
Asosiasi Alkemis
Lelang telah berakhir dengan benda terakhir dibeli oleh Kaisar Han.
“Ayo kita menjemput Yin'er. Sudah waktunya untuk kembali. Kemungkinan Tiga Klan Kuno akan mencoba menindas Kaisar Han.” ujar Mu Xuanyin dan menghilang dari dalam Ruangan VIP Diamond Nomor tiga.
Para Tetua Sekte Istana Salju, Mu Xuan Xian dan Gu Yuena pun mengikuti karena tentu setuju dengan apa yang dikatakan oleh Mu Xuanyin.
Kaisar Han yang telah memegang peta di tangannya pun langsung berdiri. Ia menatap semua ke arah bawahannya dengan tatapan serius karena mereka pasti akan bentrok untuk beberapa saat dengan Tiga Klan Kuno. Tatapannya juga melintas sedikit ke arah Canglan dan juga Ruangan tempat Lin Yan berada.
Namun saat ini, Kaisar Han berpikir bahwa ia harus mengamankan peta yang ia beli terlebih dahulu dari pada mengurusi target yang telah ia tetapkan.
Sementara itu, Patriak Klan Xiao, Patriak Klan Lin dan Patriak Klan Zhu pun langsung memimpin bawahan mereka semua untuk mengikuti Kaisar Han berserta kelompoknya.
Di ruang tempat Lin Yan berada, Lin Yan menyimpan peta yang telah ia gambar. Tatapannya masih tertuju pada Ruang VIP Diamond Nomor Satu karena tau bahwa Kaisar Han pasti akan pergi ke lokasi yang sama dengannya nanti walaupun mungkin ia lebih dulu mencapai lokasi paling akurat di peta.
Tidak lama kemudian, kelompok Sekte Istana Salju pun tiba di ruangan tempat Lin Yan berada.
“Yin’er, sudah waktunya untuk kembali. Kau akan melakukan pelatihan di Kuil Dewi Salju setelah ini.” Mu Xuanyin yang muncul di ruangan tempat kelompok Lin Yan berada langsung berbicara.
Gu Yin yang masih duduk pun melihat ke belakang dan memasang wajah yang sangat enggan ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Gurunya. Ia kemudian menatap ke arah Lin Yan kembali karena tentu ia belum mau berpisah dengan suaminya itu.
“Pergilah Yin'er. Kau harus meningkatkan kultivasimu secepat mungkin karena aku merasa bahwa tidak lama lagi, sesuatu yang buruk akan terjadi. Kau harus kuat secepat mungkin.” ucap Lin Yan saat menatap ke arah Gu Yin yang selalu memasang wajah enggan.
Karena Lin Yan telah berkata seperti itu, Gu Yin hanya bisa menyerah. Ia pun memeluk Lin Yan dengan erat sambil berkata, “Berhati-hatilah jika kau ingin pergi ke sana. Dan selalu waspada terhadap Kaisar Han karena tampaknya dia sedang mengincar mu.”
“Ya.” Lin Yan juga memeluk Gu Yin kembali. Ia yakin tidak akan lama lagi, mereka akan bertemu. Namun saat ini mereka harus mengambil jalan masing-masing terlebih dahulu. Ia tidak seperti Gu Yin yang memiliki sumber daya yang cukup untuk mencapai puncak karena menjadi murid dari Nyonya Sekte Istana Salju. Oleh karena itu, ia pasti akan pergi ke Tanah Tengkorak tempat yang ditunjuk oleh Kaisar Manusia.
Setelah itu, Gu Yin melepas pelukannya dan berpamitan kepada Xia Yue'er juga lalu Mu Xuanyin pun membawa Gu Yin pergi dari Asosiasi Alkemis bersama dengan semua anggota Sektenya yang datang ke tempat itu.
Tidak lama kemudian, Canglan pun datang ke ruangan tempat kelompok Lin Yan berada.
“Patriak Klan Li, Li Hao, kami akan pergi lebih dulu. Sebelum itu, apakah anda tidak ingin menyalin peta yang aku miliki?” Tanya Lin Yan menatap ke arah Patriak Klan Li.
“Tidak. Jika peta itu ada di tanganku, semuanya akan menjadi lebih rumit. Lagi pula, aku memiliki firasat bahwa Ketiga Klan Kuno akan membuat kesepakatan dengan Kaisar Han lalu datang ke tempat yang di tunjuk oleh peta bersama-sama.” ujar Patriak Klan Li.
Mendengar itu, Lin Yan sama sekali tidak heran karena sudah pasti Kaisar Han akan melakukan segala cara agar tidak mengalami kerugian. Tidak hanya itu, dengan peta di tangan Kaisar Han, Tiga Klan Kuno juga tidak akan sembarangan menyerang Kaisar Han.
“Canglan, ayo kita pergi untuk mencari seorang penempa.” ucap Lin Yan menatap ke arah Canglan.
“Tidak diperlukan Tuan Muda. Aku akan memperbaiki pecahan pedang itu seorang diri.” Balas Canglan dengan nada percaya diri.
Mendengar itu, Lin Yan mengangguk. Sedari awal ia telah menduga bahwa Canglan pastilah seorang penempa senjata juga.
“Baiklah, kita berpisah di sini. Tetapi berhati-hatilah terhadap kelompok Kaisar Han.” Patriak Klan Li memperingati.
