Dragon Monarch

Dragon Monarch
Chapter 389 - Campur Tangan Pria Tua



Reruntuhan Sekte Wayang


“Hujan Kematian!”


Wusssh!


Tombak-tombak yang awalnya melesat ke arah langit pun langsung berbalik ke arah bawah. Tombak-tombak itu bergerak jauh lebih cepat dari sebelumnya ke arah tempat Tetua Pertama Sekte Wayang berada.


Awalnya Tetua Pertama Sekte Wayang tidak menghiraukan kata-kata Lin Yan. Tetapi ketika ia melihat sedikit ke arah langit, ia pun langsung menatapnya secara langsung dan memasang wajah pucat.


Sebab, ratusan tombak yang menerjang ke arah arahnya tidak jatuh sekaligus. Melainkan itu sudah diatur bahwa jika dirinya menghancurkan tombak qi yang pertama tiba, tombak qi lainnya akan menusuknya.


Tetua Pertama Sekte Wayang mencoba mengendalikan Wayangnya tetapi itu tetap terus terjerat dengan naga hitam yang diciptakan oleh Lin Yan.


“Sial!” Hanya itu yang bisa dikatakan oleh Tetua Pertama Sekte Wayang karena tidak mungkin dirinya untuk bertahan dari serangan seperti itu. Walaupun mungkin ia selamat, ia pasti akan menerima cidera yang sangat parah.


Ketika Tetua Pertama Sekte Wayang telah putus asa dengan nasibnya, ledakan besar terjadi tiba-tiba.


Duar! Duar! Duar! Duar!


Puluhan ledakan beruntun terjadi di udara karena serangan Lin Yan tersebut dihentikan oleh seseorang.


Mata Lin Yan menyipit karena tidak menyangka bahwa akan ada yang mampu menghancurkan tekniknya padahal saat ini Master Sekte Wayang sedang dalam bentrokan melawan Dai Mubai.


Bahkan Lin Yan telah memperhatikan yang lainnya, saat ini Tetua En yang melawan Xia Yue'er juga sedang terluka parah karena Roh Peri mungil itu menghajarnya habis-habisan.


Sementara untuk Tetua Kedua lebih mengenaskan kondisinya karena melawan Xiao Ziya yang tidak kenal ampun.


Until Tetua An, dia juga terluka walaupun tidak separah Tetua Kedua dan Tetua En.


Karena semua kekuatan utama terbesar dari Sekte Wayang sedang sibuk, Lin Yan langsung mencari ke semua daerah siapa sebenarnya sosok yang menghancurkan tekniknya dengan mudah. Lalu tatapannya pun tertuju ke satu tempat dan ia memang wajah dingin karena tentu dapat melihat dengan Mata Raja bahwa sosok yang mencampuri pertarungannya adalah kultivator yang sangat kuat, jauh lebih kuat dari Master Sekte Wayang yang tampak hanya mengandalkan Wayang agar bisa menekan Dai Mubai.


“Hm? Dia dapat mendeteksi keberadaanku? Sungguh penglihatan luar biasa. Aku menduga bahwa itu pasti kemampuan dari garis darah Demi-Human miliknya.” Gumam sosok tua yang menghentikan serangan Lin Yan. Ia tidak lain adalah Tetua Agung Sekte Wayang.


Zhep!


Tetua Agung Sekte Wayang pun muncul di dekat Tetua Pertama yang masih sedikit terengah-engah dan keringat dingin menetes di dahinya karena sangat dekat dengan kematian beberapa saat lalu.


“Tetua Agung..” Tetua Pertama Sekte Wayang pun membungkuk dan membuat pose berterimakasih karena telah menyelamatkannya sebelumnya. Ia tentu sangat mengenal Tetua Agung Sekte Wayang yang mungkin tidak akan lama lagi dianggap sebagai leluhur tua Sekte Wayang jika Master baru telah diangkat dan Master Sekte sebelumnya mengambil posisi Tetua Agung.


Tetua Agung Sekte Wayang hanya mengangguk kecil dan menatap ke arah Lin Yan.


“Siapa kau? Apakah kau berasal dari Klan Xiao?” Tanya Tetua Agung Sekte Wayang. Walaupun nadanya tampak sangat datar, ia tentu saat ini sangat marah karena Sekte Wayang telah musnah dan butuh waktu yang sangat lama untuk membangunnya kembali serta mencari murid yang memiliki potensi tinggi dalam menggunakan Wayang.


