Dragon Monarch

Dragon Monarch
Chapter 446 - Garis Darah



Dimensi Naga


Wajah wanita naga tersebut sangat muram ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Lin Yan. Ia menggertakkan giginya dengan kuat karena tidak bisa berkata apa-apa lagi. Ia sangat ingin mengusir Lin Yan, Gu Yin dan Xiao Bai dari tempat tersebut tetapi dengan kondisinya saat ini, itu tidak mungkin sama sekali. Jika saja ia diberi waktu beberapa jam untuk memulihkan kondisinya ke puncaknya, untuk mengusir ketiganya tidak akan masalah sama sekali.


Melihat wajah wanita naga tersebut yang begitu gelap, Lin Yan tidak peduli sama sekali.


Zhep!


Lin Yan bergerak layaknya sebuah Sambaran petir melewati wanita naga tersebut.


Wanita naga itu tentu dapat melihat Lin Yan bergerak melewatinya tetapi tubuhnya sama sekali tidak dapat mengikutinya karena luka, serta kelelahan karena kehabisan qi.


“Jangan masuk ke sana!” Teriak wanita naga tersebut ketika berbalik dan menatap Lin Yan yang telah berada di pintu istana yang terbuka sepanjang waktu.


Gu Yin di sisi lain langsung menyentuh permukaan tanah.


Tap!


“Domain Es!”


Wusssh!


Dalam sekejap mata, tempat tersebut membeku, tidak hanya itu saja, kaki wanita naga itupun dibekukan sehingga dia tidak bisa bergerak sama sekali.


“Sialan!” Wanita naga tersebut sangat marah karena Gu Yin menahannya untuk menghentikan ia mengejar Lin Yan.


“Tetaplah berada di sini untuk beberapa saat.” ucap Gu Yin saat dirinya perlahan pudar menjadi serpihan salju berwarna hitam. Setelah itu, ia pun muncul di sebelah Lin Yan.


Keduanya pun perlahan berjalan ke arah dalam istana tanpa hambatan sama sekali. Di belakang, Xiao Bai yang menatap itu juga perlahan berjalan melewati wanita naga yang masih marah setiap saat sambil menghancurkan es hitam yang membekukan area di sekitar kakinya.


Ketika memasuki istana, apa yang Lin Yan lihat membuatnya terdiam karena hanya ada patung di dalam sana. Semua dari mereka adalah patung naga yang terlihat seperti hidup walaupun itu hanyalah patung.


Semua patung-patung tersebut terlihat bersujud mengelilingi satu naga berwarna perak yang tampak sangat perkasa. Naga perak tersebut tampak ingin menyatukan kedua Cakarnya, dan di tengah-tengah kedua cakarnya, ada sebuah bola transparan yang sudah pecah.


Ketika Lin Yan menatap ke arah bola transparan tersebut, ia mengetahui bahwa wanita naga sebelumnya pasti keluar dari tempat itu karena masih ada beberapa cairan yang tampak baru beberapa tahun mengering.


Sekarang Lin Yan percaya bahwa wanita naga tersebut memang tinggal di tempat tersebut atau lebih tepatnya belum lama lahir.


“Apakah tidak ada sesuatu yang berharga di tempat ini? Cuma hanya ada patung di sini.” ucap Gu Yin sedikit tidak puas. Ia tidak mengerti mengapa wanita naga sebelumnya mencoba untuk menghentikan mereka masuk ke dalam.


“Tidak hanya patung.” ucap Lin Yan saat ia perlahan melayang ke arah tengah patung-patung naga tersebut.


Gu Yin sedikit heran tetapi ia mengikuti Lin Yan.


Ketika Lin Yan mencapai tempat patung naga perak tersebut, tatapannya tertuju pada sebuah batu berbentuk persegi empat yang berada tepat di bawah patung naga perak.


Di batu tersebut, terlihat banyak tulisan kuno yang tidak dimengerti oleh Lin Yan.


Sedangkan untuk Xiao Bai, ia sedikit tertarik ketika menatap semua patung-patung naga tersebut. Sebagai pemilik dari garis darah naga campuran, ia tentu ingin melihat semua spesies naga.


“Hentikan bajingan!” Teriak wanita naga tersebut saat terbang tepat ke depan Lin Yan. Ia tampak sangat marah saat ini karena Lin Yan menerobos begitu saja ke tempat yang paling penting baginya.


Mata wanita naga tersebut memerah saat mendengarnya karena ia semakin marah. Ia memang mengetahui tentang isi dari tulisan tersebut karena informasi tersebut berada di kepalanya.


