Dragon Monarch

Dragon Monarch
Chapter 358 - Bercerita



Langit semakin gelap saat awan menutupi matahari yang tampak selalu terlihat. Tempat itu memang pantas disebut sebagai salah satu tempat paling berbahaya di Benua Saint.


Saat ini, terlihat pasangan tua yang tidak lain adalah Lin Ming dan Lin Xi yang menatap ke arah kawah kecil dengan tatapan kosong penuh arti.


“Apa yang kau pikirkan? Cepat rawat wanita muda itu!” Teriak Lin Ming tersadar dari lamunannya.


Lin Xi menatap ke arah suaminya itu dengan tatapan kosong penuh arti. Ia pun menggelengkan kepalanya lalu perlahan melayang dan tiba di depan Huan Caiyi.


“Kenapa rasanya adegan ini familiar?” Gumam Lin Xi dan perlahan mengangkat Huan Caiyi. Ia pun menyalurkan qi-nya yang tampak berwana hitam ke dalam tubuh wanita muda tersebut.


“Hm? Kekuatan ini..” Wajah Lin Xi serius ketika mendeteksi kekuatan yang ada di dalam tubuh Huan Caiyi.


“Ada apa?” Tanya Lin Ming saat menatap ke arah istrinya yang tampak memasang wajah serius.


“Kekuatan wanita muda ini jauh lebih jahat dari kekuatan iblis sekalipun. Tetapi kekuatannya tampak sangat terkendali,” jawab Lin Xi.


“Apa? Kekuatan yang lebih jahat dari iblis? Sungguh tidak terduga bahwa akan ada manusia yang memiliki kekuatan seperti itu. Lagi pula dia adalah seorang wanita, tidak sepantasnya dia memiliki kekuatan seperti itu.” ucap Lin Ming dan melirik sekilas ke arah istrinya.


“Apa kau sedang membicarakan aku?” Tanya Lin Xi. Wajah tuanya tampak sangat marah saat ini.


Lin Ming terdiam dan keringat dingin membasahi punggungnya. “Tidak, ayo kita bawa wanita muda ini terlebih dahulu. Ketika dia sadar kita akan tau apa yang terjadi padanya.”


“Dasar pria tua!” Gumam Lin Xi karena tau bahwa suaminya itu merujuk pada dirinya ketika masih muda, ia sangat sama dengan Huan Caiyi yaitu sama-sama memiliki kekuatan yang jahat.


Lalu Lin Ming dan Lin Xi pun membawa Huan Caiyi ke tempat tertentu di daerah tersebut.


Tempat tinggal Lin Ming dan Lin Xi saat ini adalah sebuah pondok kecil di pinggiran hutan yang hanya memiliki kayu hitam tanpa daun.


Tidak sampai satu hari kemudian, Huan Caiyi yang saat ini sedang berbaring di sebuah kasur sederhana terbuat dari kayu pun membuka matanya. Ia merasakan sedikit sakit di tubuhnya tetapi tidak sesakit ketika ia terus diburu oleh para Iblis.


“Di mana ini.. dan luka-lukaku..” Gumam Huan Caiyi karena tidak menyangka akan ada teknik pengobatan yang mampu menyembuhkan luka bagian dalam sebagus itu. Ia dapat merasakan organ-organ dalamnya perlahan-lahan pulih dan itu bahkan lebih kuat.


“Akhirnya kau sudah sadar, wanita muda..” Suara serak yang bermartabat pun terdengar.


Huan Caiyi menatap ke arah kirinya dan menemukan wanita tua sedikit bungkuk menggunakan pakaian serba hitam. Ia tertegun di tempat dan matanya kembali berkaca-kaca karena mengingat tentang Lin Ming dan Lin Xi yang sebelumnya menyelematkannya dari para Iblis.


Tentu Huan Caiyi akan mengetahui wajah dan semua fitur Lin Ming dan Lin Xi dari adiknya Lin Yan.


“Nenek..” Gumam Huan Caiyi yang membuat Lin Xi terdiam di tempat. Ia pun berhenti menggiling sebuah herbal di sebuah batu pipih yang ada di tangannya.


Meksipun Lin Xi akan lebih mudah meramu obat-obatan dengan qi, ia lebih suka menggunakan cara kuno karena ia menikmati proses pembuatan obat-obatan.


“Lihat wanita tua! Dia memanggilmu nenek!” Lin Ming tiba-tiba muncul entah dari mana.


Menatap Lin Ming yang muncul Tiba-tiba, Huan Caiyi semakin senang. “Kakek..” Gumamnya lagi.


“Lihat dia memanggilmu kakek! Itu pasti kau karena sejak kau muda, sangat banyak wanita yang mengelilingimu! Sudah pasti kau memiliki anak dari salah satu wanita itu!” Lin Xi menjatuhkan penggilingan herbal di tangannya lalu menunjuk ke arah hidung Lin Ming.


Wajah Lin Ming berkedut keras karena tidak tau harus berkata apa.


Sementara itu, Huan Caiyi terdiam karena Lin Ming dan Lin Xi memang seperti yang dikatakan oleh Lin Yan, sering bertengkar hanya karena masalah kecil dan itu lebih sering disebabkan oleh kakek mereka yang keras kepala.


Menatap kedua sosok tua itu berdebat panjang kali lebar sampai-sampai membahas sesuatu yang lain tiba-tiba, Huan Caiyi semakin bingung.


Lin Ming dan Lin Xi berhenti berdebat lalu menatap ke arah Huan Caiyi.


“Siapa namamu?” Tanya Lin Xi untuk mengkonfirmasi siapa Huan Caiyi.


