
Klan Long
Di dua tempat berbeda, Long En dan Di Shan terlihat perlahan berdiri. Keduanya memasang wajah yang sangat muram karena kekuatan Nie Guo memang luar biasa kuat dan tidak mungkin bagi keduanya untuk mengalahkan sosok sekuat itu.
“Sial! Makhluk sialan itu sangat kuat! Jika terus seperti ini, tidak akan ada yang bisa menghentikannya! Guan Yu sialan! Selama ini ternyata kau menyembunyikan kekuatanmu yang sebenarnya! Jika saja kau membereskan makhluk itu..” Long En yang baru saja berdiri pun memasang wajah yang sangat marah serta mengutuk Guan Yu dalam hatinya.
Sementara Di Shan yang perlahan berdiri pun menatap ke arah kejauhan dengan wajah yang sangat gelap. Tetapi, ketika matanya tertuju pada Nie Guo, ia sedikit terdiam karena saat ini ada satu sosok lainnya yang sedang mencoba untuk melawan Nie Guo.
Bahkan untuk Long En pun saat ini hanya bisa diam saja karena merasa pemuda yang saat ini tampak hendak mencoba bertarung dengan Nie Guo sangatlah bodoh.
“Apakah bocah itu tidak mengerti perbedaan kultivasi mereka?” Long En mencemooh Lin Yan. Ia tentu mengenal siapa Lin Yan sebenarnya karena sudah ada foto tentangnya dan semua informasi yang telah di kumpulan oleh Klan Long.
Sementara itu, Lin Yan yang sedang membuat kuda-kuda pun langsung menerjang sekuat tenaga ke arah Nie Guo.
Ketika Lin Yan tiba di depan Nie Guo, ia pun langsung menghunuskan Tombak Pembunuh Naga tepat ke arah wajah Nie Guo.
“Sungguh tidak tau diri!” Nie Guo pun langsung memiringkan kepalanya sekaligus mengayunkan lengan kanannya ke arah leher Lin Yan.
Menatap serangan tersebut dengan Mata Raja, Lin Yan pun langsung menghentikan gerakan tombaknya lalu menyerang kembali dengan kecepatan yang sangat tinggi dengan gaya menebas menggunakan bilah tombak.
Kerutan muncul di dahi Nie Guo karena Lin Yan memiliki reaksi yang bisa dikatakan sangatlah cepat.
Nie Guo pun membelokkan arah lengannya tepat pada serangan Lin Yan.
Trang!
Bussssh!
Ledakan qi pun menyebar ke segala arah saat benturan terjadi. Namun, hasilnya tetaplah sama, Lin Yan tetap saja ditekan oleh Nie Guo karena memang sedari awal perbedaan kekuatan keduanya terlalu jauh. Dan kini pun, Nie Guo telah mengeluarkan kekuatannya yang telah disegel sehingga semua atribut miliknya meningkat pesat.
Trang! Trang! Trang!
Benturan demi benturan terus-menerus terjadi. Semua yang ada di tempat tersebut menatap dengan terkejut ketika Lin Yan dapat mengikuti pergerakan yang sangat cepat dari serangan yang dilancarkan oleh Nie Guo sepanjang waktu meskipun sangat terlihat bahwa Lin Yan saat ini sedang ditekan setiap saat.
“Bocah itu..” Long En menatap pertarungan antara Lin Yan dan Nie Guo. Ia tentu sangat terkejut karena Lin Yan yang memiliki tingkat kultivasi Alam Langit tahap ketujuh mampu mengikuti pergerakan seseorang yang memiliki tingkat kultivasi Alam Raja. Karena hal ini, ia pun bertekad untuk memusnahkan Lin Yan sebelum tumbuh lebih kuat.
Bahkan Di Shan pun tentu sangat terkejut. Ia tidak menduga bahwa akan ada pemuda seperti Lin Yan.
Sementara itu, kelompok Xiao Ya tentu menatap pertarungan tersebut dengan senyum di wajah mereka. Meraka mengetahui satu fakta tentang kekuatan Lin Yan, yaitu mampu bersaing dengan siapapun jika pertarungan panjang terjadi.
Itu sama seperti Xu Ling yang sering menendang Lin Yan. Bahkan dahulu ketika Lin Yan belum mencapai tingkat Alam Langit pun, ia sudah bisa menghindari serangan Xu Ling karena mereka sering berdebat.
