Dragon Monarch

Dragon Monarch
Chapter 164 - Babak Final (4)



Pertandingan terus berlanjut dan Lin Yan tetap bermeditasi agar terbiasa menggunakan kekuatannya.


“Pertandingan selesai, selanjutnya kita akan memasuki semi final dalam waktu lima menit lagi!” Teriak Tetua Agung sekte Seribu Pedang yang membuat Lin Yan tersenyum kecil.


Lin Yan masih terus menutup matanya sampai Tetua sekte Seribu Pedang memanggilnya untuk bertanding.


Shi Zho yang tidak jauh dari posisi Lin Yan pun menatapnya dengan senyum kejam. Ia tentu tidak takut dengan Lin Yan walaupun sebelumnya ada kejadian yang janggal. Ia hanya mengira bahwa garis darah Lin Yan mirip dengan milik klan Gui. Hal seperti itu tidak akan menghentikannya. Hanya satu sosok yang ia waspadai saat ini, yaitu dua murid lainnya yang masuk babak semi final, wanita dari sekte Seribu Pedang dan murid lainnya yang berasal dari sekte Gerbang Surgawi.


Waktu terus berlalu dan Tetua Agung sekte Seribu Pedang berbicara kembali karena waktu lima menit telah tiba.


“Waktunya telah tiba, pertandingan berikutnya adalah peserta nomor satu, Shi Zho dari sekte Naga Langit melawan peserta nomor empat, Lin Yan dari sekte Naga Langit. Keduanya dipersilahkan memasuki Arena!”


Lin Yan yang mendengar itu membuka matanya dan menaikkan sudut bibirnya sambil melirik ke arah Shi Zho yang perlahan berjalan ke arah Arena. Ia pun berdiri dan masuk ke Arena juga.


Master sekte Naga Langit hanya terdiam karena kedua peserta yang kini bertanding berasal dari sekte yang sama yaitu sekte Naga Langit.


“Siapa menurut anda yang memenangkan pertandingan ini?” Tanya Tetua Pertama ke arah Master sekte Naga Langit.


Master sekte Naga Langit tampak berpikir sejenak lalu menjawab, “Shi Zho pasti memenangkan pertandingan. Walaupun mungkin Lin Yan kuat, kemampuan bertarung Shi Zho sangatlah tinggi serta kecepatannya termasuk tertinggi diantara kultivator yang setara.”


Tetua Kedua dan Tetua Ketiga mengangguk setuju dengan jawaban Master sekte Naga Langit.


“Lin Yan pasti menang,” ucap Gu Yin percaya diri. Namun, jantungnya berdetak cepat entah mengapa.


“Ya. Dia pasti akan menang..” Lanjut Gu Yuena setuju dengan perkataan sepupunya.


Huan Caiyi di sisi lain hanya diam dan menatap ke arah Lin Yan yang tampak tenang setiap saat. “Kenapa aku merasakan firasat buruk?” Batinnya. Ia tidak tau mengapa ada perasaan seperti itu di saat seperti ini.


Lin Yan dan Shi Zho pun saling berhadap-hadapan saat ini.


“Kau pasti akan kalah. Lebih baik kau menyerah atau kau akan mengalami hal yang sama seperti wanita klan Huan itu!” ucap Shi Zho dengan senyum kejam.


“Benarkah?” Tanya Lin Yan dan melambaikan tangannya lalu Tombak Raja Langit muncul dan membentur permukaan arena.


“Sudah pasti!” Balas Shi Zho dan mengeluarkan pedang kembarnya juga.


“Apakah kalian siap?” Tanya Tetua Agung sekte Seribu Pedang. Ia tidak lagi berbicara tentang peraturan karena semua peserta sudah mendengarnya.


“Ya.” Lin Yan dan Shi Zho mengangguk kecil.


“Tidak perlu membuang waktu, pertandingan semi final antara Shi Zho dan Lin Yan, dimulai!” Teriak Tetua Agung sekte Seribu Pedang.


Zhep!


Saat kata-kata itu jatuh, Lin Yan dan Shi Zho langsung bergerak.


Lin Yan langsung mengayunkan tombaknya lebih dulu karena jarak serang senjata itu merupakan tingkat menengah.


Shi Zho pun langsung memiringkan kepalanya. Saat tombak Lin Yan melewatinya, ia pun membuat kuda-kuda menyerang.


“Cahaya Abadi..”


Jreg!


Sraing!


Shi Zho bergerak dengan kecepatan yang sangat tinggi dan melewati Lin Yan seketika.


Srak!


Baju Lin Yan robek sedikit karena ia berhasil menghindar di waktu yang tepat. Ia pun langsung melompat mundur dan mengangkat Tombaknya ke arah langit.


“Tombak Petir Suci..”


“Gaya Pertama, Tubuh Petir Suci..”


Blar!


Petir langsung menyambar dan menyelimuti Lin Yan. Ia pun membuat kuda-kuda bergerak saat telah mengaktifkan Mata Raja.


“Langkah Pemisah Bulan..”


Zhep!


