Dragon Monarch

Dragon Monarch
Chapter 66 - Kekebalan 10.000 Racun



Ketiga anggota klan Yi telah dibunuh oleh Lin Yan agar tidak ada masalah yang terjadi di hutan Fuin. Setelah itu, ia pun bergerak ke depan mayat Ular Liris Emas dan menyimpannya ke dalam cincin ruangnya.


“Misi telah selesai.” Gumam Lin Yan sambil tersenyum.


Zhep!


Tiba-tiba satu sosok muncul di dekat Lin Yan yang membuat Lin Yan terkejut luar biasa karena sedari awal tidak dapat merasakan apapun.


“Misimu telah selesai walaupun dengan cara yang tidak wajar.” Sosok yang muncul tentu saja Tetua yang mengawasi misi Lin Yan.


Mendengar kata-kata itu, Lin Yan terkejut dan membuat perkiraan bahwa sedari awal, Tetua tersebut telah mengikutinya. Ia tidak menyangka dalam waktu itu, ia sama sekali tidak bisa mendeteksinya. Tetapi, mengingat kembali tentang aliran qi yang tampak samar sewaktu Tetua tersebut terbang ke udara, Lin Yan hanya menghela nafas karena persepsinya ternyata kurang tinggi.


“Jika saja membunuh bintang roh itu murni dengan bantuan luar, kau pasti tidak akan lulus, kemungkinan kau akan dikeluarkan secara langsung karena menggunakan kekuatan luar untuk menyelesaikan misi. Tetapi kali ini berbeda, kau menyelesaikannya dengan kepintaranmu. Kembalilah ke tempat pengambilan ujian sebelumnya. Tidak lama lagi kau akan di bawa menuju pelantara dalam sekte Naga Langit.” Tetua tersebut langsung menghilang setelah menyelesaikan kata-katanya.


“Sungguh cepat! Walaupun kekuatan Tetua itu dibawah Tetua pertama, tetap saja itu sangat kuat!” Batin Lin Yan dan semangatnya untuk menjadi lebih kuat semakin tinggi.


Karena misi telah selesai, Lin Yan pun langsung pergi dari lokasi itu menuju kediamannya yang lama. Tidak akan butuh waktu lama ia mencapai tempat itu karena hutan Fuin memang tidak terlalu besar. Juga, ia saat ini ingin menggunakan tubuh Ular Liris Emas agar ia kebal terhadap racun.


Tidak sampai setengah hari kemudian, Lin Yan menatap sebuah desa dari kejauhan. Itu adalah tempat ia tinggal selama 14 tahun. Hujan tetap turun seperti biasa di desa itu. Menatap tempat tinggalnya sebelumnya, tumbuh rasa rindu yang luar biasa terhadap kakek dan neneknya.


“Aku tau kakek dan nenek kemungkinan tidak akan kembali ke tempat ini. Tetapi, tetap saja akan sulit melupakan kenangan di sini.” Lin Yan menghela nafas panjang sekali lagi saat memikirkan masa lalunya. Ia tidak akan bersedih lagi mengingat kepergian kakek dan neneknya. Saat ini, hanya ada satu jalan menemukan keberadaan mereka berdua yaitu menjadi lebih kuat.


Lin Yan pun singgah sejenak di rumah lamanya. Dan tidak lama kemudian, ia pergi ke tempat kakek dan neneknya melatihnya di masa lalu. Ketika mencapai tempat itu, ia pun mengeluarkan mayat Ular Liris Emas.


Menatap mayat bintang roh itu, mata Lin Yan berkilau sedikit. Ia tentu paham bahwa kemampuan Kekebalan 10.000 racun sangatlah luar biasa.


Tanpa membuang waktu, Lin Yan membuat sebuah tong yang terbuat dari kayu. Ia pun langsung mengeringkan darah Ular Liris Emas ke dalam tong kayu itu.


Sangat terlihat bahwa banyak uap yang keluar dari darah itu dan memang kabut itu saja sangatlah berbahaya. Tetapi Lin Yan tentu sudah tau bagaimana cara menangkal racun itu.


Lin Yan mengambil inti bintang roh Ular Liris Emas lalu menyimpan sisa mayatnya yang sudah tampak sedikit layu karena dikuras darahnya.