Kemampuan Lin Yan yang terletak pada matanya lah yang membuat semuanya menjadi mungkin. Ia menghafal semua gerakan demi gerakan dan mencoba memprediksi setiap gerakan selanjutnya. Semakin lama ia bertarung dengan seseorang, semakin ia akan dapat mengikuti pertarungan dan bisa mempertahankan diri jika musuh memang jauh lebih kuat darinya.
Sraing!
Lima bilah qi pun langsung melesat ke arah Lin Yan. Menatap itu dengan Mata Raja, ia menggunakan sayapnya untuk bergerak lebih cepat sekaligus menggunakan qi Alam Langit untuk terbang agar dapat menghindari serangan lebih mudah.
Lin Yan memiringkan tubuhnya dan dua bilah melewatinya. Setelah itu, ia langsung menerjang kembali dengan kecepatan yang sangat tinggi.
Ketika tiba dihadapan Nie Guo, Lin Yan pun kembali mengayunkan Tombak Pembunuh Naga yang setiap saat memercikkan petir hitam.
“Bocah brengsek!” Nie Guo semakin marah karena Lin Yan semakin lama semakin mahir untuk mengindari serangannya atau pun bertahan dari setiap teknik yang ia keluarkan.
Trang!
Zrrrt! Zrrrt!
Percikan qi pun menyebar ke segala arah saat bentrokan terjadi kembali. Tetapi, setiap kali benturan kedua serangan terjadi, Lin Yan tetap saja dihempaskan mundur karena memang perbedaan kultivasi sangatlah sulit untuk dilampaui.
Bom!
Lin Yan kembali terpental terapi ia langsung mengayunkan tombaknya ke arah Nie Guo.
“Tombak Petir Suci..”
“Gaya Kedua, Ledakan Tombak Petir!”
Blar!
Dari ujung tombak Lin Yan, petir hitam tampak menyambar ke arah Nie Guo dengan kecepatan yang sangat tinggi.
“Bajingan! Bocah ini bahkan memiliki teknik dengan pelepasan secepat itu?” Batin Nie Guo marah saat menyilangkan kedua lengannya di depan wajahnya untuk menahan teknik yang dilancarkan oleh Lin Yan.
Duar!
Ledakan besar pun terjadi dan petir hitam memercik ke segala arah di udara ketika Nie Guo menahan teknik tersebut.
Sementara itu, Lin Yan langsung bergerak kembali di udara dengan kecepatan yang sangat tinggi. Senyum lebar terlihat diwajahnya saat ini karena perasaan bahagia ketika melawan seseorang yang jauh lebih kuat darinya. Ini adalah insting darah yang mengalir di tubuhnya untuk terus menjadi kuat dan mencoba melampaui siapa saja yang ia lawan.
“Langkah Pemisah Bulan!”
Zhep!
Dengan kecepatan yang sangat tinggi, Lin Yan sudah mendekat ke arah Nie Guo yang terlihat sedang menurunkan lengannya karena baru saja selesai menahan teknik Lin Yan.
Ketika Lin Yan muncul di jarak hampir lima meter dari Nie Guo, ia pun mengayunkan tinju lengan kirinya sekuat tenaga ke arah Nie Guo.
“Tinju Penghancur, Gelombang Ledakan Qi!”
Blar!
Ketika Lin Yan memukul ke arah Nie Guo, ledakan qi yang sangat besar terjadi dan menelan Nie Guo di dalamnya.
Nie Guo sama sekali tidak dapat bertahan dan menerima serangan tersebut secara langsung. Sedari awal pun, ia tidak pernah menggunakan kekuatan penuhnya karena merasa hal itu tidak perlu sama sekali ketika melawan seseorang dengan tingkat kultivasi seperti Lin Yan. Tetapi kini ia sangat menyesal karena terlalu meremehkan Lin Yan.
Dan karena itupun, Lin Yan sudah mampu membaca semua gerakan Nie Guo dan mengingatnya di dalam otaknya. Kebiasaan bertarung seseorang akan sangat sulit diubah dan itulah yang dipelajari olehnya agar bisa melawan seseorang yang jauh lebih kuat darinya.