“Huan Caiyi.”


Lin Ming dan Lin Xi saling memandang sekali lagi karena tidak pernah mendengar nama depan Huan di Benua Saint. Tetapi keduanya mengingat tentang Klan Huan di Daratan Utara.


“Lalu, kenapa kau memanggil kami kakek dan nenek?” Tanya Lin Ming semakin heran ketika menatap ke arah Huan Caiyi sekali lagi.


“Tentu kalian adalah kakek dan nenekku karena Lin Yan adalah adik kecilku.” ucap Huan Caiyi dengan senyum menawan.


Lin Ming dan Lin Xi membatu di tempat ketika mendengar nama Lin Yan. Keduanya pun langsung mengenang masa lalu ketika menemukan sosok mungil di sebuah kawah kecil. Keduanya merawat bayi itu hingga dewasa tetapi mereka berdua harus meninggalkan Lin Yan ketika berumur 14 tahun karena tugas penting yang harus diselesaikan.


Keduanya pun langsung membuat perkiraan bahwa Huan Caiyi yang mungkin bertemu dengan Lin Yan menjadi saudara sumpah atau bahkan lebih dari itu. Mereka sama sekali tidak meragukan apa yang dikatakan oleh Huan Caiyi karena hanya seseorang dari Daratan Utara lah yang mengetahui nama Lin Yan dan orang-orang dari Daratan Utara hanya sedikit yang mengenal mereka.


“Katakan.. di mana Yan'er saat ini.” Lin Xi muncul di depan Huan Caiyi dalam sekejap dan memegang kedua bahu Huan Caiyi ketika bertanya.


Huan Caiyi terdiam. Ia pun menghela nafas panjang lalu perlahan mengatakan apa yang terjadi ketika mereka berangkat ke Benua Saint.


Setelah mendengar penjelasan Huan Caiyi, Lin Xi duduk di sebelah Huan Caiyi dan Lin Ming mengeluarkan sebuah kursi lalu duduk juga tidak jauh dari kasur.


“Ceritakan semua yang terjadi di Daratan Utara.” Lin Ming pun membuka suara karena tentu sangat ingin tau tentang apa saja yang dilakukan oleh Lin Yan selama mereka pergi.


Mendengar itu, Huan Caiyi pun dengan bersemangat menceritakan apa yang terjadi saat pertama kali mereka bertemu.


Ketika Huan Caiyi bercerita, Lin Ming dan Lin Xi tersenyum karena tidak menyangka bahwa cucu mereka yang keras kepala itu telah melalui banyak hal. Dari sikap Huan Caiyi menceritakan tentang Lin Yan, keduanya pun paham bahwa Huan Caiyi sangatlah menyayangi Lin Yan dari lubuk hatinya.


Setelah mendengar cerita Huan Caiyi selama seharian, Lin Ming tiba-tiba mendengus sedikit kesal, “Bocah bau itu sudah memiliki istri dan tidak menunggu bertemu dengan kami ketika melakukan upacara pernikahan?”


“Diamlah pria tua! Apa kau mengundang ayah, ibu, kakek dan nenekmu ketika kau menikahi aku?” Tanya Lin Xi marah.


Lin Ming merasa canggung karena mengingat tentang masa lalu dan ia sama seperti Lin Yan.


“Kakek.. nenek.. ayo kita keluar dari tempat ini mencari Yan'er.” ucap Huan Caiyi bersemangat.


Lin Ming dan Lin Xi menghela nafas panjang lalu Lin Xi berbicara, “Saat ini segel sedang terkunci dengan rapat. Jika kita keluar, segel akan terbuka sekali lagi dan para Iblis akan keluar dari tempat ini.”


“Tempat ini adalah sebuah dimensi khusus yang menghubungkan Dunia Manusia dan Dunia Iblis. Kami bisa saja keluar, tetapi itu akan membuat Iblis juga keluar melalui tempat ini dan Benua Saint akan jatuh ke dalam kekacauan. Setidaknya kami harus menghabisi pemimpin di Dunia Iblis itu agar semuanya selesai. Bahkan ada celah tertentu yang tidak bisa kami jamah yang membuat para Iblis menyebrang ke Dunia Manusia.”


“Di tempat ini, nenek dan kakek telah sepakat untuk menghabisi Iblis sebanyak mungkin sebelum kembali ke Dunia Manusia.” Lin Xi menjelaskan.


Huan Caiyi terdiam karena tidak menyangka konsekuensi dengan membuka segel akan menjadi seperti itu.


“Namun.. dengan adanya dirimu di sini, aku telah memikirkan tentang hal tertentu. Dan tempat ini merupakan tempat paling baik untukmu berlatih, Caiyi.” ucap Lin Ming menatap ke arah Huan Caiyi lalu ke arah istirnya.


“Maksud kakek?” Tanya Huan Caiyi heran. Ia dapat merasakan bahwa tempat tersebut tidak mengandung banyak qi. Untuk menembus tahapan di tingkat Alam Raja pun membutuhkan waktu yang sangat lama.


“Aku paham apa yang kau pikirkan. Tetapi, dengan adanya aku di sini, semua kendala itu tidak akan menjadi masalah sama sekali. Menurut perhitunganku, saat kau berlatih di tempat ini selama setahun, itu sama dengan hasil kau berlatih di Benua Saint selama sepuluh tahun!” ucap Lin Xi percaya diri. Dengan kemampuan obat-obatan miliknya, semua hal akan menjadi lebih mudah, karena Huan Caiyi memiliki karakteristik yang sama dengannya, maka para Iblis akan menjadi sumber daya yang bagus untuk Huan Caiyi.