
“Gu Yin? Apa yang terjadi? Kenapa kau menangis?” tanya Lin Yan dengan nada serius. Ia mengira terjadi sesuatu kepada Gu Yuena selama ia keluar untuk menyelesaikan misi kelas B.
“Aku sangat khawatir padamu. Kenapa kau pergi mengambil misi berbahaya seperti itu?” Gu Yin memeluk Lin Yan semakin kuat karena takut dia akan pergi lagi.
Lin Yan tercengang dengan kata-kata Gu Yin. “Apa yang terjadi pada wanita ini?” batinnya. Ia tidak percaya bahwa seorang wanita akan mengkhawatirkannya sampai seperti itu.
Sementara itu, Huan Caiyi di sebelah sedikit cemberut karena seorang wanita memeluk adik kesayangannya. Ia memang cemburu, tetapi bukan arti dalam cemburu karena ia menyukai Lin Yan sebagai seorang pria. Tetapi itu cemburu buta karena menurutnya, hanya ia yang bisa memanjakan Lin Yan.
Jika Lin Yan mengetahui pemikiran Huan Caiyi, ia tidak akan bisa berkata-kata.
“Kenapa kau mengkhawatirkan aku?” tanya Lin Yan heran.
“Itu karena aku..” kata-kata Gu Yin terhenti dan ia langsung sadar dengan apa yang ia lakukan saat ini. Tiba-tiba wajahnya menjadi merah seperti tomat karena sangat berani memeluk Lin Yan dan membuat adegan seolah-olah mereka adalah sepasang kekasih dan sang pria telah pergi secara diam-diam lalu kembali lagi kepadanya.
Juga, Gu Yin sadar bahwa ia baru saja ingin mengungkapkan perasaannya kepada Lin Yan yang membuatnya semakin malu. Ia pun langsung melepaskan Lin Yan lalu berlari pergi seperti kucing yang diinjak ekornya.
“Ada apa dengan wanita itu?” Lin Yan bingung sejenak.
Huan Caiyi di sebelah Lin Yan sedikit cemberut. “Tentu saja karena dia sangat menyukaimu, Yan'er!”
“Ha?” Lin Yan tercengang mendengar perkataan Huan Caiyi.
“Kami baru saja saling mengenal dan itu tidak mungkin.” Lin Yan berkata seolah-olah tidak mengerti. Ia sebenarnya sudah mengetahuinya sejak awal tetapi kali ini ia sangat terkejut bahwa Gu Yin akan menyukainya sampai seperti itu. Tetapi Lin Yan tidak memiliki waktu memikirkan hal seperti itu saat ini karena ia harus fokus untuk meningkatkan kekuatannya.
Huan Caiyi hanya menggelengkan kepalanya. Ia juga paham bahwa Lin Yan sebenarnya mengerti tetapi tidak akan memiliki waktu memikirkan tentang percintaan.
“Ayo kembali. Kita akan melaporkan misi besok. Setelah itu kita akan mengikuti ujian masuk pelantara dalam.” ucap Lin Yan dan berjalan ke arah kediamannya. Huan Caiyi hanya mengangguk kecil dan mengikuti Lin Yan.
Kejadian yang terjadi di hutan wilayah pertama tentu di ketahui oleh Master sekte Naga Langit. Ia mengirim seseorang Tetua yang sangat kuat untuk mengawasi pertarungan yang terjadi.
Dan kabar itu sudah masuk ke telinga Master sekte Naga Langit yang membuatnya tersenyum penuh kemenangan.
Tentu saja Master sekte Naga Langit telah memenangkan taruhan antara sekte Naga Langit dengan semua klan dan aliansi mereka. Ini adalah keuntungan besar kali untuk sekte Naga Langit karena telah mendapatkan banyak benda berharga.
Lin Yan telah memanfaatkan statusnya sebagai cucu Lin Ming dan Lin Xi yang membuat Master sekte Naga Langit tidak terima. Dan ia pun akan memanfaatkan Lin Yan untuk kepentingan sekte Naga Langit.
Lin Yan sama sekali tidak tau bahwa ia telah dimanfaatkan sedemikian rupa. Walaupun ia tau, itu tidak masalah sama sekali karena tujuannya saat ini masuk ke sekte Naga Langit untuk menjadi kuat secepat mungkin. Jika ia tidak memiliki kerugian, itu bukanlah masalah baginya.
Sesampainya di kediamannya, Lin Yan tidak bisa berkata-kata karena tempat tinggalnya kini sangat rapi. Dan ada beberapa benda tambahan di dalam kediaman sederhana itu. Ia sudah menduga bahwa Gu Yin lah yang melakukan semuanya.
“Dasar wanita.” Lin Yan menghela nafas panjang.
