuk melahap adalah yang utama dari teknik tersebut.
Tatapan Lin Yan kembali tertuju kepada Qiuzi dan Ziu. Ia menaikkan sudut bibirnya karena sangat ingin mencoba apa saja yang mampu dilakukan oleh teknik baru miliknya.
Lin Yan langsung menyalurkan qi miliknya sekali lagi ke naga hitam yang ia ciptakan. Cakar Naga hitam perlahan mengeluarkan percikan petir hitam yang terlihat sangat buas.
Tidak lama kemudian, sesuatu perlahan terbentuk dan itu adalah bentuk dari Tombak Raja Langit tetapi memiliki warna hitam dan terus memercikkan petir yang sangat liar.
Qiuzi dan Ziu semakin muram saat melihat sosok naga hitam yang menggenggam tombak. Yang artinya, naga hitam itu juga akan ikut bertarung bersama dengan Lin Yan. Bahkan kejadian sebelumnya pun membuat keduanya tidak tau harus berkata apa karena teknik yang dilancarkan oleh Qiuzi sebelumnya dilahap begitu saja. Dengan itu, keduanya membuat spekulasi bahwa naga hitam itu mampu melahap qi. Ini adalah teknik yang sangat luar biasa.
“Waktunya untuk memulai babak berikutnya!”
Ketika suara Lin Yan jatuh, naga hitam yang memegang tombak pun langsung menerjang ke arah Qiuzi dan Ziu dengan kecepatan yang sangat tinggi.
Qiuzi dan Ziu pun langsung membuat kuda-kuda bertahan.
Naga hitam yang muncul di depan keduanya pun langsung mengayunkan tombak sekuat tenaga.
“Menghindar!” Teriak Qiuzi yang merasakan bahaya besar dari lambaian tombak tersebut.
Qiuzi lebih dulu menghindar tetapi Ziu yang terlambat bereaksi hanya bisa bertahan saja.
Trang!
Tombak langsung menghantam Ziu yang mengangkat pedangnya ke udara. Saat menahan serangan itu pun, Ziu merasakan sesuatu yang membuatnya sangat menyesal menerima serangan secara langsung.
Zhung....!
Duar!
Tombak yang dipegang oleh naga hitam pun langsung menimpa Ziu secara langsung dan membentur tanah. Ledakan yang tidak terlalu besar terjadi, dan terlihat petir hitam yang menyambar ke segala arah.
“Uhuk..” Ziu memuntahkan darah karena berat dari serangan itu. Juga, ia merasakan qi mengerikan yang menginvasi tubuhnya saat ini.
“Ledakan Petir Hitam..”
Suara Lin Yan jatuh sekali lagi. Ini adalah sub kecil dari teknik Jiwa Pelahap Raja Naga.
Tombak yang menekan Ziu di permukaan tanah pun menyambarkan petir terus-menerus ke segala arah.
Blar!
Petir dahsyat meledak ke arah langit dan asalnya adalah tombak yang dipegang oleh naga hitam.
“Ziu..!” Teriak Qiuzi saat melihat rekannya ditelan oleh petir hitam yang terlihat sangat buas.
Qiuzi sama sekali tidak berani untuk mendekat. Ia hanya menatap ke arah Lin Yan dan membuat kuda-kuda untuk menyerang. Ia tentu paham bahwa naga hitam itu dikendalikan melalui qi oleh Lin Yan karena ada garis tipis hitam yang terhubung ke tubuh Lin Yan dari naga hitam.
Setelah mengumpulkan qi dalam jumlah yang sangat besar, Qiuzi pun langsung menyerang ke arah Lin Yan sekuat tenaga.
“Racun Kematian Neraka..!”
Sraing!
Bilah berbentuk silang menerjang ke arah Lin Yan dengan kecepatan yang sangat tinggi.
Tentu saja Lin Yan telah melihat bahwa Qiuzi mempersiapkan teknik sedari tadi. Ia tetap tenang ketika bilah yang sangat kuat berbentuk silang menerjang ke arahnya.
Zhep!
Naga hitam itu langsung membuka rahangnya lebar-lebar. Gaya hisapan pun terbentuk yang membuat serangan Qiuzi semakin cepat mendekat.