Lin Yan mengangguk kemudian berpamitan kepada Li Hao. Setelah itu, ia bersama dengan Xia Yue'er dan Canglan pun pergi dari tempat Lelang berada. Sementara untuk Xiao Ziya, ia kembali ke dalam Ruang Jiwa Lin Yan.
Lin Yan dan Canglan yang telah dekat dengan gerbang kota yang dikelola oleh Asosiasi Alkemis pun berhenti di udara sambil menatap ledakan qi yang terjadi di tempat yang sangat jauh.
Para kultivator yang ikut dalam pelelangan sebelumnya tentu tidak akan melewatkan kesempatan untuk menonton pertarungan antara kultivator puncak Benua Saint.
“Ini adalah pertarungan kultivator puncak. Qi yang terpancar sangatlah kuat!” ucap Canglan serius. Walaupun begitu, ia tidak takut sama sekali. Ia masih memiliki kartu truf, yaitu Wayang Serigala Iblis Kegelapan. Meksipun kultivasinya rendah, menggunakan Wayang miliknya, ia akan bisa berpindah ke tempat yang sangat jauh. Walaupun mungkin akan menggunakan banyak qi, tetap saja ia memiliki sesuatu yang dapat menjamin Kehidupannya.
Lin Yan di sisi lain menggunakan Mata Raja miliknya untuk melihat pertarungan yang terjadi. Walaupun menggunakan Mata Raja, ia masih tidak dapat mengikuti pergerakan dari Pertarungan antara kultivator puncak tersebut.
“Ayo kita lihat lebih dekat.” Lin Yan tentu saja ingin melihat secara langsung bagaimana pertarungan para kultivator puncak tersebut.
Canglan tidak berkomentar sama sekali karena ia yakin bahwa dengan dirinya bersama Lin Yan, tidak akan ada kecelakaan yang terjadi.
Di tempat lainnya, Master Sekte Cahaya Surgawi juga ikut menonton pertarungan tersebut.
Tidak hanya untuknya, bahkan Mu Xuanyin juga berada di tempat tertentu menonton Pertarungan. Sedangkan untuk anggota Sektenya yang lain telah pergi di pimpin oleh Mu Xuan Xian jika ada musuh yang mencoba menyergap kelompok mereka.
Untuk kultivator yang berada di Ruang VIP Diamond Nomor Tujuh sebelumnya, tentu ia tidak akan melewatkan kesempatan untuk melihat seperti apa perbedaan dirinya dengan semua kultivator puncak tersebut.
Dan juga, sosok yang dianggap sebagai Kaisar Tombak juga berada dekat dengan pertarungan terjadi. Ia terlihat tidak gentar saat menatap pertarungan tersebut meskipun dirinya saat ini bisa dikatakan tidak sebanding dengan mereka. Sebagai Kaisar Tombak, Guan Yu yakin bahwa dirinya memiliki kekuatan untuk bersaing beberapa putaran dengan Master Bela Diri peringkat sepuluh besar. Jika ia terlibat dalam pertarungan tersebut, ia masih memiliki peluang tinggi untuk mundur.
Di jarak hampir dua puluh km dari tempat Asosiasi Alkemis berada, terlihat Kaisar Han yang saat ini hanya bisa bertahan ketika di serang terus-menerus oleh tiga kultivator yang tidak lain adalah Patriak Klan Xiao, Patriak Klan Lin dan Patriak Klan Zhu. Ia sama sekali tidak memiliki kesempatan untuk pergi karena dihapit oleh mereka bertiga.
“Serahkan peta itu Kaisar Han! Kau tidak akan mampu menandingi kami bertiga!” ucap Patriak Klan Xiao sangat agresif. Ia saat ini belum memasuki bentuk Demi-Human setengah naga karena ia dibantu oleh Patriak Klan Lin dan Patriak Klan Zhu. Meskipun ia sangat enggan bekerja sama dengan keduanya, ia tentu tidak yakin bahwa ia bisa mengusir keduanya.
Wajah Kaisar Han saat ini sangat gelap karena tidak menyangka bahwa ketiganya akan bekerja sama untuk menekannya. Oleh karena itu, ia pun tidak memiliki pilihan lain selain dari mengancam ketiganya dengan ancaman menghancurkan peta.
Sebelum Kaisar Han melakukan hal itu, wajahnya sedikit tenang ketika merasakan aura seseorang yang sangat ia kenal.
“Apakah ini cara Tiga Patriak Klan Kuno melakukan sesuatu?”
Qi dahsyat lainnya pun meledak dalam sekejap yang menjaga Patriak Klan Xiao, Patriak Klan Lin dan Patriak Klan Zhu memasang wajah serius. Sebab, aura yang terpancar tersebut tidak lebih lemah dari mereka bertiga.
Dan mereka langsung mengetahui siapa pendatang baru tersebut.
Bom!
Sebuah serangan melesat ke arah ketiga Patriak lalu meledak di udara dalam sekejap yang membuat keempatnya berpisah.
Patriak Klan Xiao, Patriak Klan Zhu dan Patriak Klan Lin menatap ke arah sumber kekuatan besar tersebut dengan wajah yang sangat dingin.
Tidak jauh dari Kaisar Han, seorang pria tua yang diselimuti oleh qi yang sangat kuat pun muncul. Qi Raja ditubuhnya juga tampak sangat liar dan mencoba menekan semua yang ada di sekelilingnya.
Ketiga Patriak hanya bisa bergumam dingin saat menatap sosok tersebut, “Kaisar Han generasi sebelumnya, Han Wang Zhan!”