Karena semua bahan telah terkumpul, Lin Yan tidak membuang waktu dan langsung menelan semua herbal. Lalu, ia pun memecah inti bintang roh tersebut lalu menelannya juga. Ia merasakan tubuhnya sedikit kesemutan saat ini. Tanpa membuang waktu, ia pun langsung melompat ke dalam tong kayu yang berisi darah binatang roh Ular Liris Emas.


Lin Yan pun mulai menutup matanya dan menyerap esensi darah itu ke dalam tubuhnya tanpa menggunakan qi sama sekali. Itu bertujuan untuk menyerap Vitalis tertentu di dalam darah, yaitu kemampuan kekebalan terhadap racun.


Saat penyerapan, Lin Yan merasakan bahwa tubuhnya semakin mati rasa dari waktu ke waktu. Namun ia tetap menahannya karena jika ia gagal, maka ia akan mati juga. Tentu saja ia yakin bahwa ia akan berhasil. Lin Yan selalu akan melakukan apapun yang menurutnya memiliki keberhasilan lebih dari 50%. Jika kurang dari itu, ia akan berpikir lagi untuk melakukannya atau tidak.


Juga, Lin Yan saat ini paham bahwa sebelum itu, kenapa Ular Liris Emas tidak pernah menyerang desa Pelangi dikarenakan keberadaan kakek dan neneknya. Dan, kenapa kakek dan neneknya tidak membunuh bintang roh berbahaya seperti itu?


Jawabannya tentu saja untuk saat ini. Neneknya Lin Xi tidak akan begitu saja untuk memberinya sebuah buku tentang cara membuat tubuh kebal terhadap banyak racun. Neneknya selalu mengajarinya banyak cara agar tubuh menjadi lebih kuat dan memiliki banyak kemampuan.


Dan salah satunya adalah ini, Kekebalan 10.000 racun. Lin Yan yang memikirkan semua spekulasi itu tersenyum kecil. Ia sangat sadar kenapa kakeknya dulu membawanya satu kali ke pusat hutan Fuin dan menunjukkan bahwa di tempat itu ada sarang Ular Liris Emas.


“Kalian selalu berpikir untuk kedepannya, kakek.. nenek..” Batin Lin Yan saat terus menyerap esensi darah Ular Liris Emas.


Tidak sampai setengah hari, darah yang ada di dalam tong berubah menjadi cairan keruh sedikit berlendir karena semuanya telah diserap oleh Lin Yan.


Lin Yan yang baru saja selesai, membuka matanya dan merasa puas dengan panen kali ini. Ia pun langsung keluar dari tong itu dan menatap tubuhnya yang tidak dibalut oleh sehelai benangpun karena semua pakaiannya telah hangus oleh darah beracun tersebut.


“Tidak terlalu sulit. Dan kali ini, aku telah memiliki tubuh yang kebal hampir terhadap semua racun. Di dunia kultivator,  akan banyak musuh di masa depan yang akan menggunakan racun saat bertarung. Dan saat ini aku telah memiliki penangkal hebat untuk melawan hal seperti itu.” Lin Yan yang puas dengan panen kali ini langsung membersihkan tubuhnya lalu ia pun pergi kembali ke kediamannya di desa Pelangi karena hari sudah gelap.


Lin Yan berisitirahat selama satu malam di tempat itu dan ia pun pergi sewaktu hari belum terang. Karena misinya telah selesai, ia langsung pergi ke arah tempat pengambilan ujian sebelumnya.


**


Di tempat pengambilan misi, Tetua yang awalnya mengawasi Lin Yan telah sampai di tempat itu. Ia tampak bingung karena seroang murid menyelesaikan misi tanpa berusaha sama sekali dan hanya bermodal dua potong daging. Itu adalah hal yang tak pernah ia lihat sebelumnya.


“Lebih baik aku melaporkan hal ini kepada Master sekte agar beliau mengevaluasi kecerdasan anak itu sekali lagi.” Batin Tetua tersebut setelah mengambil keputusan. Ia pun langsung melaporkan keberhasilan Lin Yan kepada Tetua lainnya terlebih dahulu agar langsung menyelesaikan dokumen lulus ujian.


Semua Tetua di tempat itu tentu sangat terkejut dengan pencapaian Lin Yan. Tetapi sebelum itu pun, ada satu lagi calon murid pelantara dalam yang menyelesaikan misi dengan kecepatan yang sangat tinggi. Dan dia tentu saja adalah, Huan Caiyi.