
Sebelum ledakan terjadi
Makam Para Naga
Di dalam Formasi penyembuhan tempat Lin Yan berada, terlihat bahwa Lin Yan saat ini bernafas dengan sangat kasar. Ia terlihat sedang bermimpi buruk akan sesuatu yang membuatnya tidak tenang.
Tombak di dekat Lin Yan pun berdengung sangat keras karena bereaksi terhadap Lin Yan.
Saat nafas Lin Yan semakin cepat, tombak itupun perlahan melayang tepat di atas tubuhnya.
Zrrrt! Zrrrt! Zrrrt!
Petir Hitam perlahan memercik ke segala arah dan asalnya adalah tombak yang sedang melayang di atas Lin Yan.
Deg! Deg!
Mata Lin Yan terbuka lebar dan saat ini matanya terlihat berwarna hitam dengan pupil vertikal berwarna emas.
“Tidak!”
Lin Yan berteriak keras saat membuka matanya dan tombak yang sedang melayang itupun meledakkan qi dalam jumlah yang sangat besar yang telah berubah menjadi Petir Hitam.
Duar!
Petir Hitam menyambar ke arah langit yang membuat gua tersebut runtuh seketika.
Petir hitam terlihat menyambar ke arah langit yang membuat binatang binatang roh di tempat itu gemetaran sedikit.
Saat ini, terlihat Lin Yan yang sudah memegang tombak di tangannya. Kedua lengannya berubah menjadi lengan Naga dan ia memiliki enam sayap di punggungnya. Dari paha sampai ke permukaan kakinya, terlihat armor hitam yang sangat unik dan terus-menerus memercikkan petir juga.
Zhep!
Lin Yan tanpa sadar melayang ke arah langit dan mencari sesuatu ke sana ke mari. Niat membunuhnya meluap-luap karena instingnya untuk membunuh seseorang. Ingatannya tentang pertarungan itu masih segar di otaknya.
“Hentikan sampai di sini!” Suara seseorang terdengar di telinga Lin Yan yang membuatnya menatap ke arah sumber suara.
“Siapa kau?” Tanya Lin Yan dingin dan Petir Hitam semakin liar mengelilingi tubuhnya.
“Aku adalah yang membawamu ke tempat ini. Apakah kau sedang mencari wanita yang bersamamu sebelumnya?” Tanya pria tua tersebut yang tidak lain adalah Lei Wang.
Deg! Deg!
Jantung Lin Yan berdetak cepat dan qi-nya tampak bertambah besar dari waktu ke waktu.
“Jangan biarkan kekuatanmu itu mengendalikan mu karena kau tidak tau efek seperti apa yang akan kau terima jika terus-menerus dipenuhi oleh amarah.” ucap Lei Wang dengan sabar.
“Apa katamu?” Lin Yan semakin marah karena merasa bahwa pria tua dihadapannya mencoba untuk menahannya untuk balas dendam.
“Lin.. Yan..”
Suara seorang wanita terdengar di telinga Lin Yan yang membuatnya membatu. Ia langsung menoleh ke arah tertentu di bawah dan menemukan Gu Yin yang menatapnya dengan khawatir.
“Yin'er..” Mata Lin Yan basah seketika karena melihat Gu Yin yang tampak sehat saat ini. Qi-nya yang mengamuk pun langsung padam. Bentuk aneh di tubuhnya pun kembali seperti semula dan sayap di punggungnya menghilang sedikit demi sedikit karena masuk kembali ke dalam tubuhnya.
Lin Yan mendatar di permukaan tanah dan menatap Gu Yin dengan tidak percaya. Ia ingat dengan jelas bahwa nafas Gu Yin telah hilang saat diserang oleh Patriak klan Shi.
Gu Yin pun langsung berlari menghampiri Lin Yan dan memeluknya dengan erat.
Lin Yan tersadar dari lamunannya dan tau bahwa semua itu sangat nyata.
“Maafkan aku.. kau pasti sangat menderita sebelumnya.” Gu Yin pun berbisik dan memeluk Lin Yan sangat erat. Ia tidak ingin melepaskannya sama sekali.