Kecepatan pelepasan teknik Lin Yan pun membuat Qiuzi semakin takut.
Saat tebasan itu mendekat, qi racun milik Qiuzi tampak perlahan-lahan pudar dan masuk ke dalam rahang naga hitam.
“Kau sangat tidak sabaran! Tampaknya kau ingin mati lebih dulu!” Ucap Lin Yan dengan senyum kecil di wajahnya.
Zhep!
Setelah semua qi racun milik Qiuzi dilahap, naga hitam langsung menerjang ke arah Qiuzi dan di cakar kanannya sudah terbentuk tombak baru.
“Sial!” Qiuzi yang tau bahwa tidak mungkin melawan naga hitam aneh itu pun langsung mencoba kabur dari tempat itu.
“Kau ingin kabur? Tidak semudah itu!” Ucap Lin Yan dengan nada dingin.
Naga hitam yang melesat ke arah Qiuzi pun langsung membuat gerakan melempar.
Zhep!
Tombak hitam yang terbuat dari qi langsung melesat ke arah Qiuzi yang sudah berbalik ke arah samping untuk melarikan diri dengan cara memutar karena dibelakangnya hanya ada ruangan tempat mereka membuat racun.
Qiuzi yang melihat ke belakang pun semakin ketakutan saat ini. Ia buru-buru menghindar ke samping secepat yang ia bisa.
Duar!
Ledakan petir terjadi sekali lagi saat tombak membentur dinding gua. Ledakan petir menyebar ke segala arah dan gua itu pun berguncang kembali.
“Arrrrggghh...”
Teriakan keras terdengar dan itu merupakan teriakan dari Qiuzi karena terkena ledakan petir. Walaupun ia menghindar, efek ledakan masih saja mengenainya. Dan dari itu, ia langsung paham bahwa petir hitam milik Lin Yan memang sama sekali tidak sederhana.
Hanya terkena sisa qi petir hitam saja membuatnya merasakan sakit luar biasa karena qi petir hitam tersebut merasuki tubuhnya dan menghancurkan sel-selnya dari dalam. Ini adalah qi paling berbahaya menurut Qiuzi.
Lin Yan tentu sudah tau tentang kemampuan petir hitam miliknya. Tetapi, jika ingin menggunakan kemampuan seperti itu, ia harus menggunakan teknik Jiwa Pelahap Raja Naga terlebih dahulu. Jika ia menggunakannya secara langsung, efeknya akan jauh lebih rendah dan untuk melawan kultivator yang lebih kuat, efeknya tidak akan terlihat sama sekali.
Qiuzi yang saat ini berteriak kesakitan pun tidak menyadari bahwa naga hitam telah tiba diatasnya.
Naga hitam itu membuka rahangnya lebar-lebar dan langsung menerjang ke arah Qiuzi yang berada di bawahnya.
“Tung-..” Qiuzi yang menyadari keberadaan naga hitam diatasnya, mencoba untuk meminta Lin Yan berhenti tetapi kata-katanya terhenti saat tubuhnya telah masuk ke dalam mulut naga hitam mencapai pinggangnya.
Grab!
Naga hitam itupun langsung mengigit pinggang Qiuzi hingga terbelah.
Blug!
Setengah tubuh Qiuzi pun terjatuh ke permukaan tanah.
Lin Yan hanya menatap itu dengan datar. Ia pun kembali menyalurkan qi miliknya dan membentuk tombak baru di cakar naga hitam lalu melemparnya ke arah tempat Ziu yang ia rasakan masih memiliki nafas.
Duar!
Ledakan terjadi sekali lagi dan Lin Yan yakin serangan itu pasti membunuh Ziu.
Zhep!
Naga hitam pun lenyap seketika dan Lin Yan menghela nafas panjang.
“Teknik ini memang sangat kuat dan menguras sangat banyak qi. Namun, jika kultivator lain melihat teknik ini, mereka pasti akan membuatku mencoba memberikan informasi teknik ini.” Lin Yan tau bahwa teknik yang bernama Jiwa Pelahap Raja Naga tidak memiliki batas potensi pertumbuhan sama sekali. Semakin kuat ia, semakin kuat teknik itu dan ketika semakin kuat teknik, semakin besar qi yang dibutuhkan untuk menggunakannya.