“Tidak ada apa-apa. Aku akan berkultivasi sebentar sebelum beristirahat.” ucap Lin Yan dan langsung duduk bersila.
Melihat Lin Yan mulai berkultivasi, ia pun langsung melakukan hal yang sama. Ia tidak jadi bertempur secara langsung melawan Raja Kera Emas sebelumnya sehingga ia harus mencerna semua khasiat pil Darah yang ia konsumsi. Mungkin setelah itu kultivasinya akan meningkat menjadi tingkat Xiantian tahap keempat atau mungkin tahap kelima.
Beberapa jam kemudian, Lin Yan membuka matanya karena ada yang mengetuk pintu kediamannya. Ia mengaktifkan Mata Raja dan melihat siapa itu.
Lin Yan menghela nafas kembali lalu membuka pintu kediamannya.
“Ada apa Gu Yin?” tanya Lin Yan saat menatap wanita muda cantik di depan pintu sambil memegang sebuah bingkisan.
“Kau pasti lelah setelah menjalankan misi dalam waktu yang sangat lama. Aku membuatkan ini untukmu.” Balas Gu Yin sambil menyerahkan sebuah bingkisan lalu melarikan diri sekali lagi dengan rona merah di pipinya.
Mulut Lin Yan terbuka dan tertutup beberapa kali. Ia kemudian menggelengkan kepalanya lalu duduk dan membuka bingkisan.
Huan Caiyi membuka sedikit matanya dan melirik ke arah bingkisan yang di pegang oleh Lin Yan. Ia hanya terkekeh sedikit lalu melanjutkan kultivasinya.
Lin Yan yang membuka bingkisan itu pun, sedikit terkejut dengan isinya. Ada beberapa hidangan yang tampak lezat dan sebuah teh yang diisi di dalam bambu. Ia membuka tutup bambu yang berisi teh dan mencium aroma menyegarkan. Ia tersenyum kecil lalu meminumnya perlahan.
Setelah itu, tatapan Lin Yan teralihkan ke sebuah surat yang pasti dibuat oleh Gu Yin juga. Saat membacanya, ia hanya terkekeh lalu menyimpannya di dalam cincin ruangnya. Setelah itu, ia pun menikmati hidangan itu dan membaginya juga dengan Huan Caiyi. Kemudian, mereka berdua pun berisitirahat.
Keesokan paginya, Gu Yin datang kembali membawa sebuah makanan lalu lari setelah memberinya kepada Lin Yan.
Sebelum Lin Yan berbicara, sosok Gu Yin telah menghilang dari pandangannya. Ia hanya menggelengkan kepalanya setelahnya.
Beberapa jam kemudian, Lin Yan dan Huan Caiyi pergi ke tempat penyerahan misi. Mereka berdua bertemu kembali dengan Tetua wanita yang selalu menjaga tempat itu.
“Kami ingin melaporkan penyelesaian misi.” ucap Lin Yan sambil menyerahkan dua dokumen pendaftaran misi kelas B.
Tetua wanita itu terkejut saat melihat misi tersebut. Ia awalnya tidak ingin percaya tetapi Lin Yan mengeluarkan semua hal yang menjadi target misi. Mau tidak mau, Tetua wanita itu harus mempercayainya lalu mengurus hadiah yang akan di terima oleh Lin Yan.
“Hadiah untuk Raja hutan wilayah pertama adalah 25.000 poin merit. Dan untuk Raja Kera Emas yang satu lagi, ini akan diberi 5.000 poin merit. Juga setelah menghitung semua bintang roh yang kau bawa, totol hadiah yang kau terima adalah 33.000 poin merit. Dan untuk senjata sebagai satu hadiah lainnya, kau akan menerimanya ketika memasuki pelantara dalam.”
“Juga, kalian berdua telah mencapai tingkat Xiantian. Yang artinya, satu atau dua hari lagi seorang Tetua akan menjemput kalian berdua, aku telah mengurus dokumen tentang kenaikan kalian dan menunggu di tempat tertentu untuk melakukan ujian masuk pelantara dalam. Selebihnya akan dijelaskan oleh Tetua yang akan menjemput kalian.” ucap Tetua wanita tersebut sambil menyerahkan beberapa dokumen dan token milik Lin Yan yang telah diisi dengan 33.000 poin merit.
“Baik.” Lin Yan tidak bertanya lagi dan mengambil dokumen dan tokennya lalu pergi dari tempat itu bersama dengan Huan Caiyi.
Tetua itu menatap kepergian Lin Yan dan masih tidak percaya bahwa anak itulah yang telah menyelesaikan misi dalam waktu yang jauh lebih cepat dari perkiraan.
Bahkan para murid baru yang mengambil misi hari ini terkejut bahwa murid baru dari angkatan mereka yang berhasil menyelesaikan misi kelas B.