Niat membunuh, haus darah dan rasa benci yang semula menguasai Lin Yan pun hilang dalam sekejap. Ia pun memeluk kembali wanita aneh tersebut dengan senyum lemah di wajahnya. Ini adalah perasaan baru baginya dan ia sangat menikmatinya. Ia juga tidak mengerti mengapa Gu Yin meminta maaf kepadanya karena seharusnya ialah yang meminta maaf karena terus mengabaikannya.
“Apakah lukamu sudah pulih?” Tanya Lin Yan sambil terus membelai kepala mungil Gu Yin.
“Um.” Gu Yin menganggukkan kepalanya dan membenamkannya di dada Lin Yan.
“Apakah kalian sudah selesai?” Suara seorang wanita pun terdengar di telinga keduanya yang membuat Lin Yan dan Gu Yin tersadar.
Gu Yin langsung mundur dan menundukkan kepalanya karena merasa sangat malu walaupun terlihat wajahnya masih sangat dingin saat ini.
“Siapa kau?” Tanya Lin Yan dengan kerutan di dahinya menatap wanita cantik berambut putih yang memiliki tempramen wanita dewasa.
“Xiao Ya, aku adalah mentor Gu Yin selama dua bulan ini.” Jawab Xiao Ya acuh tak acuh.
“Oh?” Lin Yan sedikit terkejut dan menatap Xiao Ya dengan seksama menggunakan Mata Raja.
“Wanita ini sangat kuat.” Batin Lin Yan dan melirik ke arah Gu Yin. Ia juga memeriksanya dan sedikit terkejut bahwa Gu Yin telah mencapai tingkat Alam Roh tahap kesembilan sekarang.
Lalu tatapan Lin Yan tertuju pada Lei Wang yang telah berada di sekitar mereka sedari tadi. Ia sangat sadar bahwa kekuatan pria tua itu tidak bisa ia ukur sama sekali.
“Terima kasih telah merawat Yin'er selama ini.” Lin Yan pun membungkuk sedikit ke arah Xiao Ya yang membuat Xiao Ya dan Lei Wang terkejut.
Adalah hal mustahil menurut mereka spesies seperti Lin Yan mau menundukkan kepalanya walaupun sekedar untuk berterima kasih.
Dari hal itu, Lei Wang dan Xiao Ya pun mengerti dan melirik ke arah Gu Yin, keduanya paham bahwa wanita itu memang sangat penting bagi Lin Yan.
Sementara itu, Gu Yin terlena saat Lin Yan memanggilnya Yin'er beberapa kali. Ia sangat gembira di dalam hatinya walaupun wajahnya terlihat datar setiap waktu. Ia telah mencoba untuk mengendalikan ekspresinya karena beberapa kali telah ditegur oleh mentornya, Xiao Ya.
Walaupun Lin Yan memang memiliki rasa harga diri yang sangat tinggi entah mengapa, ia selalu membuat dirinya rendah dengan paksa jika seseorang membantunya dengan tulus. Ia memang memiliki darah binatang roh yang sangat kuat di nadinya, tetapi ia bukanlah seseorang yang tidak tau berterima kasih. Sebab, bukan hanya darah binatang roh yang ada di nadinya, hal itu membuat darah Naga di tubuhnya mudah di stabilkan.
“Lalu, di mana kita saat ini?” Tanya Lin Yan penasaran.
“Kita saat ini sedang berada di Hutan Naga. Tempat ini sangat tersembunyi dan sulit ditemukan oleh siapapun. Ada beberapa hal yang ingin kutanyakan padamu saat ini.” Lei Wang menjawab pertanyaan Lin Yan dan menambahkannya.
“Hutan Naga?” Gumam Lin Yan bingung karena tidak ada tempat seperti itu di catat di peta.
“Ayo kita pergi ke kediamanku, aku akan menjelaskan beberapa hal juga. Kau juga ikut, Xiao Ya,” ucap Lei Wang dan perlahan berjalan ke arah tertentu.
Xiao Ya langsung berjalan juga setelah mengangguk.
Sementara itu, Lin Yan pun langsung menarik tangan Gu Yin dan mengikuti Lei Wang dari belakang.
Gu Yin pun sedikit gemetaran karena merasa banyak sikap Lin Yan yang telah berubah. Dan itu membuatnya sangat senang walaupun wajahnya tidak berbuah sama sekali. Tetapi, tetap saja rona merah terlihat di pipinya saat ini karena tidak terlalu mampu menekan emosinya.