Lin Yan menggelengkan kepalanya lalu menghilang dan muncul tepat di depan batu persegi empat yang memiliki tinggi sekitar tiga meter lebih.


“Aku bilang pergi!” Teriak wanita naga tersebut saat mengubah kedua lengannya menjadi cakar naga lalu mengayunkannya ke arah Lin Yan yang muncul di belakangnya di jarak hampir lima meter.


Trang!


Bussssh!


Gu Yin pun langsung muncul lalu menahan cakar wanita tersebut dengan Pedang Kembar Chi. Namun ia langsung di dorong mundur karena kekuatan tubuh wanita naga tersebut memang luar biasa kuat.


Lin Yan tidak terlalu peduli tentang hal tersebut. Tatapannya masih tertuju pada batu, ia pun menyentuhnya karena merasakan perasaan familiar yang sangat akrab sama seperti wanita naga tersebut.


“Minggir!” Teriak wanita naga tersebut saat mengayunkan cakarnya yang satu lagi ke arah Gu Yin. Namun, ia terhenti di tengah jalan ketika apa yang pikirkan tidak mungkin terjadi pun terjadi.


Drrrrtttt!


Istana perak tersebut bergetar saat Lin Yan menyentuh permukaan batu yang memiliki informasi tersebut. Di saat itu juga, qi Lin Yan diserap perlahan-lahan seperti hendak mengaktifkan sesuatu.


“Tidak... Mungkin...” ucap wanita naga tersebut dengan mata melebar. Ia sangat mengetahui bahwa untuk mengaktifkan batu tersebut, dibutuhkan sesuatu yang sama seperti dirinya, yaitu garis darah.


Batu persegi empat itupun bersinar untuk beberapa saat, dan di saat itu juga, Lin Yan merasakan informasi tertentu masuk ke dalam kepalanya.


“Dewi Naga Perak..” Gumam Lin Yan saat menatap ke arah naga perak yang ada di hadapannya.


Tidak hanya ada informasi tentang naga perak, tetapi juga informasi tentang wanita naga tersebut. Dan juga, ada informasi yang mengatakan bahwa suatu hari nanti Dewi Naga Perak tersebut akan bertemu kembali dengan wanita naga tersebut.


Lin Yan menarik tangannya lalu berbalik dan menatap ke arah wanita naga tersebut dengan tatapan kosong.


“Kau anggota Klan Xiao?” Tanya Lin Yan heran.


Xiao Bai yang awalnya melihat-lihat patung pun langsung menoleh dan menatap ke arah Lin Yan dan wanita naga tersebut.


“Apa kau pikir aku adalah anggota Klan Xiao yang berasal dari tempat itu! Jangan bercanda!” ucap wanita naga tersebut dengan nada yang sangat marah. Ia tentu tidak akan mau disamakan dengan Klan Xiao yang sudah ia ketahui bahwa mereka adalah Demi-Human.


Informasi itu juga ada di dalam batu tersebut, bahkan tentang empat Klan Kuno. Dan yang paling membuat wanita naga itu mencoba untuk terus bertahan di istana tersebut karena adanya informasi tentang Dewi Naga Perak yang mengatakan bahwa mereka akan bertemu kembali ketika waktunya telah tiba, dan ketika di waktu itu, akan ada seseorang yang datang ke istana tersebut.


Awalnya wanita naga tersebut tidak percaya karena ia telah menunggu selama bertahun-tahun tetapi tidak ada yang bisa masuk ke dalam.


Karena sudah menyerah, wanita naga itu hanya bisa menjaga istana tersebut sampai Dewi Naga Perak kembali. Hanya itulah yang ia percayai akan terjadi.


“Jika kau bukan anggota Klan Xiao, jadi siapa kau sebenarnya, Xiao Yuu?” Tanya Lin Yan dengan nada serius.


Gu Yin yang mendengar itu merasa heran karena wanita itu memiliki nama seorang pria walaupun bisa digunakan juga untuk wanita. Namun, yang ia pikirkan saat ini, bagaimana bisa Lin Yan mengetahui tentang nama wanita itu, namun ia telah berpikir bahwa itu berkaitan dengan batu berbentuk persegi empat.


Sedangkan untuk wanita naga yang bernama Xiao Yuu, ia hanya bisa diam karena apa yang dipikirkan olehnya memang benar. Ia pun menatap ke arah Lin Yan dengan tatapan kosong karena ternyata ia memang memiliki hubungan dengan Lin Yan.


Dan itu berkaitan dengan garis darah.