Dragon Monarch

Dragon Monarch
Chapter 137 - Babak Penyisihan (6)



Zhep!


Huan Caiyi dan Shi Fu melesat dengan kecepatan penuh sambil mengayunkan kedua pedang yang ada di tangan mereka.


Tring! Tring!


Busshhh!


Qi Cahaya dan Bayangan pun meletus ke segala arah. Retakan terlihat di lantai Arena ketika kedua serangan saling berbenturan.


“Kau lumayan kuat untuk tingkat Alam Roh tahap kelima!” Shi Fu menyeringai dan menepis pedang Huan Caiyi dengan pedang yang ada di tangan kanannya sekuat tenaga.


Sring!


Shi Fu pun langsung mengayunkan pedangnya yang telah diselimuti oleh qi Cahaya yang membuat pedangnya tampak berdengung setiap saat.


Sraing!


“Ilusi Bayangan..”


Srak!


Tubuh Huan Caiyi terbelah lalu tampak pudar karena menggunakan teknik miliknya dengan sempurna.


Shi Fu memasang wajah serius dan mencoba untuk mencari keberadaan Huan Caiyi.


“Langkah Bayangan..”


Huan Caiyi yang muncul di jarak sekitar 7 meter pun langsung melesat dengan kecepatan tinggi seperti bayangan kabur. Ia pun langsung membuat gerakannya juga dengan kedua pedang yang ada di tangannya.


“Gaya Pedang Huan, Tebasan Penyembelih..”


Shi Fu yang melihat Huan Caiyi menyerangnya pun buru-buru untuk menahannya dengan teknik berpedang miliknya juga.


Sraing! Sraing!


Trang! Srak!


Huan Caiyi yang melewati Shi Fu berhasil mendaratkan satu tebasan sementara satu tebasan lainnya berhasil di tahan.


Shi Fu yang merasakan sakit di dadanya pun marah. Ia tidak menyangka bahwa dalam waktu singkat, Huan Caiyi berhasil melukainya. Ia sadar bahwa teknik berpedang gaya Huan milik Huan Caiyi telah mencapai tahap sempurna seolah-olah Huan Caiyi memang terlahir untuk menggunakan gaya pedang seperti itu.


“Sialan!” Teriak Shi Fu dan auranya meledak.


Krak! Krak!


Permukaan lantai Arena memiliki banyak retakan. Seluruh tubuh Shi Fu kini diselimuti oleh qi Cahaya yang terlihat sangat pekat.


“Kau akan membayarnya, anggota klan Huan! Akan kuperlihatkan kenapa kalian klan Huan kalah berperang melawan klan Shi!” Ucap Shi Fu saat ia menusuk kedua pedangnya ke arah lantai tanpa melihat ke belakang tempat Huan Caiyi berada.


“Pedang Cahaya Penghakiman..”


Para Tetua yang melihat itu pun langsung mengangguk kecil karena para anggota klan Shi memiliki kemampuan untuk menangkal kemampuan para anggota klan Huan. Dan kali ini, Shi Fu menggunakan salah satu teknik memiliki ruang lingkup serangan yang sangat luas.


Huan Caiyi yang menatap itu tidak gentar sama sekali. Ia pun langsung menyentuh permukaan lantai dan sudut bibirnya naik sedikit.


Pedang pedang yang terbuat dari cahaya perlahan muncul dari dalam lantai karena Shi Fu menyalurkan qi Cahaya miliknya sebanyak mungkin untuk menciptakan pedang cahaya untuk menyerang Huan Caiyi dari bawah.


Inilah mengapa anggota klan Huan kalah karena posisi mereka akan langsung terkena serangan jika menggunakan qi Bayangan untuk bersembunyi.


Tetapi, tidak untuk Huan Caiyi yang memang jenius terbaik yang pernah terlahir di klan Huan.


“Dunia Bayangan..”


Uap hitam menyelimuti seluruh Arena. Tidak sampai di situ, Huan Caiyi tampak mencengkram erat qi Bayangan yang telah menutupi seluruh area.


“Bayangan Imitasi..”


Saat suara Huan Caiyi jatuh, pedang-pedang cahaya yang muncul memiliki pedang lainnya di belakangnya yang terbuat dari bayangan.


“Ini..” Tetua Kedua yang melihat itu pun sedikit gemetaran karena ingat pernah membaca sebuah buku tentang klan Huan ketika di masa jaya mereka ribuan tahun yang lalu.


“Hancurkan..” Gumam Huan Caiyi datar.


Sraing! Sraing! Sraing!