“Apakah penting aku siapa? Dan tidak, aku sama sekali bukan seseorang dari Klan Xiao.” Balas Lin Yan acuh tak acuh. Ia tentu bukan seseorang yang akan menggunakan Klan kuat tertentu sebagai perisai hanya karena ia memiliki kesamaan dengan hampir semua anggota Klan Xiao, yaitu Demi-Human.


Mata Tetua Agung Sekte Wayang menyipit sedikit dan niat membunuhnya langsung merembes. Ia tentu tidak mau berurusan dengan Klan Xiao sehingga ia awalnya hanya ingin mengusir Lin Yan. Tidak seperti Master Sekte saat ini dan empat Tetua terkuat, hanya dirinya yang mengetahui bagaimana kengerian dari Klan Xiao.


Zhep!


Di samping Lin Yan, Wayang yang terlihat seperti pria paruh baya pun muncul dalam sekejap sambil mengayunkan tinjunya sekuat tenaga.


“Celaka!” Batin Lin Yan saat instingnya mengatakan bahaya. Secara tidak sadar, pertahanan untuk melindungi dirinya aktif secara tidak sadar yaitu naga hitam yang ada dikejauhan langsung pudar dan di tubuh Lin Yan, naga hitam baru terbentuk untuk melindunginya.


Bam!


Krak! Krak!


Bussssh!


Naga hitam yang membaluti tubuh Lin Yan pun memiliki banyak retakan dan Lin Yan yang ada di dalamnya terpental ke tempat yang sangat jauh ke arah tempat Tetua En berada.


“Hm? Dia bahkan masih bisa berlindung? Qi anak itu tampak seperti hidup!” Batin Tetua Agung Sekte Wayang.


Tetapi, apa yang terjadi selanjutnya membuat Tetua Agung Sekte Wayang sangat marah.


Ketika pecahan qi yang melindungi Lin Yan lenyap, ia pun menghilang seketika dan muncul tepat di belakang Tetua En yang masih bentrok dengan Xia Yue'er.


Jleb!


Mata Lin Yan yang terlihat seperti mata naga pun menatap ke arah Tetua Agung Sekte Wayang dengan ganas. Tentu mata itu menyiratkan bahwa dirinya tidak akan kalah dan aku akan membuatmu mengalami apa arti kata putus asa.


“Dasar bajingan! Aku akan membunuhmu!” Teriak Tetua Agung Sekte Wayang karena Tetua En adalah salah satu keluarganya. Lagi pula, Tetua En adalah pilar Sekte Wayang. Jika mereka semua tewas termasuk untuk Tetua Pertama, Kedua dan Tetua An, maka Sekte Wayang bisa dipastikan tidak bisa dibangun kembali.


Lin Yan tetap menatap Tetua Agung dengan dingin sambil berbicara, “Yue’er..”


Xia Yue'er yang awalnya sedikit kesal karena Lin Yan menghabisi targetnya pun hanya bisa setuju karena dapat merasakan kekuatan luar biasa dari Tetua Agung Sekte Wayang.


“Fusi!”


Ketika Tetua Agung Sekte Wayang melesat ke arah Lin Yan, wajahnya sangat jelek karena dapat merasakan level kekuatan Lin Yan saat ini berada sedikit diatas Master Sekte Wayang. Walaupun ia bisa mengalahkannya, tetap saja akan butuh waktu karena kondisi tubuhnya juga mempengaruhi pergerakannya.


Faktor usia memang sungguh sulit dihindari. Ia hidup di zaman yang sama dengan Lin Ming dan Lin Xi tetapi ia tidak akan bisa memiliki tubuh fit seperti keduanya karena itu tergantung tingkat kultivasi. Kultivasinya saat ini hanyalah tingkat Alam Kaisar tahap kelima, dahulu kekuatannya mencapai tingkat Alam Kaisar tahap kesembilan, namun rentan usia membuatnya melemah karena masa hidupnya tidak sepanjang kultivator puncak di Benua Saint.


Ketika Lin Yan dan Xia Yue'er melakukan Fusi, Tetua Agung telah tiba di depan Lin Yan yang memegang kendali tubuh.


Dengan sekuat tenaga, Tetua Agung Sekte Wayang pun mengayunkan pedangnya ke arah leher Lin Yan.


Lin Yan yang saat ini memiliki kekuatan yang lebih besar pun langsung mengangkat tombaknya ke arah samping karena tau saat dirinya bergabung pun dengan Xia Yue'er, ia pasti tidak akan mampu menandingi kultivator sekuat Tetua Agung Sekte Wayang.


Namun, Lin Yan tidak akan menyerah begitu saja karena dirinya telah berniat untuk memberi pelajaran kepada seseorang yang terkait dengan Sekte Wayang.