Gerakan Lin Yan tampak buram dan dua kali lebih cepat dari biasanya. Ia pun langsung tiba di atas Shi Zho dan mengayunkan tombaknya ke arah bawah.


“Tolol..” Gumam Shi Zho dan langsung membuat gerakan menebas juga.


Sraing!


Srak!


Shi Zho tersenyum lebar tetapi tiba-tiba membeku karena apa yang ia tebas pudar seketika.


Tombak melesat dengan kecepatan penuh ke arah jantung Shi Zho karena Lin Yan membuat gerakan tipuan sebelumnya.


Menyadari bahwa serangan itu berbahaya, Shi Zho pun buru-buru menghindar ke samping.


Srak!


Bilah tombak Lin Yan langsung menyayat lengan kanan dekat bahu Shi Zho.


Shi Zho yang mengalami sedikit luka pun langsung memutar tubuhnya sambil menebas sekuat tenaga.


Sraing! Sraing!


Lin Yan yang sudah melihat itu dengan Mata Raja pun langsung memiringkan tombaknya.


Trang! Trang!


Lin Yan berhasil menahan dua tebasan itu tetapi ia terkejut karena banyak bilah qi Cahaya menyayat-nyayat kulitnya. Ia langsung paham bahwa sisa qi milik Shi Zho pun sangat berbahaya.


Dengan gerakan cepat, Lin Yan mengangkat lengan kirinya.


“Cakar Pemotong Bumi..”


Sraing! Sraing!


Jrezh!


Lima parit terlihat di atas arena.


Kerutan muncul di dahi Lin Yan karena Shi Zho masih mampu menghindar dengan kecepatan luar biasa.


“Kau memang tangguh. Namun, itu hanya tangguh dan tidak akan pernah menang melawanku!” ucap Shi Zho di jarak hampir sepuluh meter.


“Benarkah?” Tanya Lin Yan dan membuat gaya dengan tombak diarahkan kepada Shi Zho.


Brrrttt! Brrrttt!


“Coba hindari ini jika kau bisa!” ucap Lin Yan sambil tersenyum kecil.


“Tombak Petir Neraka..”


Melihat petir liar menyambar terus-menerus, Shi Zho langsung berkerut. Ia paham bahwa serangan Lin Yan kali ini pasti kuat walaupun ia tidak tau bagaimana cara Lin Yan menyerang.


“Gaya Pertama, Tusukan Neraka Keputusasaan!”


Blar!


Lin Yan seperti Sambaran petir saat menerjang ke arah Shi Zho.


Shi Zho yang melihat itu pun melebarkan matanya dan langsung mengangkat kedua pedangnya ke arah langit lalu menebasnya ke arah bawah.


“Cahaya Surgawi!”


Sraing!


Duar!


Lin Yan langsung menabrak teknik milik Shi Zho dan ia pun terhenti di tengah jalan seketika. Ia tidak percaya sama sekali bahwa salah satu teknik andalannya akan dipatahkan begitu saja walaupun ia tidak memiliki kerugian. Ia langsung paham bahwa kekuatan tempur Shi Zho memang sangat tinggi.


Kawah kecil terbentuk di bawah kaki Lin Yan saat ia menatap Shi Zho yang hanya tersenyum lebar.


“Tampaknya hanya itu saja kemampuanmu! Baik, akan kuperlihatkan seperti apa kekuatan anggota klan Shi sejati!”


“Mode Cahaya!”


Seluruh tubuh Shi Zho langsung bersinar karena ia mengerahkan semua qi-nya untuk bergerak lebih cepat dari sebelumnya.


“Kau akan mengalami keputusasaan!”


Zhep!


Shi Zho menghilang seketika yang membuat Lin Yan sangat terkejut bahwa kecepatan penuh Shi Zho saat ini lebih tinggi dari kecepatan miliknya.


Sraing! Sraing! Sraing!


Tebasan demi tebasan dilancarkan oleh Shi Zho dan beberapa kali Lin Yan tersayat. Sangat terlihat saat ini bahwa Shi Zho berada di atas angin.


Tring!


Lin Yan sekali lagi menahan tebasan Shi Zho dan ia pun terkejut karena merasakan tebasan di punggungnya.


“Kapan?” Batin Lin Yan karena merasa bahwa kecepatan Shi Zho meningkat lagi.


“Sudah aku katakan bahwa aku akan menunjukkan Keputusasaan!”


Suara Shi Zho terdengar dan Lin Yan melihat kilatan cahaya yang mencoba memenggal lehernya.


“Jiwa Pelahap Raja Naga!”


Srak!


Shi Zho melewati Lin Yan dengan kecepatan yang sangat tinggi.


“Selesai!” ucap Shi Zho dengan seringai diwajahnya.


“Benarkah?”


Shi Zho membeku saat mendengar suara itu. Ia pun langsung melompat mundur karena merasakan bahaya. Ia menatap Lin Yan saat ini tampak dibungkus oleh sesuatu yang membuatnya menelan ludahnya.


Lin Yan yang sedang dibaluti oleh sesuatu seperti Naga pudar pun tersenyum lebar.


“Berikutnya giliranku, aku akan menunjukkan Keputusasaan padamu!”