Pedang-pedang yang diciptakan oleh Huan Caiyi dari bayangan pedang yang dibuat oleh Shi Fu pun bergerak lebih dulu dan langsung menebas semua pedang cahaya Shi Fu.


Shi Fu yang melihat itu pun tertegun di tempat. Ia tidak pernah melihat atau mendengar teknik seperti itu dari klan Huan sama sekali. Yang membuatnya sangat terkejut, teknik tersebut sangat mirip dengan tekniknya, hanya saja perbedaannya berada di jenis qi.


Shhhhh!


Teknik Shi Fu langsung menguap seperti embun ke udara karena dimusnahkan oleh teknik milik Huan Caiyi.


“Teknik apa itu?” Gu Yuena terkejut melihat teknik yang dikeluarkan oleh Huan Caiyi.


Lin Yan hanya tersenyum kecil karena tau bahwa Huan Caiyi memang sangatlah kuat dan merupakan pengguna qi Bayangan yang sangat alami. Yang artinya, dengan teknik yang baru saja dikeluarkan Huan Caiyi, ia akan bisa meniru semua teknik yang ada jika teknik tersebut memiliki sebuah Bayangan. Ini adalah teknik yang bahkan Lin Yan sendiri tidak bisa klarifikasi levelnya.


Itulah yang membuat Tetua Kedua gemetaran sedikit karena juga tau tentang deskripsi dari teknik yang digunakan oleh Huan Caiyi.


Pada masa ribuan tahun yang lalu, klan Huan sangat terkenal tak terkalahkan ketika dua Kerajaan besar saat ini belum lahir. Itu juga disebabkan oleh lahirnya satu anggota klan Huan yang mampu menggunakan seluruh teknik musuh-musuhnya dengan kekuatan dan kualitas yang sama.


Dan pada saat itu, sosok anggota klan Huan tersebut sangat ditakuti dan dijuluki sebagai, Raja Bayangan. Pada masa itu, hanya satu individu yang mampu menggunakan semua teknik, dan dia adalah Raja Bayangan yang berasal dari klan Huan.


Tetua Kedua hanya menganggap itu rumor belaka karena itu terjadi disekitar masa 6-7.000 tahun yang lalu.


Tetapi, kini Tetua Kedua percaya tentang sejarah tersebut dengan kehadiran Huan Caiyi serta teknik yang ditampilkan olehnya.


Shi Fu saat ini gemetaran sedikit karena tidak menyangka bahwa salah satu teknik andalan yang berasal dari klan-nya dipatahkan begitu saja.


“Apa itu tadi?”


“Itu teknik yang sama!”


“Bagaimana cara wanita itu melakukannya? Apakah kedua klan memiliki teknik yang mirip?”


Diskusi diantara murid pun pecah karena sesuatu yang dilakukan oleh Huan Caiyi.


Huan Caiyi yang baru saja selesai mematahkan teknik Shi Fu, perlahan tenggelam ke dalam uap hitam yang ia ciptakan. Ia pun muncul dalam sekejap di belakang Shi Fu sambil mengayunkan kedua pedangnya untuk memenggal Shi Fu. Tentu ia tidak akan melewatkan kesempatan untuk menghabisi salah satu anggota klan Shi.


“Gaya Pedang Huan, Tebasan Penyembelih..”


Sraing!


Tap! Tap!


Kedua pedang Huan Caiyi pun di tangkap oleh seseorang dan itu adalah Tetua Kedua yang sudah tau bahwa Huan Caiyi akan berniat untuk membunuh Shi Fu di tempat.


“Kapan dia muncul?” Batin Huan Caiyi terkejut.


“Pemenang babak penyisihan grup 7 adalah peserta nomor 19.” Tetua Kedua berbicara dengan nada datar sambil terus menatap Huan Caiyi dengan seksama.


Shi Fu pun terkejut mendengarnya dan melihat ke arah belakang bahwa dua pedang hampir saja mengiris lehernya. Keringat dingin bercucuran di seluruh tubuhnya karena tidak menyangka bahwa ia hampir saja tewas di tangan anggota klan Huan yang ia anggap rendah.


“Woaaaa...!”


Para murid bersorak mendengar apa yang dikatakan oleh Tetua Kedua. Ini adalah pertama kalinya seorang murid tingkat Alam Roh tahap kelima untuk mengalahkan murid tingkat Alam Roh tahap kedelapan dalam waktu yang sangat singkat.


Huan Caiyi sama sekali tidak bereaksi. Ia menarik pedangnya lalu menyimpannya. Ia pun berbicara sambil berbalik perlahan, “Berhati-hatilah, anggota klan Shi, jika kita bertemu diluar, kau tidak akan selamat seperti hari ini!”